NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:52.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Air Mata Pertama Sang Legenda

​Bulan-bulan berlalu di gubuk kecil itu. Tian Shan, sosok yang biasanya melintasi ribuan mil dalam sekejap, kini membatasi langkahnya hanya di sekitar pekarangan.

Ia yang terbiasa menggenggam hulu pedang, kini belajar cara memegang sendok kayu dengan lembut agar tidak menyakiti bibir wanita yang kini menjadi istrinya, Lin.

​Lin adalah mahluk yang rapuh, kontras dengan Tian Shan yang kokoh dan abadi.

Namun, dalam kelemahannya, Lin memiliki kekuatan yang tak dipahami Tian Shan: ketabahan untuk tetap tersenyum di ambang kehancuran.

​"Kenapa kau tersenyum?" tanya Tian Shan suatu sore, saat ia membantu Lin duduk di depan pintu untuk melihat matahari terbenam. "Kau kesakitan. Tubuhmu sedang mengkhianatimu."

​Lin tertawa kecil, suara yang terdengar seperti gesekan kertas kering. "Karena hari ini aku masih bisa melihat warna langit, Shan. Dan karena hari ini, aku tidak sendirian. Kehampaan itu menakutkan, tapi berbagi kehampaan denganmu... rasanya seperti memiliki dunia."

​Kata-kata itu menghantam Tian Shan lebih keras daripada teknik Qi tingkat tinggi manapun.

Ia belajar bahwa hidup bukan tentang berapa lama seseorang bernapas, tapi tentang apa yang dirasakan di antara napas-napas itu.

Lin mengajarinya tentang arti keheningan yang tidak sepi, tentang keindahan dalam hal-hal kecil seperti aroma tanah setelah hujan atau rasa air pegunungan yang jernih.

​Namun, takdir adalah musuh yang tak bisa ditebas dengan pedang naga.

Suatu malam, ketika badai salju mulai menyelimuti pegunungan, napas Lin menjadi sangat berat.

Cahaya di matanya yang sayu mulai meredup, seperti lilin yang kehabisan sumbu.

​Tian Shan duduk di sampingnya, memegang tangannya yang kini sedingin es.

Ia mencoba mengalirkan Qi surgawinya, mencoba memaksa energi kehidupan masuk ke dalam tubuh Lin yang sudah menolak segala bentuk kekuatan.

​"Berhenti, Shan..." bisik Lin, suaranya nyaris hilang di tengah deru angin. "Jangan paksa sungai untuk mengalir kembali ke hulu. Aku sudah cukup... aku sudah bahagia."

​"Aku adalah Pendekar Langit," desis Tian Shan, giginya gemeretak. "Aku bisa membelah samudera. Aku bisa membunuh naga. Kenapa aku tidak bisa menahanmu di sini?"

​Lin mengelus pipi Tian Shan dengan jemarinya yang gemetar. "Karena kau hanya bisa menjaga ragaku, tapi tidak jiwaku. Terima kasih... karena telah menjadi suamiku. Terima kasih... karena telah memberiku alasan untuk tidak takut pada kegelapan."

​Dengan satu helaan napas yang panjang dan tenang, tangan Lin terkulai.

Kehangatan terakhir meninggalkan tubuhnya. Gubuk itu mendadak terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

​Tian Shan terdiam. Ia menatap wajah Lin yang kini tampak damai dalam tidurnya yang abadi. Keheningan yang menyergap kali ini berbeda.

Ini bukan kehampaan yang biasa ia rasakan. Ini adalah sesuatu yang lebih tajam, lebih menyesakkan.

​Dadanya terasa sesak, seolah-olah ada tangan raksasa yang meremas jantungnya. Tenggorokannya terasa panas, dan penglihatannya mulai kabur.

​Tetes pertama.

​Sesuatu yang hangat jatuh ke tangan Lin yang pucat. Tian Shan menyentuh pipinya sendiri. Ia tidak percaya.

Ia, sang pembantai tanpa emosi, sang Legenda Naga yang bangkit dari darah dan luka, kini merasakan sesuatu yang cair mengalir dari matanya.

​"Ini... sakit," bisiknya dengan suara bergetar.

​Lalu, pertahanan yang ia bangun selama ini runtuh seketika.

Tian Shan menundukkan kepalanya di atas tubuh Lin dan menangis.

Bukan tangisan yang keras, melainkan isak tangis yang dalam dan menyayat hati—suara dari jiwa yang selama ini membeku dan kini pecah berkeping-keping.

​Ia tidak pernah menangis untuk gurunya, untuk orang lain yang mati.

Dan untuk pertama kalinya, ia menangis untuk dirinya sendiri—si anak yang dibuang di hutan, yang selama ini hanya menjadi cangkang kosong tanpa makna.

​"Aku bisa menyelamatkan dunia," raungnya di tengah kesunyian malam, "tapi aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan orang-orang yang kucintai!"

​Malam itu, Tian Shan menemukan apa yang dicarinya selama ini.

Makna hidup bukanlah sebuah tujuan di puncak gunung, melainkan kemampuan untuk merasakan penderitaan.

Kehampaan itu kini telah terisi, bukan oleh kebahagiaan, melainkan oleh duka yang murni. Dan baginya, duka adalah bukti bahwa ia pernah benar-benar memiliki sesuatu.

​Ia mengubur Lin di samping adiknya di bawah pohon pinus tua.

Tanpa nisan mewah, hanya tumpukan batu yang ia susun dengan tangannya sendiri.

​Tian Shan berdiri di depan makam itu, wajahnya masih menyisakan jejak air mata, namun matanya kini memiliki kedalaman yang berbeda.

Ia tidak lagi merasa seperti cangkang kosong. Ia merasa seperti manusia yang terluka, dan itu adalah kemajuan terbesar dalam hidupnya.

​Ia melihat ke langit yang mulai terang oleh fajar.

​"Aku akan terus melangkah," ucapnya dengan nada yang kini memiliki nyawa. "Bukan karena aku mencari makna lagi, tapi karena aku membawa kenangan kalian bersamaku. Setiap nyawa yang kuselamatkan mulai sekarang, adalah untuk kalian."

​Sang Legenda Naga kembali terbang, melesat menembus awan pagi.

Ia masih menjadi sosok yang mematikan, masih menjadi legenda yang ditakuti, namun kini ia terbang dengan hati yang—meski hancur—telah belajar cara berdetak untuk orang lain.

1
Agen One
🤭
Agen One
😴
Agen One
💪
Agen One
👍
Agen One
🤣
Agen One
🔥
Agen One
🙏
Agen One
🤭
Agen One
😴
Agen One
💪
Agen One
👍
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥
Agen One
🙏
Agen One
🤭🤭
Agen One
😴
Agen One
💪
Agen One
👍
Agen One
🤣
Agen One
🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!