NovelToon NovelToon
Terlambat Mengerti

Terlambat Mengerti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurnia Setiyani

Terlambat Mengerti 1
Arini gadis berusia 19 tahun, mahasiswi semester 2 sebuah perguruan tinggi negeri. Diusianya yang sangat belia dia harus menyandang status ibu dari seoarang bayi perempuan hasil pengkhianatan sahabat dengan tunanganya. Keputusan apa yang akan diambil Arini selanjutnya, apa dia akan membuang bayi itu atau menitipkanya di panti asuhan ataukah merawatnya sendiri dengan segala resiko yang harus dihadapi.
Penasaran ceritanya ? yuk ikuti kelanjutanya..

Terlambat Mengerti season 2

Bagaimana nasib cinta Cila dan Agam ketika mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa hubungan mereka terhalang tembok kebencian yang tertanam kokoh dihati Agam karena kisah masa lalunya. Akankan Cinta mampu mengalahkan kebencian tersebut, ataukan justru Cinta baru yang akan hadir menghapus luka...

____________________________________

Cover by pexels

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurnia Setiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Doni mengajak Cila dan Arini ke taman pintar. Cila terlihat sangat antusias dengan semua yang dilihatnya di taman itu.

Melihat Cila sangat bahagia membuat Arini menyesal.

"Ibu macam apa aku, yang selama ini tidak memberikan apa yang diinginkan anaknya. Bahkan sekedar jalan-jalan saja aku tidak bisa menemaninya." Arini membatin dengan rasa bersalah.

Doni datang dengan membawa 3 botol minuman dan beberapa bungkus makanan ringan.

"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Doni sambil menyodorkan minuman itu pada Arini.

"Aku merasa bersalah pada Cila, selama ini aku tidak pernah melihatnya sebahagia ini," jawab Arini.

"Belum terlambat, masih ada waktu untuk memberikannya kebahagiaan yang lebih besar." Ucap Doni lalu meneguk minumannya.

" Ibu..., Ibu..., ke sini Bu!" panggil Cila yang duduk di ayunan.

Arini pun mendekat, "kenapa sayang?" tanya Arini.

"Ibu ayunkan Cila ya."

"Baik sayang."

Doni tersenyum melihat Arini dan Cila begitu bahagia.

"Kapan kamu akan membuka hatimu Arini, hingga aku bisa berada dalam kehidupan kalian." Ucap Doni dalam hatinya.

"Om..., ayo Om ikut ke sini!" Teriak Cila yang juga memanggil Doni.

"Kenapa sayang?"

"Om bisa kan mengayun ibu?"

Pertanyaan Cila membuat Arini dan Doni canggung. Namun tetap dituruti oleh Doni.

"Apa seperti ini sayang?" Tanya Doni sambil mengayun Arini yang duduk di ayunan memangku Cila. Mereka tertawa sangat bahagia, orang lain yang melihat akan mengira mereka satu keluarga.

Setelah puas bermain ayunan mereka duduk berteduh dari panasnya terik matahari sambil menikmati snak yang Doni beli tadi.

"Apa Cila lapar?" tanya Doni pada Cila saat melihat Cila memakan snak dengan lahapnya.

"Iya Om, Cila lapal banget," jawab Cila yang belum bisa mengucapkan huruf "r".

"Kalau gitu ayo kita makan dulu, Cila pengin makan apa?"

"Mi ayam saja Om." Jawab Cila mengejutkan Doni.

"Beneran kamu pengin makan mi ayam, nggak yang lainnya?" tanya Doni meyakinkan Cila, yang dijawab dengan anggukan Cila.

"Cila memang suka benget makan mi Pak." Ucap Arini memberitahu Doni.

"Kita tidak sedang bekerja, apa bisa kamu jangan panggil aku Bapak? Lagian aku kan bukan Bapak kamu." Doni merasa sedikit risih dengan panggilan Arini.

"Maaf pak, ehh Mas saya belum terbiasa." Ucap Arini merasa tak enak hati.

"Panggilan Mas lebih enak didengar." Doni tersenyum sumringah dengan panggilan baru itu.

Sesuai permintaan Cila, Doni membawa mereka ke warung mi ayam langganannya. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di warung itu. Mereka segera turun dari mobil.

"Kalian masuk dulu, biar aku yang pesen," ucap Doni pada Arini.

" Aku sama Cila pesenin satu aja Mas, takut nggak habis." Arini menuntun Cila masuk ke dalam terlebih dulu.

" Pak, pesen mi ayamnya 2 ya, makan di sini saja." Doni belum beranjak menunggu bapak penjual mi menengok ke arahnya.

"Ehh..., Den Doni lama banget nggak kesini ya, maaf Bapak tadi lagi ketanggung jadi nggak lihat Aden. Aden sendirian?"

"Hari ini aku nggak sendirian pak." Ucap Doni sambil menunjuk ke arah Arini dan Cila duduk.

"Itu istri sama anak Aden ya? Aden memang pinter pilih pasangan, istri Aden cantik banget."

Doni hanya tersenyum penuh makna mendengar kalimat itu. "Semoga saja mereka segera menjadi istri dan anakku." Doni membatin.

Doni masuk dan duduk bergabung dengan Arini dan Cila. Mereka duduk lesehan dengan santai. Arini beberapa kali mengambil foto Selfi dirinya dengan Cila.

"Om fotoin kita ya!" pinta Cila dengan ringannya.

Doni menuruti permintaan Cila, dia mengambil alih handphone Arini.

"Siap-siap ya 1,2,3..., ya," melihat Arini dari layar handphone membuat Doni tidak fokus, dia merasa kagum dengan wajah Arini yang begitu cantik meski tanpa polesan make up.

"Sudah belum Om, kok lama banget si." Ucapan Cila mengejutkan Doni.

" Sudah sayang, lihatlah kamu cantik banget." Doni menyodorkan handphone itu pada Cila sambil menatap Arini.

"Sekarang kita foto bareng ya Om!"

Doni menurut saja, dia menempel pada Cila dan Arini lalu mengarahkan layar handphone, mengambil foto Selfi.

Arini tersenyum canggung dengan posisi seperti itu. Sementara Cila nampak sangat bahagia. Sampai akhirnya pesanan mereka terhidang di meja makan.

Arini mulai menyuapi Cila, melihat Cila sangat lahap memakan mi ayam itu membuat Arini lupa menyuapkan pada mulutnya sendiri.

"Mi ayamnya enak nggak!" tanya Doni pada Cila.

"Enak banget Om, Cila suka." Jawab Cila singkat.

"Pesen satu lagi saja ya?" tanya Doni pada Arini saat melihat mangkuk di tangan Arini hampir kosong.

"Nggak usah Mas, ini Cila juga udah kekenyangan. tinggal aku yang makan."

"Makanlah yang banyak, jangan sampai kamu sakit." Doni memindahkan beberapa sendok mi ayamnya ke mangkuk Arini.

"Cukup Mas, nanti Mas Doni malah nggak kenyang." Doni hanya tersenyum mendengar ucapan Arini.

Setelah selesai, mereka beranjak keluar dari warung itu.

"Terimakasih Pak?" Ucap Doni pada pemilik warung.

"Sama-sama Den, sering-sering ya mampir ke warung!"

"Siap Pak."

Hari sudah sore, mereka pun sampai di rumah Arini. Arini kerepotan saat mengangkat Cila turun dari mobil.

"Biar aku saja yang menggendongnya." Doni segera mengangkat tubuh Cila dan membawanya masuk ke rumah.

Setelah Cila ditidurkan di kamarnya, Arini segera keluar mengantarkan Doni.

"Terimakasih banyak Mas, hari ini Cila sangat bahagia."

"Sama-sama, bukan hanya Cila saja yang bahagia tapi aku juga sangat bahagia. Aku pamit pulang dulu."

"Iya mas, hati-hati di jalan!"

Arini bukan tidak menyadari akan semua perhatian Doni, hanya saja dia takut tidak bisa membalas perasaan Doni sepenuhnya. Arini tidak ingin orang baik seperti Doni mendapatkan cinta yang hanya setengah hati.

Di tempat lain Doni yang sudah sampai di rumahnya segera masuk ke kamar. Diambilnya handphone dari saku celananya, lalu dibuka satu persatu foto yang telah dia kirimkan dari handphone Arini.

"Tetaplah seperti ini, jangan ada lagi kesedihan di wajahmu Arini." Doni menatap foto Arini dalam-dalam. Betapa dia ingin selalu membahagiakan gadis itu.

Pagi harinya Arini menghubungi Doni, mengabarkan kalau dia masuk setengah hari ingin mencari pekerjaan. Doni pun memberinya izin, walau sebenarnya Doni ingin Arini tetap bekerja bersamanya, mengangkatnya pada posisi yang sesuai dengan pendidikannya. Tapi Doni tidak mau mengekang Arini, dia membiarkan Arini memilih apa yang dia inginkan.

Ranti memberikan informasi lowongan pekerjaan pada Arini, mendengar itu Arini segera menyiapkan semua berkas persyaratannya. Perusahaan yang Arini tuju adalah sebuah perusahaan kosmetik.

Setelah semua berkas siap, Arini segera menuju ke alamat yang Ranti berikan. Terlihat ada beberapa orang juga yang mendaftar sama seperti Arini. Beruntung hari itu langsung diadakan tes sekaligus wawancara hingga tidak memakan banyak waktu.

Dengan perasaan gugup Arini menunggu gilirannya dipanggil. Dan akhirnya tibalah saat itu, Arini segera masuk, lalu duduk di hadapan tiga orang yang siap menodongnya dengan berbagai pertanyaan.

Meski gugup, Arini mampu menjawab pertanyaan dengan cukup baik, dan sekarang hanya tinggal menunggu hasilnya.

Sekitar satu jam Arini menunggu, akhirnya tiba saat pengumuman hasil tes sekaligus wawancaranya. Dengan harap-harap cemas Arini mendengarkan satu persatu nama pendaftar yang diterima. Dan akhirnya terdengarlah namanya disebutkan membuat Arini sangat bersyukur.

****

Perusahaan Juna juga perusahaan kosmetik kan, aduh jangan-jangan itu perusahaan Juna yang ada di Jogja.

Ditunggu terus ya kisahnya...

Jangan lupa like, komen sama sepeser votenya..😄😍

Happy reading....

1
Yani Cuhayanih
Aku juga pernah punya sahabat pembohong seperti itu yg akhirnya menghancurkan pertemanan kami karena menggoda pacarku dgn segala tipu daya nya.oh maaf aku berbeda jd bisa mengetahui kebusukan seseorang melalui indera ke enam ku.....wadaw bercanda...peace...
Yani Cuhayanih
Baru mulai dah nangis bombay....hah
Hap£!π
baguss ka sulit ditebak endingnya
🥰Dewimitohamasreka🥰
Kecewa
Sri Wahyuni
s arini knp ga bsa jjur az cpa s cila
Sri Wahyuni
kacau deh s juna dtang k jogya
Sri Wahyuni
klau s arini sampe mau blikan lgi sm s juna itu nma y s arini cwe bodoh
Sri Wahyuni
knp ya d cerita novel kbanyakn s cewe susah move on kya cwo d dunia ini udah habis az s arini knp ga terima s doni az
Sri Wahyuni
awal yg baik crita nya smoga d bab k dpan nya ga bikin ribet dn ga cpet jenuh bca y..good luck thor
Riyanti Riri
org2 yg aneh...emgnya mereka melihat Arini hamil sampai2 menuduh Arini punya anak di luar nikah.. dasar BODOH...
Arnie Cupin
gak suka ma sikapny doni
watini fitrah
cila terima anngga biar agam dpt duit.
krisan
lanjut
Yen Margaret Purba
andin ga jd sama angga yah...?
Yen Margaret Purba
kok ngeselin yah cerita cila,
pacaran menjauh menderita
sampe lika liku laki2 SAH ttp aja gt, lgsg baca end aja deh
Yen Margaret Purba
andra ponakan sita kan,
cila itu anak tiri tantemu loh
Yen Margaret Purba
ssh amat sih thor bt damar ke sinta,
cila ke agam
Yen Margaret Purba
damar kok ga ditemani sinta
Yen Margaret Purba
yah bagaimana pun sering bersama pasti ada cinta lha,
utk cinta sejati akan tau balik ke t4 nya..
yo wes lah obati agam aja lha
Yen Margaret Purba
kl liat jalan cerita bagusnya cila ama damar sih ya,
penyelamat jika ada apa pun.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!