Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi Pembunuh!!
Langit menumpahkan air hujan dengan sangat derasnya, diikuti sambaran kilat dan bunyi guntur yang saling bersahutan seakan ikut merasakan duka Ayu. Tapi semua itu tak membuat Ayu bergeming sama sekali untuk beranjak pergi meninggalkan makam Queen.
Ayu terus menangis dan meratap sambil memeluk dan mengusap pusara Queen, dia tidak peduli baju, tubuh dan wajahnya terkena lumpur tanah merah pekuburan. Saat jelang magrib hujan mulai reda, begitu juga tangis dan ratap Ayu tak terdengar lagi.
Ayu berjalan menyusuri jalan setapak sambil berlari kecil tertawa riang, netranya memandang lepas hijaunya pepohonan dan rumput Jepang dengan bunga beraneka ragam. Dari kejauhan Ayu melihat Queen yang mengenakan gaun putih sedang berlari-lari di taman sambil mengayun-ayunkan jaring untuk menangkap kupu-kupu.
"Dedek!" Panggil Ayu pada Queen sambil berlari menghampirinya.
Queen tidak menoleh sama sekali dia masih asik saja mengejar kupu-kupu untuk menangkapnya dengan jaring di tangan.
"Xixixi.... xixixi..." tawa Queen terdengar begitu renyah penuh riang.
"DEDEK!!" panggil Ayu sekuat tenaga.
Tapi tetap saja Queen menghiraukannya dan tidak menoleh sama sekali. Ayu semakin mempercepat larinya tapi rasanya jarak yang begitu dekat tidak mudah untuk dicapai ayo melihat Queen semakin menjauh.
Dari kejauhan Ayu melihat Nirmala yang mengenakan baju putih melambaikan tangan ke arah mereka berdua. Queen membuang jaringnya lalu berlari kecil sambil merentangkan tangan menghampiri Nirmala, begitu juga dengan Nirmala yang merentangkan tangan menyambut Queen.
Melihat kehadiran Nirmala, Ayu merasa bahagia. Rasa rindu yang selama ini dia rasakan seperti mendapat oase saat melihat sosok bundanya yang amat sangat dia rindukan.
"Bunda. BUNDAAA!" teriak Ayu semakin mempercepat larinya mengejar keduanya.
Ayu merasa lelah tapi tetap saja jarak diantara Ayu dan keduanya tidak berubah masih terasa jauh, sampai Ayu terjatuh di sebuah tanah lapang.
"Hiks, bunda tunggu Ayu mau ikut. Jangan tinggalkan Ayu bunda, hiksss hiksss huuu." isak Ayu memohon sambil berusaha untuk bangun tapi kakinya terasa berat sekali untuk berdiri.
Ayu hanya bisa menangis dan menggapai-gapai kan tangannya memohon kepada Nirmala dan Queen supaya jangan ditinggalkan. Ayu tertunduk lesu sambil menangis saat melihat Nirmala dan Queen menghiraukannya.
"Kak Ayu jangan sedih, biar Queen yang temani bunda di sini. Kalau kakak ikut sama bunda sama Dedek nanti siapa yang temenin Ayah, yang urus ayah. Kasihan Ayah Kakak." ucap Queen terdengar jelas suaranya di telinga Ayu.
"Hiks hiks hiks huuu hiks hiks, tapi kakak ingin ikut kalian tapi-. Huuuu ayahh hiksss hiksss," pilihan sulit yang harus Ayu pilih.
Tapi kata terakhir Queen membuat Ayu memiliki kekuatan untuk kembali berdiri. Ayu menatap dua orang yang sangat disayanginya dengan linangan air mata, jarak keduanya begitu dekat tapi terasa jauh.
Saat dia menoleh ke belakang dia melihat Aditya melambaikan tangan ke arahnya dengan wajah memohon agar Ayu Jangan pergi dan datang padanya.
"Ayah, Bunda Dedek," sejenak Ayu bingung seperti berada di persimpangan jalan.
Saat Ayu menoleh ke arah Nirmala dan Queen mereka sudah berbalik badan dan berjalan pergi makin jauh sambil bergandengan tangan, Ayu melihat Queen begitu bahagia seperti halnya Nirmala.
"BUNDAAA!! DEDEKKK!! JANGAN TINGGALIN KAKAK!!" Ayu berteriak sekuat tenaga dan ingin mengejarnya tapi kakinya seperti di lem terasa lengket dan berat sekali.
"Ayo bangun Nak. Ayo bangun, Jangan tidur di sini Nak." ucap suara pria yang hampir mirip dengan suara Aditya.
Ayu mulai menggerakkan tubuhnya yang basah bercampur lumpur tanah merah sambil mengerjap beberapa kali, Ayu mulai membuka matanya sempurna.
"Ayah, Ayahh!" suara Ayu langsung berteriak mencari Aditya.
"Sabar Nak, kamu terlalu kehilangan. Ayahmu mungkin sedang menunggu di rumah dengan khawatir. Pulanglah." Kakak pria itu yang tak lain adalah juru kunci makam.
Ayu mulai memperhatikan sekelilingnya dan dia baru menyadari kalau semua yang baru saja terjadi hanyalah mimpi, satu kalimat yang begitu melekat di pikiran Ayu adalah pesan Queen agar dia tetap ada untuk ayah mereka Aditya.
Ayu mengusap papan nisan Queen lalu menciumnya dan dia melakukan hal yang sama pada batu nisan Nirmala.
"Bunda, Dedek kakak pulang hiksss huuuu. Kaka janji setiap hari akan datang ke sini buat nemenin Dedek sama Bunda." ucap Ayu sambil menangis terisak.
Dengan berat hati Ayu beranjak dari duduknya dan berjalan gontai keluar meninggalkan area pemakaman.
"Malang sekali nasibmu nak, semoga Allah selalu melindungimu." ucap bapak juru kunci memandang kepergian Ayu dengan perasaan iba.
Penampilan Ayu sudah tak bisa dikenali lagi, wajah dan seluruh tubuhnya terkena lumpur tanah merah dan dalam keadaan basah kuyup, beberapa pelayat sempat kaget melihat kedatangan Ayu di pintu pagar.
"Ayu? Kamu kemana saja? kenapa sampai begini?" ucap Salma kaget melihat kedatangan Ayu dengan penampilan yang berantakan menghampirinya.
Ayu tak menjawab dia terus berjalan masuk ke dalam rumah, bekas tapak kaki lumpur merah mengotori lantai sepanjang kaki Ayu melangkah menuju kamar. Air mata tak berhenti meleleh di pipinya tangis terisak masih saja terdengar dari bibir Ayu yang gemetar Karena rasa dingin yang dia hiraukan.
"Ayu, dia sudah pulang." gumam Lisa beranjak dari tempat tidurnya dan menyambar obat tetes mata yang ada di atas meja riasnya.
Lisa meneteskan obat tetes mata itu pada kedua netranya agar terlihat dia sedang menangis, lalu dia mulai memasang wajah penuh kecemasan sekaligus kesedihan keluar dari kamarnya berjalan tergesa sambil setengah lari berteriak,
"AYUU!"
Lisa berhenti di pintu kamar Ayu dengan air mata bercucuran sambil terisak, kedua tangannya pura-pura gemetaran setengah direntangkan mendekati Ayu untuk memeluknya.
Hampir semua pasang mata yang ada di ruang tamu rumah itu memusatkan perhatiannya mengintip kamar Ayu saat sedang tahlilan. Salma berdiri di belakang Lisa memperhatikan dua orang ibu dan anak sambung itu saling berhadapan dengan perasaan sedih.
"Kasian, mereka berdua benar-benar kehilangan. Semoga mereka berdua diberi kekuatan menghadapi ujian hidup yang begitu berat." batin Salma menyematkan doa untuk Ayu dan Lisa.
Ayu duduk bersandar di salah satu sudut kamarnya sambil menatap gelapnya langit hitam dari sela-sela tirai jendela kamarnya. Tatapannya kosong, dia tidak memperdulikan apapun di sekelilingnya, dia memeluk dirinya sendiri dengan erat sambil terus terisak.
"Ayu Sayang. Ayu jangan sedih masih ada tante, tante janji tante akan jaga Ayu. Kita akan tunggu ayah sama-sama, kamu tidak sendirian Sayang," hibur Lisa berdrama mendekat ke arah Ayu dan hendak memeluknya.
Ayu diam seribu bahasa bibirnya tertutup rapat, dia tetap menatap langit dengan tatapan kosong tanpa peduli pada Lisa sedikitpun.
"Ayu, Tante janji akan ada saat di samping kamu, karena Tante sayang sama Ayu." ucap Lisa manis penuh kebohongan hanya ingin menarik simpati orang-orang yang hadir malam itu.
Saat tangan Lisa menyentuh pucuk kepala Ayu, Ayu menoleh ke arah Lisa dengan mata memerah penuh kebencian.
"Pergi. PERGI PEMBUNUHHHH!!!" pekik Ayu membuat wajah Lisa panik sekaligus marah.
Beberapa orang yang ada di ruangan itu saling berpandangan dan dibuat kaget dengan teriakan Ayu, begitu halnya dengan sana Salma sampai menutup mulutnya dengan tangan kanan karena saking terkejutnya dengan ucapan Ayu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah topeng iblis Lisa akan terbongkar secepat itu ikuti episode selanjutnya
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya