Cerita seorang anak bernama Kiara,yang harus berjuang untuk dirinya sendiri karna harus ditinggal oleh ibu nya untuk selama nya,Dan dibuang oleh ayah kandung nya sendiri.Ia berjuang keras agar bisa meraih cita citanya dan menunjukan kepada ayahnya bahwa dia bisa.
Disaat ia susah payah menjalani hidup nya ditanah rantau ia bertemu dengan orang orang yang baik.Ia menemukan sahabat,Seorang pelindung dan ia juga menemukan orang yang ia cintai.
Akankah hidup Kiara akan berakhir bahagia seperti harapannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diandrahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 16
Setelah Kiara masuk kedalam,ia sudah disambut oleh Pak Rojak,Guru BP nya.
"Kamu lagi,tau ini jam berapa?"Tanya Pak Rojak.
"Iya Pak,maaf saya terlambat.Soalnya rumah saya jauh". Ujar Kiara.
"Alasan kuno,karna kamu terlambat kamu tau apa hukumannya kan?"Tanya Pak Rojak lagi.
"Iya Pak"Kata Kiara yg lemas karena membayangkan harus lari keliling lapangan.
Sebelum Kiara menjalankan hukumannya,tiba tiba Dewa sudah ada dibelakang Kiara.
"Ehem..."Dehem Dewa.
"Maaf Bapak siapa ya?"Tanya Pak Rojak.
"Perkenalkan saya Dewa,saya wali dari Kiara."Kata Dewa.
"Oh ya Pak,bisa saya bantu?". Tanya Pak Rojak,dengan santun dan halus.Tak seperti biasanya Pak Rojak seperti itu,karna beliau terkenal guru yg tegas dan galak.
"Saya minta maaf,karna Kiara tadi harus check up ke Rumah sakit.Sebab itu kiara terlambat"Jelas Dewa sambil merangkul pundak Kiara. Dan Kiara pun hanya terdiam.
"Oh...kamu sakit Ki?kenapa gak bilang.Untung Bapak ini kasih tau". Kata Pak Rojak yg tak enak hati.
"Ya sudah cepat sana masuk". Lanjut Pak Rojak
"Lho gak jadi dihukum Pak?"Tanya Kiara sedikit senyum.
"Udah sana masuk"Kata Pak Rojak makin tak enak hati.Entah apa yg membuat beliau seperti itu,mungkin karena takut dengan aura Dewa yg dingin atau karna apa entah lah.
"Mr...makasih ya.kalo gitu saya masuk dulu"pamit Kiara.
"Iya Ki,belajar yg bener ya.Inget kamu jangan sampai kecapekan"Ujar Dewa sambil menepuk kepala Kiara.
Setelah itu Kiara pun berjalan masuk menuju kelasnya.Sampai didepan kelas Kiara kemudian mengetuk pintu.Tak lama pintu kelas terbuka.
Melihat kedatangan Kiara,teman temannya heboh.Apa lagi ke3 sahabatnya.Mereka senang akhirnya setelah sekian lama Kiara masuk Sekolah lagi.
"Maaf bu, saya terlambat.Soalnya tadi harus ke Rumah sakit dulu". Jelas Kiara.
"Iya Ki,ya sudah kamu duduk sana"ujar Bu Monic.
"Makasih Bu"ucap Kiara menuju tempat duduk nya.
setelah berpelukan singkat dengan ke3 sahabatnya Kiara mulai mengikuti pelajaran.
-----------------------------
Jan 13.30 jam pelajaran akhirnya selesai, Kiara dan ke3 sahabatnya pun berjalan keluar kelas.Mereka berjalan beriringan sambil sesekali bercanda gurau.
"Ki abis ini kamu mau kemana,biar aku anterin kamu?"Tanya Luna.
"Rencananya aku mau ke Kafe"Ujar Kiara.
"Gue juga ikut"Kata Ajeng dan Tari barengan.
"Ya udah kita anterin aja ya".kata Luna yg dibalas anggukan oleh Kiara.
Mereka pun berjalan menuju ke parkiran.Dan tak lama mobil merah itu pun meninggalkan Sekolahan.
Tak lama mereka pun sampai didepan Kafe tempat kerja Kiara.
setelah memarkir mobil nya,mereka pun berjalan masuk kedalam Kafe.
"Hay Mbak Dian"Sapa Kiara,saat melihat Dian.
"Hay Ki...apa kabar?Gimana kamu sudah sehat?"Tanya Dian.
"Alhamdulillah udah Mbak...pak bos ada Mbak?"
"Ada Ki,masuk aja"
Kiara pun berjalan menuju kantor tempat bosnya berada.
tok ..tok...tok ..
Kiara mengetuk pintu dengan hati hati.
"Masuk!". Ujar orang yg ada didalam.
"Permisi Pak"Kata Kiara sambil memasuki ruangan.
"kamu Ki,sini masuk"Kata Pak Bos ramah.
"gimana Ki,udah sehat?Maaf kemarin saya belum sempet jenguk kamu,soalnya karna kamu gak masuk,disini jadi repot."Lanjut Bosnya.
"Iya pak gak pa pa, seharusnya saya yg minta maaf karna saya sudah lama gak masuk kerja, jadi ngerepotin semuanya."
"Gak pa pa kok Ki,yg penting sekarang kamu sudah sehat.Jadi gimana sudah siap untuk kerja lagi?"Tanya Pak bos .
"Sekali lagi saya minta maaf Pak, sebenernya tujuan saya kesini untuk memberi ini"Kata Kiara sambil menyerahkan surat pengunduran dirinya.Pak Bos pun menerima dan membaca surat yg Kiara kasih.
"Jadi kamu mau mengundurkan diri Ki?"
"Iya pak,sekali lagi saya minta maaf"Kata Kiara karna tak enak hati.
"Ya udah,gak pa pa Ki. Sebenarnya saya sangat kecewa atas keputusan kamu ini.Tapi apa boleh buat,apa pun alasan kamu saya bisa terima.Kalo suatu saat kamu butuh kerjaan kamu bisa langsung datang kesini,pintu kafe ini selalu terbuka buat kamu". Kata Pak Bos.
"Terimakasih pak, terimakasih atas semua kebaikan Bapak.Terimakasih karna sudah mau menerima saya sebagai karyawan disini"Ucap Kiara.
Setelah ngobrol dengan Bos nya, Kiara pun berpamitan kepada Bosnya dan lalu meninggalkan ruangan.
Kiara melihat ke3 sahabatnya sedang menunggu Kiara.Kiara pun menghampiri mereka.
"Udah Ki?"Tanya Luna.Kiara hanya mengangguk.
"Ki kamu beneran mau resign?"Tanya Dian yg tiba tiba duduk disamping Kiara dengan sedih.
memang saat itu Kafe lagi tak banyak pengunjung,jadi sedikit bisa santai.
"Iya Mbak,maaf ya kalo selama ini aku punya salah"Kata Kiara sambil memeluk Dian
"Iya Ki,aku juga minta maaf kalo aku juga punya salah ya". Kata Dian dengan air mata yg sudah deras mengalir.
"Sssssttt...Udah jangan nangis Mbak...aku gak kemana-mana kok,aku masih disini.Jadi kita bisa sering ketemu,aku juga bakalan sering sering main kesini"Kata Kiara sambil menghapus air mata Dian.
"Janji ya sering main kesini?". Kata Dian.
"Iya Mbak aku janji". Ujar Kiara.
"Aku jadi kehilangan temen curhat donk,gimana kalo aku ada masalah sama bebeb ku?"Kata Dian.
"Yaelah Mbak,kan bisa telpon aku".
Mereka pun hanyut dengan obrolan mereka.Sampai tak terasa waktu terus berlalu.Jam menunjukan pukul 15.00.Akhirnya kiara dan ke3 sahabatnya pamit kepada Dian.
"Ayo Ki aku anterin pulang"Ajak Luna.
"Gak usah Lun,aku mau mampir ke suatu tempat dulu.Kalian duluan aja.Aku tau kok kalian harus ketempat les kan".
"Lo mau kemana sih?"Tanya Ajeng.
"Aku mau ke Restoran,"Ujar Kiara.
"Ya udah yok sekalian aja kita anterin"Kata Tari.
-------------------------------------
Mobil merah itu pun berhenti di persimpangan jalan.Dan kiara pun segera keluar dari mobil.Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih Kiara pun pergi menuju Restoran,tempat ia kerja dulu.
Kiara pun masuk kedalam Restoran lewat pintu belakang.Saat melihat kedatangan kiara,banyak rekan kerjanya menyapa Kiara.
"Wah...si bunga desa tumben siang siang ada disini"Ucap salah satu Chef.
"Heehehehe ..apaan sih Pak, Pak Herman ada Pak?". Tanya Kiara.
"Ohhh... Pak Herman lagi disinggah sana nya".
"Oke makasih Pak"Ujar Kiara . Kiara pun langsung berjalan menghampiri Pak Herman yg sedang istirahat.
"Selamat sore Pak"Sapa Kiara.
"Lho Ki,kemana aja kamu,udah lama gak kesini?"Kata Pak Herman yg kaget melihat Kiara.
"Maaaf Pak,selama ini gak ada kabar. Sebenarnya kemarin saya sempat sakit,jadi gak bisa kesini"Ujar Kiara.
"Oh...tapi sekarang kamu sudah sembuh Ki?"
"Iya Pak Alhamdulillah saya sudah sembuh,"
"Ya syukur kalo gitu Ki"
"Sebenarnya saya mau pamit Pak, Maaf saya tidak bisa bekerja lagi disini". Ujar Kiara dengan hati hati,karna melihat reaksi Pak Herman yg hanya diam.
"Sekali lagi saya minta maaf Pak,".
"Gak pa pa kok Ki,terus sekarang kamu kerja dimana Ki?"Tanya Pak Herman.
"Saya sekarang ikut orang pak,saya jadi asisten"Jelas Kiara.
"Ya udah Ki, saya malah seneng kamu udah dapet kerjaan yg lebih baik dari sini.Seenggaknya kamu gak harus pulang larut malam lagi Ki"Ucap Pak Herman.
"Sebenarnya selama ini bapak kasihan ngelihat kamu harus kerja sampai malem kaya gini,diusia kamu ini seharusnya kamu punya waktu buat main,istirahat yang cukup,gak cuma kerja dan sekolah aja"Lanjut Pak Herman terlihat kesedihan Dimata nya.
"Tapi Bapak saat ini seneng denger kamu udah dapet kerjaan lain. Pesen Bapak,kamu selalu jaga kesehatan ya,sesekali main kesini.Kita yg ada disini pasti sangat kehilangan Bunga desa kita ini".
"ih... Bapak,aku bukan bunga desa Pak"kata Kiara yg tersipu malu.
"Buat kita yg ada disini kamu Bunga desa kita"Ujar Pak Herman sambil mengelus kepala Kiara.kiara merasa kehangatan seorang Ayah.
Tak lama kiara pun berpamitan kepada rekan kerjanya.Setelah itu Kiara meninggalkan Restoran dengan membawa bungkusan makanan pemberian Pak Herman tadi.
.
..
...
....
.....
....
.
.
..
.
bersambung.
Berikanlah mrk kebahagiaan thor
Lanjut thor