Cinta masa kecil antara Dira dan Kevin, yang dirasakan hingga mereka sama-sama tumbuh dewasa...
Berpisah jarak yang cukup jauh, namun tetap kembali dan berlabuh pada cinta masa kecil mereka...
Semua berjalan dengan baik hingga seseorang dari masa lalu Kevin hadir dan mengacaukan kehidupan yang baru saja dimulainya bersama Dira...
Akankah Dira sanggup bertahan dan memberikan Kevin kesempatan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fielsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 16
Di Restaurant.....
"Reservasi atas Bayu Wiratama ya, mbak." Ucap papa Rey pada karyawan restaurant tersebut.
"Oh, mari bapak, ibu ikut saya." Balas karyawan tersebut dengan ramah dan senyum yang tersungging di bibir karyawan tersebut.
"Ini bapak tempatnya silahkan. Dan mau pesan apa?" Lanjut karyawan tersebut dan menanyakan pesanan mereka.
"Oh, tunggu dulu ya mbak, kami menunggu teman kami dulu. Nanti kalau sudah datang biar kami pesang sama-sama." Balas Naira dan diangguki oleh karyawan tersebut seraya beranjak pergi meninggalkan keluarga Wijaya.
"Mereka masih lama gak, pa?" Tanya Dira.
"Gak sayang, tadi mereka bilang sudah dekat kok. Kenapa?" Jawab papa Dira sambil tersenyum dan balik bertanya pada Dira.
Tentu saja Rey tersenyum mendengar pertanyaan putrinya itu. Pasalnya jika saja Dira tau bahwa yang akan mereka temui nanti adalah keluarga Kevin, papanya pasti akan meledek Dira karena tidak sabaran menunggu kedatangan Kevin.
"Dira mau ke toilet, pa bentar." Jawab Dira dengan wajah yang masih murung.
"Beneran ke toilet kan, Dir? Jangan coba-coba kabur!" Ancam mama Naira yang membuat Dira bergidik ngeri mendengarnya.
"Ma, Dira itu kebelet pipis. Nih, pegangin tas dan handphone Dira kalau mama takut Dira kabur." Balas Dira dan langsung menyerahkan tas serta handphonenya pada sang mama.
"Ya udah, jangan lama-lama." Ucap mama Dira dan diangguki oleh Dira.
Setelah Dira beranjak dari tempatnya dan menuju toilet, keluarga Bayu pun akhirnya datang dan langsung menyapa Naira dan Rey tak lupa juga dengan menjabat tangan calon besannya itu. Namun ketidak ikut sertaan Kevin membuat Naira dan Rey saling tatap. Dan Vera serta Bayu yang melihatnya seolah mengerti dan mencoba menjelaskan kenapa Kevin tidak bersama dengan mereka.
"Oh begitu. baiklah kita tunggu Kevin saja baru pesan makanannya. Kebetulan Eka juga masih di jalan karena tadi katanya masih ada urusan." Ucap papa Dira yang diangguki oleh Vera dan juga Bayu.
"Oh ya, Dira mana, Nai? Dira ikut kan?" Tanya Vera yang khawatir karena tak melihat Dira.
"Iya, dia masih ke toilet. Bentar lagi juga balik kok." Jawab Naira membuat hati Vera terasa tenang.
"Maaf barusan antri di toi.... Bunda, ayah?" Ucap Dira dan terkejut melihat orang tua Kevin ada di sana.
"Eh ini Dira, ya?" Tanya mama Kevin setelah mendengar suara seorang gadis yang memanggilnya Bunda dan langsung menoleh pada asal suara tersebut.
"I-iya bunda. Ini Dira." Jawab Dira terbata-bata yang shock mengetahui orang tua Kevin ada di restaurant yang sama.
"Kalau ayah dan bunda ada di sini, itu artinya Kevin juga sudah kembali. Tapi kenapa dia tidak menemuiku? Kenapa Dia tidak menepati janjinya? Apa dia sudah memiliki wanita lain? Apa dia sudah menikah dan memiliki anak? Apa dia tidak memgingatku?" Begitu banyak pertanyaan dalam benak Dira tentang Kevin setelah melihat orang tua Kevin.
Dira tak ada sedikitpun kecurigaan bahwa yang akan menjadi calon suaminya adalah Kevin. Pasalnya memang dia tau bahwa perusahaan papanya dan keluarga Kevin tidak menjalin kerja sama. Mereka hanya bersahabat sejak Dira masih kecil atau bahkan sejak Dira belum lahir.
Melihat Dira yang menengok kesana kemari seolah mencari seseorang, membuat Vera sadar bahwa mungkin Dira sedang mencari Kevin.
"Kevin bentar lagi juga mau kesini kok, Dir. Katanya sudah di parkiran tapi gak tau tuh kok lama." Ucap mama Kevin memberi kode pada Dira agar bersikap tenang dan santai.
"Eka juga sudah di luar kok ini barusan dia ngabarin aku." Sambung mama Dira.
Mendengar kakaknya ada di luar, Dira berpikir mungkin ini waktu yang tepat untuk mencari Kevin dan menjawab semua pertanyaan yang ada di kepalanya sedari tadi.
"Ma, Dira ke kak Eka, ya bentar." Izin Dira dan diangguki oleh mamanya yang mengerti bahwa tujuan Dira keluar bukanlah Eka, melainkan Kevin.
Setelah sampai di parkiran, Dira shock melihat sosok yang selama ini ia kenal, yang setiap hari selalu bertemu dengannya, dan mendengar ucapan orang tersebut pada kakaknya membuat Dira semakin shock dan gemetar hingga tak terasa buliran bening itu kembali menetes dari sudut matanya.
Ada kemarahan, kekecewaan, senang, bahagia, dan sedih bercampur aduk dalam hati Dira saat ini dan membuatnya berbalik badan untuk kembali ke meja orang tuanya dan berniat pergi dari restaurant itu sesegera mungkin.
Pyaarrr...
Tanpa sengaja Dira menabrak salah satu pelayan yang sedang membawa nampan berisi minuman untuk pelanggan lain hingga membuat semua orang melihatnya.
Eka dan Kevin yang mulai masuk ke dalam restaurant itu pun melihat kejadian itu dan melihat kearah Dira. Mata Kevin tertuju pada mata sembab milik Dira yang ia yakini bahwa gadis itu tengah menangis. Menyadari itu, membuat Kevin bergegas menghampiri Dira.
"Hey, kamu gapapa kan?" Tanya Kevin yang khawatir pada Dira sambil meniliti tiap inci tubuh Dira takut gadisnya itu terluka karena serpihan kaca.
"Maaf tuan, saya yang salah." Ucap pelayan itu pada Kevin.
"Sudah tak apa, sebaiknya segera kamu bereskan ini. Ayo aku antar kamu ke ayah dan bunda." Suruh Kevin pada pelayan tersebut dan mengajak Dira untuk kembali ke mejanya. Namun hanya tatapan tajam yang dapatkan dari gadisnya itu. Tatapan itu tak dapat Kevin artikan. Dan sekali lagi, Kevin mengajak Dira, namun tangannya langsung di tepis oleh gadis itu.
"Jangan sentuh aku!" Ucap Dira dingin dengan masih berurai air mata.
"Hey, aku Kevin. Kevin Aryatama, kamu ingat aku kan? Maaf sela....." Ucap Kevin lembut dan berusaha menjelaskan pada Dira tapi Dira memotong ucapan Kevin.
"Aku bilang jangan sentuh aku. Kamu Kevin? hah, sayangnya sekarang aku gak peduli sama kamu. Aku benci sama kamu!" Ucap Dira dengan penuh penekanan dengan uraian air mata yang membuat Kevin pilu sekaligus sedih dan shock mendengar ucapan Dira.
Dan setelah mengucapkan itu pada Kevin, Dira langsung berlari ke meja orang tuanya dan mengambil tas dan handphonenya seraya pergi dari restaurant itu tanpa pamit pada orang tuanya dan orang tua Kevin.
Naira dan Vera yang kaget dengan tingkah Dira mencoba bertanya pada Dira namun belum sempat mereka lakukan Dira sudah berlari keluar restaurant.
"Kevin, ada apa?" Tanya Vera yang tak mengerti apa yang sedang terjadi karena sebelum Dira pamit keluar, Dira masih baik-baik saja.
"Eka, susul adik kamu!" Perintah Naira pada putra sulungnya itu. Dan Eka tanpa pikir panjang langsung berlari menyusul Dira.
"Nanti Kevin jelasin, ma. Tapi sekarang Kevin pamit dulu mau ngejar Dira juga." Ucap Kevin yang langsung pergi begitu saja sebelum diiyakan oleh mama dan papanya.
#####
salam dari CINTA KU dan 15 MENIT YANG LALU
yuk saling mendukung. .
Ngaku nya sangat mencintai dira
Tapi pacaran nya sama org lain
Apa Dira minta kevin nikahin mereka semua..