NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan yang Terbangun

Langit di atas Akademi Arclight masih dipenuhi sisa ledakan energi dari benturan antara serangan Ren dan Kael. Awan-awan di langit seperti terkoyak oleh kekuatan sihir yang terlalu besar untuk dikendalikan oleh manusia biasa. Percikan cahaya hitam dan merah masih berjatuhan perlahan seperti hujan bintang yang gelap. Di bawah mereka, halaman akademi dipenuhi tanah yang retak, batu yang hancur, dan jejak-jejak sihir yang masih menyala samar di udara.

Ren melayang di udara dengan napas berat. Dadanya naik turun ketika ia mencoba menstabilkan energi di dalam tubuhnya. Setiap kali ia menggunakan kekuatan itu, rasanya seperti membuka pintu besar yang selama ini terkunci di dalam dirinya. Kekuatan itu terasa liar, kuat, dan sulit dikendalikan, seperti badai yang ingin menghancurkan segalanya.

Beberapa meter di depannya, Kael juga masih melayang dengan aura gelap yang mengelilingi tubuhnya. Jubah hitamnya berkibar pelan di udara, dan senyum di wajahnya tidak pernah hilang sejak pertarungan dimulai. Bagi Kael, pertarungan ini bukan sekadar misi. Ini adalah kesempatan untuk melihat sesuatu yang selama bertahun-tahun hanya menjadi legenda.

“Luar biasa,” kata Kael dengan suara rendah namun penuh kegembiraan. “Aku tidak salah mencarimu selama ini.”

Ren menatapnya dengan mata tajam. Ia tidak merasakan kebanggaan atas pujian itu. Yang ia rasakan hanyalah kemarahan yang perlahan tumbuh di dalam dadanya. Semua kekacauan yang terjadi di akademi ini… semua orang yang sekarang mempertaruhkan nyawa mereka… semuanya terjadi karena dia.

Di bawah mereka, pertempuran antara para instruktur akademi dan anggota Ordo Umbra masih berlangsung sengit. Ledakan sihir terus terjadi di berbagai sisi halaman akademi. Beberapa anggota Ordo Umbra sudah berhasil dikalahkan, tetapi jumlah mereka masih cukup banyak untuk membuat pertempuran terus berlanjut.

Mira berdiri di dekat tangga utama akademi dengan api yang masih menyala di kedua tangannya. Rambutnya yang biasanya rapi kini berantakan karena angin dan panas dari pertempuran. Ia baru saja menjatuhkan salah satu penyihir Ordo Umbra dengan serangan api yang kuat.

Ia menatap ke langit dan melihat Ren masih bertarung.

“Ayo Ren…” gumamnya pelan. “Tunjukkan pada mereka.”

Tidak jauh dari situ, Lilia berdiri dengan lingkaran sihir es yang berputar di sekelilingnya. Ia terlihat tenang seperti biasa, tetapi matanya terus mengikuti pergerakan Ren dan Kael di langit.

“Energi mereka semakin besar,” katanya pelan.

Nyra yang berdiri di sampingnya hanya tertawa kecil. Ia baru saja keluar dari bayangan setelah menjatuhkan dua musuh sekaligus.

“Semakin besar semakin seru,” jawabnya santai.

Selene berdiri sedikit lebih jauh dari mereka, matanya tajam menatap langit. Ia bisa merasakan perubahan pada energi Ren. Kekuatan itu perlahan bangkit seperti sesuatu yang sudah lama tertidur.

“Dia mulai membuka segelnya,” katanya pelan.

Di langit, Kael mengangkat tangannya lagi. Lingkaran sihir besar muncul di udara di sekelilingnya, dipenuhi simbol-simbol kuno yang berputar perlahan.

“Baiklah,” katanya sambil tersenyum. “Kalau serangan tadi belum cukup… kita naikkan sedikit.”

Energi hitam mulai berkumpul di sekeliling lingkaran sihir itu seperti badai yang berputar semakin cepat.

Ren bisa merasakan tekanan sihir yang luar biasa dari serangan itu. Udara di sekitarnya terasa semakin berat, seperti dunia sendiri mencoba menolak kekuatan yang sedang dipanggil Kael.

Namun Ren tidak mundur.

Ia menutup matanya sejenak.

Di dalam pikirannya, ia merasakan sesuatu yang aneh. Potongan-potongan ingatan yang selama ini hilang mulai muncul seperti bayangan samar.

Ia melihat sebuah rumah besar di tengah hutan.

Ia melihat seorang pria tinggi dengan rambut hitam panjang berdiri di depan pintu rumah itu.

Pria itu menoleh dan tersenyum.

“Aku tahu suatu hari nanti kamu akan menemukan kekuatan itu.”

Ren membuka matanya.

Dadanya berdebar lebih keras.

Ia tidak tahu kenapa… tetapi ia merasa pernah mendengar suara itu sebelumnya.

Energi gelap di tubuhnya tiba-tiba merespon pikirannya.

Kabut hitam muncul di sekelilingnya, lebih tebal dari sebelumnya.

Kael langsung menyadari perubahan itu.

Matanya bersinar penuh kegembiraan.

“Ya… itu dia.”

Lingkaran sihir di atas Kael akhirnya selesai terbentuk.

“Umbra Dominion.”

Energi hitam besar turun dari langit seperti badai raksasa yang mencoba menelan segalanya.

Ren mengangkat tangannya.

Energi hitam di sekelilingnya berubah menjadi pusaran yang lebih besar.

Tanah di bawah halaman akademi mulai bergetar lebih kuat.

Para siswa yang masih berada di dalam gedung akademi bisa merasakan getaran itu sampai ke lantai atas.

Di tengah pusaran energi itu, Ren berbicara dengan suara yang lebih dalam dari biasanya.

“Void Awakening.”

BOOOOOOM.

Energi hitam meledak dari tubuh Ren seperti bintang yang lahir.

Gelombang energi itu langsung menghancurkan badai sihir yang Kael kirimkan sebelum mencapai tanah.

Langit di atas akademi dipenuhi cahaya hitam yang berputar seperti galaksi kecil.

Semua orang yang berada di halaman akademi langsung menatap ke atas dengan wajah terkejut.

Mira bahkan berhenti bertarung beberapa detik.

“Ren…?”

Lilia juga terlihat terkejut.

“Energi itu…”

Selene menyipitkan matanya.

“Dia membuka lapisan kedua kekuatannya.”

Nyra tertawa keras.

“HAHA! Ini semakin gila!”

Di langit, Kael terlihat lebih senang daripada terkejut.

Ia menatap Ren seperti seorang ilmuwan yang baru saja menemukan sesuatu yang luar biasa.

“Luar biasa… benar-benar luar biasa…”

Ia mengangkat tangannya lagi.

Energi di sekelilingnya juga meningkat drastis.

“Kalau begitu kita lanjutkan.”

Ren menatapnya dengan mata yang sekarang dipenuhi cahaya gelap.

Energi di tubuhnya terus meningkat seperti api yang semakin besar.

Ia bisa merasakan kekuatan ayahnya… kekuatan keluarga Valen… perlahan terbangun di dalam dirinya.

Langit di atas akademi kembali bergetar.

Dua penyihir dengan kekuatan luar biasa berdiri saling berhadapan di udara.

Dan semua orang di bawah mereka tahu satu hal.

Pertarungan ini…

Akan menentukan masa depan akademi.

Dan mungkin juga masa depan dunia sihir itu sendiri.

1
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!