NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Uang tambahan

​Gadis itu turun dengan anggun. Namanya adalah Tan Yin'er, putri tunggal dari Tan Xing, pemimpin Keluarga Tan yang terpandang.

Meski usianya baru menginjak delapan tahun, Yin'er memancarkan aura ketenangan dan kecerdasan yang tajam.

Rambut hitamnya yang panjang diikat dengan pita sutra biru, kontras dengan kulitnya yang seputih salju.

​Di depannya, A-Lang berdiri kaku. Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, napasnya terasa lebih berat daripada saat melakukan latihan fisik seribu kali.

​Mata mereka bertemu. Tan Yin'er menatap A-Lang dengan rasa ingin tahu yang dalam.

Ia telah mendengar desas-desus bahwa calon tunangannya hanyalah seorang anak angkat, namun saat melihat langsung, ia merasakan sesuatu yang berbeda.

A-Lang tidak memiliki aura pengecut; sebaliknya, ada kekuatan terpendam di balik sorot matanya yang jujur.

​A-Lang pun terpaku. Baginya, Yin'er bukan sekadar "tunangan politik", melainkan sosok yang membuatnya sadar bahwa dunia yang ia bela bersama kedua tuan mudanya memiliki sisi yang indah.

Keheningan di antara mereka berlangsung cukup lama hingga deheman keras memecah suasana.

​"Ehem! Sepertinya masa depan Keluarga Tan dan aliansi kita berada di tangan yang tepat," ujar Tan Xing sambil tertawa lebar, disambut senyum hangat dari Jian Hong dan Lu Zhao.

​Suasana menjadi riuh. Su Lin dan Mei Hua segera menyapa Yin'er dengan ramah, memuji kecantikannya yang luar biasa.

​"Mari kita berangkat bersama," ajak Jian Hong. "Turnamen akan segera dimulai, dan kita tidak ingin melewatkan pembukaannya."

​Rombongan besar itu mulai bergerak dengan megah.

Tan Xing dan Jian Hong berjalan di depan sambil mendiskusikan bisnis, diikuti oleh Lu Zhao yang terlihat gagah.

Su Lin dan Mei Hua berjalan mengapit Tan Yin'er, sementara A-Lang berjalan sedikit di belakang gadis itu dengan wajah yang masih memerah.

​Namun, di barisan paling belakang, dua siluet perlahan mulai tertinggal.

​Jian Yi melirik Lu Feng. Keduanya memiliki pemikiran yang sama: upacara pembukaan turnamen dengan pidato pejabat yang membosankan adalah siksaan bagi jiwa tua mereka.

​"Kau berpikiran apa yang aku pikirkan?" bisik Lu Feng sambil menyeringai liar.

​"Prosesi ini terlalu lambat. Dan dompet kita agak tipis untuk pesta kemenangan nanti malam," balas Jian Yi dengan tenang.

​Saat rombongan orang tua mereka berbelok di persimpangan utama menuju tribun kehormatan, Jian Yi dan Lu Feng dengan gerakan seringan kucing melompat ke balik tembok gang sempit.

Mereka menghilang dari barisan tanpa ada yang menyadari, kecuali A-Lang yang sempat melirik namun hanya bisa menggelengkan kepala pasrah.

​Di Distrik Kumuh yang tak jauh dari arena turnamen, sekelompok preman pasar yang dipimpin oleh seorang pria berwajah sangar bernama Batu Hitam sedang asyik menghitung uang setoran haram.

​"Hari ini panen besar! Semua orang sibuk ke turnamen, penjagaan pasar jadi longgar!" tawa Batu Hitam meledak.

​"Benarkah? Kurasa kau baru saja melakukan kesalahan besar dengan menghitung uang di depanku," sebuah suara cempreng namun dingin terdengar dari atap bangunan.

​Para preman itu menoleh dan terbahak melihat dua bocah laki-laki berusia delapan tahun berdiri di sana.

Jian Yi dengan tangan di belakang punggung, dan Lu Feng yang sedang memainkan ranting kayu.

​"Hei, bocah ingusan! Pulang sana dan minta susu pada ibumu!" ejek salah satu anak buah Batu Hitam.

​Jian Yi tidak membalas ejekan itu. Ia hanya memberikan isyarat pada Lu Feng. "Cepatlah, aku tidak ingin ketinggalan pertandingan pertama A-Lang."

​Wush!

​Lu Feng melesat lebih dulu. Gerakannya tidak terduga, menggunakan teknik Langkah Pemabuk yang membuatnya sulit ditangkap.

Brak!

Satu pukulan kecil mendarat di perut preman paling besar, membuatnya terkapar seketika dengan wajah membiru.

​Dua preman lain mencoba mengepung Jian Yi dengan golok.

Jian Yi hanya menggeser kakinya setipis rambut, menghindari tebasan, lalu dengan dua jari ia mengetuk pergelangan tangan lawan.

Krak!

Tulang mereka bergeser, dan golok-golok itu jatuh ke tanah.

​Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, lima preman dewasa merintih di tanah tanpa tahu apa yang baru saja menghantam mereka. Batu Hitam gemetar, menatap dua "setan kecil" itu dengan ketakutan luar biasa.

​"S-siapa kalian?!"

​Jian Yi berjalan mendekat, mengambil kantong uang dari tangan Batu Hitam yang gemetar. "Kami? Hanya dua warga baik-baik yang sedang mengumpulkan sumbangan untuk ... perayaan malam ini."

​Lu Feng mengambil beberapa koin perak tambahan dari meja kayu. "Anggap saja ini pajak keamanan karena kalian berani bernapas di wilayah yang sama dengan kami. Sekarang, lari sebelum aku memutuskan untuk menggunakan kaki sungguhan."

​Para preman itu lari kocar-kacir seolah dikejar hantu. Lu Feng melempar kantong uang itu ke atas, lalu menangkapnya dengan seringai puas. "Lumayan. Bisa untuk membeli tiga botol arak kualitas terbaik dan beberapa tusuk sate premium."

"Arak lagi? Kau yakin akan berhasil meminta kali ini? Kau tidak pernah berhasil dan selalu di gagalkan oleh ayahmu."

Jian berbalik badan.

​"Ayo pergi," ajak Jian Yi sambil menatap menara arena di kejauhan. "Panggung sudah siap. Mari kita lihat bagaimana A-Lang menyambut tunangan cantiknya itu di atas panggung bela diri."

​Keduanya melompati atap-atap rumah, bergerak menuju arena dengan kecepatan yang tak masuk akal bagi anak seumur mereka, siap untuk mengguncang Turnamen Kota Zamrud.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗨𝗣𝗔 𝗧𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗝𝗘𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗜𝗞𝗘 ... 𝗛𝗘𝗛𝗘🏁

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!