NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:928.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan yang tak kunjung padam

Pagi yang seharusnya penuh sisa-sisa kehangatan dari pembelaan Danu di restoran semalam, seketika berubah menjadi kabut yang lebih dingin bagi Sekar. Di villa yang sunyi itu, saat jarum jam menunjukkan pukul dua dini hari, Sekar terbangun karena haus yang amat sangat. Ia melihat ke samping, dan ranjang itu sudah kosong.

​Dengan langkah pelan dan jantung yang berdebar halus, Sekar keluar dari kamar. Ia mengira Danu mungkin sedang berada di dapur untuk mengambil minum, atau mungkin sedang di ruang tengah untuk memeriksa pekerjaan. Namun, saat ia melewati ruang keluarga yang hanya diterangi oleh sisa-sisa bara di perapian, ia melihat sosok tegap itu duduk di sofa panjang.

​Danu duduk merenung, membelakangi posisi Sekar. Cahaya biru dari layar ponsel menerangi wajahnya yang kaku. Dari balik pilar kayu, Sekar mematung. Matanya yang jernih menangkap apa yang sedang dilakukan suaminya.

​Dunia seolah berhenti berputar bagi Sekar saat ia melihat jempol besar Danu bergerak perlahan di atas layar ponsel. Di sana, di layar yang terang di tengah kegelapan, terpampang sebuah profil media sosial. Sekar mengenalnya, sangat mengenalnya. Itu adalah foto Lidya.

​Lidya tampak begitu anggun dalam foto profilnya, sedang berdiri di depan gedung tinggi di Singapura dengan senyum yang begitu cerah dan berkelas. Danu tidak hanya melihatnya, ia berhenti cukup lama pada satu foto di mana Lidya mengenakan gaun putih yang dulu pernah Danu puji. Wajah Danu yang biasanya berwibawa dan dewasa kini tampak sangat melankolis, penuh dengan rahasia yang tidak bisa dijangkau oleh Sekar.

​Sekar merasa seolah ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungnya. Segala kepercayaan diri yang sempat tumbuh karena pembelaan Danu di restoran semalam, hancur berkeping-keping dalam satu kedipan mata.

"​Jadi, semua pembelaan semalam itu karena apa? Tanggung jawab?" Batin Sekar pedih.

"Hanya karena Mas Danu memiliki harga diri tinggi dan tidak mau istrinya dihina orang lain? Tapi hatinya, hatinya masih tertinggal di sana, pada wanita yang sepadan dengannya"

​Sekar mundur perlahan, berusaha tidak menimbulkan suara. Ia kembali ke kamar dengan tubuh yang bergetar. Ia merebahkan dirinya di ranjang, menarik selimut hingga menutupi dagu, namun rasa dingin itu tetap menembus hingga ke tulangnya. Air mata jatuh tanpa suara, membasahi bantal sutra yang disediakan di villa mewah itu.

​Ia teringat kembali teringat pada kata-kata Rita semalam.

"Lidya jauh lebih pantas mendampingi Danu" Dan sekarang, melihat Danu merenung di tengah malam sambil menatap foto mantan kekasihnya, Sekar merasa dirinya benar-benar hanyalah sebuah kecelakaan yang dipaksakan masuk ke dalam hidup pria sehebat Danu.

​Kekaguman Sekar pada Danu tidak berkurang, namun rasa rendah dirinya kembali membubung tinggi. Ia merasa sangat kecil, sangat tidak berarti. Ia hanyalah Sekar, buruh penimbang paku yang kebetulan sedang mengandung anak dari pria yang hatinya masih milik wanita lain.

​Keesokan paginya, suasana di villa tetap berjalan seperti biasa bagi orang lain. Riana tetap ceria, bercerita tentang rencana kepulangan mereka ke kota. Danu pun tetap bersikap sangat perhatian. Ia membantu Sekar memakai sepatu, memastikan Sekar meminum susunya, dan merangkul pinggang Sekar saat mereka berjalan menuju mobil.

​Namun, bagi Sekar, sentuhan-sentuhan itu kini terasa berbeda. Setiap kali tangan Danu menyentuh kulitnya, Sekar justru merasa sesak. Ia merasa Danu melakukan itu semua karena sebuah protokol sebagai suami yang bertanggung jawab, bukan karena keinginan hati yang tulus.

​"Sayang, kamu pucat sekali pagi ini. Apa kamu mual lagi?" tanya Danu saat mereka sudah di dalam mobil. Suaranya terdengar sangat khawatir, namun di telinga Sekar, itu hanyalah suara seorang pelindung yang takut asetnya rusak.

"Sayang?" Batin Sekar dengan pedih. Sekarang, panggilan itu terasa aneh bagi Sekar.

​"Tidak Mas. Hanya kurang tidur" Jawab Sekar lirih, kepalanya menunduk, tidak berani menatap mata Danu yang tajam.

​Danu mengernyitkan dahi. Ia merasakan ada dinding yang kembali terbangun di antara mereka. Sepanjang perjalanan pulang dari Bandungan menuju rumah mereka di kota, Danu mencoba mengajak Sekar bicara beberapa kali, namun Sekar hanya menjawab dengan anggukan atau jawaban singkat "Iya Mas" dan "Tidak Mas".

​Sifat penurut Sekar kini kembali ke titik di mana ia seolah-olah hanya sebuah bayangan. Ia tidak lagi berani bermanja atau sekadar menyandarkan kepalanya di bahu Danu seperti malam sebelumnya di depan perapian.

​Sesampainya di rumah, Danu langsung disibukkan dengan urusan toko yang menumpuk. Sebelum berangkat ke toko, Danu menghampiri Sekar di kamar.

​"Mas akan pulang terlambat malam ini. Ada pengiriman material besar yang harus Mas awasi sendiri. Kamu istirahatlah, jangan tunggu Mas" Ucap Danu sambil mengusap kepala Sekar kemudian mengecupnya dengan lembut.

​Sekar hanya mengangguk tanpa suara. Begitu Danu pergi, Sekar luruh di depan cermin meja rias. Ia menatap lehernya yang masih dihiasi kalung pemberian Danu, lalu melirik tas kainnya yang masih berisi kotak jam tangan lama Danu yang tadi pagi pria itu minta untuk disimpan Sekar sementara.

"​Apa gunanya semua perhatian ini jika jiwamu tidak di sini, Mas?" Bisik Sekar pada bayangannya sendiri.

​Sore harinya, saat Sekar sedang membantu Mbok Sum memetik sayuran di dapur, Bu Subroto datang dengan senyum sinis yang sudah sangat familiar.

​"Bagaimana liburannya? Senang bisa bergaya jadi nyonya di villa?" Tanya Bu Subroto sambil duduk di meja makan, memperhatikan kuku-kukunya yang terawat.

​Sekar tidak menjawab, ia tetap fokus pada sayurannya dengan kepala menunduk.

​"Jangan terlalu senang, Sekar. Danu itu pria yang logis. Dia menjagamu karena ada bayi di perutmu itu. Kamu tahu sendiri kan, kalau Lidya sudah pulang?" Bu Subroto tertawa kecil.

"Teman-teman Ibu bilang, Danu masih sering menanyakan kabar Lidya lewat relasi mereka. Pria seperti Danu tidak akan pernah bisa melupakan wanita sehebat Lidya hanya karena wanita seperti kamu!"

​Perkataan mertuanya itu seperti garam yang ditaburkan di atas luka yang masih basah. Sekar memejamkan mata, berusaha untuk tidak menangis. Dia seolah sudah mulai kenal dengan semua perlakuan mertuanya itu.

Tapi bayangan Danu yang menatap layar ponsel semalam kembali muncul, memperkuat semua tuduhan Bu Subroto.

​Malam itu, Danu benar-benar pulang terlambat. Saat ia masuk ke kamar, ia mendapati Sekar sudah tidur, atau setidaknya berpura-pura tidur.

Danu duduk di tepi ranjang, menatap punggung Sekar yang tertutup selimut. Ia menghela napas panjang, merasa ada sesuatu yang hilang dari hubungan mereka yang baru saja mulai menghangat.

​Danu merogoh sakunya, mengeluarkan ponselnya. Ia sempat ragu sejenak, lalu kembali memasukkannya tanpa membukanya. Entah sebenarnya apa yang mengganggu Danu itu.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kaaaan wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah? dia juga siapa?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
alah alah gemes banget sih pasangan mas & dek ini 🤏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ah masa sih wkwk jangan2 ibas aslinya naksir riana bukan sekar 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayak ninja hatori ya bu, membela kebenaran & kebajikan 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oo gitu, baru tau hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oh bu broto anggota avenger kah tugas nya melindungi 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
selo banget mas sampe sempet merhatiin jam bos sambil ngerumpi wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bercanda itu kalo bikin orang ketawa budhe, kalo bikin orang tersinggung mah jatohnya julid ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
riana se periang ini sm danu se soft spoken itu kok bisa sih ibu nya se-broto itu 😂
santi.santi: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa ga pindahin bu broto ini ke ujung pulau biar ga berisik wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu bayangin kalo pak broto masih ada trus dia di telp mantan nya malem2 trus pak broto bantuin mantan nya ibu tantrum ga 😒 emang orang kadang kudu ngerasain dulu situasi yg sm biar mulutnya ga asal jeplak
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bu broto ada masalah hidup apa sih kok kayaknya sirik banget wkwk apa dulu pak broto ke ibu ga semanis danu ke sekar kah? 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini yg ngomong laki? yaalah mulutnya kayak ibu ibu kehabisan bansos ya ya, urusin aja keluarga sendiri repot banget sih ngurusin orang 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur ini salah satu yg bikin aku kadang ga suka ke pasar, kadang mulut orang2 tu suka nyamber kek gledek gini, sodara bukan akrab kagak tp ikut komentar 🙂 kalo belanja di supermarket bener2 tinggal milih liat harga, ga bisa di tawar gapapa tp ga ketemu sm manusia begini, mana jiwa ini ga bisa di ajak basa basi 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu hamil lagi siapa tau skrg hamil nya kayak sekar 😂 lagian orang hamil juga beda2, mbak ipar ku lho hamil dia sampe ga bisa cium bau nasi
pipi gemoy
ini Sekar nangis lagi, sdh di bela suami masih saja minder hedeh
lelah yg baca liat si Sekar nga ada mental pejuang 😑😑😑😑😑
Ari Sawitri
Yups betul sekali.. berjuang klu sendiri ya jatuhnya sakit sendiri. klu memang pasangan nya tdk mau diperjuangkan ya sdh ngapain jga berjuang.. betul kamu ibas ..
Ari Sawitri
klu aku pergi jauh dr ibunya dan bisnis keluarga itu
buktikan berjuang de nol dr Sekar ditempat yg jauh dan orang orang yg baru juga. lingkungan toxic kok masih bertahan disitu trs. kok ikut emosi ya aku .. 😅😅😅
Ari Sawitri
lama lama jengkel ama Sekar.. hanya kata cinta yg dipermasalahkan, tp dia sendiri tdk mau membuka diri dan hati. selalu berasumsi sendiri .. kasian Danu berjuang sendiri..ayoo jangan oon terus Sekar jangan menye menye .. lawan orang orang yg menghina kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!