Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam Belas
“Ini udah masuk jam kerja bukan menggosip yang tidak penting .. “ Ucap Nita teman yang tak suka Tania
“Nich kerjakan sebelum pulang sudah selesai “ Ucap Nita lagi pada Tania
Kerjaan yang Nita berikan adalah kerjaan Nita bukan kerjaan Tania, ketika Ira melihat pekerjaan yang di berikan Nita yang bukan pekerjaan Tania langsung menegur Tania
“Memang kamu bos disini dan ini kerjaan kamu bukan pekerjaan Saras” Ucap Ira
“Suka – suka aku mau kasih kerjaan karena kerjaanku banyak” ucap Nita
Ira tau Nita hanya beralasan karena jika pekerjaan yang nanti Tania selesaikan akan Nita katakan itu dia yang kerjakan karena sudah sering dia berikan tapi tidak ada yang protes atau berkata jujur.
“Kamu mau kerjakan atau aku laporkan ke HRD biar kamu di tegur” Ucap Ira yang sudah emosi
Karena kalau tidak di ancam begitu nanti Nita akan berbuat sesuka hatinya dan ada beberapa yang tidak suka dengan Nita yang main cuci tangan. Ada lima orang yang ada di ruangan tersebut Nita yang senior dari semuanya dan sering memerintah dengan seenaknya dan selalu mengatakan jika dia yang mengerjakan yang sering Nita kasih itu selalu Tania.
“Kamu ancam ? “ ucap Nita emosi di depan Ira
Ira berdiri lalu berhadap dengan Nita yang Ira tak takut padanya membuat Tania menarik tangan Ira karena Tania tak mau gara – gara dia Ira dan Nita berantem
“Kalau iya kenapa, takut?” Ucap Ira
“Mbak ..” panggil Tania pelan
Ira memandang Tania hanya menggeleng kepala ketika Ira memandangnya dengan mendengus kesal dan langsung duduk. Nita yang melihat Ira duduk langsung tersenyum senang dengan memandang Ira. Tanpa mereka sadari Ira duduk dengan tersenyum sinis yang hanya di sadari oleh Tania yang membuat Tania sedikit takut dengan senyuman Ira. Tania lalu tanpa memandang Ira yang memegang handpone dan mengetik pesan entah pada siapa memegang pekerjaan yang nita berikan untuk di kerjakan belum lima menit kerja kepala personalia keluar dari ruangannya dan memandang ke anak buahnya di sana yang serius dengan pekerjaan masing – masing.
“Nita .. aku berikan pekerjaan ke kamu karena itu bagian kerjaan kamu bukan orang lain .. sekarang kamu ambil pekerjaan kamu yang dikerjakan Saras lalu menghadap pihak HRD sekarang ..” Perintah ibu kepala dengan tegas dan sedikit emosi.
Nita yang mendengar itu kaget karena dia di panggil oleh pihak HRD begitu pun yang lain tapi tidak dengan Ira yang memandang Nita.
“Enak kan di panggil pihak HRD .. “ ucap Ira sinis
Tania hanya bisa menggelengkan kepala mendengar ucapan Ira yang sinis, Nita yang masih diam langsung di tegur kembali dan Nita melakukan apa yang diperintahkan dengan kasar mengambil kerjaan yang di kerjakan oleh Tania dan pergi. Sedangkan ibu kepala bagian personalia masuk kembali keruangannya dan Tania yang melihat itu memandang ke arah Ira begitu juga dengan kedua teman kerja mereka
“Mbak yang laporin ?” Tanya Tania
“Mbak dari tadi di sini Saras.. gak kemana – mana masa bisa laporin ke sana” Ucap Ira tersenyum
Mereka bertiga memandang satu sama lain lalu melanjutkan mengerjakan pekerjaan mereka masing – masing. Tak lama Nita masuk dengan menekuk wajahnya dan memandang kesemua orang yang sedang memandangnya
“Apa liat – liat “ Ucap Nita ketus
“Pasti dapat SP ya jadi marah gitu “ ucap Ira terkekeh mengejek Nita
Mereka bertiga yang di ruangan hanya menggeleng kepala dengan tingkah Ira. Setelah jam pulang kedua teman Tania pulang begitu Nita, tinggal Tania dan Ira yang masih di ruangan. Ketika masih di ruangan Tania sedang bersiap – siap pulang, Tania mendapat pesan dari Tasya membuat ia tersenyum
“Assalamualaikum kak jangan lupa nelpon ya, jangan menghilang tanpa kabar lagi ”
Ira yang melihat Tania tersenyum langsung menggodanya
“ehem..”
Tania yang mendengar Ira pura – pura batuk memandangnya yang di pandang malah terkekeh melihat Tania yang memandangnya
“Adik aku chat lagi .. takut dia kalau aku gak ada kabar lagi” Ucap Tania terkekeh
“Senangnya jika saudara sendiri khawatir gitu “ ucap Ira yang merasa iri terhadap Tania
Tania hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Ira
“hmm .. Saras boleh aku nanya hal pribadi ?” Tanya Ira dengan hati – hati
Tania memandang dengan perasaan khawatir akan nanti Ira menanyakan tentang kehamilannya
“Iya boleh mbak “ Ucap Saras yang sudah selesai membereskan meja kerjanya dan bersiap pulang
“Kalau boleh tau kenapa suami kamu meninggalkan kamu dalam keadaan hamil begini ?” Tanya Ira
Tania memandang Ira dengan kaget lalu berdiri mengambil tas
“Mbak ayo kita pulang “ Ucap Tania menghindari pertanyaan Ira
Ira dengan cepat memegang tangan Tania lalu memandangnya
“Kamu menganggap mbak kakak kamu kan .. “ Ucap Ira lalu Tania hanya mengangguk kepala
“Jika gak mau di ceritakan gak apa – apa “ Ucap Ira
Tania lalu memandang ke semua arah memastikan tak ada orang yang ada di sekitarnya
“Bukan gak mau cerita mbak tapi kalau aku ceritakan pasti mbak akan menghindari dan gak anggap aku adik mbak lagi “ Ucap Tania pelan seperti orang putus asa
“aduh ..” jerit Tania karena Ira memukul Tania di bahunya dengan kuat
“Sekali lagi ngomong gitu mbak beneran pukul kamu dan gak kenal kamu lagi mau “ Ucap Ira kesal dan marah membuat Tania malah terkekeh
“Serius Saras... “ Ucap Ira semakin kesal
“Maaf mbak .. please “ Ucap Tania dengan mengatupkan keduatangannya di dadanya dengan tersenyum membuat Ira hanya menggeleng kepalanya dengan tersenyum
“Iya.. “ Ucap Ira
“Yuk kita pulang” ajak Tania
“Saras “ Panggil Ira dengan memandang Tania yang masih memegang tangan Tania
“Gak mungkin aku cerita di sini mbak ... kita ke kafe aja sekalian makan udah lapar akunya” Ucap Tania
“Anak – anak di perut aku sudah meronta ingin di berikan asupan mbak “ Ucap Tania sambil mengusap perutnya
Kedua anaknya bergerak aktif membuat perut Tania sedikit ngilu Ira melihat itu tersenyum
“Mami kalian yang kelaparan atau keponakan tante yang lapar” Tanya Ira
“Dua- duanya mbak “ Ucap Tania terkekeh
“Ya udah Ayo kita ke kafe “ Ucap Ira
Ketika turun ke lobby Tania ingin ke halte untuk menunggu angkutan tapi Ira melarang Tania untuk menunggu angkutan membuat Tania kebingungan hingga Ira mengajak Tania ke mobil Ira langsung memandang Ira dengan bingung
“Ini mobil mbak? “ Tanya Tania dan Ira hanya mengangguk kepala lalu mengajak Tania naik ke mobilnya dan Ira membawa ke arah kafe yang sedikit jauh dari perusahaan
Dalam perjalanan Tania memberi kabar ke ibu angkatnya Sekar untuk memberitahu ia akan pulang sedikit telat. Sesampai di kafe mereka duduk di pojokan setelah memesan makanan serta minuman, handpone Tania berbunyi membuat Tania tersenyum melihat siapa yang menelponnya lalu Tania mengangkat telponnya
“Assalamualaikum sayang” sapa Tania tersenyum sambil memandang Ira yang sudah memandang dengan tersenyum
“Waailakumsalam kak” sapa Tasya
“Kakak masih di luar nanti baru kakak telpon ya sekalian kirim alamat serta uang untuk ongkos dan untuk adik – adik “ Ucap Tania memberitahukan pada Tasya
“Iya kak “ Ucap Tasya