NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penculikan Karina

pagi ini mereka berempat berkumpul di rumah Mahendra, rumah yang dulunya di segel bank dan sudah di tebus oleh Mbak Rohimah, dan Mahendra berjanji akan membayar dengan menyicil tiap bulannya, Mbak Imah pun setuju karena jika harus berterus terang dengan bilang tidak usah di bayar karena Mahendra adalah putranya itu belum waktunya, karena kesempatan bicara dari hati ke hati pun agaknya masih ada kendala.

Seperti pagi menjelang siang ini ketika mbak Imah sudah di niatkan bismillah dengan hati yang mantap untuk cerita tiba tiba Mahendra dapat telephone dari Kiara.

" Hallo assalamualaikum Kia". Sapa Hendra.

"mas Hendra hallo". Jawab Kiara yang memang belum terbiasa jawab salam, suaranya panik

" Iya kia, ada apa?" tanya Hendra lagi.

" Mas mbak Karin di culik, Daddy bingung karena mau lapor polisi belum ada dua puluh empat jam, laporan belum bisa di proses, mas Hendra dimana kami ke rumah kok nggak ada?" Kiara balik bertanya.

"Apa? baik aku akan segera kesana". Bergegas Mahendra berkemas seadanya, dan segera mengajak putri nya pulang.

" Gimana Ki? kamu ikut pulang apa di sini dulu". Tanya Mahendra.

"Mas, yang sabar pelan pelan ada apa?" tanya Riski.

"kamu sudah kenal Kiara kan, ini kakaknya Kiara lagi kena musibah dia culik, aku harus segera mencarinya ". jawab Mahendra yang berniat naik pesawat biar cepat sampai.

"Kalau itu sangat penting bagi mas Hendra, biarkan checill di sini bersama kami, mas Hendra pergi aja dulu ntar kalau suasana aman mas bisa jemput checil atau kami akan pulang bersama". Jawab Rizki.

Hendra menimbang sejenak usulan Rizki ada benarnya juga, dia akan mencari orang hilang, lalu dimana harus menitipkan kan putrinya jika dia lagi mencari Karina.

"Checil mau disini sama Emak?' tanya Mahendra.

Dan tentu saja Checil sangat girang karena liburan di tempat Emaknya.

"Karina itu siapa nduk?" tanya Emak.

"Pacarnya ayah". jawab Checil sembarangan.

Mahendra yang mendengar jawaban ngasal dari putrinya mendelik ke arah sang putri dan Mbak Rohimah hanya manggut manggut, "jadi mas Hendra sudah punya kekasih lagi?" Fikir Mbak Rohimah.

"jangan percaya Mbak itu hanya akal akalan si Checil" ucap Mahendra.

"iya juga nggak apa apa mas yang penting mas Hendra bahagia dan jadikan yang kemarin sebagai pelajaran ya, semoga yang ini bisa diajak berumah tangga dengan baik". Nasehat Mbak Imah.

Mahendra hanya mengangguk, gamang dan ragu, mungkinkah hubungan ini akan di teruskan ke jenjang yang lebih layak, karena perbedaan status mereka sangat jauh, uang dan harta dari dulu pemisah yang paling nyata.

"kalau begitu ayah pergi sekarang ya, kamu baik baik disini bersama Emak dan mas Kiki, nanti setelah Tante Karina ketemu Checil kesana bersama mas Kiki naik travel". Pamit ayahnya.

"Checil mengangguk, dan tetap bergelayut manja di pelukan Mbak Rohimah, Mbak Imah dengan segala kasih sayang dan kerinduan memeluk sang cucu dengan gemas, seorang cucu yang sangat dia sayangi tetapi belum berani mengungkapkan di depan publik.

Mahendra bergegas ke bandara Abdurrahman saleh untuk menyingkat waktu, dan benar saja beberapa jam kemudian dia sudah sampai di kediaman om Jonathan, sepi sekali rumah itu seperti tanpa penghuni, Mahendra memencet bel dan keluarlah Kiara dalam keadaan kuyu mata sembab, sepertinya kebanyakan menangis.

"Bagaimana ceritanya Kia?" tanya Mahendra, Kia dengan terbata bata menceritakan kejadian semalam ketika Karina lembur dan hingga kini belum kembali, ada ancaman lewat nomor hape Daddy nya katanya minta tebusan sepuluh milyar kalau tidak maka Karina akan di bunuh, belum di ketahui siapa penculik itu tapi om Jo dan om Willy sudah memastikan bahwa mereka adalah gerombolan Rajendra, yaitu Devan dan Raka.

Mahendra kemudian meluncur ke kantor dimana terakhir kali Karina hilang, kantor terasa sepi karena sore ini mereka semua sudah pada pulang, hanya beberapa satpam yang tetap berjaga secara shift, dan ternyata om Jo dan om Willy telah berada di situ sejak siang tadi mengatur strategi bagaimana cara menemukan Karina, dengan menyiapkan uang sepuluh milyar, dengan di bantu pasukan khusus tentunya.

"Mahendra, kebetulan Kamu sudah datang, kami hubungi kamu dari semalam tetapi tak kamu angkat, kemana saja kamu Hendra". Tanya om Jo.

"maaf om, saya pulang ke kampung ada urusan penting, sekarang dimana keberadaan Mbak Karin?" tanya Mahendra panik.

"Belum di ketahui tetapi si penculik mengatakan harus mentransfer uang itu pada suatu nomor rekening, baru setelahnya Karina di bebaskan". Jawab om Jo.

"Kok bisa gitu om, bukannya fihak bank dengan mudah menelusuri siapa penculik itu dengan kita transfer ke rekening mereka?" Mahendra bertanya lagi kurang faham.

"Mereka menggunakan rekening terselubung yang berada di luar negri, jadi kita tidak bisa berbuat apa apa, aku hanya takut Karina sudah di bawa oleh mereka ke luar negri, jaman sekarang banyak banget perdagangan manusia, jika tidak kita kabulkan takutnya mereka menjual organ tubuh dari putriku". Ucap om Jo menerawang airmata nya kini mulai menganak di kelopak mata keriputnya.

"Tenang om, kita fikiran jalan keluar lainnya agar para penculik itu bisa di tangkap tanpa kita kehilangan sepeserpun uang buat mereka". Mahendra membujuk ayahnya Karina untuk tenang.

Mahendra berfikir dengan memejamkan kedua matanya, tiba tiba dia seperti melihat Karina yang saat ini tengah di kurung di suatu kamar sempit, " itu bukan hayalan cucuku, itu nyata, calon istrimu di kurung di suatu tempat di pinggir pantai, lihatlah ini tempatnya, datanglah kesana sebelum terlambat". Suara seorang kakek tiba tiba menggema di telinganya, sepertinya hanya ilusi tetapi dengan jelas terdengar nyata.

Kakek tua itu tidak pernah menampakkan diri tetapi selalu memberi jalan keluar bagi Mahendra, Mahendra membuka matanya dengan jelas dia tadi membaca sebuah tempat di pinggiran kota di sebelah pantai, dia kemudian memberitahukan hal tersebutlah kepada om Jo dan om Willy, bukan tentang apa yang di dengar dari kakek itu, jika harus di ceritakan tentang suara kakek, takutnya mereka tidak percaya dan menuduh Mahendra hanya omong kosong belaka.

" kita harus ke pinggiran kota di tepi pantai ada bangunan vila om, aku punya firasat Kirana ada di sana". Hanya itu ucapan dari Mahendra yang membuat orang orang kaya di depannya ini percaya, kita harus mencoba, kalau tidak maka tidak akan pernah tahu.

Dan kemudian dengan membawa berapa pasukan bayangan, yaitu pasukan yang memang di sewa untuk melindungi keluarga orang² kaya, Mahendra, om Jo ,dan om Willy berangkat, om Jo yang kini sudah gagah perkasa dengan langkah tegapnya kini hanya di awasi pak Arman dari belakang sebagai bodyguard nya, tidak lagi kemana mana harus memakai kursi roda seperti dulu.

Dengan sebuah ide dari Mahendra om Jo disarankan untuk menulis sederet kata buat si penculik, "kami masih mengumpulkan uang harus sabar menunggu, dan jangan kamu sakiti anak ku" maka penculiknya pun percaya bahwa keluarga Karina benar-benar masih mengumpulkan uang tebusan.

*****

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!