NovelToon NovelToon
Kembali Dengamu

Kembali Dengamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:55.3k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Seandainya waktu bisa diulang kembali.

Penyesalan Mark Theodor dalam hidupnya, adalah mengabaikan istrinya demi keluarga kandungnya, hingga istrinya meninggal saat hamil muda.

Di saat ia sudah menua dan sakit-sakitan, keluarga kandung yang sangat ia sanjung, tidak satupun menaruh rasa kasihan pada keadaannya.

Mark hanya bisa menangisi dirinya yang malang, sampai akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.

Tapi, tiba-tiba ia membuka matanya, dan terbangun dari tidurnya.

Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 1973, di saat usianya masih dua puluh delapan tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16.

Setelah selesai ditandatangani keluarganya satu persatu, Mark lalu memberikannya kepada kepala RW, untuk ikut menandatangani surat pernyataan pisah rumah tersebut.

Setelah kepala RW selesai menandatangani surat itu, Mark kemudian mengambil surat pernyataan itu.

"Aku yang memegang surat ini! aku tidak mau suatu saat nanti kalian menghilangkan surat ini, dan mengatakan tidak pernah menulis surat pernyataan pisah rumah denganku, lalu mengusik rumah tangga ku di masa depan!!" kata Mark melipat surat itu, lalu memasukkannya ke dalam saku celananya.

"Cih! kami tidak sudi mencari mu! jangan-jangan kamu yang nantinya memohon kembali lagi ke kediaman Theodor!!" dengus Mario mencibir Mark.

"Oh, ya? kita lihat saja nanti! Paman, anda yang menjadi saksi apa yang baru mereka katakan!!" Mark berkata kepada kepala RW, untuk membantunya jika hal itu terjadi.

"Baik, aku akan menjadi saksi jika kamu membutuhkan ku di masa depan!!" jawab kepala RW menyetujui permintaan Mark.

"Kami juga akan menjadi saksi mu, Mark!!" sahut salah satu tetangga Mark, tiba-tiba ikut mendukung Mark untuk menjadi saksi Mark.

"Iya! kami juga mau menjadi saksi apa yang mereka katakan!!"

Tetangga yang lain seketika serentak ikut mendukung Mark, menjadi saksi Mark di masa depan, jika keluarga Mark mengganggu Mark untuk kembali lagi ke kediaman Theodor.

Mark tersenyum puas mendengar dukungan tetangga, yang terdengar begitu antusias peduli akan keadaannya.

"Kalian dengar itu! jangan mencariku di masa depan, dan memohon padaku karena menyesal telah membuangku dari keluarga Theodor!!"

"Tidak akan!!" kata Melina dengan sinis.

"Bagus kalau begitu! aku harap Nyonya Theodor tidak menarik kembali kata-kata anda itu!!" kata Mark memperingati Ibunya tersebut.

"Cih! dasar anak durhaka! pergi sana, bawa pergi wanita yang telah membuat mu buta itu!!" sembur Melina dengan raut wajah yang begitu jengkel.

"Baik!! Ayo, sayang!"

Mark meraih tangan Ivana untuk keluar dari dapur, dan membawanya ke kamar mereka untuk segera berkemas.

Dengan perasaan yang campur aduk, antara merasa bersalah, dan sangat gelisah Ivana mengikuti langkah Mark.

Sementara Mark merasa sangat senang sekali, karena ia akhirnya dapat hidup menua bersama Ivana.

Dan bersama anak-anaknya, yang akan lahir kelak dari rahim Ivana.

Kehidupannya yang kacau di kehidupan yang lalu, akhirnya akan menjadi indah di kehidupannya saat ini.

Ia akan menjadi orang terkaya di era tahun tujuh puluhan di kota mereka, berkat keahlian yang ia ingat saat di hidupan masa depan.

"Mark.. !" panggil Ivana dengan suara perlahan, melihat Mark yang tampak begitu semangat berkemas.

Mark menghentikan tangannya memasukkan pakaian mereka, ke dalam sebuah tas besar.

Ia menoleh ke arah Ivana, yang berdiri diam di tempatnya.

"Kenapa, sayang?" tanya Mark menatap wajah gelisah istri kecilnya itu.

"Ki.. kita akan pindah ke mana? kita tidak memiliki uang untuk menyewa kamar!" jawab Ivana dengan perasaan yang masih gelisah, dan merasa bersalah.

Melihat Ivana yang khawatir, perlahan Mark mendekati istrinya itu.

Lalu ia mengulurkan tangannya, untuk meraih tangan Ivana yang terkepal meremas ujung bajunya.

Dulu ia tidak perduli dengan gestur tubuh Ivana, yang selalu mengepalkan tangan erat dengan cara meremas ujung pakaiannya.

Sekarang baru ia memperhatikan, kalau Ivana meremas ujung bajunya, istrinya itu sedang ketakutan, dan sangat gelisah.

Melihat tubuh mungil yang terlihat gemetar, serta raut wajah yang gelisah, membuat hati Mark mengutuk dirinya yang lalu.

Ia meraih tangan yang meremas ujung baju itu, lalu menggenggamnya dalam tangannya yang besar.

"Kamu tenang saja, kita akan memiliki tempat tinggal, sekarang kita segera berkemas dan pergi dari sini!"

Cup!

Mark mengecup kening Ivana lembut, untuk menenangkan perasaan gelisah dan takut Ivana.

Selain pemalu, Ivana sangat rentan dengan perasaan takut, dan cenderung merasa khawatir.

Karena Ivana lemah, membuat keluarganya kerap kali menindas Ivana.

Dan ditambah sikapnya dulu tidak perduli dengan Ivana, membuat Ivana jadi mengalami depresi.

Hingga kejadian yang membuat ia pun menyeseli sikapnya pada Ivana, setelah Ivana bunuh diri.

Mark menarik tubuh yang terlihat ringkih itu ke dalam pelukannya, dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya.

Ia sangat bersyukur bisa kembali lagi bersama istrinya itu, dan ia berjanji akan membuat Ivana menjadi istri yang paling bahagia di kehidupannya ini.

"Kita harus buktikan pada mereka, kalau kita mampu hidup mandiri tanpa keluarga Theodor!"

Perlahan Mark merasakan tangan Ivana membalas pelukannya, dan ia pun seketika mempererat pelukannya.

Ia merasa sangat senang sekali, akhirnya Ivana memeluknya.

Mereka kemudian berkemas dengan bersemangat, dan membawa dua buah tas pakaian, serta beberapa barang berharga mereka.

"Apakah kamu sudah punya tempat, untuk kalian tinggal?" tanya kepala RW, begitu Mark keluar bersama Ivana dari dalam kamar, "Apakah kamu perlu bantuan ku?"

"Terimaksih, tidak usah Paman!" jawab Mark, "Aku sudah punya tempat sementara!"

"Oh, baiklah kalau begitu!" kepala RW merasa lega mendengar jawaban Mark.

"Cih!!" cibir Melina melihat Mark, dan Ivana membawa barang mereka yang tidak seberapa.

"Huh!!"

Dan Alice mendengus sinis melihat Mark, yang merangkul bahu Ivana, sembari menenteng dua tas pakaian sekaligus pada bahunya.

"Setelah kaki kalian keluar melewati pagar ini, jangan pernah lagi datang ke kediaman Theodor!!" sahut Mario mengingatkan Mark.

Mark tidak menjawab Mario, ia dengan tenang merangkul Ivana melangkah tanpa menoleh ke arah keluarganya tersebut.

"Mark! kamu tuli, ya?! kamu dengar tidak?!!" jerit Melina tiba-tiba merasa kesal melihat sikap acuh tak acuh Mark.

Mark terus saja melangkah membawa Ivana, tanpa berniat sedikit pun menjawab Ibunya.

"Mark!! jangan sombong kamu! dalam satu hari saja kamu pasti akan menyesali keputusanmu!!" teriak Alice, yang ikut menjadi kesal juga melihat sikap dingin Mark.

Sudut bibir Mark menyunggingkan senyuman tipis mendengar teriakan Ibu, dan adik-adiknya itu.

Ia tahu mereka merasa berat melepaskan dirinya, karena mereka sudah terbiasa tidak pernah bekerja.

"Ayo! bubar.. bubar, sudah tidak ada lagi yang mau dilihat di sini!!" kata kepala RW kepada para tetangga, yang masih belum bergerak di tempat mereka berdiri.

Para tetangga itu pun satu persatu meninggalkan pekarangan Theodor.

"Ayo... Ayo!!" ujar mereka melangkah keluar dari pekarangan Theodor, setelah Mark dan Ivana tidak terlihat lagi.

"Mark!!"

Sebuah suara pria memanggil Mark, saat ia dan Ivana sudah setengah jalan meninggalkan kediaman Theodor.

"Berwyn?!!"

Mata Mark nyaris membulat melihat siapa yang memanggilnya.

Teman baiknya, yang selalu menasehatinya agar tidak bergaul dengan Felix.

Berwyn Kenneth, teman baik Mark sejak dari sekolah dasar, yang pernah mempertaruhkan nyawanya menolongnya di kehidupan masa lalunya.

Saat itu Berwyn mencoba menyelamatkannya dari kejaran Polisi, karena ia dan Felix beserta teman sampahnya yang lain digrebek Polisi saat berjudi.

Kebetulan Berwyn berada dekat di tempat mereka berjudi, dan saat Berwyn melihatnya melarikan diri, ia pun menipu Polisi demi melindunginya.

Hingga ia mendengar suara tembakan meletus, dan tubuhnya nyaris pingsan melihat tubuh Berwyn jatuh tersungkur ke tanah bersimbah darah.

Bersambung........

1
Cindy
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
Suherni 123
laa,,, gak kena sangsi enak bener

akhirnya up juga ya Thor,, sehat selalu ya
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
zahrahaifa
udeh ... gitu doang thor .... hukumannye cuman gitu aje.... dibikin gembel dong baru seru
Cindy
lanjut
Arieee
bagus, 👍👍👍👍👍👍👍👍
Suherni 123
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
wadaw... merinding disko nih😄

rasain Daniela
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Cindy
lanjut
Suherni 123
mendung mendung syahdu dikasih ah ih uh oh😅
rofik
masih ada teka tekinya?
Suherni 123
udah keterlaluan tuh Daniela kasih pelajaran atuh Mark tuman
zahrahaifa
masa cuma ditabok doang si jalang nye.... minimal dibikin cacat lah ato ga lumpuh permanen... ga seru
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
kapan hidup bahagia nya Mark
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!