Ardinata Abraham as Shiddiq...
CEO yg tampan dan arogan yg belum mau menikah meski usia sudah matang... karena dia mencintai gadis yang dia tolong saat terluka dan terusir...
Kirana Margaretha Abraham...
Gadis yg berhasil membuat hati Ardinata terpaut dengan kepolosan dan keceriaan nya.. bahkan dia juga adalah gadis yang bisa merubah CEO arogan itu..
Bagi mereka cinta tak mengenal perbedaan status atau umur.. meski berbagai penderitaan menghadang cinta mereka...
Bisakah mereka bersatu..?!
Bisakah cinta mereka bertahan?!
Atau mereka akan menjadi ayah dan anak angkat selamanya..?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
datang..
" kamu sama kak Alex aja, gimana mau kan?" kata Kirana.
" huh.. dia kan playboy," kata Ema cemberut.
tak lama bel berbunyi pertanda pelajaran akan segera di mulai, Ardi sedang berada di kantor saat ini karena ada rapat yang begitu penting.
Ardi merasa bersalah karena tadi pagi dia tak bisa sarapan bersama Kirana, Ardi mencari cara agar bisa makan bersama Kirana nanti.
Ardi mengirim pesan pada Kirana.
' princess nanti kalau jam 5 sore ke kantor ya, karena Daddy mau makan malam bersama mu, dan nanti biar Hiro yg menjemputmu,' isi pesan dari Ardi.
jam istirahat Kirana melihat ponselnya ada pesan Ardi, Kirana tersenyum dan membalasnya.
' oke Daddy tersayang,😘😘😘' jawab Kirana.
Ardi tersenyum mendapat balasan seperti itu dari Kirana, Ardi merasa pekerjaannya tak ada habisnya.
tak sengaja Ardi menutup mata, Ardi ingin mencoba cara yang di katakan oleh Rissa.
saat menutup mata Ardi melihat Kirana yang sedang tertawa, gadis cantik itu seakan mengajaknya berlari di sebuah taman, tanpa sadar Ardi tersenyum sendiri.
tak di duga wanita yang tak tau malu itu datang, dan menerobos masuk ke ruangan Ardi, bahkan dia tak takut dengan Kevin yang sudah mengusirnya dengan kasar.
" lepaskan tangan kotorku itu, aku ingin bertemu kak Ardi," kata Dhea.
" anda keluar, karena tuan tak ingin berurusan dengan anda lagi," kata Kevin datar.
Ardi tak sengaja mendengar suara ribut ribut dari luar, Ardi keluar dari ruangan miliknya, dia tak menunjukkan ekspresi apapun melihat kedatangan Dhea.
Kevin sudah menyeret lengan Dhea dan mencoba membawanya keluar, tapi gadis itu menginjak kaki Kevin dan berontak dan langsung memeluk Ardi.
Ardi tak bergeming sedikit pun, kemudian dengan sekali sentak Dhea tersungkur, Ardi langsung melepas jas dan dasinya dan melemparkannya pada Hiro.
" bakar," kata Ardi datar.
" Kevin cepat usir wanita ini keluar dari sini," perintah Ardi.
" kak.. aku mau minta maaf, aku dulu bodoh bisa melakukan kesalahan, tapi sekarang aku ingin bisa bersamamu," kata Dhea.
" cih.. aku tak suka barang bekas dan obralan," kata Ardi meninggalkan Dhea dengan membanting pintu.
mood Ardi hancur, Kevin sudah mengusir Dhea dengan kasar, bahkan semua sekuriti mendapat kan amarah Kevin karena membiarkan Dhea masuk.
" ingat kalian semua, jangan biarkan wanita ini masuk ke gedung ini atau kalian akan tau akibatnya," kata Kevin datar.
kini Kevin kembali ke ruangannya, Dhea sebenarnya datang karena perintah seseorang.
Ardi kini sedang memimpin rapat dan semua orang sudah dapat amukan dari Ardi, meski mereka melakukan kesalahan yang begitu kecil sekalipun.
Hiro mengirim pesan pada Kirana agar datang ke perusahaan sekarang, karena hanya Kirana yang bisa meredam raja setan yang sedang mengamuk ini.
Kirana yang baru pulang sekolah pun menuju ke perusahaan sesuai permintaan Hiro, Kirana berhenti ke sebuah toko kue untuk membelikan kue gulung kesukaan Ardi.
sesudah itu, Kirana menuju perusahaan dan para satpam kaget melihat seorang pelajar SMA yang datang dengan mobil mewah.
Kirana menyerahkan kunci mobilnya pada pak imam yang menunggunya, dan kemudian menemui resepsionis, para resepsionis itu pun memandang Kirana sinis.
" mau cari siapa disini? disini bukan tempat main anak SMA," kata salah satu resepsionis tak suka.
" saya mau bertemu sama tuan Ardinata Abraham as Shiddiq," kata Kirana sopan.
" cih.. ternyata gadis yang mau menggoda CEO kita, sana deh pergi kamu belajar aja yang bener dulu, dasar ja**Ng," usir pra resepsionis.
" memang tidak boleh ya, padahal kami sering loh menghabiskan waktu berdua, bahkan aku sering di gendongnya," kata Kirana.
" cih gadis murahan ternyata," kata satu resepsionis yangg menarik tangan Kirana.
" lepas gak, kalian mau di pecat ya!" kata Kiran menarik tangan nya hingga resepsionis itu terjatuh.
Kirana mengambil ponselnya dan menelpon Hiro, suara Kirana berteriak begitu keras.
" om Hiro, om gila ya, kenapa belum jemput Kirana, ini Kirana sudah di usir oleh resepsionis di sini!" teriak Kirana.
Hiro yang mendengar teriakan Kirana langsung menjauhkan ponselnya, dan Hiro langsung turun ke bawah.
Hiro melihat Kirana yangg sudah di Jambak oleh salah satu resepsionis, bahkan sekuriti mencoba mengusir Kirana.
" lepaskan, kalian semua cari mati ya!" teriak Hiro.
semua orang kaget melihat Hiro yang datang, mereka tak menyangka jika Kirana tadi benar benar menelpon Hiro.
Kirana sudah acak-acakan, Hiro sudang merinding karena tatapan Kirana, Hiro menghampiri Kirana.
" kalian ini karyawan bukan preman, kenapa bersikap kasar, bahkan dengan gadis ini," bentak Hiro.
" gadis ini menerobos masuk, dan sepertinya dia gadis murahan," jawab resepsionis yang tadi menjambak rambut Kirana.
" kalian tau siapa ga-" kata Hiro terpotong.
" Hua... hiks.. hiks... Daddy!" Kirana sudah menangis begitu keras.
" aduh... princess jangan nangis dong, om Hiro bisa kena amuk raja setan nanti," kata Hiro menenangkan Kirana.
bukan berhenti tangisan Kirana makin keras, Hiro makin panik melihatnya, sedang para resepsionis itu mencibir Kirana.
pak imam menelpon Ardi yang tengah di ruang rapat yang begitu mencekam dan menakutkan.
" hallo pak imam, APA!" teriak Ardi yang membuat semua orang ketakutan.
Ardi berlari meninggalkan ruang rapat, Ardi berlari masuk lift dan turun ke lobi, tak lama Ardi keluar dari lift.
Ardi kaget melihat Kirana yang sudah menangis dan berpenampilan acak acakan, bahkan Hiro tak bisa membuat Kirana diam.
Ardi berjalan menghampiri Kirana yang masih menangis, Ardi langsung memeluk Kirana di depan semua karyawan nya.
" ssttt... gadis cantik Daddy, gak boleh sedih," kata Ardi.
Kirana mulai tenang, tatapan Ardi menuju ke pada semua orang yang berada di lobi perusahaan.
" Hiro apa yang terjadi?" tanya Ardi.
" maaf bos, tadi nona tidak di perbolehkan naik oleh para resepsionis, dan bahkan nona kecil akan di usir oleh satpam," kata Hiro.
" Karena gadis ini tak ada janji dan tak sopan, maka dari itu kami meminta satpam untuk mengusirnya," jawab resepsionis.
pandangan Ardi mengarah pada resepsionis dan satpam, Ardi masih memeluk Kirana agar tenang.
" kalian membuat kesalahan besar dengan melarang gadis ini kalian semua di PECAT!"kata Ardi.
" Hiro pastikan mereka mendapat ganjaran karena berani menghalangi gadis kecilku," kata Ardi.
kini mereka semua ketakutan saat mendengar perkataan dari Ardi, mereka tak menyangka gadis SMA itu begitu berharga bagi Ardi.
" baik bos," jawab Hiro.
" bos.. maafkan kami, kami tak tau jika dia orang tersayang Anda, karena dia yang ingin menemui anda tanpa janji, makanya kami mengusirnya," mohon salah satu resepsionis.
" kalian pikir aku bodoh, kalian tidak hanya ingin mengusirnya, bahkan kalian menyakitinya, atau kalian ingin kehilangan tangan kalian HAH," kata Ardi.
" Daddy," kata Kirana lemah.
" apa Hem.. kamu lelah?" kata Ardi lembut.
" maafkan mereka, tadi Kirana yang tak menelpon om Hiro saat datang, jadi mereka mengira jika Kirana berbohong, saat bilang ingin bertemu dengan mu," kata Kirana.
" baiklah princess, apapun untuk mu Princess Daddy," kata Ardi.
" baiklah.. karena permintaan nya kalian masih ku izinkan bekerja di sini, tapi jika kalian membuat kesalahan lagi, ku pastikan aku tak kan membiarkan Kalian lepas," kata Ardi dingin.
" baik bos," jawab mereka semua.
Ardi mengajak Kirana naik lift, sedang Hiro menghadapi kedua resepsionis dan juga satpam itu untik menyelesaikan masalah.
" jangan ada gosip jika kalian masih ingin bekerja di sini, jangan buka mulut Jika kalian tak ingin menyesal, ingat itu," kata Hiro.
" baik sekertaris Hiro," jawab mereka semua.
Hiro naik lift karyawan, sesampainya di lantai tempat rapat, Hiro mengajak Kirana ke ruang Ardi sedang Ardi melanjutkan rapat yang ia tinggalkan tadi.
rapat lanjut dengan suasana sedikit lebih tenang meski Ardi tak mentolerir kesalahan, setidaknya Ardi tidak marah marah saat melanjutkan rapat.
sedang Hiro membantu Kirana mengoleskan salep agar lukanya cepat sembuh, bahkan Hiro mengunakan cotton bud agar tak menyentuh Kirana.
atau nyawanya bisa terancam juga.
.
.
.
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
thor bisakah di ceritakan ada suami yg tidak melempem di depan istri barunya tp konflik tetep ada
good job thor 👍
biarkn si Waleed sendri
kmu msih mudah
jglh jngn mau di manfaatin
e tpi syngnya penjhat di lpas
mlhan tmbah msalah
Kirana gak tau brdiri dah di tlong mlhan buat ulah
Kevin kmu yg jauhkn Ardi dng Kirana