NovelToon NovelToon
Penjelajah Naga

Penjelajah Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi / Wuxia / Xianxia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: RubahPerak77

Hidup Xiao Chen berubah ketika sebuah kejadian misterius membuatnya terlempar ke jaman kerajaan, dengan berbekal sistem beladiri dan rasa ingin tahu ia mulai menjalani kehidupan barunya yang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RubahPerak77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan menuju Ibukota : Pegunungan Rusuk Naga

Setelah menghabiskan seharian penuh untuk berkultivasi ganda, Wu Mei akhirnya melakukan terobosan dan berhasil naik ke tingkatan pendekar raja tahap awal. Xiao Chen kini fokus membantunya untuk mengatur aliran tenaga dalam yang membuncah.

"Atur napasmu, pusatkan tenaga dalammu ke dantian dan putar searah jarum jam secara perlahan.." Xiao Chen juga mengalirkan tenaga dalamnya guna menstabilkan lonjakan energi di dantian Wu Mei.

"Ahhh, aku lelah.." Wu Mei berandar di dada Xiao Chen yang bidang. Gadis itu terkulai lemas setelah berhasil menstabilkan tenaga dalamnya, hingga tanpa sadar ia pun terlelap.

Xiao Chen membaringkan Wu Mei ke ranjang, lalu menutupi tubuhnya yang masih polos. Sebelum pergi, Xiao Chen sempat melihat ada sedikit noda darah di kasur. Sesuatu yang menunjukkan bahwa Wu Mei ternyata memang masih "gadis" saat melakukan dengan Xiao Chen.

Dengan perlahan Xiao Chen menutup pintu kamar Wu Mei, saat ini waktu sudah memasuki tengah malam, dan penginapan juga terlihat mulai sepi, hanya ada beberapa orang yang masih beraktifitas.

Xiao Chen lantas kembali ke kamarnya sendiri, senyumnya mengembang tatkala mengingat kejadian hari ini, "Aku sudah tidak perjaka lagi.." Gumamnya dalam hati.

Mengingat waktu yang ia habiskan bersama Wu Mei, Xiao Chen tidak beristirahat begitu sampai di kamarnya. Pemuda itu menelan sebutir pil pengembali stamina kemudian bersiap melakukan latihan panjang disisa waktunya.

Xiao Chen sadar ia tidak bisa bergantung terus menerus ke pil penyembuh dan pengembali tenaga dalam, ia harus bertambah kuat, bertambah lincah dan menerobos ke tingkatan pendekar suci secepat mungkin.

Meskipun saat ini Xiao Chen sudah berada di tingkat pendekar raja puncak, namun menembus tingkatan pendekar suci, tidak semudah membalik telapak tangan. Pertama Xiao Chen harus melakukan pembentukan atau penempaan tubuh untuk kedua kalinya, dan itu dimulai dengan pembentukan tulang, kemudian pemurnian sumsum, penyucian darah dan terakhir pembukaan jalur meridian.

Diantara seluruh proses pembentukan tubuh, pembukaan jalur meridian adalah yang paling lama, namun proses tersebut bisa dibarengi dengan proses yang lain, penyucian darah misalnya.

Untuk itu Xiao Chen ingin memulai dengan pembukaan jalur meridian disambung dengan pemurnian sumsum.

Xiao Chen mulai menyebarkan tenaga dalamnya dan mulai mencari titik-titk meridiannya yang masih tertutup, Xiao Chen juga mulai memurnikan sumsumnya dengan mengisi sumsumnya dengan energi baru secara terus menerus.

Hingga ketika pagi datang di hari kedua, Xiao Chen telah selesai memurnikan sumsumnya, sedangkan untuk pembukaan jalur meridian sudah berjalan setengah jalan.

"Chen'er, kita akan segera berangkat. Apa kau sudah selesai bersiap-siap??" Ucap sang ayah, Xiao Feng dari balik pintu.

"Aku sudah siap yah.." Xiao Chen membuka pintu dan tersenyum menyapa ayahnya.

Keduanya menuruni tangga bersama, menuju ke tempat dimana rombongan tuan putri berkumpul. Xiao Chen memeriksa sekeliling dan melihat Wu Mei sudah bersiap diatas kudanya.

"Bagaimana kondisimu?" Xiao Chen mendekati Wu Mei sambil menuntun kudanya.

"Sangat baik, terima kasih untuk yang kemarin.." Ucap Wu Mei tanpa ada rasa malu sama sekali.

"Iya sama-sama, jadi sekarang aku sudah tidak memiliki hutang lagi kan?"

"Ya, bisa dibilang begitu.."

"Semuanya, mari kita berangkat..!!!" Saat Xiao Chen dan Wu Mei sedang asik berbicara, Jenderal Zhao memerintahkan rombongan untuk mulai bergerak.

*****

Sementara itu di istana kekaisaran Song, berita tentang penyerangan hewan buas iblis di kota Tian Xian sudah sampai di telinga Kaisar, dan fakta bahwa sang tuan putri selamat membuat amarah kaisar sedikit berkurang. Namun tetap saja, aula istana yang biasanya hangat, kali ini dingin dan menakutkan.

Aura kemarahan kaisar jelas terasa, terutama bagi para menteri yang hadir di sidang pagi hari ini, bahkan meja kaisar sampai hancur karena tidak sanggup menerima tenaga hantaman.

BLAAAARRRRRR...!!!!

"Jenderal Hao, persiapkan seluruh armada pasukan khusus.. lalu kirim mereka untuk menjemput putriku...!!!"

"Pastikan mereka berangkat hari ini juga..!!!" Pungkas kaisar Song.

"Baik yang mulia.." Jenderal Hao segera pergi dari aula dan bergegas mempersiapkan pasukan khusus.

Pasukan khusus adalah sekumpulan pendekar atau kultivator yang direkrut untuk bergabung dan bekerja pada pemerintahan.

Saat ini jumlah pasukan khusus yang dimiliki oleh kekaisaran Song hanya sekitar 500an orang kultivator, dimana sebagian besar dari mereka dipencar ke segala penjuru wilayah kekuasaan kekaisaran sebagai telik sandi atau mata-mata. Sedangkan jumlah pasukan khusus yang berada di istana saat ini hanya berjumlah sekitar 100an orang.

****

Kembali ke rombongan pengawalan tuan putri, setelah menempuh perjalanan seharian penuh, rombongan akhirmya memutuskan untuk beristirahat semalam karena esok hari mereka harus mulai melintasi pegunungan rusuk naga yang terkenal akan keganasan medan dan juga alamnya. Jangan lupakan juga telaga darah yang keangkerannya sudah melegenda, hingga orang-orang lebih memilih untuk memutar jauh daripada harus melewatinya.

Seorang pemuda menghampiri Xiao Chen ketika tengah asik bercengkrama bersama Wu Mei. "Apa aku boleh duduk disini?" Ucap pemuda yang bernama Wu Jun.

"Tentu boleh, silahkan saja.." Xiao Chen menatap pemuda tampan yang mengambil tempat duduk di sebelah kiri Wu Mei.

"Perkenalkan, aku Xiao Chen.."

"Wu Jun.."

"Wu Jun? Jadi kau satu klan dengan Wu Mei?"

"Begitulah..."

Wu Jun menjawab setiap pertanyaan Xiao Chen dengan tenang dan datar, namun matanya tak berhenti menatap Wu Mei, membuat gadis cantik tersebut risih.

"Apakah ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Wu Mei.

"Eh tidak, sama sekali tidak ada yang salah.." Jawab Wu Jun dengan terbata bata.

Xiao Chen yang paham dengan situasinya, segera beranjak pergi dan meninggalkan mereka berdua sendirian. Kebetulan saat itu kakaknya Xiao Wu melintas di hadapannya.

"Kak, kau mau kemana? Boleh aku ikut??" Ucap Xiao Chen sambil tersenyum penuh arti.

"Kemana aku pergi, bukanlah urusanmu.."

"Hehehehe.. Jangan terlalu keras kepadaku.." Xiao Chen mencoba menyamai langkah kaki kakaknya, namun sebuah pukulan mendarat dengan telak di kepalanya.

PLAAAAKKKK...

"Berhentilah berbuat konyol.." Xiao Wu mempercepat langkahnya, meninggalkan Xiao Chen yang tengah mengelus kepalanya yang baru dipukul.

"Aooowww... Tidak bisakah bersikap sedikit manis kepadaku..?"

Karena sudah selesai makan dan merasa tidak ada yang bisa dilakukan lagi, maka Xiao Chen putuskan untuk naik ke kamarnya dan mulai berlatih.

Pagi hari datang lebih cepat dari sebelumnya, rombongan sudah mulai berangkat bahkan sebelum fajar menyingsing. Jenderal Zhao beserta beberapa prajurit pilihannya memimpin rombongan di barisan terdepan, sedangkan ketiga tetua klan berada di dekat kereta tuan putri.

Hamparan padang ilalang berbatu mulai menyapa mereka tatkala rombongan mulai melintasi pegunungan rusuk naga, jalan setapak di pegunungan rusuk naga dipenuhi oleh tanah berbatu, dan juga barisan pohon pinus yang menjulang tinggi.

Jika tidak ada kendala maka rombongan membutuhkan tiga hingga empat hari untuk melintasi pegunungan rusuk naga, itu juga karena jenderal Zhao sebagai pemimpin rombongan memutuskan untuk melewati telaga darah alih alih menghindarinya.

Di hari kedua, rombongan mulai mendekati telaga darah, sebuah telaga yang airnya berwarna merah pekat. Aura mengintimidasi segera menyergap setiap orang yang berada di rombongan, namun karena mereka melewatinya saat siang hari, mereka tidak menghiraukannya.

Mata api Xiao Chen menscan area sekitar telaga darah, rupanya jauh di dasar danau atau telaga. Ada sekumpulan tumbuhan yang di sistem diberi nama ganggang atau alga darah. Dimana fungsi utama dari alga darah adalah sebagai bahan pembuat pil seribu nadi yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan dan membersihkan organ-organ dalam, juga mampu menstabilkan aliran energi. Dan jika dimakan mentah secara rutin, bisa membantu meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang.

Xiao Chen menutup mulut dengan kedua tangannya begitu mengetahui rahasia sebenarnya yang terkandung di dalam telaga darah, rencana pun mulai disusun dengan baik di otaknya.

SWOOOOSSSHHHH...

SWOOOOOSSSSSSHHHH...

SWOOOOOSSSSSHHHH....

"Aaaaarrrrggghhhh.."

Tiba-tiba saja, rombongan dihujani dengan ribuan anak panah yang ditembakkan dari atas bukit. Terlihat puluhan orang bertopeng memegang busur dan melesatkan anak panah ke arah prajurit dan pendekar rombongan pengawal tuan putri.

1
y@y@
⭐👍🏾💥👍🏾⭐
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
y@y@
🌟👍🏿💥👍🏿🌟
y@y@
👍🏼💥👍🏿💥👍🏼
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Ayu Ayunitasari
lanjutkan..😍😍
Ayu Ayunitasari
sungguh kerenn..
Ayu Ayunitasari
kerennn😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!