"Aku akan membiayai pengobatan ayahmu,tapi sebagai gantinya......Aku membutuhkan tubuhmu untuk mengandung benihku'' lelaki itu berucap dingin
"Setelah anakku lahir,kau boleh pergi dari hidup kami!" sambungnya
novel ini menceritakan seorang pria yang bernama bayu aditya nugroho seorang pengusaha sukses,tampan,dan berhati dingin.
lalu dia tanpa sengaja bertemu dengan Naila larasati,seorang gadis berumur 21 tahun yang rela banting tulang untuk berobat ayahnya.
ingin lebih dekat? plis add IG:_rinakim10 :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGGANGGU
Hari ini bayu terlihat lebih manusiawi dari pada biasanya,bagaimana tidak?sedari tadi dia tersenyum jika disapa oleh karyawan nya dan itu tentu saja sukses membuat karyawannya terbengong bengong karna biasanya bayu sangat acuh jika disapa.
"tumben,biasa nya ga pernah senyum lu lagi dapet lotre ya?"tanya daniel ketika mereka bertemu di koridor.
"nggak lah,lagian buat apa beli lotre orang gue udah kaya" jawab bayu sombong
"ya elah iya deh,anak sultan mah bebas"
"Nah tuh tau''
"eh bay,gimana sama naila?" daniel sangat penasaran dengan hubungan dua sejoli ini.
"biasa aja" balas bayu berusaha menahan senyum.daniel mengernyitkan dahinya heran
"jangan jangan lu udah fall in love ya?" tanya daniel sambil mengedipkan matanya.
"apaan si jangan ngaco deh,gue tuh masih sayang sama reina" balas bayu.entah kenapa ucapannya tidak sesuai dengan perasaannya saat ini
"bay naila itu gadis baek baek,kenapa ga lu jadiin istri beneran aja?" tanya daniel lagi,dia merasa tidak enak dengan naila karna itu adalah idenya dulu.
"gue udah janji sama rei ga bakal dua in dia" bayu berucap tegas.sebenarnya dia juga tidak yakin dengan perasaannya sekarang.
"yaudah lah,tapi gue berharap lu ga nyesel nantinya" nasihat daniel kemudian berlalu Dari hadapan bayu karna ruangan mereka memang tidak searah.
Setelah sampai diruangannya bayu memikirkan kata kata daniel,dia membutuhkan naila, jika dia sedang bersama naila dia bahkan tak mengingat reina tapi disisi lain dia juga Masih sangat mencintai reina.sungguh perasaan yang sangat memusingkan! pikirnya
bayu menghembuskan nafas beratnya,menghalau pikiran pikiran yang bersliweran di kepalanya kemudian berusaha untuk fokus pada jejeran kertas yang ada diatas mejanya.tak butuh waktu lama kemudian dia benar benar sudah tenggelam bersama dengan kertas kertas itu.
.
.
.
Dirumah tidak banyak kegiatan yang bisa naila lakukan,dia sungguh bosan harus berada dirumah tapi bayu tak mengizinkan nya keluar pagar bahkan selangkah pun tak boleh.
"huh bosannya....." desah naila.naila kemudian berjalan kearah balkon.dari balkon terlihat jelas jika ada taman disana yang sudah tidak terawat lagi,naila tersenyum dia tau apa yang akan dilakukan nya hari ini.
Naila berlari tergesa gesa menuruni anak tangga,kemudian berhenti untuk menyapa wanita paruh baya yang sedang bersih bersih dirumah besar itu.
"siang bi" sapa naila sambil tersenyum ramah
"siang non"balas bi tika.bibi yang bertanggung jawab dengan kebersihan rumah bayu
"bi nayla bisa minta tolong gak?beliin bibit bunga keluar soalnya naila ga dibolehin keluar" naila meminta tolong.
"tentu non,bibi beli sebentar "balas bi tika
"makasih bi" ucap naila tersenyum,kemudian memberikan beberapa lembar uang
"gak usah non,tuan sudah meninggalkan uang jika non naila ada keperluan" balasnya
"eh?yaudah bi sekali lagi makasih ya"
"iya sama sama non"
setelah bibi itu pergi membeli beberapa bibit bunga naila pun segera melangkahkan kakinya menuju taman yang sudah terlihat gersang itu.
Naila membersihkan taman itu dengan telaten,mencabut rumput membuang sampah
dan membersihkan pot pot bunga yang sudah tak berpenghuni lagi.
"non ini bibitnya mau ditaro dimana?" tanya bi tika
"disini aja bi" balas naila sambil menunjuk kursi taman yang ada disebelahnya.
"bibi bantu ya non"
"gak usah bi,kan bibi tadi udah selesai kerjanya" naila menolak
"ga papa non" bi tika keukeuh
"gak usah bi,mending bibi istirahat aja kan bibi udah seharian ini beresin rumah" naila berusaha menolak
Akhirnya setelah mendengar berbagai macam rayuan naila,bibi pun memutuskan untuk pulang.
Setelah bi tika pulang,naila kembali melanjutkan aktivitas nya dengan senyum yang mengembang diwajahnya.setidaknya untuk beberapa hari ini dia tidak akan bosan karna dia akan bercocok tanam disini.
Tit tit
suara klakson mobil bayu,naila melirik jam Tangannya sudah pukul 4 sore,naila terbelalak karna terlalu asik bercocok tanam dia sampai lupa jika ini sudah jam Pulang bayu.
Naila berlari ke arah mobil bayu,bayu menatap naila dengan Tatapan aneh.
"dari mana saja?kok tangan kamu kotor" ucap bayu setelah naila berdiri dihapannya.
"ah nggak,tadi aku beresin taman disana" naila menunjuk taman yang ada di samping rumah itu.
bukannya memperhatikan arah tunjuk naila bayu malah menarik kedua tangan naila.
"lain kali gak usah kan ada bi tika" bayu mengusap usap tangan naila yang kotor.naila sangat senang diperlakukan seperti ini oleh bayu sangat manis! dalam hati naila mulai berharap bayu akan mencintai nya seiring berjalannya waktu nanti.
bayu menggandeng Naila masuk kedalam rumah.mereka benar benar seperti pasangan bahagia sekarang
"laper gak?" naila bertanya setelah mereka melewati pintu utama,sekarang naila sudah bisa berbicara santai pada bayu tidak seperti sebelum sebelum nya.
"sedikit" balas bayu
"mau aku masakin?" tanya naila
"gak usah! kita masak bareng aja"
"emang bisa?"
"kalo diajarin mah bisa,yaudah aku ganti baju dulu" bayu kemudian berlalu menuju kamar utama.
Sepeninggal bayu,naila pun menuju dapur.dia membersihkan Tangannya yang kotor dan mencari bahan bahan yang sekiranya dia perlukan nanti.sepanjang pekerjaan nya Naila tak henti hentinya tersenyum dia sungguh bahagia dengan perlakuan bayu padanya beberapa hari ini.tidak bisa dia pungkiri bahwa saat ini naila sudah jatuh cinta pada bayu.
Naila mencuci beberapa sayuran yang rencananya akan dia iris nanti.Naila sangat fokus pada pekerjaan nya hingga sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.Naila menoleh lalu tersenyum kepada sang empunya tangan.dan..
cup!
bayu mencium bibir naila sekilas,ketika bersama naila bayu benar benar bisa lupa daratan!
"Sepertinya aku berubah pikiran" ucap bayu lalu membalik kan tubuh naila menghadapi kearahnya,naila mengerti arah pembicaraan bayu.
"aku bau belum mandi" ucap naila
"tidak apa apa aku juga belum mandi"
tanpa menunggu jawaban dari naila bayu langsung mencium bibir naila tanpa membiarkan wanita itu untuk menghirup nafas Barang sedetik.
bayu menggendong naila lalu menduduk kannya diatas meja makan,tanpa melepaskan ciuman nya yang sudah terasa panas.
bayu hendak melakukan hal lebih hingga sebuah suara mengintrupsi kegiatan panas mereka
"woy bay kalo mau gituan ke kamar sono" ucap seseorang sambil menahan tawanya.daniel! entah sudah berapa lama dia disana memperhatikan dua sejoli itu.
sontak saja naila langsung melepaskan pangutan bibir mereka secara sepihak lalu kemudian berlari secepat kilat kearah kamarnya dengan wajah memerah.
bayu menyayangkan kegiatan nya yang tertunda itu,menatap sinis kearah sang penggagu.dari tatapannya bayu benar benar berencana untuk menguliti sang pengganggu.
sedangkan yang ditatap hanya bisa tertawa puas melihat bos nya itu gagal organsme.
Dasar pengganggu sialan! umpat bayu dalam hatinya
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK,
MAAF KALO BANYAK TYPO ATAU CERITA NYA GA MENARIK SOALNYA AUTHOR LAGI SAKIT:')
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu