NovelToon NovelToon
Karena Cinta

Karena Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Pemain Terhebat / Tamat
Popularitas:68.6k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

💞😍Family Putra❤😘
Second Story, Istri Istri Tuan Bryant
🥰Couple Beda Usia🥰
🍃Subscribe, Like, Comment🍃
⚔️NO BOOM LIKE! TAK SUKA, SKIP⚔️


Bagaimana rasanya mencintai pria berumur yang berstatus om sendiri?

Mencintaimu adalah do'a terbaik dalam hidupku. Bagi dunia, kamu hanyalah pria dewasa nan dingin tanpa ekspresi. Namun, bagiku, kaulah duniaku. ~Bunga Angela

Menikah? Satu ikatan yang slalu kuhindari, tapi keras kepalamu menjadi akhir cerita masa lajangku.~Alkan Putra.

Hubungan hati dengan problematika keluarga dan perbedaan usia mengubah dunia dalam keluarga Putra. Kisah pasangan yang memiliki cinta sederhana berselimut badai kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16#Malam menjadi Siang

Sedih tentunya karena harus kehilangan hal paling berharga dari dalam diri seorang wanita, tetapi kesedihan lebih besar akan merenggut nyawanya hanya karena menyesal tidak melakukan keinginan hati yang terpendam. Bukankah setiap insan memiliki cara masing-masing untuk mendapatkan cintanya?

Kesedihan itu tak nampak dalam dirinya. Justru dengan sampainya ia kembali ke kamar, lalu mengepak pakaian dan tak lupa memesan tiket pada malam yang sama agar bisa langsung kembali ke negaranya. Lagipula tidak ada yang harus diperpanjang atau berusaha untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi.

Semua yang terjadi pada malam ini merupakan hasil dari cinta terpendam dan sepucuk harapan berbalut kerinduan. Baginya untuk mencintai seseorang tak harus selalu menjadi milik sendiri hanya untuk hidup bersama seatap. Cinta itu apresiasi diri tuk menerima fakta yang ada di antara keinginan dan takdir.

"Jagalah dirimu, Darren Wiratama! Aku datang memang dengan persiapan hanya untuk menemuimu, tetapi semua yang terjadi di antara kita sudah cukup untuk ku jadikan sebagai teman hidup di sisa usiaku," ucap wanita itu seraya menarik gagang pada koper, lalu ia berjalan meninggalkan penginapan tanpa melakukan checkout karena semua akan dilakukan oleh orang lain melalui aplikasi saja.

Kepergiannya hanya disaksikan langit malam nan temaram berteman kabut berselimut hawa nan dingin menusuk. Embusan semilir angin menyentuh raga tanpa suara menyebarkan rasa tak bertuan. Waktu kian beranjak meninggalkan sang perindu menyongsong sinar harapan baru.

Sayup-sayup terdengar suara kicauan burung di luar sana. Rasa lelah yang mendera tak lagi ia rasa ketika kembali menyadari adanya tangan yang melingkar di perutnya dengan manja. Deru napas teratur menerpa ceruk lehernya menyebarkan hawa panas yang sudah lama hampir terlupakan. Sesaat terdiam mengingat pergulatan semalam seraya mengusap tangan kekar yang selalu memberi kehangatan.

"Apa yang kamu pikirkan, Istri kecilku?" Suara parau menyapa gendang telinga mencoba memastikan isi hati dan pikiran wanitanya. Mata terpejam tak menjadi penghalang tuk merasakan kegelisahan di dalam ketenangan seorang Bunga.

Tangan merengkuh membalikkan tubuh sang istri hingga menghadap ke arahnya bersambut tatapan mata hazelnut yang tampak merindukan seseorang. Diusapnya pipi sedikit chubby dengan perasaan penuh cinta dari hati terdalam karena setiap kali menghabiskan waktu bersama hanya ada buih-buih kasih sayang bak derai hujan bunga sakura yang bermekaran.

Seulas senyum tersungging menghiasi bibir tetapi tampak jelas ia paksakan. Hati mencoba untuk tetap berdamai, sedangkan pikiran tak bisa tenang. Entah apa yang mengusik karena ia sendiri bingung. Tiba-tiba saja emosi berubah tanpa ada sebab yang pasti. Ada apa dengan dirinya?

Menghela napas pelan seraya menyandarkan kepala ke dada bidang sang suami, tangan menyusup melingkar mengharapkan dekapan tanpa keluhan bersambut mata terpejam dan tak ingin memberikan jawaban. Diam dalam kedamaian kembali merengkuh mimpi semalam.

Ketidaksiapan Bunga dibiarkan tanpa ingin memberikan pertanyaan lanjutan. Ia sadar akan sisi lembut dari sang istri, apalagi setelah semua yang terjadi dan masih mau menerima kekurangannya sebagai seorang suami. Jujur saja, ia beruntung memiliki Bunga sebagai pendamping hidup yang mau memahami dan tangguh berjuang untuk tetap berdiri bersama.

Kebersamaan kedua pasutri itu sangat jarang didapatkan. Apalagi selama ini ada Almaira yang lebih sering tidur sekamar dengan mereka, sedangkan setiap kali tinggal di rumah utama maka putri mereka lebih suka menginap di kamar Abi sang adik, atau bermalam bersama kakek dan neneknya.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat menyambut kebahagiaan dalam keluarga Putra. Dimana seluruh anggota keluarga yang terdiri dari sebelas orang itu, baru saja sampai di bandara. Pukul dua lebih lima belas menit dan penerbangan mereka tepat setengah tiga sore.

Sehingga semua akan sesuai jadwal. Al yang mengatur perjalanan disibukkan untuk pengecekan dimana pria itu tengah berbincang dengan pilot yang akan membawa pesawat pada penerbangan sore ini. Entah apa yang dibahas sampai begitu serius hingga kedatangan Bryant mengubah ekspresi wajah keduanya.

"Om, semua okay?" tanya Bryant hanya ingin memastikan karena ia merasa ada hal tidak beres hingga membuat sang paman tampak gelisah.

Boleh saja mengubah ekspresi, tapi tetap tidak akan mengubah kegelisahan yang terpancar dari sorot mata sang paman. Ia sadar bahwa di dunia luar sana banyak yang menakuti kekuasaan pamannya, apalagi setelah berhasil memenangkan beberapa tender yang hampir saja gagal mereka dapatkan.

Al tersenyum seraya mengangguk, lalu mengulurkan tangan yang disambut pak pilot dengan hangat. Waktu penerbangan hampir dekat sehingga si pria berusia tiga puluh lima tahun tersebut pamit undur diri untuk melakukan tugasnya. Langkah kaki berjalan menjauh meninggalkan kedua insan yang saling berdiri berhadapan.

"Bry, bagaimana situasi rumah selama aku di luar kota, apa semua baik-baik saja?" Al berjalan menghampiri sang keponakan, lalu merangkul pria dewasa yang juga ia anggap sebagai anak sekaligus adiknya sendiri.

Langkah kaki berjalan beriringan tetapi begitu pelan seraya mengobrol hal yang perlu dibahas. Kedua pria itu terlihat begitu serius meski wajah tetap tenang seakan tak ada ketegangan. Semua itu karena perhatian keluarga mereka tertuju mengikuti setiap langkah yang tak bisa diabaikan. Keluarga akan selalu menjaga satu sama lain, bukankah demikian?

"Mama, Abi mau duduk bareng Ka Alma," Abi menarik ujung gaun Ara yang duduk di kursi roda.

Permintaan sederhana sang putra tentu tak harus dipikirkan terlalu jauh, hanya saja mengingat kebiasaan Abizar yang selalu takut ketika naik pesawat sebelum lepas landas tentu menjadi kekhawatiran tersendiri. Tanpa disadari keduanya, Samuel juga mendengar secara jelas hingga pria itu merengkuh tubuh Abi untuk duduk di pangkuannya.

"Abi duduk bareng uncle saja, ya, nanti sama aunty Ocy juga. Biar Alma sama kakek dan nenek, mau, ya?" tawar Muel mencoba membujuk keponakannya karena Abi bukanlah anak yang terlalu memaksa untuk setiap keinginan hati.

Bukannya menjawab, anak itu justru menoleh ke samping dimana Ara berada. Si anak meminta persetujuan seolah tak mau mengiyakan ajakan Muel, membuat mamanya tersenyum tipis karena melihat tatapan memelas sang putra yang tak ingin menyanggupi ajakan kakak angkatnya. Ia tak tega dengan keadaan yang menjebak Abi sehingga harus melakukan sesuatu.

"Ka, Abi biar bersamaku saja. Lagipula ada Mas Bryant yang menjaga kami, jadi semua pasti aman," ucap Ara mengubah suasana di antara sang putra dan kakaknya. Ia tak ingin ada masalah selama perjalanan liburan keluarga, apalagi mengingat kondisi kesehatan semua orang harus tetap dijaga.

Tidak ada yang merasa direpotkan ketika itu masih satu keluarga. Ya pada dasarnya adalah setiap anggota hanya ingin saling melengkapi tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri. Meski begitu, keputusan seorang ibu untuk anaknya selalu dihormati tanpa ada perlawanan.

Akhirnya setelah penantian yang tidak begitu lama terdengar suara panggilan kepada penumpang pesawat. Dimana keluarga putra berjalan beriringan menuju tempat melakukan boarding pass meski semua di atur oleh para pria agar wanita dan anak-anak tetap aman tanpa harus mendapatkan masalah. Liburan kali ini menjadi kebersamaan seluruh keluarga untuk kedua kalinya setelah insiden di Bali.

"Mas, dimana Abi?" Ara mengedarkan pandangan mata kesana kemari mencari keberadaan sang putra yang mendadak tidak ada di sisinya begitu mereka memasuki pesawat, tapi sang suami justru menarik tangannya agar ikut duduk di kursi yang sudah sesuai dengan nomor tiket mereka berdua.

1
Asmuni Atallah
mantulll
Asmuni Atallah
minta apapun mamm
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Ela Jutek
selamat berpusing ria Akbar
Ela Jutek: tanya si mbah kak
total 6 replies
Ela Jutek
enakan mandi air hangat kali Vir
Ela Jutek: mending langsung kak di hadepin la ini kagak keliatan
total 18 replies
Ela Jutek
nah lo sukurinnn🙄
Ela Jutek: emang iya kah, baru nyadar😆
total 8 replies
Ela Jutek
salah cari lawan kamu wahai anak muda🙄
Ela Jutek: pinter ya non
total 16 replies
Ela Jutek
wahh ngeselin tuh orang, jan kasih ampun om
Ela Jutek: okay lah
total 4 replies
Ela Jutek
sukurr, beraninya ngusik kesayangan keluarga Putra🙄
Ela Jutek: heem kita liat aja
total 6 replies
Ela Jutek
bilang aja ogah gitu Ra, iuhh
Ela Jutek: boleh tuh, ntar agak siang deh males bangun
total 4 replies
Ela Jutek
yah benar, Ara tuh terlalu kepolosan jadi gampang di kibulin
Ela Jutek: gek takut opo
total 26 replies
Ela Jutek
ahh kamu terlalu baik dan polos banget sih Ra, untung masih segel Ra jadi aman
Ela Jutek: makan dulu sono
total 4 replies
bubi
❤❤❤
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: thank's ka
total 1 replies
bubi
😘
Ainna
wadidaw
Ela Jutek
asekk, keren juga tu orang
Ela Jutek: kamu yang maju kak, aku mager
total 8 replies
Ela Jutek
hadehh tu perempuan, suami nya baik banget lagi masih kurang
Ela Jutek: air es seger tuh kak
total 8 replies
Ela Jutek
wihh manis juga tuh, awas Bunga ntar naksir loh😄
Ela Jutek: gak papa lah kak
total 2 replies
Ela Jutek
nah lo siapa tuh
Ela Jutek: syippp
total 10 replies
Ela Jutek
bahagia banget tuh pasti si Bunga, dapet suapan dari om kesayangan. selamat ulang tahun Bunga jangan bandel lagi ya uhh ngena banget tuh😆
Ela Jutek: hooh kak
total 20 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!