NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 3, Part 4 [MEMBUKA JALAN MENUJU LANTAI 4]

Marva mengerahkan semua kekuatan yang ada, tubuhnya diselimuti aura api yang membara. Sky of Fire siap menghujam ke arah Elrian yang sudah terpojok, tapi masih berdiri dengan tatapan menantang.

“Ayo, Marva! Tebas aku kalau berani!” teriak Elrian, napasnya tersengal.

0 ....

Hitungan mundur habis. Tepat saat serangan Marva akan mendarat kearah Elrian, cahaya putih menyerap semua api.

CLANG!

Serangan itu berhenti. Pedang Marva tertahan oleh satu telapak tangan. Julian Sensei berdiri tepat di depannya.

“Cukup,” ucapnya pelan, namun menggema ke seluruh penjuru.

Api meredup. Hitungan mundur selesai.

Julian menoleh kearah Elrian. “Kau memang belum menyerah, tapi kau juga sudah tidak mampu lagi bertarung.”

Lalu ia kembali menatap Marva.

“Jika serangan itu dilanjutkan… Seluruh Player akan ikut terbakar. Tentu itu melanggar aturan pertama.”

Elrian membuka mulut, coba membantah. Tapi Julian sensei dengan tegas berkata:

“Seorang Guardian tidak mungkin menunggu kehancuran terjadi, baru bertindak, tetapi kami mencegahnya.”

Ia melangkah ke tengah arena.

“Dengan pertimbangan kondisi semua pihak, kemampuan bertarung, dan keselamatan safe zone, Guild RRX dinyatakan sebagai pemenang, sepertinya itu singkatan yang bagus untuk Guild ERAREX.”

Penghalang lalu memudar, perlahan menghilang.

Marva masih berdiri… tapi lututnya melemas. Dia akhirnya tumbang juga bersamaan dengan Red dan Kaela.

Ketika Marva membuka mata, cahaya biru lembut menyambutnya. Ia masih berada di Safe Zone.

Tubuhnya terasa ringan—terlalu ringan.

Kaela tertidur di sisi kiri. Red di kanan, mendengkur pelan.

Julian Sensei duduk di dekat altar retak, memegang kuas—entah dari mana—menggambar beberapa karya seni sederhana.

“Akhirnya, bangun juga,” katanya ceria. “Tenang saja. Kalian menang. Dan yang paling penting kamu tidak membakar habis safe zone ini.”

Marva mencoba duduk. “Sensei… sudah berapa lama aku pingsan…”

“Ya, dibanding terakhir kali kamu pingsan. Ini lebih cepat dari sebelumnya, tidak sampai seharian penuh,” jawab Julian Sensei.

“Lalu bagaimana dengan informasi yang kamu janjikan Sensei?” lanjut Marva.

“Ingatan yang bagus! Itulah sebabnya aku menunggumu sampai sadar, supaya bisa memberitahukan langsung, soal akses menuju lantai 4,”

Julian lalu berjalan dan berdiri di depan altar rusak yang berada ditengah safe zone.

“Liat altar ini? Ini bukan sekadar hiasan di Safe Zone. Ini adalah Ancient Transfer Gate—portal menuju ke lantai 4. Karena lantai 4 akan terhubung langsung dengan lantai 5 dan itu adalah Bos lantai pertama yang akan kalian hadapi, maka untuk naik kesana perlu akses khusus,” jawab Julian sensei mendetail.

Ia menyentuh retakan di tengah altar itu sambil melanjutkan perkataannya.

“Untuk memperbaiki Portal ini, kamu perlu menyelesaikan Quest khusus. “Pergilah ke arah tenggara, sebuah tempat, bernama lembah Derus.

Disana kalian akan menemukan seorang NPC, cukup selesai kan misinya dan kalian akan menemukan petunjuk untuk ke lantai selanjutnya,” tutur Julian sensei.

Marva tahu lantai ini pasti luas, dia butuh informasi tambahan tapi Julian sensei terus berjalan sambil melambaikan tangannya. “Tenang saja, Leo bisa membantumu.”

Marva kaget, darimana Julian sensei tahu tenang Leo. Saat sedang berfikir tiba-tiba:

“Waspada! waspada! Eh, apa kita menang?” teriak Red yang baru saja terbangun.

Sontak Kaela yang berada disampingnya juga ikut terbangun karena kaget.

“Ada apa, Red!” jawab Kaela refleks.

“Udah, tenanglah, intinya kita menang,” jawab Marva singkat.

Ia lalu menceritakan apa yang sudah terjadi dan baru saja terjadi, Marva lalu memperingatkan pada tim nya. Sebelum mereka pergi ke lembah Derus, mereka harus benar-benar siap. Jangan sampai kejadian di Event Secret Room yang berpotensi membunuh mereka akan terulang lagi.

“Aku pikir itu saran yang bijak Va,” respon Kaela.

“Aku mah iku aja,” tambah Red.

“Baiklah, kita akan hunting dulu sambil mempersiapkan diri. Dua hari lagi kita akan berangkat menuju lembah Derus dan habis itu......” pembicaraan Marva lalu dipotong.

“Hebat Marva!!! Selamat!!!”

“Sang Player dengan elemen Api!!!”

Tiba-tiba player lain mengerumuni Marva dan memujinya. Orang-orang yang dulu menghina nya, menjauhinya bahkan tidak ingin berteman, kini mulai datang untuk mengakui kehebatan nya. Tidak terkecuali dengan cewek-cewek juga.

Kaela yang cemburu, pacarnya didekati cewek lain langsung esmosis tingkat dewa.

“Kalau ada yang ingin dibakar hidup-hidup sekarang, silahkan tetap ditempatnya!” ancam Kaela.

Melihat tatapan Kaela yang begitu mengerikan, cewek-cewek tadi langsung berhamburan.

“Sudah, sudah, biarkan Marva beristirahat dulu,” terdengar ucapan, salah seseorang yang tidak asing.

Dia adalah Meriel Kosin. Wakil Ketua Osis saat di RIS (REX International School). Merial coba menenangkan keadaan sambil mengambil kesempatan untuk mendekati Guild Marva. Elrian yang dari kejauhan memperhatikan gerak-gerik mereka, semakin dibuat emosi dan membenci Marva. Semua kenikmatan, kenyamanan bahkan pengakuan yang dulu ia dapatkan, kini diambil oleh Marva, semua berubah 180 derajat.

“Sialan Bocah miskin itu!” umpat Elrian.

“Marva kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa mencariku. Lagian aku hanya player solo, yang siap membantu siapa saja,” ucap Meriel sambil memberikan pesan tersirat.

“Eh Waket. Kupikir kamu bersama Elrian?” tanggap Marva.

“Nggak kok! Di RIS dulu, memang aku Wakil Ketua Osis dan kami satu kepengurusan tapi bukan berarti disini aku juga berada satu kelompok dengannya donk,” tegas Merial mencari posisi aman.

“Jadi selama ini, kamu hanya solo Player,” tanya Marva.

“Ya, seperti yang kukatakan tadi. Mungkin boleh.....” perkataan Meriel terpotong.

“Oke, seperti yang kamu bilang Meriel. Sebaiknya kami beristirahat dan mempersiapkan diri karena kami harus menyesuaikan misi khusus agar jalan menuju menuju lantai 5 segera terbuka,” potong Kaela.

“Hehehehehe..... Betul juga. Mungkin aku bisa membantu kalian?” tutur Meriel ambil kesempatan.

Karena Marva tidak sedang mood, ia langsung mengakhiri pembahasan. “Nanti akan ku kabari Waket.”

Dua hari telah berlalu.

CLANG! SET! WOOSH!

- 90

- 77

CRITICAL - 121

“Sudah dua hari kita farming, tapi EXP kita sangat lambat naik. Aku saja baru naik 1 lv. beberapa jam lalu,” keluh Red.

“Seperti nya hunting di lantai 4 sudah tidak efektif, kalau melihat lv. kita yang terlalu jauh,” tambah Kaela.

Marva melihat status guild nya, Red kini lv. 32, Kaela lv. 37, dan dia sendiri lv. 41.

“Seharusnya dengan lv. yang kita miliki, berada di lantai 8 atau 9 mungkin tidaklah sulit,” ucap Marva yang juga sadar dengan situasi itu.“Tapi bagaimana dengan Xilo dan Potion kita,” lanjutnya.

“Kalau untuk Potion, cukup untuk hunting beberapa hari kedepan. Lagian kita juga selalu menyetok Potion sebagai prioritas Guild,” Red mengkonfirmasi.

“Semua item yang kita dapatkan sudah dijual untul mendapatkan Xilo, setidaknya guild kita tidak akan kekurangan uang untuk saat ini. Sekitar 80.000 Xilo Va,” Kaela juga mengkonfirmasi.

“Oke, itu cukup. Memang seharusnya kita sudah berada di lantai yang lebih tinggi untuk mengisi EXP lebih cepat. Hari ini kita berangkat ke lembah Derus,” ucap Marva.

Akhirnya mereka pergi ke lembah Derus dan mulai berjalan ke arah tenggara. Namun yang mereka tidak sadari, rupanya dari tadi ada sosok yang memperhatikan serta mengikuti mereka.

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!