NovelToon NovelToon
Anak Dukun Di High School

Anak Dukun Di High School

Status: tamat
Genre:Misteri / Persahabatan / Hantu / Horor / Spiritual / Teen Angst / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.

Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?

Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.

Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...

Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...

#25Desember2025

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Hah? Serius lo?" Arka melongo, hampir saja ia berteriak kalau tidak segera dibekap oleh Gabriel.

"Itu di dalam ada ratusan orang, bukan ratusan semut. Lo mau kita mati konyol?" Tanya Gabriel yang lebih sabar.

Astra melepaskan tangan Samuel dari lengannya dengan gerakan dingin. "Gue bilang tadi, kan? Kalau nggak mau, silakan pergi. Gue nggak butuh strategi yang ribet kalau tujuannya cuma mau ketemu pemimpinnya."

"Tapi setidaknya kita butuh pengalihan, Sra," Arka menimpali setelah lebih sabar, suaranya tetap tenang meski matanya menatap ke arah bangunan tua di depan mereka yang dijaga ketat oleh beberapa pria berjaket kulit. "Kalau kita masuk lewat depan begitu aja, kita bakal dikepung sebelum sampai ke pintu utama."

"Itu tindakan bodoh," ucap Samuel dingin tanpa menatap Astra.

Astra melirik Samuel, mungkin jika di pikirkan lagi itu 'cukup' benar. Dia tidak bisa berkelahi secara nyata, namun rencana nya yang langsung serang bukan tanpa alasan. Karena dia bisa meminta bantuan pada beberapa makhluk di sekitar sini. Namun sebanyak apa makhluk itu juga tergantung dengan banyak nya makhluk disini.

Dion, yang tidak mau kalah saing dengan Fino, langsung maju ke depan. "Biar gue yang jadi umpan! Gue bakal buat keributan di gerbang samping, kalian masuk lewat belakang."

Fino terkekeh pelan, menyandarkan tubuhnya di batang pohon. "Gaya lo selangit, bocah. Paling baru digertak dikit udah lari. Sra, gue ikut lo dari depan. Gue mau lihat seberapa jago 'orang-orang gila' itu."

Namun Astra tak menyahuti mereka, dia berjalan memutar ke arah lain. "Eh, maka kemana?" Tanya Arka.

Astra. "Cari bantuan."

Di bawah pohon beringin, dua buah makhluk tak kasat mata sedang duduk bersebelahan di atas dahan pohon beringin besar.

"Sayang," bisik Genderuwo yang bertubuh raksasa dan berbulu lebat itu, suaranya berat seperti gemuruh. Ia memegang tangan Sundel Bolong yang bernama Susi, yang kini duduk anggun di sampingnya, meski punggungnya berlubang.

"Lihatlah bulan malam ini. Indah, ya? Seperti lubang di punggungmu, selalu membuatku terpesona." Ujarnya, sembari melihat bulan kecil picil di atas sana yang baru muncul setelah matahari terbenam beberapa waktu lalu.

Susi tersipu, meski wajahnya pucat pasi. "Ah, Mas Gendro bisa saja. Gombalanmu itu selalu berhasil membuatku merinding. Padahal aku sudah mati, lho."

Ia menyandarkan kepalanya yang berambut panjang ke bahu Gendro. "Aku senang kita bisa kencan lagi di kebun teh ini. Suasananya romantis, sepi, ada musik tongeret dan bau tanahnya mengingatkanku pada masa-masa kita dulu."

"Tentu, Sayang. Aku sudah siapkan lagu spesial untukmu," kata Gendro, lalu ia mulai bersenandung dengan suara bass yang sumbang, menyanyikan lagu dangdut koplo tentang cinta abadi dengan di musiki oleh suara tongeret.

Tepat di tengah-tengah lirik yang menyentuh itu, sebuah suara datar memotong.

"Genderuwo, Sunder bolong."

Kedua makhluk itu terlonjak kaget. Mereka menoleh ke bawah dan melihat Astra berdiri di bawah pohon, menatap mereka dengan tatapan yang sangat muram terkesan tidak sabar.

"Eh, ada yang bisa liat kita beb" ujar Gendro, namun wajah kedua makhluk itu terlihat tidak ramah.

"Aduh, Sayang. Siapa sih yang ganggu momen kita?" keluh Susi, melayang turun sedikit ke dahan yang lebih rendah. "Nggak lihat apa, kita lagi quality time?"

Gendro menggeram, menunjukkan taringnya. "Hei, manusia! Pergi sana! Jangan ganggu kami. Kami sedang pacaran! Kau tahu betapa sulitnya mencari waktu luang di antara jadwal menakut-nakuti manusia yang padat?"

Astra tidak bergeming. Ia hanya menyilangkan tangan di dada, wajahnya tanpa ekspresi, namun matanya—matanya memancarkan aura dingin yang jauh lebih menakutkan daripada seluruh hutan itu.

Tatapan itu bukan tatapan horor biasa, itu adalah tatapan yang seolah-olah melihat ke dalam jiwa mereka, menilai setiap dosa dan kelemahan mereka, dan memutuskan bahwa mereka tidak lebih dari sekadar gangguan.

Susi, yang biasanya berani menakut-nakuti satu desa, tiba-tiba merasa bulu kuduknya berdiri. Bukan karena dingin, tapi karena tatapan Astra. Ia merasakan tekanan yang luar biasa, seolah-olah seluruh energinya tersedot keluar.

"Mas Gendro..." bisik Susi, suaranya bergetar. "A-aura anak ini... Kenapa sama seramnya dari aura Ratu Selatan?"

Gendro, yang baru saja akan melompat turun untuk mengusir Astra, tiba-tiba membeku. Ia melihat ke mata Astra dan merasakan kengerian yang sama. Ini bukan manusia biasa.

"Gue butuh bantuan kalian," kata Astra, nadanya datar, seolah meminta garam. "Di depan ada ratusan manusia gila. Kalian bantu gue buat pengalihan."

"Eh, itu Astra bicara sama siapa?" Tanya Dion melihat teman-teman nya. Gabriel menggeleng pertanda tidak tahu, "mungkin hantu" celetuk Arka.

Meskipun mereka memiliki penjaga, namun mereka juga bukan indigo. Dion dan Gabriel tidak bisa melihat, namun mereka memiliki energi untuk melawan makhluk halus. Arka juga tidak bisa melihat, namun persepsi nya tajam, dia bisa merasakan nya dengan jelas.

Dan teruntuk dua manusia Samuel dan Fino, keduanya memang anak indigo dari lahir, bisa melihat makhluk-makhluk halus.

"Jangan banyak nanya, Astra lagi minta bantuan Genderuwo sama Sunder bolong itu." Sahut Fino.

"Ha! Serius?" Tanya Dion seakan tidak percaya, namun tidak ada yang menjawab.

"Nggak mau!" seru Susi dan Gendro serempak, mencoba mempertahankan harga diri mereka. "Kami lagi kencan! Kami nggak mau jadi babu dadakan manusia!"

Astra hanya menaikkan satu alisnya, dan tatapan matanya semakin intens. Udara di sekitar mereka terasa berat, dan Gendro tiba-tiba merasa bulu-bulunya rontok satu per satu. Susi merasakan lubang di punggungnya terasa lebih dingin dari biasanya. Mereka berdua merasakan tekanan yang tidak pernah mereka rasakan, bahkan dari dukun sebelah.

"Kalian mau bantu, atau gue yang urus kalian?" tanya Astra, suaranya masih datar, tapi ancamannya terasa nyata.

Gendro dan Susi saling pandang. Mereka melihat ketakutan yang sama di mata satu sama lain. Mereka membayangkan, jika Astra yang "mengurus" mereka, kencan mereka tidak akan hanya terganggu, tapi mungkin mereka akan dipaksa menjadi pelayan pribadi Astra selama seribu tahun.

Mereka berpikir sambil mencari alasan. "Tapi wujudin diri ke manusia itu butuh banyak energi loh..."

"Gue transfer,"

"Eh buset, di kira transfer uang kali ya?" Ucap Susi.

"Mau? ... Atau Nggak!" Tekan Astra.

"M-mau! Kami mau bantu!" seru Gendro, suaranya mencicit seperti tikus.

"Iya, kami bantu! Tapi setelah ini, jangan ganggu kami lagi, ya, Dek ya?" Susi memohon, wajahnya kini benar-benar pucat.

Astra mengangguk puas. Tatapan horor itu langsung menghilang, digantikan oleh ekspresi bosan yang biasa.

"Bagus," kata Astra. Astra bergumam pelan sambil tatapan matanya menatap dua makhluk di depan nya, secara tiba-tiba, Gendro dan Susi merasakan energi mereka meningkat pesat.

***

"MC nya terlalu Op 🦈"

Serah author, ini Fiksi oke! Author mau buat yang berbalikan dari kehidupan dunia author yang mustahil dari kata Op!

Like dan komentar yang banyak!

1
Paramitha Tikva
Padahal seru malah di end kan
Boncab dong Thor
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
hahhh... kok end
Huang Haing: Maaf ya, retensi nya ancur... Motivasi author buat lanjutin ilang~
total 1 replies
Nixc~
yahhh..... 😔😔😔 sayang bgt udah end.... padahal ceritanya seru loh😤😤🥺🥺🤧🤧
Huang Haing: Maaf banget yaa 😞
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
yaaaaahhhhh kok end sihhhh thorrrr😭😭😭😭😭😭😤
Huang Haing: Maaf yaaa 😭🫣
total 1 replies
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪
Semoga cepat naik retensinya nan, semangat
我爱你: Tidak masalah 😙 Akunmu juga sangat menarik, maukah kamu bertukar akun denganku? Aku punya akun dengan banyak pengikut.
total 6 replies
💝F&N💝
kopi susu manis untukmu, thor
semangat menjalani harimu

ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.

ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
Huang Haing: MAAF YA, SEMALAM AUTHOR BARU PULANG LDKS, CAPEK+NGANTUK VANGET 😭🫣
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ceritanya keren banget, semoga Astra bisa melawan mahluk itu💪💪
Huang Haing: Siap, makasih!
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
semangat semoga cepet naik bagi Aaamiin
Huang Haing: Aaamiiiinnn 🤧🤧🤧
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
wahhh... anjlok knp Thor pasti ada sebab nya kan 🤭
Huang Haing: Iya kak
total 3 replies
💝F&N💝
ayo thor, mana up nya hari ini
kenapa kok gak ada semangatnya.
Huang Haing: Gak keburu, tapi insyaallah hari ini
total 1 replies
💝F&N💝
hai..... mana up nya hari ini
Huang Haing: Sabar yaaa😭
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
fiiihhh irit pisan...............
Kristiana Subekti
tuuuh kaaaan d gantung lagi ky jemuran g kering kering,,,, jidi pinisirin Iki tiiiih🥰😘
Kristiana Subekti: udah kak🥰😘
total 3 replies
chaa
lanjutt 👍
Huang Haing: Insyaallah
total 1 replies
Nixc~
ayo thor lanjut------💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Huang Haing: Ha-ha-ha a-min 😭
total 1 replies
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
padahal seru lo thor...

semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
Huang Haing: Yaa... Tapi yang baca nya setengah² retensi nya gak nyampai 😭🫰
total 1 replies
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
kelas XII ya thor? persiapan snbp snbt dooong....

semoga lolos ya thooor
Huang Haing: Hahaha, author gak ikut SNBP Karen telmi
total 1 replies
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
thooor....

🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶
Huang Haing: Sampai Ajal menjemput mu 🎶
Cinta ku ini baru kan tumbuh 🎶
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
ahh meni teu karaos kedik pisan 🤭
Huang Haing: Hahaha 🫣🫰
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
yaaa bagusss kok, masssaaaaa pendek sihhhh😭😭😭😤😤😤
Huang Haing: Tahan lama bacanya yaaa
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!