Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Pagi yang biasanya suasa rumah tenang dan enjoy untuk siap-siap sarapan sebelum berangkat kerja, kini suasa pagi di rumah berubah total semenjak adanya Angga bersama selingkuhannya yang tinggal di rumah, tidak menyangka jika Angga berani bujuk Bik Sumini untuk tukeran kamar tidur demi Winda dan anaknya bisa tidur di kamar yang luas.
Melihat dapur belum ada makanan sama sekali, membuat Citra kesal karena Winda tidak menjalankan tugas yang diberikannya kemarin justru berpelukan sama Angga didepan dapur membuat hati Citra semakin hancur melihat suaminya bersama selingkuhannya, rasa sedih berusaha disembunyikan supaya tidak dianggap wanita lemah karena di madu.
" Kalo masih betah tinggal disini bekerja dengan baik, ingat kalo tidak melakukan apapun kalian berdua akan makan nasi pakai kecap mengerti, toilet umum saja bayar masa tinggal disini gratis enak sekali siapa kalian hah!" bentak Citra penuh emosi, Winda bukannya mulai merapikan rumahnya justru bermesraan sama Angga.
"Sayang, aku mohon jangan rendahkan Winda seperti ini sayang, kalian berdua istri aku yang paling aku cintai wanita pilihan aku paling sempurna iya kalian berusaha." bujuk Angga berusaha supaya Citra tidak memperlakukan Winda seperti ART di rumahnya sendiri.
"Paling dicintai tapi pilih kasih cih, sudah jangan banyak bicara jika kalian mau tinggal disini kerjakan semua Pekerjaan Sumini dengan baik dan benar, kalian dilarang masuk kamar saya dan kamar saya akan dijaga bodyguard mengerti ART tidak tahu malu!" tegas Citra tidak mau dibantah.
"Kalo semua pekerjaan Bik Sumini saya kerjakan laku dia ngapain selama di rumah?" tanya Winda tidak habis fikir sama istri tua suaminya, merendahkan dirinya dengan seenaknya tapi dengan mudah memanjakan orang lain tidak melakukan apapun selama tinggal di rumah ini.
"Jadi mandor kalian, jika kalian tidak beberes maka Bik Sumini yang akan siapkan makan kalian nasi pakai kecap tapi kalo beberes dengan baik dan benar Bik Sumini juga yang bakal masak untuk kalian tapi iya tergantung kalian mau makan enak atau tidak, kasihan sekali sih kamu Angga istri paling kamu cintai sekarang jadi ART di rumah saya ini semua ganjaran untuk keegoisan kalian hahaha silahkan nikmati kehidupan yang rendah ini kalo tidak suka silahkan keluar jadi gembel tidak bawa apapun karena yang kalian miliki itu punya saya jadi kalian tidak punya hak memiliki nya mengerti!" tegas Citra tidak rela jika Angga pergi bawa satu barang miliknya dan diberikan untuk Winda.
Senyum sinis sebelum pergi melihat Winda nangis dalam pelukan Angga,hancur rasanya melihat suaminya lebih memilih wanita lain tapi keputusan untuk berpisah semakin mantap dan yakin Karena Angga sudah tidak layak menjadi suaminya karena sudah tega memanfaatkan dirinya dan menduakan cintanya dengan seenaknya.
Mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Citra yang semakin seenaknya merendahkan dirinya seperti ini, bahkan tega membuat Winda menjadi ART seperti ini, wanita yang dianggap baik dan bicaranya lemah lembut ternyata bisa Setega ini sama orang lain.
Memilih diam dari pada ikut bicara karena tidak mau membuat suami majikannya marah, walaupun punya hak menegur dan memberikan perintah tapi masih belum berani karena masih merasa segan seenaknya sama suami majikan sendiri.
Marah dan menyesal terjebak dalam situasi seperti ini, tapi mau bagaimana lagi jika tinggal di luar kehidupan akan terasa lebih pahit dan berat sudah tidak memiliki apapun pasti menjadi bahan ejekan orang-orang karena status pernikahan yang tidak resmi.