NovelToon NovelToon
Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Tamat
Popularitas:346.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aeni Santi

Berawal dengan merawat Bapaknya yang mengidap gagal ginjal hingga dipertemukan dengan seorang Dokter Spesialis penyakit dalam tidak lain Dokter yang merawat Bapaknya.

Karina harus menerima kenyataan jika ia harus hidup yatim piatu bersama adiknya dan untuk melanjutkan kuliah Ia rela sambil bekerja karena tidak ingin merepotkan saudaranya.

Kesabaran dan keikhlasan Karina menjalani hidup membuat Dokter Gama jatuh cinta padanya.

Akankah Mereka dapat bersatu dengan perbedaan yang ada di antara mereka.
😉😉😉😉


Ikuti kisahnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeni Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MMM #16

"Karin.."

Anggun yang sudah sampai di rumah Karina melambaikan tangannya begitu Karina datang.

"Anggun, Tante, Om. Makasih sudah datang, silahkan masuk."

Para tetangga mulai berdatangan jika setelah Maghrib acara pengajian ibu-ibu dan Ba'da isya baru bapak-bapak.

Tak lama berselang mobil Gama merapat di halaman rumah Karina.

Yang punya rumah sendiri belum bertemu karena Karina ikut pengajian bersama ibu-ibu di dalam rumah.

Gama membaur bersama Papanya Lukman dan juga beberapa tetangga Karina.

Pengajian Ibu-ibu berlangsung lancar dan adzan Isya berkumandang, setelah menyalami semua tamu Karina nampak melihat sosok Gama yang bersama dengan beberapa Bapak-bapak lainnya di halaman rumah.

"Mbak, Dokter Gama itu datang."

Senggol Risa dan Anggun yang ada di sebelahnya ikut menatap ke arah Gama.

"Cie... Siapa Thu."

Ledek Anggun.

"Apa sih Gun, aku temui Dokter Gama sebentar ya."

"Ehemm... Ehem.." Ledek Risa dan Anggun tapi Karina tak menggubrisnya.

"Makasih sudah datang Dok."

Karina menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan mendapat senyuman dari Gama.

"Karin, Gama ini rajin ke sini ya."

Ucap Papa Dito, Papanya Lukman sambil merangkul pundak Gama.

"Iya Om, Karin senang banyak yang ikut mendoakan Bapak."

secara nggak langsung ucapan Karina itu membuat Gama tersenyum dan senang.

"Insyaallah Gama akan mengusahakan untuk bisa hadir setiap malam."

Karina nampak tersenyum senang.

Tamu mulai berdatangan Gama ikut menyalami mereka sebagai wakil tuan rumah.

Lalu pengajian juga segera dimulai, dengan khusyuk mengirimkan doa yang dikhususkan kepada Bapak Heri.

Hidangan ala kadarnya juga di sajikan setelah pengajian selesai, Gama sama sekali tidak canggung membantu menata hidangan itu. Mungkin setiap orang yang melihatnya disana menyangka jika Gama keluarga atau bahkan malah calon suami dari Karina.

Semua tamu telah pulang menyisakan keluarga saja, Gama masih mengobrol dengan Papa Dito sebelum akhirnya Anggun dan Mamanya mendekati Karina untuk pamit pulang.

"Karin kita pamit pulang."

Mamanya Anggun memeluk Karina.

"Makasih Tante sudah datang, maaf Karin nggak bisa menjamu dengan baik."

"Karin kami datang untuk ikut mendoakan Bapak Heri semoga mendapatkan tempat yang terbaik disisi Nya."

"Aamiin makasih banyak Tante."

Lalu bergantian Anggun yang memeluk Karina memberi kekuatan bahwa Karina tidak sendirian ada mereka semua.

"Makasih banyak ya Gun."

"Sama-sama Karin, jangan sedih ya. Senyum dong, apalagi ada itu..."

Anggun masih saja meledek Karina dengan melirik ke arah Gama.

"Apa sih kamu itu."

"Pa, ayo kita pulang."

Mamanya Anggun mengajak Suaminya pulang.

"Gama, Om pulang ya. Kamu nggak pulang."

"Iya Om, sebentar lagi."

"Gama, awas Jangan disini terus bisa disangka yang nggak -nggak nanti sama warga sini." Peringat Mama Susi.

"Iya Tante, Gama tau kok."

Papa Dito juga berpamitan dengan Karina lalu pulang bersama istrinya dan juga Anggun.

Gama masih disana menunggu Karina yang sedang mengantar Keluarga Anggun ke mobil.

"Dokter lihat apa."

Risa berdiri di samping Gama memperhatikan arah tatapan Gama.

Gama menoleh dan tersenyum ke arah Risa.

"Dokter lihatin Mbak Karin terus."

Ini anak kecil berani juga ledek Gama.

Risa dan Karina memang beda karakter, kalau Karina orangnya mandiri namun lembut sedangkan Risa ini sebenarnya manja tapi selengekan dan nggak punya takut.

"Emang kenapa Risa."

"He he he.. Dokter suka ya sama Mbak Karin." Risa beneran berani ini sambil menggerakkan alisnya menggoda Gama.

"Dek, lagi ngobrol apa."

Karina mendekati mereka berdua.

"He he.. Nggak kok Mbak Karin hanya bercanda saja. Iya kan Risa."

"Masa manggilnya Mbak terus Dok." Risa malah menjadi, dia lalu berlari meninggalkan mereka berdua.

Karin memandang Risa yang berlari menjauh, sedangkan Gama nampak tersenyum canggung.

"Sepertinya bener apa kata Risa, usia kamu juga masih muda banget boleh nggak Saya panggil nama saja."

Pinta Gama.

Karina menatap ke arah Gama lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Boleh, panggil Karin aja Dok."

Gama pun tersenyum.

"Karin jangan panggil saya Dokter terus, kan sudah tidak menjadi pasien saya lagi lagian ini di rumah bukan di rumah sakit juga."

Karina nampak canggung dengan permintaan Gama.

"Lalu saya panggil Dokter apa, nggak sopan rasanya Dok."

"Boleh panggil Mas, Kak atau apa aja boleh." Katanya sambil senyum ke arah Karina.

"Karin nggak tau Dok harusnya panggil apa." Jujur Karin bingung mau manggil Gama dengan sebutan apa.

"Emmm.. Gimana kalau Mas aja."

Usul dari Gama.

"Mas..?"

Gama menganggukkan kepalanya.

"Mas.. Ga.ma.."

Karina mencoba melafalkannya pelan dan sontak itu membuat Gama tersenyum lebar.

"Terdengar indah.."

Karina jadi tersipu sendiri..

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Bonus nih... Malam- malam UP lagi..

Jangan lupa bunga sekebonnn yaaa 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

1
cahaya
terimakasih sekali lagi terimakasih.
Pembaca setia yang selalu menanti karya baru author..🙏

menulis ini hobi untuk mengeluarkan unek2 di kepala he he..
tapi kalau nyatanya menghibur, author seneng banget..

Masih ada cerita Lia ya, bisa dikepoin 😃😃😃
Nar Sih
ending yg bagus kak ,ahir nya risa hamil ,walau sayang padahal aku blm puas bca cerita romatis ini ,di tunggu cerita terbaru nya ya kakk ,semagat moga kak aeni sehat dan bisa terus berkarya👍🥰🥰💪
Ira Sulastri
Terima kasih ya kak author atas ceritanya sudah selesai dan tidak menggantung, jadi kami pembaca ga penasaran dengan akhir cerita nya

Semangat terus ya dan tetap terus berkarya 🔥🔥😍💐
Nar Sih
akhamdulilah adik kakak dpt suami yg hampir sama sifat nya bucin sama istri masing,,dan romantis nya itu lho bikin pembca seneng
Ira Sulastri
Alhamdulillah....suami bucin drpd nanti ngeliiriknya ke perempuan lain😍🤭
Zera yulfita
novel islami, sopan ramah dan menyenangkan 😂
Nar Sih
semoga bahagia selalu untuk risa dan dr maulana ,juga dr gama dan karin,jgn end dulu kak ,syg baget cerita yg romantis ini berhenti kan risa blm punya beby🙏
eni
next novel new😁
sendy kiki
ya boleh lah Kaka. ceritanya juga akhir bahagia. terlalu panjang takutnya alur jelas ga jelas
Julidarwati
gmn baik nya Thor toh semua bhgia gitu
Julidarwati
romanc bingits Thor...ap kisah anthor ni ye/Smile//Smile//Smile/
Ira Sulastri
Semoga Risa dan Maulana bahagia terus, jangan sampai tergoda pelakor
Nar Sih
ngk bosen,,nya bca cerita cinta dr maulana dan risa yg sangat romantis ini beruntung kmu risa ,punya suami penyaysng dan cinta habis sama kmu ,bahagia selalu untuk kalian 👍🥰🥰
eni
penganten baru mah bikin ir
i si ibu tiri gmn ini😁
jadi sadar apa semakin menjadi?
Nar Sih
sayangg wahh ..romatis nya ,psngan pengantin baruu ,bikin yg bca baper kak thorr
eni
ya sih damai itu indah,tp itu b.siska yakin kapok ga tuh😂
kalau masih iri dengki,perlu d sekolahkan,dan d rumahkan saja😂
Nar Sih
bnr,,marah nih maulana ,lihat istri nya di hina sama si ibu tiri yg julid ,untung nya kmu punya istri yang sabar ya maulana ,lanjut kakk👍
difaq aisyah
Lumayan
eni
di pikir ibu susan syudah baik...eh masih JD ibu tiri jahat 😁
Nar Sih
wahhh ..bnr nih si ibu tiri mu ngajak perang nih maulana ,kasihan istri mu yg ,sabarr risa yaah ..yakin lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!