Putri yang bahagia dan ceria kini hilang di wajahnya karena usaha ayahnya yang bangkrut Adel bersedia menikah dengan pria yang baru di kenal demi kembalinya usaha ayahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kienli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16...
Meski Jeni anak sambung Ramon tapi sayang Ramon seperti putri kandungnya... Semua keluarga sudah berada di sebuah hotel bintang 5 dimana acara akan di selenggarakan Jesi yang di rias oleh MUA terkenal dapat mengubah Jesi menjadi terlihat lebih cantik...
"Kak, semoga kakak bahagia." ucap Delia.
"Del... Kakak akan sering main jenguk kamu dan kamu juga ya sering main... Jangan malu kalau minta bantuan sama kakak ya." ucap Jesi...
"Iya kak..." ucap Delia.
Delia melihat semua para tamu yang datang memberikan salam pada Jesi dan Ramon... Jeni lagi bersama Raina dan nyonya Sinta... Ibu nya menghampiri Delia meski bagaimana ibu nya Jesi tetap peduli sama Delia.
"Del..." ucap ibu Heni.
"Ibu..." ucap Delia.
"Kamu jangan merasa kamu sendiri kamu Masi ada kami." ucap ibu Heni.
"Terimakasih Bu... Delia beruntung masih di kelilingi orang yang baik dan sayang sama Delia." ucap Delia lalu memeluk ibu Heni.
Nyonya Ema dan suami serta Daniel cucu mereka juga hadir kak Devina dan suami juga hadir ternyata... Lalu sahabat Ramon ternyata Devan juga ikut hadir meski hati nya hancur Devan datang karena Ramon adalah sahabat serta sepupu nya saat lagi asik berbincang Devan melihat Elisa dan kekasihnya yang juga hadir karena di undang.
"Van..." ucap Jimmy.
"Kalian nikmati saja aku pergi dulu." ucap Vano dia pergi kesebuah bar di hotel tersebut...
"Aku temani." ucap Bayu.
"Tidak usah kamu disini saja." ucap Vano...
Dari Bar Vano pindah ke kamar hotel dia membeli beberapa alkohol untuk dia berpesta sendiri di kamarnya, hati nya hancur sungguh tidak percaya Elisa wanita yang di cintainya malah mencintai orang lain...
"Kamu jahat..." ucap Vano.
"Apa kurangnya aku dengan pria itu.?" ucap Vano meracau sendiri.
Sementara bunda Ema yang sadar putra ya tidak ada bertanya pada Bayu dan Jimmy... Mereka menjawab dan akhirnya Bunda Ema pamit pulang pada pengantin dan kedua sahabat nya.
"Ayah, tadi apa ayah liat bukannya Elisa wa Ita yang di cintai Vano." ucap bunda Ema.
"Iya... Tapi pria itu siapa ya Bun.?" ucap Ayah Beni.
Di dalam kamar hotel Vano sudah meminum beberapa botol sampai satu gelas Vano pecahin ke ding ding... Bayangan Elisa selalu menghantuinya Vano sangat marah sekali hatinya hancur sehancur hancurnya.
"Kak, aku ke kamar dulu..." ucap Delia.
"Del..." ucap Bu Heni.
"Iya Bu." ucap Delia.
"Biar Jeni tidur sama kami saja malam ini bolehkan.?" ucap Bu Heni.
Delia menatap Jeni... Dan Jeni menganggukkan kepalanya dia mau di ajak tidur dengan nenek nya dan kakeknya. Akhirnya Jeni tidak jadi ikut Delia dan Delia pergi sendiri ke kamarnya sebenarnya...
"Nur, apa kamu mau tidur.?" ucap Delia mengajak Nuri.
"Aku nyusul ya..." ucap Nuri.
"Baiklah aku duluan ya." ucap Delia...
Dan Delia mencari cari nomor kamarnya tapi saat Delia lewat di sebuah kamar Delia berpapasan dengan Vano yang buka pintu kamarnya Vano menatap Delia dan menarik Delia masuk ke kamarnya.
"Akhirnya kamu datang menemui ku." ucap Vano.
"Tuan lepaskan saya...." ucap Delia.
"Tidak akan saya tidak akan melepaskan kamu." ucap Vano.
Delia di banting di atas ranjang dan Vano menindikan Delia di atas tubuhnya... Delia berusaha kabur tapi tidak bisa meski Vano mabuk tenaganya sangat kuat sekali, baju Delia terbuka semua dress yang cantik itu terlepas melihatkan tubuh Delia polos.
"Tuan aku bukan Elisa, lepaskan aku mohon." ucap Delia.
Vano tidak peduli menciumin Delia sangat rakus sampai akhirnya juniornya masuk ke dalam lobang yang sempit dan terasa cairan mengalir tapi Vano tetap melakukan nya sampai menuju ke puncaknya dan melepaskan kecebongnya di dalam... Delia menangis lalu Vano tertidur.