NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:238.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Dalam istilah kata orang yang makan nangkanya kita yang kenak getahnya.

Apa jadinya jika kita sebagai pria yang harus menikahi wanita yang sudah hamil dan anak yang di kandung wanita itu bukan darah daging kita. Pengabdian seorang pria yang berusia 24 tahun harus menikah dengan gadis 17 tahun yang masih seorang pelajar.

Arhan dan Adara yang terlibat pernikahan dalam perjodohan dan bisa di katakan paksaan dari orang tua Azizie Kalea Adara. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu hamil di luar Nikah.

Arhan harus menikahinya karena perintah dari orang yang paling di hormatinya dan sangat di segani nya.

Mari kita baca bagaimana rumah tangga dari pasangan yang pasti terpaut usia cukup jauh itu dan belum lagi dengan konflik yang akan mereka hadapi.

Jangan lupa koment, Vote dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 Harus ribut dulu.

Adara memasuki kamar yang ingin istirahat. Karena sudah malam juga. Saat memasuki kamar Adara melihat Arhan yang sedang menunaikan ibadah sholat. Apa yang di lihat Adara membuat Adara mematung di depan pintu.

Ini pertama kali bagi Adara melihat Arhan yang menunaikan ibadah sholat. Arhan memang laki-laki yang sangat rajin ibadah. Anaknya yang tidak neko-neko dan memang sangat baik. Adara seharusnya menyadari hal itu. Karena selama ini Arhan selalu bersikap baik kepadanya.

Adara masih saja tetap melihat Arhan dengan tatapan yang hangat. Sampai Adara tidak menyadari jika Arhan sudah selesai sholat dan melihat ke arah Adara.

"kenapa berdiri di sana?" tanya Arhan sembari berdiri. Membuat Adara kaget dan akhirnya salah tingkah.

Adara tidak menjawab apa-apa dan langsung menutup pintu kamar. Arhan hanya heran melihat Adara. Namun Arhan tidak peduli dan menyimpan sajadahnya pada tempatnya. Sementara Adara langsung menaiki tempat tidur yang bersiap-siap untuk tidur.

Tidak lama Arhan juga menaiki ranjang yang ingin berbaring.

"Apa yang kau lakukan? Untuk apa kau di sini?" tanya Adara kaget melihat Arhan menaiki tempat tidur.

"Ya mau tidur lah. Mau ngapain lagi," jawab Arhan Santai.

"Ya kenapa di tempat tidurku. Kau bisa tidur di mana yang kau mau. Jangan di sini!" usir Adara.

"Punggung ku sakit dan aku tidak mungkin tidur di sofa. Jadi malam ini aku tidur di sini," jawab Arhan.

"Tapi aku tidak mau!" protes Adara.

"Terserah yang penting aku tidur di sini!" tegas Arhan.

"Aku tidak setuju!" bantah Adara lagi.

"Aku tidak meminta persetujuan mu," sahut Arhan dengan santai dan langsung rebahan yang tidak peduli dengan Adara. Karena yang di pedulikannya hanya tidurnya.

"Kau!" geram Adara yang kesal. Namun Arhan sudah memejamkan matanya. Adara pun mengambil guling dan langsung membuat batas dengan Arhan yang padahal Arhan juga tidak peduli.

"Awas saja jika kau berani macam-macam," umpat Adara dengan penuh kemarahan yang emosinya menggebu-gebu. Namun Adara tidak bisa melakukan apa-apa dan mau tidak mau dia harus tidur di samping Arhan.

Arhan menyadari hal itu dan hanya menyunggingkan senyumnya. Arhan tau Adara mana mungkin tidur di sofa dan makanya Adara tidak punya pilihan lain selain tidur di samping Arhan. Ya Adara harus mulai menerima kehadiran Arhan.

*********

Mentari pagi kembali tiba. Pagi di hari libur yang sangat indah. Adara keluar dari kamar mandi yang baru selesai mandi.

Di Minggu pagi ini aktivitasnya banyak. Jika biasanya Adara akan keluar untuk bersantai-santai. Maka kali ini Adara hanya ingin rebahan. Karena mau keluar atau main di luar bersama sahabatnya pun tidak memungkinkan bagi Adara.

Ada yang menyisir rambutnya sembari membuka jendela kamarnya. Adara melihat ke arah bawah ketika mendengar suara sedikit ribut. Ternya ada Arhan yang memeluk seorang wanita paruh baya dan juga ada pria paru baya yang di peluk Arhan begitu hangat membuat Adara heran.

"Siapa mereka kenapa dia memeluknya seperti itu?" tanya Adara heran dengan siapa yang di peluk Arhan.

Adara terus memperhatikan sampai akhirnya Arhan yang di bawah sana tiba-tiba melihat ke arah atas dan membuat Adara dengan cepat menutup kembali tirai jendelanya.

"Kenapa juga aku harus ingin tau masa bodo," gumam Adara kesal dan tidak ingin melihat lagi yang kembali melanjutkan pekerjaannya menyisir rambutnya dan melanjutkan hal lainnya.

*********

Adara keluar dari kamar yang ingin menuju meja makan. Perutnya sangat lapar dan Adara ingin makan. Namun saat Adara menuruni anak tangga. Sepasang orang tua tadi sudah berada di ruang tamu bersama Arga. Adara masih memperhatikan 2 orang tua tersebut yang ternyata orang tua tersebut dan juga Arga melihat ke arah Adara.

Tetap saja Adara yang malas dan tidak ingin kepo langsung melanjutkan langkahnya dan tanpa menyapa atau basa-basi sedikit untuk menyapa tamu tersebut.

Ke-2 orang tersebut hanya tersenyum kepada Arhan. Dan Arhan juga pastinya tersenyum. Sementara Adara langsung kedapur menghampiri bibi.

"Bi Sri!" sapa Adara dengan ceria.

"Nona Adara," sahut Bibi yang sibuk menyiapkan makanan.

"Nona mau makan?" tanya Bibi.

"Iya perut Adara lapar dan mau di isi," jawab Adara.

"Ya sudah Nona Adara duduk biar bibi siapkan makannya," ucap Bibi yang tersenyum kepada Adara.

"Baik Bi" sahut Adara dengan tersenyum yang langsung menarik kursi dan menunggu Bibi menyiapkan makanan untuknya.

"Ini Nona," ucap Bibi yang sudah menyiapkan di dalam piring yang ada nasi dan lauknya.

"Makasih Bi," sahut Adara tersenyum.

Bibi juga tersenyum dan hendak pergi.

"Temani Adara makan!" titah Adara dengan manjanya yang membuat Bibi tidak jadi pergi.

"Tapi Bibi masih ada kerjaan Non," jawab Bibi.

"Banyak asisten lain. Kenapa harus Bibi. Pokoknya Adara hanya mau makan. Kalau Bibi duduk di samping Adara," ucap Adara manja.

"Baik lah Non," sahut Bibi yang mengangguk dan langsung duduk di samping Adara. Dia memang tidak akan bisa menolak keinginan Adara. Adara sudah dari bayi di rawatnya dan Adara juga sudah di anggapnya sebagai putrinya. Karena semenjak ibu Adara meninggal Adara semakin dekat dengan Bi Sri.

"Bibi tidak makan?" tanya Adara.

"Belum lapar. Nona Adara saja yang makan buar cepat besar," jawab Bibi.

"Baiklah," sahut Adara yang mulai makan. Karena memang Adara sangat lapar. Perutnya sejak tadi sudah ingin mengunyah makanan.

"Mau tambah lauk apa Non?" tanya Bibi.

"Nggak usah Bi. Ini aja sudah cukup," jawab Adara.

"Baiklah. Non Adara makan yang banyak ya," ucap Bibi.

"Iya bi," sahut Adara dengan tersenyum dan kembali mengunyah makanannya.

"Oh iya Bi. Siapa yang ada di ruang tamu?" tanya Adara yang akhirnya kepo juga.

"Oh itu ibu Aminah dan bapak Amir," jawab Bibi.

"Siapa mereka?" tanya Adara heran.

"Orang tua kandungnya mas Arhan," jawab Bibi membuat Adara sedikit kaget mendengarnya sampai berhenti makan.

"Orang tua kandungnya masih hidup?" tanya Adara dengan sedikit terkejut.

"Memang orang tua kandung mas Arhan sudah tidak ada?" tanya Bibi.

"Bibi aku serius. Aku mana tau. Makanya tanya Bibi. Malah bibi balik tanya aku," jawab Adara gemes sendiri.

"Iya Nona Adara. Orang tua kandung mas Arhan memang masih hidup dan selama ini tinggal di malang," jawab Bibi.

"Jika orang tuanya masih hidup. Lalu kenapa papa mengangkatnya?" tanya Adara.

"Loh memang tidak boleh. Bukannya sebagian orang-orang yang menjadi anak angkat tuan itu masih punya orang tua ya," sahut Bibi.

"Ya Adara mana tau. Adara pikir papa punya beberapa anak angkat dan mereka semua sudah yatim piatu. Kalau masih punya orang tua ya seharusnya papa tidak perlu mengangkatnya. Hanya menambah beban saja," cerocos Adara heran dengan papanya yang memang punya beberapa anak asuh dan tidak semua di kenal Adara. Bisa di katakan hanya Arhan yang di kenal Adara. karena Arhan berbeda dari yang lainnya dan dekat dengan Herlambang.

Bersambung

1
novi a.r
sela lu suka dg karya othor yg satu ini
Dyah Oktina
ngak sopan sama suami panggil nama doang.. mana lebih tua pula
Dyah Oktina
iya betul...emang kalian tega
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 kasihan kalian... alvian jangan benci mama adara sm papa arhan ya
Dyah Oktina
kok gitu....ayok bergerak papa herlambang sm arhan.. punya uang masa ngak bisa sewa pengacara.. malah terus galau.. tuntut balik..bahwa adara ngak tahu apa2
Dyah Oktina
bagian ini ceritanya sulit aku mengerti...ya skip aja deh... 😁
Dyah Oktina
kla benih kalian benar..tp kla darah daging ya engaklah.. pasti punya adara..krn dia yg mengandung,menyusui & membesarkan.. knapa ngak balik menuntut.. uang banyak pengaruh besar...kurang apa adara bt herlambang
Dyah Oktina
herlambang sm arhan.. kalah taktik dgn anak muda/lucia 🤭
Dyah Oktina
horeeeee thor.. kebanyakan kata itu..jd horden.. 🤭😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
apa iya d kehidupan nyata ada anak sma yg licik bin jahat kayak lucia... ck...ck.. penuh iri & dengki mana pd saudara nya sendiri.. yg mana sdh d tampung d rumahnya pula..
Dyah Oktina
hah.. brian mulu thor..
Dyah Oktina
ya udah...simpen aja rapat2 rahasiamu andara... biar arhan semakin jauh darimu.. menyimpan rahasia besar tetang kehamilanmu ... harusnya jangan takut dengan laki2 pengecut yg ngaku papa kandung alvian.. lapor aja polisi dgn kasus perkosaan
Dyah Oktina
ya udah sih cerita...terus terang sama arhan.. apa kamu mau ..semua d simpan sendiri.. apapun hasilnya belajar ikhlas..pasti adda jalan keluar
Dyah Oktina
kayaknya nih orang ...bapak kandungnya alvian... dulu bekerja sama dgn lucia untuk memperkosa andara yg d buat ngak sadar sampai hamil.. sekarang mau ambil alvian 😔😠😢
Dyah Oktina
nama alvian....salah mulu thor...jd brian...kan yg baca jd bingung... lagi mbahas alvian tiba2 muncul brian... jd ngak nyambung ceritanya... untung sayang
Dyah Oktina
nah lo...bapak kandungnya alvian kah?
Dyah Oktina
lagian kok bisa lulu bebas keluar masuk apartemen arhan.. kapanpun dia mau.. kla hubungannya ngak dekat.. pantas aja andara begitu emosi... sdh memang gadis labih krn usia... juga blm punya pengalaman berhubungan dgn kawan jenis selain teman.. wah pr besar biat arhan sebagai suami
Dyah Oktina
panggil kakak atau mas dong andara... masa arhan doang ngak sopan sama yg lebih tua apa lagi suami
Dyah Oktina
noni thor... bukan lucia
Dyah Oktina
ish jahat banget sih udah d tampung ..ngak tahu diri lucia ini... biar om herlambangmu yg turun tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!