NovelToon NovelToon
Suami Tanpa Giliran

Suami Tanpa Giliran

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga / Kebangkitan pecundang / Percintaan Konglomerat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Empat tahun Kevin Haris menjadi suami yang sah. Namun tidak pernah sekalipun mendapat giliran sebagai pria yang dipilih.

Ia menikah demi taruhan, lalu bertahan demi cinta. Sayangnya, istrinya hanya menjadikannya rumah, bukan tujuan. Di balik satu pintu tertutup, Kevin akhirnya paham. Kesetiaan yang terlalu lama ditunggu hanya akan menghabiskan harga diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Semalaman Iren tidak memejamkan mata karena ia terus mencoba menghubungi Kevin, tetapi panggilannya tidak pernah tersambung sehingga setiap kali nada dering itu terputus, dadanya terasa semakin sesak. Ucapan Fatwa tentang pengadilan terus berputar di kepalanya dan membuat pikirannya semakin kacau.

Ia tidak mengerti bagaimana semuanya bisa berubah secepat ini. Apa sebenarnya yang diinginkan Kevin? Apakah ini soal saham yang telah dialihkan atas namanya, atau memang hanya satu kemungkinan yang sejak tadi ia hindari untuk dipikirkan, yaitu perceraian.

Iren menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil menarik napas panjang. “Kevin, apa perlu sampai begini?” gumamnya lirih dengan suara serak karena menahan kantuk dan emosi yang menumpuk.

Ia bersandar di kepala ranjang tanpa benar-benar tertidur sampai akhirnya matahari mulai menampakkan cahayanya dan sinar pagi menyelinap melalui celah tirai. Namun Iren masih berada di posisi yang sama dengan ponsel yang terus ia genggam seolah benda itu satu-satunya penghubung antara dirinya dan lelaki yang kini entah berada di mana.

Beberapa menit kemudian notifikasi masuk ke ponselnya.

[Bu Iren apa hari ini Anda akan ke kantor? Ada masalah di perusahaan.]

“Masalah?” ulang Iren pelan sambil mengernyit. Tanpa menunggu lama ia langsung menekan nomor bawahannya dan panggilan itu tersambung setelah dua kali dering.

“Ada apa?” tanyanya cepat meski suaranya terdengar lelah.

“Bu, perusahaan mengalami kesulitan uang kas. Ada beberapa pembayaran tertunda sejak kemarin sore dan pihak bank belum memberi konfirmasi pencairan dana,” jelas suara di seberang dengan nada tegang.

Iren langsung duduk tegak. “Pembayaran apa saja?”

“Gaji karyawan divisi produksi dan dua vendor utama, Bu. Mereka sudah menagih sejak tadi malam. Selain itu...” suara itu sempat terhenti.

“Selain itu apa?” desak Iren.

“Ada pembekuan sementara pada salah satu rekening perusahaan.”

“Rekening yang mana?”

“Rekening operasional utama, Bu.”

Iren terdiam sejenak. Rekening operasional utama berada di bawah otorisasi bersama dirinya dan Kevin, sehingga tidak mungkin dibekukan tanpa persetujuan atau permintaan dari salah satu pemegang kuasa.

“Sejak kapan dibekukan?” tanyanya lagi, kali ini dengan nada lebih dingin.

“Subuh tadi, Bu. Notifikasi resmi dari bank baru masuk.”

Subuh tadi. Saat ia masih mencoba menghubungi Kevin tanpa hasil.

“Bagus, Kevin. Jadi kamu pakai cara ini untuk membuatku tunduk?” gumam Iren sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ada rasa marah yang perlahan menggeser kepanikan di dadanya.

Ia segera mengembuskan napas panjang, memaksa dirinya tetap tenang sebelum kembali berbicara pada bawahannya. “Baik, tahan dulu semua transaksi besar. Jangan keluarkan pernyataan apa pun ke media atau pihak luar. Saya akan ke kantor sekarang, dan siapkan laporan lengkap dalam satu jam.”

“Baik, Bu.”

Setelah panggilan terputus, Iren menatap layar ponselnya beberapa detik lebih lama. Jika semalam ia masih mencoba meyakinkan diri bahwa kata pengadilan hanya luapan emosi, maka pembekuan rekening ini membuatnya sadar bahwa semuanya sudah melangkah lebih jauh. Ini bukan sekadar masalah rumah tangga, melainkan permainan kendali dan keputusan yang diambil tanpa sepengetahuannya.

Ia bangkit dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi. Di depan cermin, wajahnya tampak pucat karena kurang tidur, tetapi sorot matanya perlahan berubah menjadi lebih tajam.

“Kalau memang ini yang kamu mau, Kevin,” ucapnya pelan namun tegas, “aku tidak akan dengan mudah memaafkanmu.”

***

Di tempat lain, Kevin masih berdiri di dekat jendela ruang kerjanya ketika panggilan dari Nurma berakhir.

“Bagus, terima kasih,” ucapnya singkat setelah mendengar laporan bahwa pembekuan rekening operasional telah membuat arus kas perusahaan Iren terguncang dan beberapa transaksi terhambat.

Ia mematikan ponselnya lalu menatap hamparan gedung di luar sana dengan ekspresi yang sulit ditebak. Sudut bibirnya terangkat tipis, bukan senyum hangat, melainkan kepuasan yang tertahan.

“Ini baru permulaan, Iren,” gumamnya pelan. “Aku ingin lihat sampai sejauh mana kamu bisa bertahan.”

Ketika ia masih tenggelam dalam pikirannya, pintu ruangannya diketuk pelan sebelum akhirnya terbuka. Lidya melangkah masuk dengan membawa tablet di tangannya. Setelah mempertimbangkan cukup lama, Kevin akhirnya menerima kembali posisinya sebagai direktur utama HK Group, dan kini ia benar-benar duduk di puncak, perlahan mengambil kembali kendali yang sempat lepas dari tangannya.

“Hari ini ada jadwal kontrol kesehatan,” ujar Lidya dengan nada profesional namun tetap lembut. “Sudah empat tahun perusahaan dan para pemegang saham tidak menerima laporan kesehatan resmi dari Kakak, padahal itu menjadi salah satu syarat utama dalam perjanjian.”

Kevin tidak langsung menjawab. Ia masih menghadap jendela dengan kedua tangan di saku celana, lalu beberapa detik kemudian berbalik dan menatap Lidya.

“Aku tahu,” katanya tenang. “Ayo kita pergi sekarang.”

“Denganku?” Lidya mengangkat alisnya, sedikit terkejut.

Kevin menatapnya sekilas sebelum menjawab ringan, “Lalu dengan siapa lagi? Calon istriku juga berhak tahu kondisiku.”

Lidya mengerutkan dahi, jelas tidak menyangka ucapan itu keluar begitu saja dari bibir Kevin. Ia masih belum sepenuhnya terbiasa dengan perubahan sikap lelaki itu yang kini jauh lebih terbuka dan bahkan terkesan menggoda.

“Kalau begitu aku ganti baju dulu,” ucapnya canggung.

“Kenapa harus ganti baju?” Kevin tersenyum samar. “Justru aku yang harus ganti supaya bisa mengimbangimu.”

Tanpa banyak peringatan ia melepaskan jasnya, lalu mulai membuka kancing kemeja tepat di depan Lidya.

Lidya sempat terpaku beberapa detik sebelum refleks membalikkan badan dan memunggunginya. “Apa Kakak tidak malu?”

“Kenapa harus malu?” jawab Kevin santai.

“Ya Tuhan… kalau begitu aku tunggu di luar saja,” ucap Lidya cepat sambil melangkah menuju pintu. Dalam buru-burunya ia hampir menabrak sofa sebelum akhirnya berhasil keluar dari ruangan itu.

Pintu tertutup dan Kevin terkekeh pelan melihat reaksi tersebut.

“Satu lagi aku menemukan sesuatu di dirimu,” gumamnya lirih, kali ini bukan dengan nada penuh perhitungan, melainkan rasa ingin tahu yang tipis namun nyata.

Beberapa menit kemudian pintu ruang kerja kembali terbuka. Kevin melangkah keluar tanpa setelan formal khas direktur utama. Ia hanya mengenakan kemeja gelap tanpa dasi dengan lengan digulung rapi, membuat penampilannya terlihat lebih sederhana, tetapi justru memancarkan ketegasan yang berbeda.

Lidya yang sejak tadi menunggu di luar sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya bersuara pelan, “Kakak yakin dengan penampilan ini?”

Kevin menatapnya sekilas lalu tersenyum tipis. “Kenapa? Tidak pantas?”

“Bukan begitu, hanya saja… pakaian ini tidak seharusnya Kakak pakai lagi, kan?” ujar Lidya hati-hati.

Kevin tidak langsung menjawab. Ia justru melangkah mendekat hingga jarak di antara mereka menyempit dan membuat Lidya tanpa sadar menahan napas.

1
Ariany Sudjana
kevin kamu juga bodoh, sudah tahu pelacur murahan seperti Irene, punya beribu macam cara untuk menjebak kamu, dan kamu dengan bodohnya percaya sama omongan pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
Kevin kamu jangan terjebak dengan perkataan Irene, kalau kamu percaya dengan omongan Irene, kamu bodoh
Ariany Sudjana
Irene kamu bodoh, kamu menyalahkan Kevin untuk semua masalah kamu, padahal kamu sendiri sumber masalahnya, kamu saja yang jadi perempuan gatal 🤭🤭
Ridwani
👍👍👍
falea sezi
lanjut g sabar nunggu kehancuran iren
Ariany Sudjana
hahaha dua orang pecundang, yang satu pelacur murahan, yang satu pebinor 🤣🤣😂😂 silakan menikmati kejatuhan kalian
Ariany Sudjana
hahaha ada lagi perempuan , yang katanya CEO, tapi bodoh, dan bisa dimanipulasi sama laki-laki yang licik dan culas 😂😂🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: hahhaha katanya si paling beruntung kak
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
sdh di tinggalkan baru nyari2 kevin dulu dijadikan banu iren kau pikir kevin buta tau kau yg tak punya malu gmn selalu dgn vano pegang2an dll ngapain jd bodoh kevin buang istri tak tau diri itu
Ridwani
semoga cepat cerai,iren semoga menyesal
Ridwani: iy kita liat nanti apa iren nangis histeris kebahagiaan kevin
total 2 replies
Yuliana Tunru
akhir x kau bicara sosl cerai jg benar2 iren tak punya malu dan otak..msh kurang keras kevin biar iren shock
Yuliana Tunru
ya ampun.iten.punya kaca ndk lha kamu dgn.vano bkn x lebih dr selingkuh kebin cm.makan kamu malah tiap.saat dgn vano gandrngan aplh fatwa mak lampir matre berani mau nampar ...tampar balik biar sadar
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: merasa paling benar dia kak
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
bahus kevin ingatkan pisisi masing2 knp jg eelama ini kevin jd babu di rmh sendiei dan.istri yg tak tau diri jg klga x jd penguasa jd lupa status 😡
Yuliana Tunru
bagus kevin iren siap2 kau jd sampah buangan kevin kau wanuta miskin ahlak dan harta semena2 krn kevin takluk tinggu balsan karma yg sebenar x
Ridwani
👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
kenapa alki2 arogan mulut beracun kalah dgn wanita bekas teman kau bkn kere kevintp bagai pengemis hancurkan iren ambil kembali sahqm vano dgn bayaran perceraian yg di mibta iren nurma bkn musush turuti kata 2 x dan jadilqh raja hancurkqn keangjuhan.dan lenghiatan vano dan iren mrk manusia sampqh
Yuliana Tunru
vano dan iren brnar teman lucnut ..ayo kevin ambil hak mu mlm ini dan jika iren ingin cerai suruh kembalikan saham itu jgn buarkan penghianat itu mengambil bayaran atas lukamu jika saham sdh kembali buang iren pd vano bagai sampah 😡😡
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: biarkan Vano dan Iren bersatu lagi ya, masalah Iren jatuh biarkan saja
total 1 replies
Ma Em
Iren kamu pasti akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Kevin dan malah memilih Vano yg tdk pernah mencintaimu , mampir Thor aku suka , ceritanya seru .
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: terimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!