NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Tuan Presdir

Istri Pengganti Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Pengganti / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: picisan imut

Arumi tercenung, bimbang antara harus mengikuti permintaan seorang sekretaris pribadi dari Andara Group. Atau tetap menjadi budak seumur hidup, untuk tinggal bersama ibu dan saudara tirinya.

Memiliki kemiripan wajah dengan mendiang wanita yang amat di cintai sang pewaris tunggal Andara Group mungkin bisa menjadi sebuah keberuntungan atau mungkin petaka di kemudian hari. Sebab Pria bernama Arga Sanjaya itu menganggapnya sebagai Alicia bukanlah Arumi. Pria arogan yang belum bisa menerima kematian sang kekasih memang tidak pernah kasar padanya. Namun, ia bisa melakukan apapun demi menyingkirkan orang-orang yang berkemungkinan akan melukainya. Lantas, sampai kapan Arum akan berperan sebagai Alicia, melayani sang suami sepenuhnya. Lalu, apakah ia akan tetap selamat saat Arga mulai tersadar bahwa Arumi bukanlah Alicia-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan Sekretaris Tomi

Di rumah, Sony sedang berusaha menelfon ibunya. Nomor yang di hubungi memang aktif, namun tidak di angkat. Sony mengecak kesal sembari menurunkan ponsel yang sedari tadi menempel di telinga.

Tak beberapa lama, mobil Mama Linda terlihat turut terparkir di luar pagar. Sebab, pagar tertutup body mobil milik seseorang yang tiba-tiba bertamu, mereka pun tidak bisa masuk.

"Nah, akhirnya pulang juga..." Sony buru-buru menghampiri Mama Linda yang tengah menyeret tubuh Arumi keluar dari dalam mobilnya.

Sejenak Arumi terpekur memandangi mobil yang tidak asing baginya.

"Hei, Sony! Ini mobil siapa, kenapa parkir di depan pintu?!" Serunya bernada jengkel. Sementara tangannya masih mencengkeram pakaian Arumi di bagian bahu. Sony yang sudah berdiri di depan ibunya meletakkan jari telunjuk ke bibir, meminta wanita paruh baya itu agar tidak berbicara keras. "Apa yang sedang kau lakukan?"

"Mama, kecilkan suaramu. Di rumah sedang ada tamu kehormatan. Ada pria kaya raya yang bilang ingin bertemu dengan Mama."

"Pria kaya raya? Memang ada urusan apa?"

"Entahlah, Dia bilang ada yang mau di bicarakan. Katanya sih, ada hubungannya dengan salah satu anak Mama," jawab Sony dengan tampang takut. Belum lagi saat Mama Linda mencengkeram kuat pakaian Sony.

"Kau membuat masalah lagi?"

Pria itu menggeleng cepat sembari menunjukkan kedua jarinya. "Sumpah! Tidak, Ma..."

Mama Linda menghela nafas sembari melepaskan cengkeramannya di pakaian Soni. Kemudian kembali mencengkeram pergelangan tangan Arum, lantas menyeretnya masuk.

Di dalam Arum terkejut saat Sekretaris Tomi sudah duduk dengan santainya di ruang tengah. Heran saja, kenapa tiba-tiba Beliau ada di rumah ini?

"Anda, disini?" tanya Arumi langsung. Pria berkacamata itu lantas berdiri dan mengangguk sekali.

"Selamat malam, Nona..." sapanya, menimbulkan sorotan tajam bagi Mama Linda pada gadis bermata hazel yang langsung menunduk itu.

"Masuk sana, dan buatkan minuman untuk Tuan ini..." titahnya, yang langsung di indahkan Arumi.

"Tidak perlu repot-repot, Bu. Saya hanya sebentar. Karena tujuan saya kemari hanya untuk mengantarkan amanah dari Tuan Muda," ucapnya menahan langkah Arum. Mama Linda pun berjalan pelan menuju sofa.

"Tuan Muda?" Salah satu alisnya terangkat. Sekretaris Tomi segera mengeluarkan kartu namanya. Dengan tatapan penuh selidik wanita itu pula meraihnya, membaca sejenak sebelum sepasang mata itu melebar. "A–And, Andara Group?" ucapnya terbata. Seolah tidak percaya seorang sekretaris pribadi dari Andara Group sekarang tengah duduk di hadapannya.

Maura yang baru masuk ke rumah itu seketika terpaku. Saking terkesimanya dengan sosok laki-laki dengan jas melekat di tubuhnya itu. Berbeda dengan Sony yang memilih untuk tetap di luar, mengambil beberapa gambar dirinya di samping mobil mewah tersebut.

"A–ada urusan apa, Anda mendatangi rumah kami?" Mama Linda berusaha tenang, kembali untuk bertanya.

"Sebelumnya kami sudah berbicara pada Nona Arumi untuk membahas ini, dan setelah pertemuan beberapa kali dengan Tuan Arga Sanjaya. Tuan kami sudah memantapkan hatinya untuk menikahi Nona Arumi di bulan ini..."

"A–APAAAAA!" Seru Maura dan Mama Linda hampir bersamaan. Sementara Arumi sendiri justru membeku. Ia tidak menyangka akan benar-benar di nikahi bahkan dalam waktu dekat. Padahal sebelumnya ia sempat mengira akan gagal, saat Tuan Muda Arga Sanjaya meninggalkan private room begitu saja.

Mama Linda tertawa kaku, "Anda pasti bercanda kan? Pasti bukan Tuan Arga yang itu..."

"Tidak mungkin saya jauh-jauh kemari hanya untuk sebuah candaan," jawab sekretaris Tomi. Beliau pun meraih kopernya setelah itu membuka tas tersebut.

Glekkk.... Mama Lida menelan saliva-nya, makin sesaklah dadanya saat kotak-kotak berukuran sedang itu di buka. Semua berlian dengan harga fantastis berderet di depan matanya.

"Ini hanya hadiah kecil, sebagai tanda perkenalan dari keluarga besar Sanjaya..."

Hadiah kecil katanya? Ini si bukan candaan... semua berliannya asli. –Mama Linda melototi semua yang ada di atas meja.

"Astaga, kalung yang indah–" Maura hendak menyentuhnya namun buru-buru di tepis tangan itu oleh Mama Linda yang nampak cengengesan setelah tersadar.

"Ehemnm... sebentar, Tuan. boleh saya bicara?"

"Silahkan..."

"Anu– apakah Anda yakin yang di pilih adalah gadis itu?" Menunjuk ke arah pintu, tempat Arumi berdiri. "Dia itu tipe gadis yang jorok dan dekil. Asal Anda tahu, Dia juga menderita penyakit kulit yang menular jadi sangat di sayangkan jika Tuan Arga memilihnya padahal gadis yang jauh lebih baik daripada Arumi di rumah ini ada."

Penyakit kulit menular? Sejak kapan aku punya penyakit itu? –Arum mendengus dalam hati.

Kembali Mama Linda memukul pelan tangan Maura yang masih berusaha untuk menyentuh berlian tersebut. Maura mengangkat kepalanya, menebar senyum menggoda pada Sekretaris Tomi kemudian.

"Ini sudah keputusan Tuan Muda Arga sendiri. Bahkan Beliaulah yang memilih Nona Arumi langsung. Lagipula, kami sudah memeriksa kesehatan serta kejiwaan Nona Arumi. Tidak ada yang salah pada dirinya. Semua masuk kriteria Tuan Presdir Arga Sanjaya."

"A–apa?" Mama Linda menoleh kearah gadis yang masih berdiri di depan pintu dengan tatapan tidak suka. Lalu beranjak, "mohon ijin sebentar, Tuan." Buru-buru ia menarik tangan Maura lalu Arum, setelahnya masuk ke dalam.

–––

Tepat di ruang makan, Mama Linda mencengkeram kedua pipi Arumi kasar dengan satu tangan.

"Bisakah kau bilang padanya, jika kau tidak mau melakukan pernikahan ini. Biarlah Maura yang menggantikanmu..."

"Apa! aku? Mamaaaa, Aku kan ada Boni."

Mama Linda menoleh, "untuk apa mempertahankan pria kere itu. Asal kau tahu, Presdir Arga Sanjaya itu seorang pewaris tunggal Andara Group.... hidupmu akan enak jika bisa diperistri olehnya."

Enak apanya, yang ada putrimu hanya akan di jadikan boneka hidup oleh Beliau. (Arumi)

"Iya aku memang pernah mendengarnya, tapi apa Mama sudah pernah melihat orangnya seperti apa?"

"Mama memang belum pernah melihatnya, namun kalau mendengar usianya yang masih tiga puluh tiga tahun, sudah pasti Dia masih muda."

"Aaaa... aku tetap tidak mau, apalagi perbedaan usia sepuluh tahu. Biasanya para bos kan jelek Ma... gendut, perutnya buncit, botak, hiiiiii..."

Mama Linda memukul bahu Maura gemas. "Kau itu tidak tahu apa-apa tentang hidup enak. Untuk apa punya suami tampan namun kere, lebih baik suami jelek dan tua tapi asetnya dimana-mana."

Arum geleng-geleng kepala, menertawakan mereka berdua dalam hati. Bersamaan dengan itu Sony masuk.

"Mama, Sekretaris itu hendak pulang katanya." Menunjuk keluar.

"Sial, kenapa buru-buru sekali sih." Kembali menoleh kearah Arumi. "Hei– cepat temui Dia, dan tolak permintaan itu. Biarlah Maura yang menggantikanmu."

Arumi menggeleng. "Itu tidak bisa, Ma."

"Kenapa? Apa kau mau melawanku?" Tanyanya dengan nada menekan namun lirih.

"Semua juga gara-gara Dia..." Arum menujuk Sony.

"Aku?!" Matanya melotot menujuk ke dadanya sendiri.

"Iya, semua gara-gara Pinjol mu itu, Kak. Aku jadi harus menanggung semuanya. Sebab dua preman menagih hutangmu padaku. Singkat cerita Tuan Arga dan Sekretarisnya menolong tapi akulah yang justru jadi jaminannya. Ya, pernikahan ini. Kalian pikir aku mau apa?!"

Sony berdeham memalingkang wajahnya sebab tatapan tajam Mama Linda. Wanita paruh baya itu menghela nafas, lalu berjalan keluar.

"Dasar gadis bermulut lemes! Sudah ku bilang jangan bocorkan itu pada Mama, kau malah mengatakannya. Ku hajar juga Kau, nanti...!" Sony mengangkat satu tangannya seperti hendak menampar gadis itu, namun tidak ia lakukan selain memilih untuk melenggang pergi.

––

Kembali keluar, Sekretaris Tomi sudah berdiri sembari membenahi jasnya.

"Maaf Tuan, kami habis berdiskusi perihal ini. Saya melihat Arumi menangis dan meminta untuk di batalkan. Cuman, Dia sempat bilang tentang hutangnya. Ya, gadis itu memang sering sekali terlibat masalah. Bahkan aku saja sampai pusing sendiri menghadapinya. Tapi, tolonglah Tuan, gadis itu yatim-piatu. Amat kasihan jika harus dipaksa menikah dengan cepat. Lain halnya dengan Maura, putriku itu bilang sudah siap untuk menggantikan posisi saudara tirinya. Ya, memang sedewasa itu dia. Aku saja sampai terharu dengan pengorbanannya itu demi Arumi..." Mama Linda berbicara dengan nada memelas sembari menyeka air mata yang sejatinya tidak ada.

Namun bukanlah iba yang di tunjukkan Sekretaris Tomi, melainkan senyum samar yang meremehkan akting buruk wanita di depannya.

Padahal ia sudah tahu, seperti apa kehidupan Arumi. Ia bahkan mendapatkan kabar jika Arumi memang sudah hidup dalam tekanan sejak remaja oleh ibu dan juga dua saudara tirinya.

"Maaf, Bu. Keputusan ini diambil atas dasar keinginan Tuan Muda sendiri... saya tidak ada wewenang untuk menukar calon mempelai wanitanya. Jadi, bersiap saja. Hanya satu pesan dariku. Tuan tidak ingin ada sedikitpun lecet di tubuh Nona Arumi. Setiap hari dokter akan datang untuk memeriksanya... jadi Anda harusnya membantu untuk menjaga kondisi calon Nona kami agar tetap baik-baik saja sampai hari-H itu tiba," pungkasnya penuh penekanan.

"Apa! T–tapi, Tuan..."

"Maaf saya tidak bisa lagi berlama-lama disini. Saya harus permisi pulang–" mengangguk sopan sekali sembari melenggang pergi. Mama Linda pun tak bisa menjawab lagi, mulutnya nampak terbuka lebar.

1
RIMAWATI
keren alur ceritanya
RIMAWATI
/Sob//Sob//Sob//Sob/.. yaallah kasiannyelh.. akhirnya bisa menyatu cinta mereka????
Lin
Luar biasa
Zulaihah Abidin
ternyata Alicia di bunuh adiknya sendiri
Dhika Ahmad
karya author satu nih tak pernah gagal,rekomendasi banget
Dhika Ahmad
wadawww. jadi curhat nih author satu
Dhika Ahmad
serasa disindir aku tuh
Sastri Dalila
👍👍👍
Runik Runma
jngn mau pulang
Runik Runma
enteng bnget ngomong nya y
Runik Runma
KLO aku ogah balik LGI .udh di usir dn di permalukan
Runik Runma
/Sob/
Runik Runma
jahat egois jde suami
afifah aefa 🇲🇾💜🇵🇸
Luar biasa
Shifa Burhan
kebodohan wanita dalam berpikir
*semua pria lain yang menyukai akan dianggap lelaki baik2 dan cinta nya dinggap tulus dan harus diperlakukan sangat lembut dan baik2
*sedangkan semua wanita lain yang menyukai sang suami akan dianggap wanita pelakor murahan, menjijikan harus diperlakukan kasar, kejam dan dibinasakan

fakta novel mu cerminan pola pikirmu bagaimana pola pikir mu akan bisa dilihat dari novel mu

sampai disini paham akan

polah pikir bodoh kayak gini akan menunjukkan betapa egoisnya nya kalian
Shifa Burhan
pola pikir bodoh wanita
jika ada pria lain yang menyukainya maka dia akan anggap cinta pria itu tulus, dan akan memperlakukan pria itu secara lembut dana akan menolak dan menjelaskan secara lembut
tapi saat ada wanita lain yang menyukai suami otomatis wanita itu adalah wanita murahan, menjijikan pelakor, harus diperlakukan kasar dan harus dibinasakan

dengan pola pikir ini kalian berkarya novel maka jadi novel kayak gini yang begitu lembut memperlakukan pebinor

miris
Sunarti Sunarti
🤭🤣🤣🤣😂😂😂😂
Mami Pihri An Nur
Huuu, klw aku g mau lg, biarin dia tu merenung dn menyesali, tp si arumi malah ky murahan
inda kurniati
gimana tidak gugup

klu di hati tuan muda cuma Alicia 🥺
solihin 78
cerita yang sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!