Waktu bisa mengubah segalanya. Termasuk hatiku, karena sering kau abaikan. Kini kau menyesal pun tidak ada artinya.
Pintar dan cantik tidak menjamin untuk kita di cintai, inilah kisah ku yang selalu di rendahkan, begitu banyak kebaikan pun tidak ada artinya dimata mereka. Dan lamanya waktu aku bersama mereka tidak bisa mengubah rasa bencinya kepadaku. Akankah Clara bertahan, atau ia menyerah dan memilih jalan lain.
Menulis apa yang ingin di tulis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Diandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merelakan
Clara segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang hotel. Sikap Rendra yang sedikit berlebihan terhadap dirinya, rasa mual dan pusing yang tiba-tiba muncul menambah rasa lelah di tubuhnya.
Clara membuang napas kasar. "Aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu Ren." Clara bergumam sendiri. Ia pejamkan matanya sambil memijat pelan pelipisnya. Tanpa terasa ia hanyut dalam alam mimpi karena rasa lelah di tubuhnya.
***
Sementara di tempat lain. Seorang pria juga sedang merebahkan tubuh nya di atas ranjang miliknya. Hatinya senang sekaligus sedih. Senang karena bertemu dengan wanita yang di cintai nya dari dulu. Dan sedih karena sekarang wanita tersebut sudah di miliki orang lain. Seperti terbang ke atas awan, dan saat itu juga langsung terjatuh di dasar laut paling dalam. Miris bukan? Tapi, itulah kenyataan yang harus diterima Rendra.
"Seandainya dulu aku tidak terlambat, mungkin sekarang kita sudah hidup bersama dan memiliki anak. Aku akan menyimpan cintaku dalam-dalam Ca. Aku tidak akan mengganggu kebahagiaan rumah tanggamu." Rendra berucap pada dirinya sendiri sambil tersenyum kecut mengingat kisah cintanya bersama Clara. Dia masih bisa berpikir jernih, cinta tidak harus memiliki bukan? Dan dia hanya akan mencintai Clara sebagai teman.
Saling mencintai namun tidak bisa bersatu. Beginilah hidup, karena semua tidak bisa berjalan sesuai keinginan kita. Jadi, terimalah syukuri lah apa yang terjadi padamu.
"Tok... tok..." ketukan pintu menyadarkan lamunan Rendra.
"Masuk!" Ia sedikit berteriak dari dalam kamar.
Masuk seorang wanita paruh baya, yang masih cantik walau di usianya yang tidak muda lagi. "Kau lelah Ren?" Tanya Saras Mama Rendra.
"Sedikit, Ma." Rendra segera bangun dan mendudukkan tubuhnya.
"Tidak biasanya kau pulang jam segini?"
"Iya, Ma. Aku sedikit lelah saja." Rendra tidak bisa menyembunyikan rasa sedih.
Saras tahu betul sifat putranya. Pasti ada masalah yang di sembunyikan. "Kau sedang ada masalah?"
Rendra menggelengkan kepala. Pertemuan nya dengan Clara bukanlah masalah. Justru Ia sangat bahagia bisa bertemu dengan wanita yang sangat Ia cintai. "Aku sudah bertemu dengan nya, Ma."
Saras membulatkan matanya. Sedetik kemudian, ada senyum yang indah menghiasai wajah cantiknya. Anaknya sudah bertemu dengan perempuan yang di cintai selama bertahun-tahun, ini sungguh kabar yang sangat gembira untuknya.
" Kenapa kau tidak ajak dia ke rumah? Bagaimana kabarnya? Mama ingin segera ketemu Ren."
"Ia sudah menikah, Ma." Rendra tersenyum sambil menatap wajah Saras.
Senyum Saras seketika surut, Ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan putranya saat ini.
"Aku tidak apa-apa Ma, asal Ca bahagia. Sampai sekarang pun, rasa cintaku padanya tidak berkurang sedikitpun. Bukankah mencintai tidak harus bersama. Yang penting dia bahagia Ma. Itu sudah cukup untukku."
Saras memeluk putranya. "Baguslah kalau kau menerima nya dengan lapang dada. Jangan rusak hubungan orang lain Nak! Jangan kau ganggu Ca lagi. Biarkan dia bahagia bersama keluarga nya. Kini kisah mu dan dia sudah benar-benar usai."
"Rendra tahu Ma." Ia semakin mengencangkan pelukannya kepada Saras. Seolah mencari kekuatan.
Sejak saat itu aku mulai sadar diri
Hanya bisa memandang ke atas dari sini mencoba bersembunyi
Langkah ini akan aku bawa kemana?
Sedang bayangmu selalu mengikuti
Sejak saat itu, seperti jatuh dari pohon tinggi
Mataku terbuka lebar untuk kali ini dan kemana langkah ini akan berlari
Pada akhirnya semua pergi tak kembali.
- *DC*-
Catatan author : Terimakasih sudah menyempatkan diri membaca karyaku. Btw itu puisi dari teman di real life ku, setelah tahu aku nulis cerpen dan novel dia sering kasih aku puisi ala-ala 🤭 dan akhirnya aku masukin chapter deh. Sebenarnya banyak banget ngasihnya, cuma aku pakai yang menurutku pas dengan isi chapter nya. Dia juga ngga mau namanya di disebut. Aku pakai inisial aja 😅
Jangan lupa like dan komen ya...
Terimakasih 🙏.
apakah km. benar2 masih menyukai Clara 😤