Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pernikahan
Pernikahan antara Erik Meijer dan Claudia menjadi peristiwa paling bersejarah yang menyatukan dua kekuatan besar dalam dunia bawah tanah, sekaligus menjadi simbol berakhirnya masa kesendirian sang "Predator".
Pesta pernikahan ini tidak dilakukan di hotel berbintang, melainkan di sebuah pulau pribadi di Mediterania yang dijaga ketat oleh tiga lapis pasukan elit klan Meijer. Claudia, yang bukan sekadar wanita biasa melainkan putri dari seorang diplomat yang memiliki hubungan gelap dengan jaringan intelijen global, tampil anggun dengan gaun putih yang menyembunyikan belati kecil di balik ikat pinggangnya.
Bagi Erik, Claudia adalah satu-satunya orang yang mampu memahami beban di pundaknya. Ia bukan hanya istri, tapi juga strategis yang membantu Erik memperluas dinasti Meijer ke sektor-sektor yang lebih bersih namun tetap memiliki kontrol absolut.
"Aku tidak menjanjikanmu kehidupan yang tenang," ucap Erik saat mereka bertukar janji di bawah langit malam.
"Tapi aku menjanjikanmu bahwa tidak akan ada satu pun peluru di dunia ini yang akan menyentuhmu selama aku masih bernapas."
Claudia tersenyum, menatap Erik dan emia yang sedang digendong oleh pengasuh berdiri di samping mereka sebagai pendamping wanita.
"Aku tidak butuh ketenangan, Erik. Aku hanya butuh kursi di sampingmu saat kita menguasai dunia ini bersama."
Pernikahan ini sempat digemparkan dengan upaya sabotase dari sisa-sisa musuh lama. Namun, sebelum satu pun penyusup bisa mendekati altar, Matteo dan pasukan bayangannya sudah membereskannya dalam diam di pinggiran pulau. Pesta tetap berlanjut dengan dentingan gelas kristal dan suara tawa, seolah kematian yang baru saja terjadi di balik hutan pulau itu hanyalah kembang api perayaan.
Dengan pernikahan ini, emia kini resmi memiliki sosok ayah yang setajam Claudia, melengkapi kepingan terakhir dari Keluarga Paling Berbahaya di Dunia.
Pernikahan itu bukan sekadar penyatuan dua hati, melainkan proklamasi terbentuknya Trinitas Meijer. Dengan Claudia di sisi Erik, dan Matteo sebagai ujung tombak, kegemparan beralih dari jalanan menuju ruang-ruang kekuasaan tertinggi.
Kehadiran Claudia mengubah segalanya. Jika Erik adalah pedang dan emia adalah belati, maka Claudia adalah racun yang manis. Ia akan mengajari emia bahwa untuk menghancurkan musuh, terkadang tidak perlu peluru—cukup dengan memutus jalur logistik mereka melalui koneksi politiknya.
Setahun setelah pernikahan, sebuah ancaman baru muncul dari aliansi kartel Timur yang merasa terancam oleh dominasi Meijer yang kini merambah ke pemerintahan. Mereka mengirimkan "hadiah" berupa ancaman pembunuhan yang ditujukan tepat saat perayaan ulang tahun pertama pernikahan Erik dan Claudia.
Di meja makan malam yang mewah, Erik membaca surat ancaman itu, lalu memberikannya pada Claudia. Claudia hanya menyesap wine-nya, tersenyum tipis, dan membakarnya dengan lilin di meja.
"Mereka pikir aku hanya hiasan di lenganmu, Erik," ucap Claudia tenang.
"Matteo, apakah persiapanmu sudah selesai?"
Matteo, yang kini tampil lebih dandy dengan setelan jas rancangan Italia namun tetap dengan tatapan predatornya, mengangguk.
"Pasukan mereka di perbatasan sudah 'dinetralkan' tanpa suara, Nona. Aku menyisakan pemimpin mereka untuk kalian berdua."
Malam itu juga, Erik dan Claudia berangkat menuju markas musuh. Bukan dengan pasukan besar, tapi hanya mereka berdua—pasangan paling mematikan dalam sejarah. Erik mendobrak pintu depan dengan kekerasan absolut, sementara Claudia meretas sistem pertahanan udara mereka dari tabletnya.
Saat pemimpin musuh terpojok di ruang kerjanya, ia gemetar melihat Erik dan Claudia masuk bergandengan tangan.
"Kau berurusan dengan seorang ayah, seorang suami, dan seorang penguasa," kata Erik sambil menodongkan senjatanya.
"Dan kau lupa satu hal," tambah Claudia sambil mengeluarkan belati kecil dari balik gaun sutranya.
"Kau juga berurusan dengan seorang ibu yang tidak suka pestanya diganggu."
Keesokan harinya, dunia bawah tanah kembali gempar. Bukan karena pembantaian, tapi karena pemimpin aliansi Timur ditemukan tewas dengan tanda tangan "Meijer" yang terukir di meja kerjanya—sebuah peringatan bahwa siapa pun yang menyentuh keluarga ini akan menghadapi murka dari tiga sisi sekaligus.
Keluarga Meijer kini bukan lagi sekadar mafia. Mereka adalah Keluarga Kerajaan Kegelapan.