NovelToon NovelToon
Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Kriminal / Detektif
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: dionesia

Lukas,Bos Kartel Narkoba terbesar di Asia tenggara di jebak oleh salah satu klien barunya hingga membuatnya mengalami kecelakaan saat dalam pengejaran polisi. Ia pun menabrak sebuah mobil sedan yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Seminggu kemudian Lukas terbangun dan menemukan dirinya dalam sebuah kamar pengantin dengan seorang wanita yang menggenggam sebuah buket bunga. Ia bertukar tempat dengan Pewaris tunggal yang memiliki wajah sama dengannya. Pewaris tunggal itu sendiri menggantikan dirinya sebagai tersangka dalam kondisi vegetatif, koma. Kekacauan pun mengguncang saham perusahaan akan ketidakberadaan Pewaris tunggal. Salwa yang merupakan istri dari pewaris meminta Lukas untuk menggantikan suaminya hingga kondisi suaminya pulih kembali. Lukas yang kehilangan segala miliknya karna di jebak oleh salah satu kliennya menyanggupi permintaan Salwa.

Saat Lukas memainkan perannya sebagai suami pengganti untuk Salwa, Ia di kagetkan oleh kenyataan bahwa klien yang telah menjebak dan menghancurkannya adalah Ayah mertua dari Pewaris tunggal. Satu persatu rahasia keluarga pewaris tunggal terungkap dan membawa Lukas ke dalam titik awal kekacauan. Dengan segala kemampuan Lukas membantu pewaris tunggal melawan musuh dan mengembalikan semua ke tempat yang seharusnya. Lalu bagaimana dengan Lukas? Dimana tempat dia seharusnya berada? Apakah Suami pengganti? Atau malah Sebaliknya?


Nah, Nantikan terus kelanjutan ceritanya dengan tekan ❤️ untuk masuk kedalam daftar favorit kamu. Dan jangan lupa untuk dukung Author dengan memberikan Vote,like , komentar dan hadiah-hadiah lainnya yaa
Makasih semuanya🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dionesia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Menyerahkan diri

🍁🍁🍁

"Hah!" Suara Salwa kehabisan nafas saat Lukas menarik bibirnya yang membungkam Salwa.

"Apa ini yang pertama bagimu?" Tanya Lukas dengan kedua tangan menopang dilantai menatap Salwa yang menghirup nafas.

"Bu-bukan!" Jawab Salwa gugup memalingkan wajahnya dari tatapan Lukas. Tidak salah lagi ciuman yang baru saja terjadi adalah pertama bagi Salwa dalam hidupnya.

"Benarkah?" Tanya Lukas menarik diri dari atas Salwa.

"Ya." Jawabnya kembali menyembunyikan pipinya yang kini memerah.

"Apa kau masih ingin tidur disini?" Tanya Lukas membuat Salwa bangun dari lantai.

"Sebentar." Tahan Salwa pada genggaman Lukas yang menarik tangannya keluar saat ia telah berdiri.

"Ada apa?" Menoleh.

"Ranselku." Menunjuk tergeletak pada lantai yang kemudian dipungut Lukas dan dilemparkan padanya.

"Ayo!" Menarik Salwa keluar dari kerangka rumah menelusuri gang-gang kecil melewati rumah warga dan anak-anak yang bermain dan ibu-ibu yang bergosip di teras rumah. Sebaliknya Bams dan Ronal juga menelusuri gang-gang rumah warga dari arah berlawanan. Keempatnya pun tiba bersamaan disebuah gang yang jauh lebih lebar dari gang yang mereka telusuri sebelumnya. Namun mereka tenggelam dalam keramaian pasar yang dipenuhi oleh orang banyak dari berbagai kalangan usia.

Fyuhhh! Suara Lukas dan Salwa menghela nafas bersamaan membuat keduanya saling melihat satu sama lain. Tatapan itu membuat Salwa mengingat kembali ciuman sebelumnya.

"Kemari!" Tarik Salwa pada Lukas membuyarkan ingatannya. Ia membawa Pria itu mencoba pakaian yang tergantung di depan mereka. "Kita harus berganti baju untuk mengalihkan mereka." Ucap Salwa yang kemudian memilih jaket berwarna abu-abu untuk Lukas. Lalu mengambil jaket berwarna merah maroon untuknya. Selang beberapa menit kemudian keduanya keluar dari toilet umum dengan jaket dan celana baru.

Bug! Suara Lukas melempar jaket hitam sebelumnya ke dalam tong sampah setelah mengeluarkan kalung miliknya dari dalam saku. Kemudian dari kejauhan Lukas melihat Bams dan Ronal masih mencari keberadaan mereka.

"Sini!" Ucap Salwa menangkup wajah Lukas memakaikan masker. "Jangan terlihat seperti menghindari sesuatu." Sambungnya. "Itu akan menarik kecurigaan mereka." Jelasnya yang kemudian berbaur dengan orang-orang dipasar menghindari kecurigaan.

"Kali ini kau benar-benar terlihat seperti seorang Intel." Bisik Lukas memujinya yang kemudian berjalan di hadapan Bams. Bams menangkap bahu setiap orang yang memakai jaket kulit hitam disekitarnya. Sedangkan Ronal menangkap bahu wanita yang bergandengan tangan dengan Pria.

Di saat keduanya sibuk mencari dengan modal ingatan pakaian Salwa perlahan melewati keduanya. Selang dari dua tiga orang Lukas kemudian berbalik menyusul Salwa keluar dari keramaian meninggalkan Bams dan Ronal.

Bug! Suara Salwa melempar ranselnya kedalam tong sampah toko serba. Ia mengganti ranselnya dengan yang baru mengantisipasi ingatan Bams dan Ronal.

"Kau sudah mengecek tak ada yang tinggal disana?" Tanya Lukas menunjuk dengan melirik kearah tong sampah.

"Udah semua." Jawab Salwa menyandang ranselnya.

"Bagaimana dengan mobilnya?" Tanya Lukas. "Mereka akan menangkapmu jika kau kembali kesana." Ucapnya.

"Aku takkan kembali kesana." Sahut Salwa. "Pemilik mobil akan menjemputnya sendiri." Menunjukkan alamat di bon penginapan sebelumnya.

"Baguslah!"

"Sebelum berpisah ayo makan bersama disana." Tunjuk Salwa pada restoran Chinese food di seberang.

"Pergilah." Tolak Lukas dengan ajakan Salwa. "Ada hal yang harus aku urus sebelum menyerahkan diri." Ucapnya.

"CK!" Decak Salwa. "Apa kau tak bisa menyerahkan dirimu padaku saja?" Tanya Salwa membuat Lukas tersenyum tipis. "Kenapa selalu mengatakan akan menyerahkan diri pada polisi?" Merengut sambil berbalik badan. "Menyebalkan!" Ucapnya pergi dari hadapan Lukas yang tersenyum padanya.

"Aish! Wanita milik pria lain memang punya rasa yang berbeda." Ucap Lukas berbalik badan membelakangi Salwa. "Sayangnya Aku tak punya waktu untuk menggodanya." Melompat ke gang mencari keberadaan Bams dan Ronal.

"Hah-hah-hah!" Suara Bams terengah-engah mengejar pria yang memungut jaket Lukas dari tong sampah. Pria itu mengenakannya membuat Bams dan lainnya mengejarnya. "Cepat kejar!" Teriak Bams pada anak buahnya yang kemudian disusul oleh Ronal dari belakang. Mereka berlari melewati Lukas yang datang dari arah berlawanan. Ia menyeringai tipis sambil melempar puntung rokok yang masih menyala.

Wuhh! Suara Lukas menghembuskan asap rokok yang tersisa dalam mulutnya dengan sepatu menginjak puntung rokok. Ia berbalik badan kearah Bams dan kelompoknya pergi.

Bug! Suara Bams melempar pria yang mengenakan jaket kulit Lukas. Ia kemudian menghajarnya hingga babak belur. Pria itu tersungkur di tanah berlumuran darah. Semua yang ada disana kecuali Ronal memberikan tendangan dan injakan pada tubuh yang tak bernyawa lagi. Lukas yang mengintip dari balik dinding rumah warga terkejut melihat kekejam Bams. Ia tak menyangka Bams yang dulunya tak pernah menggunakan kekerasan selama bersama dengan Alex kini telah berubah menjadi seorang monster.

"Halo Bos!" Sambut Bams dari ujung telpon sambil mengkodekan pada anak buahnya untuk membuang jasad sebelum ada yang melihat. "Sesuai dengan perintah kami telah menghabisi pria itu Bos." Ucap Bams membuat Ronal dan Lukas kompak melihat kearah Bams. "Baik Bos!" Tutupnya mengakhiri pembicaraan diujung telpon.

"Bams!" Panggil Ronal sambil melihat jasad pria dimasukan kedalam karung dan digotong oleh anak buah Bams.

"Ya!" Sahut Bams menyimpan ponselnya.

"Apa Raden yang meminta untuk membunuhnya?" Tanya Ronal melihat ke Bams bersamaan dengan Lukas yang terkejut mendengar nama Raden.

"Ya." Jawab Bams santai. "Bukannya dari awal kau juga tahu." Ucapnya. "Kalau Lukas memiliki seorang teman disisinya." Ucapnya mengangkat wajah melihat tepat pada bola mata Ronal. "Raden mengatakan orang ini itu adalah teman yang dimaksud!" Sambungnya.

"Oh iya!" Sahut Ronal. "Tapi apa sih yang membuat Raden melakukan ini pada Lukas?" Tanya Ronal. "Bams, Apa kau tahu sesuatu?" Tanya Ronal lagi.

"Aku dengar dari pengawal Raden yang lain Lukas pernah menyinggungnya." Jawabnya. "Anak itu bahkan sempat menolak kerja sama dengan Raden." Sambungnya. "Raden sakit hati dan mencari kesempatan untuk membalasnya." Jelas Bams.

"Kau yakin hanya itu?" Tanya Ronal.

"Ya." Jawab Ronal.

"Emang kejadiannya kapan?" Tanya Ronal merasa ada yang janggal.

"Enam bulan yang lalu." Jawab Bams.

"Eh?!" Sahut Ronal dengan raut wajah seperti menyembunyikan sesuatu tertangkap oleh kedua mata Lukas yang sejak tadi menatap tajam pada keduanya secara bergantian.

Detektif sialan itu sepertinya mengetahui sesuatu. Batin Lukas yang kini telah berdiri di depan toko serba sebelumnya.

"Aku harus mencari tahunya?" Menatap Salwa keluar dari restoran sambil menenteng sebuah plastik hitam. "Tapi saat ini aku membutuhkan tempat untuk bersembunyi." Melangkah perlahan kearah Salwa menundukkan wajahnya sambil menendang-nendang bahu jalan dengan sepatunya.

Tap! Lukas menghentikan langkahnya tepat di depan Salwa membuat sepatu mereka saling menyapa dibawah.

"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Lukas membuat Salwa spontan mengangkat kepalanya. Ia melihat jaket abu-abu yang begitu familiar.

"Kau---" Ucapnya terputus dengan kepala menengadah keatas melihat wajah yang mirip dengan suaminya itu. "---Kenapa kau ada disini?" Tanya Salwa.

"Bukannya kau tadi menawarkanku untuk makan disini." Jawabnya meraih tangan Salwa dan menariknya masuk kembali ke restoran.

"Apa urusanmu sudah selesai?" Tanya Salwa menatap Lukas yang kini menikmati pangsitnya dengan lahap.

"Hm." Sahut Lukas.

"Bagaimana deng---" Ucap Salwa terputus oleh Lukas yang membungkam mulutnya dengan menyuapkan pangsit padanya.

"Kita bicarakan nanti setelah makan,Hm!" Pinta Lukas menarik sumpitnya dari wajah Salwa.

Tuk tuk tuk! Suara sepatu Salwa menendang-nendang kembali bahu jalan usai keluar dari restoran. Ia kemudian mengangkat wajah sedihnya itu melihat taksi yang lewat.

"Apa kau akan pergi sekarang?" Seru Lukas yang sejak tadi menatap punggung wanita itu dari belakang.

"Ya." Jawabnya menoleh dengan wajah sedih.

"Sendiri?"

"Ya." Menundukkan kembali wajahnya.

"Kau tak ingin membawaku bersamamu?" Tawar Lukas membuat Salwa dengan sigap melihat ke Lukas.

"Kau mau?" Tanya Salwa dibalas anggukan kepala oleh Lukas. "Kau mau membantuku?" Tanyanya lagi.

"Iya." Jawab Lukas.

"Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?"

"Aku tak memiliki apapun lagi selain wajah tampan ini." Jawab Lukas. "Jadi,daripada aku menyia-nyiakan wajah ini pada tembok penjara. Lebih baik Aku menyerahkannya padamu." Jelasnya membuat Salwa tersenyum dan spontan menghamburkan diri memeluknya.

🍁🍁🍁

1
Nadja 🎀
kok gak lanjut?
joelex
lah ini author blm ngelanjutin ceritanya ya? atau pindah dari noveltoon?😩
Nadja 🎀
kok gak lanjut? Pdhl aku penasaran
Retno Ningsih
semoga segera kak thor up lagi🥺
Retno Ningsih
iyeeey tuh kan salwa adiknya fero🥰tapi sayang kakaknya meninggal😥
Retno Ningsih
kayaknya saya sefaham dengan lukas,kl salwa itu adiknya fero yg dititipkan di panti asuhan.
Retno Ningsih
oh mungkin anak kembar david itu sebenarnya yohan dan lukas,saat kecil yohan dibawa kakeknya sedangkan lukas dibuang,dan luhan itu oranglain yg menggantikan posisi lukas😎
Yulestiani Desy Wulandari Soewarno
kok gg ada lanjutannya thor?
Nala
Aku terharuu.... author masih ngelanjutin cerita seru ini.
Aku masih sangat penasaran terus dengan kelanjutannya.....
makasih yaaa.... semoga selalu sehat authornya
Nadja 🎀
kasihan Lukas.. Salwa msh pikiran yohan. sampe kpn Salwa nyadar Lukas itu Luhan?
Hasni Ati
makin seru thorr lanjut up nya dong yg banyak yah
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: siap!
total 1 replies
Nala
Semoga author kagag lupa untuk ngelanjutin novel sebagus ini 😉
Nala
ahhh author pinter deh kalau nyamain adegan, macam di film layar lebar.... waaah kerren
Nala
bagus thor... I like ceritanya, seru menegangkan juga terkadang romantis 😄😃
Nala
wah thor... bagus buanget ceritanya, padahal aq g begitu suka novel penuh aksi sperti ini.
tapi pembawaan cerita yg disajikan,,, aq sungguh menikmatinya 😗😗😗
terimakasih thor lop lop lop
Nala
eh ternyata si bobi lucu juga yaaaa
Oriol Mahfuro
lanjuut thor
Hasni Ati
up lg dong thorr
Rv
lanjut thor
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: sabar yaa suka ngelag otaknya sama hal lain,
total 1 replies
Oriol Mahfuro
lanjut terus thor
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: Baik,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!