NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Di balik debu yang mulai menipis, tubuh Lin Xiao tergeletak tanpa pergerakan.

Darah segar mengalir deras dari dahinya dan membasahi dada kirinya.

'Apakah aku akan mati di sini?'

'Ayah... maafkan aku, aku tidak bisa melindungimu.'

Kesadaran Lin Xiao perlahan-lahan mulai memudar ke dalam kegelapan.

Suara tangisan Paman Zhou terdengar semakin jauh dan pelan di telinganya.

Namun, sesuatu yang aneh mulai terjadi.

Darah Lin Xiao yang meresap ke dalam kulit dadanya tidak jatuh ke tanah.

Darah itu seolah-olah tersedot ke dalam sebuah pusaran tak kasat mata.

Tepat di tempat roh beladirinya bersemayam, roh makam hancur yang selama ini menjadi bahan tertawaan.

Ding.

Sebuah suara aneh bergema di dalam kepala Lin Xiao.

Suara itu terdengar sangat kuno dan membawa aura kematian yang sangat pekat.

'Darah keturunan yang penuh dendam telah mengalir.'

'Kunci makam telah terbuka.'

Di dalam alam bawah sadar Lin Xiao, kegelapan tiba-tiba pecah oleh cahaya kelabu.

Dia mendapati dirinya berdiri di depan sebuah gerbang batu raksasa yang menjulang ke langit.

Gerbang itu dipenuhi ukiran naga dan iblis yang terlihat sangat hidup.

Di atas gerbang tersebut, terdapat tulisan kuno yang memancarkan aura menekan.

"Makam Para Raja?" eja Lin Xiao tanpa sadar.

"Tempat apa ini? Bukankah rohku hanya makam hancur biasa?"

Kriet.

Gerbang batu raksasa itu bergeser terbuka secara perlahan.

Suara gesekannya membuat jiwa Lin Xiao bergetar hebat.

Dari dalam gerbang, melangkah keluar sebuah bayangan hitam.

Bayangan itu tidak memiliki wujud fisik yang jelas, namun auranya membuat Lin Xiao sulit bernapas.

'Berapa lama aku tertidur?'

Suara bayangan itu menggema di seluruh ruang batin Lin Xiao.

Itu bukan suara manusia biasa, melainkan suara yang membawa keagungan seorang kaisar.

"Siapa kau?" tanya Lin Xiao sambil mencoba mempertahankan kesadarannya.

"Apakah kau bagian dari roh beladiriku?"

Bayangan hitam itu melayang mendekat dan menatap Lin Xiao dari atas ke bawah.

Dia kemudian tertawa pelan, tawa yang meremehkan namun penuh ketertarikan.

'Hahaha. Tubuh yang sangat lemah, meridian yang tersumbat, dan basis kultivasi yang menyedihkan.'

'Tapi matamu... matamu menyimpan dendam yang sangat aku sukai, Nak.'

Lin Xiao mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan sosok itu.

"Jawab pertanyaanku, siapa kau dan apa maumu?"

'Namaku sudah lama dilupakan oleh dunia ini.' jawab bayangan itu.

'Tapi di masa lalu, orang-orang memanggilku Kaisar Pedang Haus Darah.'

Lin Xiao melebarkan matanya terkejut.

Kaisar Pedang Haus Darah adalah tokoh legenda yang pernah hidup ribuan tahun yang lalu.

"Bagaimana mungkin kau ada di dalam tubuhku?" tanya Lin Xiao tidak percaya.

'Bukan hanya aku, Nak.' jawab bayangan itu sambil menunjuk ke dalam gerbang.

'Ada ratusan jiwa raja dan kaisar lain yang bersemayam di dalam makam ini.'

Lin Xiao melihat melewati gerbang dan terkejut.

Di dalam sana, terdapat barisan batu nisan tanpa ujung, masing-masing memancarkan aura yang sangat mengerikan.

'Selama ini rohmu bukan makam hancur yang tidak berguna.'

'Rohmu terlalu kuat untuk tubuhmu, tubuh lemahmu lah yang membuatnya terlihat hancur karena menyegel diri.'

Bayangan itu mengangkat tangannya dan menunjuk tepat ke dahi Lin Xiao.

'Sekarang segelnya telah terbuka oleh darah keputusasaanmu.'

'Apakah kau menginginkan kekuatan untuk membalas dendammu, Nak?'

Lin Xiao mengingat wajah sombong Lin Jian yang menginjaknya.

Dia mengingat wajah ayahnya yang menua dan sakit-sakitan karena dihina oleh klan.

"Ya." jawab Lin Xiao tanpa ragu sedikit pun.

"Aku ingin kekuatan untuk membunuh mereka semua."

'Bagus.' kata Kaisar Pedang Haus Darah sambil tertawa buas.

'Maka terimalah warisan pertamaku ini, dan biarkan dunia mengingat kembali teror Makam Para Raja!'

Sebuah cahaya merah darah melesat dari jari bayangan itu dan menembus dahi Lin Xiao.

Informasi yang sangat banyak langsung membanjiri otaknya.

Teknik kultivasi, jurus pedang, dan pengalaman bertarung selama ratusan tahun.

Semuanya mengalir masuk secara paksa membuat Lin Xiao berteriak kesakitan di alam bawah sadarnya.

Aaargh.

Di dunia nyata, tubuh Lin Xiao yang sebelumnya diam tiba-tiba tersentak.

Luka-luka di sekujur tubuhnya mulai berhenti mengeluarkan darah secara misterius.

Paman Zhou yang sedang menangis tersentak kaget dan mundur beberapa langkah.

"Tuan Muda? Tuan Muda masih hidup?"

Lin Xiao perlahan-lahan membuka matanya.

Mata yang sebelumnya penuh keputusasaan itu kini bersinar dengan cahaya merah darah yang sangat dingin.

Dia perlahan bangkit berdiri.

Tulang-tulangnya berbunyi gemeretak seolah sedang disusun ulang.

"Paman Zhou." panggil Lin Xiao dengan suara yang jauh lebih berat dan dingin dari sebelumnya.

"Berhenti menangis, mulai hari ini, tidak akan ada lagi yang berani menindas kita."

Lin Xiao melihat ke arah pintu keluar halaman belakang tempat Lin Jian pergi.

Senyum tipis yang sangat mengerikan terbentuk di wajahnya.

'Lin Jian, Klan Lin, dan kau Su Yuxin.' batin Lin Xiao.

'Kalian sudah membangunkan monster di dalam diriku.'

'Mulai sekarang, aku akan mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi milikku, beserta nyawa kalian.'

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!