NovelToon NovelToon
Pindah Ke Zaman Kuno

Pindah Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.

Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.

Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Wang

Di sore hari ,dihari yang sama Wang Ryu duduk didepan wadah besar berisi buah persik kering dihalaman depan,dia memasukan buah-buahan itu kedalam kertas minyak untuk dikemas.

Awalnya Dia ingin menyimpan nya begitu saja di wadah besar, tapi paman kadang masih engan jika mengambil makan makanan yg dia simpan digudang.

Jadi dia mengemasnya kecil-kecil untuk ditaruh di dapur agar dia bebas mengambilnya.

Wang Ryu melipat pakaiannya sampai ke sikunya,dia mengenakan pakaian tang gelap polos,dengan celana kain lebar.dia mengikat rambut sebahunya menjadi satu.

"Tuan muda saya kembali....!"sapa paman Feng masuk kedalam halaman,ditangan pria tua itu terdapat 2 ekor kelinci yg masih hidup.

" bukankah anda membeli daging sapi?"tanyanya heran melihat dua ekor kelinci hidup itu.

Paman Feng segera menjelaskannya dengan wajah tersenyum." Saya pergi ke pasar untuk membeli daging sapi,tapi pria yg pernah anda bantu, ternyata dia adalah pemburu dia memberi kami kelinci...."

"Ahk...suami wanita yg melahirkan itu?"Wang Ryu ingat suami istri waktu itu.

Paman Feng mengangguk dia mengangkat dua kelinci yg meronta-ronta."Benar ...saya akan membersihkannya, dan membuat sup untuk anda!"

Wang Ryu menggelengkan kepalanya,paman Feng kadang-kadang terlalu bersemangat untuk mengawasi pola makannya.

Dia kembali membungkuk buah kering itu dengan santai.

Dikediaman Zhang.

Dikediaman Jendral tua ,para putra dan cucu mereka berdiam diri dirumah,besok mereka berencana untuk ikut menemani Jendral tua melihat tanah bersama Tuan dewa.

Namun Zhang Fei merasa agak tak pantas jika mereka semua ikut,apa lagi mereka tiba-tiba datang padahal kakeknya yg berjanji pada Tuan muda itu.

Jadi Jendral tua memerintahkan Zhang peng dan putra keduanya untuk pergi ke aula Hakim daerah untuk bertanya bagaimana mana caranya mereka menghubungi Tuan Muda Wang.

Namun Hakim daerah juga lupa menanyakan dimana letak rumah Tuan muda, pasalnya saat Paman Feng menemuinya dia hanya bicara soal membeli tanah dikoplek itu.

dia hanya tau pelayan tua yg biasanya sering pergi ke sekolah Cheng tapi dia tak tau nama pelayan itu,dia hanya memperkenalkan diri sebagai palayan keluarga Wang.

Mendengar hal ini Zhang peng dan putranya pergi ke sekolah Cheng,disana mereka bertemu dengan guru yg mengajar yg juga mantan guru Zhang Fei.

"Ada apa kalian kemari?jarang sekali?"pasalnya setelah Zhang Fei lulus sarjana dia segera bekerja bersama ayah' mengurus bisnis keluarga.

"Tuan bagaimana kabar anda?"tanya Zhang Fei dengan malu-malu.sudut mulut pria tua itu berkedut."Sangat bagus,ada apa?"

"Kami mencari seseorang..." Zhang Peng menjelaskan kedatangan mereka.Guru Cheng mengangguk."Siapa itu?"

"Ini Pelayan Tua yg bekerja pada Tuan Wang..."Zhang Fei.Entah karena mereka sudah tua atau apa Hakim daerah atau Jendral tua benar-benar tak bertanya nama lengkap Tuan Wang.

Guru Cheng meliat mereka dengan tak sabar."disini ada 3 marga Wang yg terdiri dari 8 pelayan tua yg sering keluar masuk..jadi siapa yg kamu cari?"

"......" Mereka juga tidak tau.Zhang Fei menyentuh dahinya.

Melihat kebingungan mereka membuat Guru Cheng heran."...kalian mencari pelayan dari marga Wang tapi tidak tau nama mereka atau wajahnya?"

"Kami hanya berhubungan dengan Tuan mereka,tpi itu hanya marganya saja...."jelas Zhang peng malu.

"....." Guru Cheng.ada apa dengan dua marga Zhang ini,aneh sekali!.

pada ahirnya mereka pergi bahkan tanpa bertemu atau mendapat info soal pelayan Tuan muda.Saat mereka kembali kerumah pukul 7 malam, Zhang Fei dan Ayahnya bergegas masuk kedalam ruang kerja.

" Ayah!/kakek!"teriak mereka.

" Bagaimana?" Tanya cepat.sambil menaruh cangkir tehnya dimeja.

Zhang Peng menggelengkan kepalanya."...kami tak menemukan apapun,Hakim daerah tidak tau tempat Tuan itu tinggal juga pelayan tua yg bersamanya tapi dia sering mengirim barang pada Guru Cheng..."

"Kami sudah kesana ,namun ada 3 marga Wang disana dengan lebih dari 8 pelayan tua..kami tidak mendapat apa-apa...."sahut Zhang Fei agak bersalah.

seharusnya dia mengingat wajah pria itu baik-baik.

"....." Sial sekali.Zhang xixi yg duduk menemani kakakenya menurunkan pundaknya menahan tawa.

Jendral tua menghela nafas."...kalau begitu hanya dua orang yg bisa menemaniku..."

" Ayah aku saja..." Zhang Peng mengajukan dirinya.

anak ke dua melihat ke arah si bungsu."...adik kecil ikutlah dengan ayah dan saudara..."

Zhang Zan tertegun, lalu bersemangat."...saudara apa kamu yakin?"

Zhang ling mengangguk dengan wajah tersenyum, menepuk pundak saudara nya."...kau harus menceritakan pertemuan kalian pada kami nanti!"

"Tentu saja!" Jawabannya dengan tegas. Jendral tua meminta mereka bergantian pakaian yg lebih baik dan sopan besok.

Keesokan harinya Pada pukul 11 siang,mereka berangkat ke arah komplek.

Butuh waktu 10 menit untuk sampai disana ,dan saat Samapi mereka melihat kereta Hakim daerah sudah berada disana.

"Pria tua itu mendahului ku!"gerutu lelaki tua itu saat melihat gerobak Hakim daerah sudah sampai lebih dulu.

"Oke Ayah jangan membuat keributan...."nasehat Zhang Peng pada ayahnya.

Hakim daerah membuka jendela saat mendengar kereta datang dari arah belakangnya. Lalu kereta Zhang berhenti disampingnya.

Jendela terbuka dan wajah bau Jendral Tua terlihat.Hakim daerah tertawa pria ini tak berubah,dia berkata dengan ramah."...silahkan memimpin..."

ekspresi cemberut pria tua itu memudar,dia memerintahkan kusir untuk bergerak." Oke ayo berangkat..!"

kedua kereta itu berjalan' beriringan dengan kereta Zhang memimpin sedangkan kereta Hakim Jiang mengikuti dibelakang.

Wang Ryu dengan topi yg biasa dia kenakan berdiri dipinggir sungai,kali ini dia memakai pakaian putih dengan corak bunga berwarna biru.

Kerudungnya berkibar dengan ringan tertiup angin. Tak lama dia mendengar suara kereta kuda,Wang Ryu menoleh ke asal suara.

Kereta berhenti 5 meter darinya, pintu kereta didepan terbuka pria 30 han turun lebih dulu.disusul jenderal Tua lalu sosok pria 50 han.wajah mereka hampir serupa dengan Jendral tua.

Seperti putra-putranya.Hakim daerah juga turun dan ke empat orang itu berjalan ke arahnya.

"Tuan muda.....!"sapa mereka dengan hormat.Wang Ryu menyentuh dahinya dibalik kerudungnya tertawa kecil.

melihat ini mereka merasa malu.

"Maaf kami hanya ingin memastikan keselamatan ayah kami...."jelas Zhang peng dengan hati-hati,merasa canggung. mungkin dewa merasa tak nyaman atas tambahan orang lain yg hadir.

Mungkin karena mereka berdua ikut padahal tidak diundang.Zhang Peng merasa bingung.

Wang Ryu mengangguk,lalu melihat para kusir ,yg masih menunggu."... kalian bisa meminta kusir kembali,saat pulang paman Feng akan mengantar kalian...jika kalian tak keberangkatan?"

Mereka segera mengangguk.tentu saja mereka tidak keberatan.

Zhang Zan berjalan ke arah kereta dan memintanya mereka pulang.melihat ini Wang Ryu mengundang mereka untuk mengikutinya."...mari berbicara dirumah...."

Semua orang segera mengikutinya,disusul Zhang Zan.langkah kaki Wang Ryu berhenti didepan sebuah rumah.

Pria tua Zhang dan Hakim Jiang berdiri didepan gerbang pintu kayu berukir marga Wang dengan linglung. Jika mereka ingat dengan benar rumah ini milik Pria Tua Li.

Hakim daerah ingat ada petugas Daerah yg meminjam stempelnya untuk urusan jual beli rumah, ternyata rumah pak Tua Li yg dijual.

"....selama datang dirumah ku ..."Pintu itu terdorong kedalam dan hembusan angin segera tercium.

sekarang adalah musim gugur,yg terkadang cuaca dingin kadang pula terasa kering.

"...permisi...." Ke dua pria tua itu masuk kedalam halaman rumah luas dengan meja kursi dihalaman, jalan setapak mengarah ke ruang tamu.

dan ternyata ada dua pohon persik setinggi 3 meter yg berada disisi ujung kanan dekat tembok dan diujung sisi kiri.

Saat Zhang Peng dan Zhang zen masuk, mereka langsung merasa bahwa suhu dirumah ini sangat segar tak dingin atau kering sangat bagus!

" Ayo bicara didalam....."Wang Ryu mengundang mereka ke ruang tamu,namun Jenderal tua menolaknya."...Tuan kami tak pantas,kami akan mengobrol diluar saja..."

"Benar Tuan ..."Hakim daerah mengangguk,menyetujui perkataannya. sedangkan dia bersaudara Zhang hanya mengikuti saja.

Dihalaman memang terdapat gazebo dan tempat duduk serta meja yg kusus dia minta untuk paman Feng buat,jika dia ingin makan diluar. Dan terdapat 6 kursi disana.

Wang Ryu tak memaksa mereka dan meminta mereka duduk dengan nyaman.Lalu dia pergi masuk ke dalam rumah.

Jendral tua melihat pohon persik,dia menyentuh kulit pohon persik itu,dan melihat bendera dengan nama Zao melilit disekitar pohon."....apa ini nama pohonnya?"

" Sepertinya ...Pohon satunya juga sama ,hanya disana bertuliskan Yao..."jelas Zhang peng menghampiri ayahnya.

Keempat berjalan-jalan disekitar pohon dan merasa bahwa cuaca disini sangat bagus.

Tak lama Wang Ryu datang dengan nampan yg berisi minuman dan makanan ringan. Yg hampir membuat semua orang jantungan!

Zhang zen segera tersadar ,dan berlari untuk mengambil nampan itu darinya."...Tuan biarkan saja saja!"

Wang Ryu tak menahan nya,dia membiarkannya membawa, Zhang Zen membiarkannya untuk duduk sebelum menyakiti makan dan minum yg dibawa.

1
Shen shandian luo
typo nya gak karuan..
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!