Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12. Melamar
Setelah lama mengobrol dan bercerita tentang bisnis yang dijalankan oleh keluarga Gus Reza, kini saatnya kedua orang tua Gus Reza menyampaikan niatnya datang kerumah Ustadz Amir.
Sebenarnya Reza tidak pantas disebut Gus, karena nama Gus hanya untuk Anak Kiai, tapi Reza meminta semua santri memanggilnya Gus karena dia mengatakan dirinya akan mencari menantu Kiai atau Ustadz Amir.
Jadi semua santri menyebut Reza sebagai Gus Reza, agar tidak dapat hukuman.
Setelah menyampaikan niatnya, kemudian semuanya bertanya pada Arumi.
"Bagaimana Nak Arumi, apakah kamu menerima lamaran Nak Reza?" tanya Mamanya Reza.
Arumi masih diam, dia tidak tau harus menjawab apa, disatu sisi dia tidak menyukai Reza, disisi lain dia tidak berani menolak keinginan kedua orang tuanya.
Terlebih lagi saat ini dia sudah menyukai seorang pemuda yang baru dua kali dia temui.
Semua harap-harap cemas, jantung semua orang disana dibuat degdegan menunggu jawaban dari Arumi.
Disana Reza lah yang paling degdegan, karena dia sangat berharap kalau Arumi menerima lamarannya dan juga dirinya.
"Nak, kenapa tidak menjawab, bagaimana apa jawaban mu?" tanya Uminya Arumi karena melihat keluarga Gus Reza sangat menanti jawaban dari Arumi.
"Maaf, Umi, Abi, Arumi tidak bisa menjawab sekarang, Arumi mohon berikan waktu untuk Arumi berpikir." Jawab Arumi, tidak bisa memberi jawaban sekarang.
Mendengar jawaban Arumi, Ustadz Amir hampir emosi, namun Umi Arumi segera melerai.
"Abi, sabar, Arumi benar, akan lebih baik beri waktu Arumi untuk berpikir, Umi akan membujuknya nanti." Umi Arumi sebenarnya juga keberatan, tapi benar yang dikatakan Arumi, dia butuh waktu untuk memikirkannya.
Akhirnya Ustadz Amir menyetujui seperti yang istrinya katakan.
"Baiklah, Disini selalu orang tua Arumi, kami minta maaf, seperti yang istri saya katakan tadi, kami mohon biarkan Arumi berpikir untuk beberapa waktu." Ujar Ustadz Amir pada kedua orang tua Reza.
Walaupun merasa keberatan, kedua orang tua Reza mau tidak mau harus menerima keputusan Arumi.
"Baiklah, kalau begitu kami izin pamit, kami sangat berharap Nak Arumi menerima lamaran Putra kami, dia mapan, dan pintar, dia sangat pantas untuk menjadi Imam mu." Ujar Mamanya Reza.
Setelah itu kedua orang tua Reza keluar dari rumah Ustadz Amir dengan perasaan yang sedikit kecewa.
"Ma, Pa, aku tidak mau tau, Papa dan Mama, harus bisa membuat Arumi menjadi istriku, bila perlu Papa Paksakan Ustadz Amir agar Arumi mau denganku.
"Kamu tenang saja, Papa sama Mama akan melakukan apapun untuk mu, kamu Putra kami satu-satunya." Jawab Pak Gibran.
Setelah itu kedua orang tua Reza pulang kerumahnya, sedangkan Reza kembali ke pondok santri lelaki.
"Abi tidak tau sebenarnya apa yang ada dipikiran mu, sekarang kamu jujur, kenapa kamu mengulur waktu, apakah ada seseorang yang membuat kamu mengulur waktu menerima lamaran Reza?" tanya Ustadz Amir dengan nafas yang memburu menahan emosi.
Arumi berlutut didepan Abinya, kedua matanya sudah Muali berkaca-kaca.
Uminya segera mengusap-usap kedua bahu Putrinya, walaupun Uminya sangat berharap Reza menjadi suami Arumi, namun dia juga sangat sayang sama Arumi.
Ustadz Amir dan Umi Lia ingin seorang menantu yang bisa menghafal Al-Quran (hafiz), dan Reza bukan hanya hafiz, dia Anak orang kaya, pewaris semua harta Pak Gibran.
Orang tua Gibran bukan hanya memiliki restoran, mereka juga punya banyak kebun, sawah, dan juga toko.
Kedua orang tua Reza yang terkaya di kampungnya, jadi sangat terjamin kalau Arumi hidup bahagia dan tidak akan sengsara.
"Abi maafkan Arumi, Arumi tidak suka sama mas Reza, Arumi sudah punya orang yang Arumi suka." Arumi akhirnya memberitahu Ustadz Amir kalau dia sudah punya orang yang membuat dia jatuh cinta, walaupun aru belum pasti pemuda itu menyukainya.
"Siapa dia, apakah dia seorang hafiz, apa dia orang kaya? Aku tidak akan pernah merestui kalau dia bukan hafiz dan bukan orang kaya." Ustadz Amir sangat murka pada Arumi saat mendengar pengakuan Arumi.
"Abi sabar, biarkan Arumi berpikir dulu, Umi yakin kalau Umi bisa membujuk Arumi menikah dengan Reza." Umi Lia mencoba menenangkan Ustadz Amir dan membawa suaminya itu kekamar untuk istirahat.
***
Hari berlalu, Minggu berganti, tidak terasa sudah satu bulan berlalu setelah lamaran Reza pada Arumi.
Ariel sudah bekerja dikota sebagai orang yang menurunkan barang dari mobil ke toko begitu juga di pasar.
Walaupun gaji Ariel tidak banyak, namun selain dia bisa memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya Pak Imran, dia juga sudah menabung untuk masa depannya.
Sedangkan Pak Imran masih menunggu kebun tempatnya bekerja sah menjadi pemilik baru.
Hubungan Arumi sama Ariel sudah sangat dekat, keduanya sudah mengungkapkan perasaannya masing-masing.
Keduanya sekarang menjalin hubungan percintaan, tapi masih secara diam-diam, tidak ada seorangpun yang tau hubungan mereka.
Pak Imran dan Buk Siti, yang tidak punya pekerjaan saat ini, dan kehidupannya yang miskin dia selalu dapat cemoohan dari Ustadz Amir dan beberapa warga.
Ustadz Amir selalu sinis dan memandang Pak Imran rendah, begitu juga dengan warga yang dekat dengan Ustadz Amir.
Hari ini Arumi bertemu dengan Ariel secara diam-diam, Arumi i gin berbicara dengan Ariel tentang masalah yang menjadi beban pikirannya beberapa hari ini.
"Mas Ariel, bisakah mas datang kerumah melamar ku besok pada kedua orang tuaku?" tanya Arumi saat sudah bertemu dengan Ariel.
Ariel mengerutkan kening, dia heran kenapa Arumi ingin dia melamarnya secepat mungkin, sedangkan sebelumnya Ariel sudah bilang sama Arumi kalau dia sedang mengumpulkan uang untuk melamarnya, tapi kenapa Arumi memintanya melamar sekarang sedangkan uang Ariel masih sangat banyak kurang.
"Kenapa kamu terburu-buru, kamu tau 'kan kalau aku masih belum--"
"Aku tau, tapi beberapa hari lagi, keluarga mas Reza akan datang lagi, aku pusing tidak tau bagaimana aku akan menjawab mereka, mas sendiri tau bagaimana kedua orang tuaku." Ujar Arumi memotong ucapan Ariel.
Mendengar dan melihat Arumi sedih, Ariel tidak tega, walaupun dia belum cukup uang untuk melamar, tapi dia menyetujui permintaan Arumi.
Ariel sangat mencintai Arumi, dia tidak akan membiarkan Arumi jatuh ditangan orang lain.
Ariel berpikir, dia punya cincin, tapi dia tidak tau cincin itu dari mana, karena dia tidak ingat kalau cincin itu diberikan oleh Mamanya saat pertama kali dia pulang dari pondok.
"Baiklah, aku akan datang besok, tapi aku tidak bisa membawa banyak, anggap ini kedatanganku pertama kali kerumah, dan aku janji aku datang datang kembali lain waktu membawa banyak untuk melamar mu kembali." Ujar Ariel.
Arumi sangat senang, mendengar jawab Ariel orang yang dia cintai.
Sesampai dirumah, Ariel mengatakan niatnya itu pada Bapak dan Ibunya. Ariel sudah menganggap Pak Imran dan Buk Siti orang tuanya karena hanya mereka yang dia punya saat ini.
Bersambung.
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..