NovelToon NovelToon
Xena

Xena

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wiindy ArAs

Setelah mati di tangan suami tercintanya, Vano. Xena tiba-tiba terbangun tepat 4 tahun sebelum kematiannya dan setahun sebelum Olive Meninggal.

Banyak keanehan yang terjadi pada dirinya, ia merasa dirinya memiliki jiwa yang lain di dalam tubuhnya.

Memasak, Meretas dan hal lainnya. Yang dulu tidak bisa ia lakukan, justru terlihat mudah ia kuasai dengan ingatan lain di kepalanya.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Xena? Ingatan siapa yang ada di kepalanya?
Banyak sekali pertanyaan yang terngiang di kepalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiindy ArAs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Menuju Puncak

Pagi ini, Xena sudah siap-siap dengan pakaian dan barang apa saja yang akan ia bawa ke puncak. Setelah selesai packing semuanya, Xena kemudian duduk di kasur empuknya.

Kepalanya Ia dongakkan ke atas, matanya terpejam. Ia mengingat dulu, tepat hari ini mereka ke puncak. Namun bukan mereka bertiga saja yang datang, melainkan teman-teman Vano dan Yani juga ikut datang.

Dulu yang mengusulkan adalah Olive dan Xena sangat setuju dengan itu, karena ingin selalu berdekatan dengan Vano. Namun sekarang justru Vano yang mengajaknya. Xena tidak yakin apa akan ada kejadian yang sama seperti dulu terulang.

Dulu, Yani pura-pura menabraknya saat ia tengah membawa kopi panas untuk Vano, dan tangannya sedikit melepuh. Bahkan Yani menyeburkan dirinya sendiri ke kolam, dan semuanya menyalahkannya saat itu kecuali Olive dan Bram, karena hanya dia yang ada di kolam. Padahal dia tidak melakukan itu semua.

"Hah, mungkin saja hal itu terjadi lagi, ternyata aku terlalu bodoh dulu bisa di kambing hitamkan lampir itu untuk menarik perhatian Vano" ucap Xena

Tin!

Suara klakson mobil terdengar di depan, Xena dengan malas turun membawa ransel besarnya itu.

Xena tidak terkejut mendapati mobil MPV dengan banyak orang di dalamnya. Seperti yang terjadi dulu, semuanya ikut termasuk Yani.

Dapat di lihat dari ekspresi malas dan tidak senangnya Olive karena Yani ikut. Yani pun sama, karena ia saat ini duduk di bagian belakang di apit Ferry dan Arlan. Padahal ia ingin duduk di samping Vano.

Masih di posisi duduk yang sama, dan itu berarti, ia akan duduk di samping Vano di kursi barisan kedua.

"Liv, aku duduk di depan saja ya, perutku sedang tidak enak. Takutnya aku mual kalau duduk di belakang" ucap Xena mencari alasan.

Xena tahu jika yang menyetir adalah Bram, jadi lebih baik ia tukar posisi dengan Jhody. Dari pada ia harus duduk di samping Vano.

"Yah, Xe... Ya udah deh, dari pada kamu makin nggak enak perutnya" ucap Olive menyayangkan dan menyerah.

Yani di belakang tersenyum tipis karena Xena tidak duduk di samping Vano. Namun senyumnya memudar saat suara Vano menginterupsi.

"Bram, kamu lagi capek kan? Biar aku aja yang nyetir" ucap Vano

Duaaarrr!!!

Xena terkejut saat mendengar ucapan Vano.

"kenapa tuh cowo satu berubah 180 Derajat gini sih? Ya Tuhan, moga aja kak Bram nolak!" Doa Xena yang tidak ingin berdekatan dengan Vano.

"Wah, dengan senang hati bro. Tahu aja kalau badan aku lagi pada pegel nih" ucap Bram antusias, tanpa ba-bi-bu lagi mereka tukar posisi.

Xena mengerutuki dirinya sendiri karena ia gagal lagi, berbeda dengan Olive yang tersenyum puas. Sedangkan Yani mengepalkan tangannya kesal dan menyalahkan Xena yang ia pikir terlalu manja itu.

Vano melirik ke arah Xena yang hanya diam, ia ingin mengajaknya mengobrol namun Xena justru memejamkan matanya. Vano tahu kalau Xena tidak benar-benar tertidur. Tapi ia tidak bisa memaksa Xena untuk mau berbicara padanya saat ini.

....

Di apartemen Ray, sudah siap dengan tas yang berisi pakaian saat di puncak nanti.

"Ray, udah siap?" tanya Galang

"Hmm, udah" jawab Ray

"Ayok berangkat sekarang, nanti kita telat sampai ke tempat pemotretan lagi. Kau tahu bukan, kalau jalanan di puncak macet, apalagi saat hari libur" ucap Galang yang di angguki Ray.

Keduanya kemudian berangkat menuju puncak, tempat pemotretan yang akan di lakukan selama dua hari itu.

....

"Xe, bangun. Kita sudah sampe" ucap Vano mencoba membangunkan Xena. Ia hendak menyentuh bahu Xena, namun Xena membuka matanya dan menampik tangannya.

"Hmm, aku tahu..." ucap Xena terbangun dan berkata dengan dingin.

Vano tertegun sebentar, baru kali ini ada wanita yang sikapnya cuek dan dingin padanya. Bahkan Vano heran mengapa Xena melakukan itu semua.

"Apa dia sedang bermain tarik ulur? Atau dia sedang bermain peran agar aku tertarik padanya?" vano bertanya-tanya dalam hatinya.

Xena mengabaikan keterkejutan Vano, ia bergegas turun dari mobil, menyusul yang lain mengambil barang mereka.

Tas Xena cukup berat, namun ia masih sanggup membawanya. Melihat tas Xena yang cukup besar Vano berinisiatif mengulurkan bantuan.

"Mau aku bantu bawain Xe?" tanya Vano, ia tersenyum ke arahnya.

"Tidak, makasih" ucap Xena datar, menggendong ransel miliknya dan masuk ke dalam Villa.

"Van, bisa bantu aku bawa tas aku?" tanya Yani.

Vano menatap tas Yani yang tidak besar, namun ia mengangguk karena tidak enak menolaknya.

Bram dan Olive yang melihat itu memutar matanya, sejujurnya ia tidak setuju Yani ikut liburan bareng dengan mereka. Tapi wanita tidak tahu malu itu, merengek dan minta ikut bahkan menangis di depan sepupunya.

Mereka berdelapan langsung ke kamar masing-masing. Karena kamar di sana hanya ada 5, jadi beberapa orang tidur berdua. kamar 1 Xena dengan Olive, kamar 2 Yani, Kamar 3 Arlan, kamar 4 Jhody, Ferry dan Bram. Kamar 5 Vano.

"Aku lelah Xe, macet gila..." ucap Olive rebahan di kasur.

"Tidur gih kalau capek, aku mau mau mandi dulu ya Liv, abis itu aku mau masak buat makan siang" ucap Xena

"Iya Xe, kamu memang calon ibu rumah tangga yang baik, pasti yang jadi suamimu bahagia punya istri seperti kamu Xe" ucap Olive.

"Kamu ini ada-ada saja Liv. Sok sana tidur! Kalau sudah siap makanannya aku bangunin" ucap Xena

Olive pun langsung memejamkan matanya, sedangkan Xena mandi dan setelah itu menyiapkan makan siang.

...

Di tempat pemotretan dan syuting iklan.

Photografer dan sutradara iklan itu tengah meradang marah, pasalnya model wanita mereka berhalangan hadir karena alergi yang tiba-tiba muncul dan harus di opname.

Semua orang juga merasa kesal di buatnya, tak terkecuali Ray. Karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena kecelakaan kerap terjadi.

Namun mereka menyayangkan, kenapa model perempuan mereka sangat bodoh. Kenapa ia tidak hati-hati saat makan, jika ia tahu punya alergi.

Ray sudah berada di lokasi ia sedikit kesal karena tidak di beritahu sebelumnya jika pemotretan di undur karena model perempuan berhalangan.

Tapi sebenarnya bukan hanya Ray yang mengeluh, kru lain juga mengeluh. Karena pihak model perempuan mengabarinya lima belas menit sebelum pemotretan di mulai.

"Eh, itu seperti nona Xena" ucap Galang pelan, namun masih di dengar oleh Ray.

Ray menoleh ke arah Villa di sebelahnya dari lantai dua, ia benar-benar melihat Xena tengah beranjak ke sebuah mobil MPV dan mengeluarkan tas kecil dari sana yang lupa ia bawa masuk.

Mata Ray berbinar melihat Xena, wanita yang beberapa hari ini mengusik kehidupan nya dengan bayangan cantik yang muncul di pikiranya.

...••••...

1
teh tubruk
saya pikir bapak nya Yani cuma bakalan struk aja,,,tau nya langsung nyusul emak nya apakah ini yang dinamakan cinta sehidup semati.
teh tubruk
bisa bngt lu nyari kesempatan dalam kesempitan van😂
teh tubruk
bener kata olive kalo memang benar suka kejar Vano,,,jgn sampe nyesel lagi nanti
teh tubruk
Tiger kamu selalu sial Mulu tiap ketemu sama perempuan Krn sllu mencari masalah sama Bu bos mu😂😂
teh tubruk
jangan sampai lu nyesel untuk yg kedua kali nya ya vano
teh tubruk
mimpi
teh tubruk
astaga ray jauh kalo pikiran mu😂😂
teh tubruk
tak kirain Xena udh bisa masak sejak nikah sama Vano di kehidupan sebelumnya😁
adiba
170 di bilang rata² gimana dgn aku yg hanya 150 BB 45 di tiup angin langsung terbang🤣🤣🤣🤣
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
deria
lah 170 di bilang rata rata
apa kabar saya yang tingginya cuma 150 😄😄😄😄
Silla Okta
wah,,,, karma Yani sedang menunggu lanjutkan Thor
Silla Okta
😄😄😄😄 bisa aja Xena,,,,, kompor meleduk
Chella
baru mau baca, tapi ternyata gantung 🫠🫠
nanti deh kubaca kalau kakanya udah lanjut.
jika harus kembali dengan Vano apa gunanya hidup kembali? tidak ada perubahan apapun, keberanian dan ketegasan mc cewenya pun kurang memuaskan, tapi ya maklumlah, tapi hanya saja jika harus kembali bersatu dengan vano seharusnya mengulang waktu ke masa lalu sepertinya tidak perlu, karena mc cewenya terlihat kurang dari segi apapun, hanya berpendapat dan jika ada yang salah tolong dikoreksi, terimakasih
Dede Bleher
itu sehidup semati
dyvn shl
Cerita yg menarik
Titah😍
makanya xena jangan natangin Ray 😂
Windy_days
haha Kapok kau, karma mu karna suka goda cwk!!
Ilyas Ari
ternyata novel ini ngegantung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!