NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:844
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak sengaja meremasnya.

"Jika saja Ini bukan pertarungan hidup dan mati aku pasti telah melumatnya di atas ranjang. Aaaaaah .... pikiranku kotor sekali."

Batinku menjerit, seolah aku adalah wanita yang penuh nafsu. Padahal aku sama sekali belum pernah bersentuhan dengan lelaki, apalagi, bersentuhan fisik secara intim. Belum pernah punya pacar sekalipun. Belasan tahun hidupku di masalalu hanya berlatih dan melancarkan misi. Sama sekali tak sempat untuk berkencan.

Zane melihat mataku yang berbinar, bahasa tubuhnya seakan memintaku untuk menyentuhnya. Dari jauh Zane tampak menyeringai tipis. Aku tahu, hampir saja aku teralihkan. Aku menyadarkan otakku yang saat itu tepusat di tengah kedua pahanya.

Aku lengah, Zane lalu menyerang ke arah pinggulku dan membantingku ke lantai. Untungnya aku sempat menopang tubuhku dengan kedua tanganku yang kuat, sehingga aku tak jadi roboh dan ambruk di atas ring.

Kepalaku hampir menyentuh lantai. Aku benar-benar dalam posisi kayang. Pinggangku yang lentur dan ramping terasa menegang. Otot perut san pinggangku mengeras.

Aku tak kuat lagi. Aku lalu memutar posisi kakiku menjadi seperti gasing ke udara, gerekan ujung kakiku berhasil mengenai dagu Zane membuatnya termundur ke belakang.

Pria setengah telanjang itu hampir roboh, sesaat sebelum ia jatuh aku menangkap lehernya dan membanting kepalanya ke lantai.

Braaaaaakkkk.

Hentaman keras membentur kepela Zane ke lantai ring. Pelipisnya berdarah. Matanya terlihat gelap. Aku mendengar suara retakan samar-samar. Ya, bisa jadi lehernya mengalami patah tulang. Namun siapa sangka ternyata mantan Army itu benar-benar kuat, dia masih bisa bertahan dengan pukulan mematikan ku tadi.

Dan benar saja, dia masih bangkit dan kembali menyerang walaupun dengan keadaan yang terhuyung. Pandangannya menjadi kabur dan kuda-kudanya menjadi tak stabil. Serangannya seperti kehilangan arah. Tapi ini adalah kesempatanku untuk menyerangnya.

 Secepat mungkin aku melancarkan pukulan tepat ke kepalanya. Tapi seranganku di tahan Zane dengan tangan kosong. Pria kekar itu langsung mendorong dadaku. Namun bukannya memukul dia malah meremas kedua dadaku secara tak sengaja, dan itu membuatku reflek menamparnya dengan keras.

Plaaaaakkk.

"Apa-apaan kau ini? kau mau bertarung atau memperkosa. Kurang ajaaarrrr .... " Aku memukul Zane berulang kali.

"Sorry ... sorry ... maaf aku tidak sengaja. Mataku tak begitu jelas."

Aku mendengar gelak tawa nyaring dari bangku penonton. Tawa itu seolah mengejekku. Emosiku memuncak. Mataku di penuhi api. Hawa membunuhku membara.

"Irish ... ingat ... kau belum bisa membunuhnya ... " bisik Mike memperingatkan.

"I don't care ...!" Teriakku lantang.

Aku benar-benar naik pitam. Emosiku memuncak. Tak bisa lagi ku bendung perasaan tak terimaku itu. Aku berlari dan melayangkan tendangan pada Zane berkali-kali. Pria kekar itu rubuh. Aku tak puas. Aku menghamtam kepalanya dengan pukulan berkali-kali.

"Irish... sabar .. please ... Irish ... jangan kehilangan kontrol... tulis kata sabar di telapak tanganmu tiga kali sebelum kau membunuhnya oke!"

Kata-kata Mike tak ku hiraukan. Aku geram, dan aku terus melayangkan tinjuan ke arah Zane secara brutal. Aku terengah-engah. Seakan separuh emosiku yang tertahan telah ku luapkan malam itu.

 Sesaat sebelum aku berhasil menendang dan memukulnya dengan jurus terakhir, tiba-tiba Markus dan Aldrik turun dari lantai vip ke arena, mereka menghentikan pertarungan ku.

Aldrik menarik tubuhku dengan paksa dari atas tubuh Zane.

"Sudah cukup ... hentikan kegilaanmu, Zane sudah tidak kuat mungkin tulang lehernya patah."

"Cukup! Sudahi pertarungan ini!" Teriak Markus.

"Kau tidak berhak ikut campur pak Dokter! Ini Adalah pertarungan yang menentukan kemenangan mutlak."

Aku berteriak sambil terus berusaha meronta dari kekangan Aldrik. Tubuhnya yang tak begitu besar ternyata punya tenaga yang kuat. Aku tak bisa keluar dari cengkramannya.

Dalam aku meronta, terbesit kepuasan dalam benakku. Aku puas melihat Zane babak belur dan bersimbah darah. Markus mendekati Zane dan menekan nadinya. Tampak Zane sangat berantakan. Nafasnya terputus, separuh wajahnya di penuhi darah. Markus menggelengkan kepalanya.

 "Kau menang nona ... " ucap Markus dingin.

"Dia masih bisa berdiri, pertarungan belum selesai!"

"Aku akui Zane sudah kalah, sekarang apa keinginanmu?"

"Benarkah, semudah itu? Mr Zane. Apakah berani mengaku kalah?" Tantang ku.

Zane berdiri di hadapan penonton yang terus bersorak kepadanya, dia terus memegang lehernya yang kesakitan. Ya, mungkin batang lehernya memang mengalami keretakan tulang.

Raut wajah Zane berubah murka. Sesekali ku lihat dia menarik nafas sambil menopang lehernya itu, dia berusaha berdiri tegap.

"Oke ... Aku menyerah ... " ucap Zane lemah.

Seketika suasana menjadi hening. Tak ada satupun yang berani berusara. Seolah waktu berhenti berputar. Keadaan berubah arah. Aku masih kaget.

Seorang mantan Army yang di juluki raja boxing bawah bawah tanah menyerah dengan senyum lebarnya di hadapan semua orang.

Pruuuuuuiiiiiiiitttttt.... peluit panjang di tiupkan wasit. Aku di nyatakan menang. Tapi aku masih tak puas. Seolah ada sesuatu yang terencana.

 Aldrik melepas cengkraman tangannya dari tubuhku, lalu memapah Zane, begitupun Caspian yang baru saja turun. Keduanya membawa Zane turun ring menuju peristirahatan.

Aku merasa terabaikan. Emosiku seketika naik lagi.

 "Aku belum menyebutkan persyaratan pertarungan kita saat memulai pertarungan, Mr Zane."

Kata-kataku barusan menghentikan langkah tiga saudara itu. Mereka menoleh. Caspian melontarkan semyum liciknya kepadaku. Sementara Aldrik menatapku dengan benci. Markus hanya cengar cengir.

Zane mengangkat kepalanya perlahan. Ia mencoba menatap mataku.

"Katakan!" Ujar Zane pelan.

"Jika kau menang ... aku akan menjadi wanitamu. Tapi jika kau kalah, apa kau akan mengabulkan permintaanku?"

Sontak saja perkataan itu membuat Aldrik marah.

"Cukup sudah! Apakah tidak cukup membuat saudaraku malu?!"

"cih ... Membuat malu apa maksudmu?" Aku berjalan mendekati mereka dengan sombong. Tanganku melipat di dada.

"Aku melakukan pertarungan yang adil tanpa kecurangan. Di dalam perjanjian tertulis jelas, sampai salah satu petarung mengaku kalah atau k'o maka pertarungan tetap berjalan. Tapi kalian malah ikut campur dan merusak alur pertandingan!!"

Aku sengaja memprovokasi penonton dengan manipulasi kata-kata. Ketiga saudara Starling itu tampak murka dan malu karena jadi bahan perbincangan.

"Ya benar ... dia harus menepati taruhan." Ucap salah seorang penonton.

"Bagaimana mungkin dia mengaku kalah, dia adalah pemilik arena ini, tidak mungkin dia setuju dengan permintaan lawannya."

"Bagaimanapun peraturan itu dia sendiri yang membuatnya... sekarang dia harus menepatinya."

"Itu benar."

"Taruhan ... taruhan ... taruhan ... "

Semakin keras suara penonton memojokan Zane. Kata-kata itu seakan menghancurkan mentalnya. Zane geram. Wajahnya berubah marah.

"Cukuuuuupppp !!!" Teriak Zane menghentikan ejekan penonton yang tak lain adalah anggota timku sendiri yang menjadi provokator.

"Kau harus menepati janjimu, Zane. Kabulkan apa saja permintaannya!" Ujar Caspian membela namun setengah mengejek.

Zane membuang nafas panasnya. "Katakan!"

 "Karena kau kalah, maka kau harus habiskan satu malam denganku, Zane!"

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!