NovelToon NovelToon
SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Scarlet adalah gadis yatim piatu yang kuliah sambil berkerja. Pada suatu hari dia kesandung masalah memecahkan Guci antik dan disuruh mengganti dengan uang seratus juta tunai.

Dalam kebingunannya akhirnya Scarlet ke Club malam dan menjual kegadisannya dengan pemilik Club. Karena merasa terhina Scarlet tidak mau menerima uang dari pemuda itu.

Tapi pemuda yang bernama David itu malah jatuh cinta kepada Scarlet, dan mulai membantu keuangan Scarlet secara diam-diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU MASIH WARAS

"Jauhkan pekerjaan itu, lebih baik kamu jualan bunga saja." kata David berjeda.

"Aku akan mengantarkanmu ke Toko, ingat nanti sore kita ke psikolog."

"Aku tidak mau ke psikolog, aku waras. kamu ada-ada saja."

"Tidak ada yang mengatakan kamu tidak waras, pergi ke psikolog bukan berarti gila, aku hanya ingin tahu kenapa kamu Stres."

"Aku stres karenamu. Aku tetap tidak mau pergi, aku lelah lahir bathin." sahut Scarlet.

David memilih diam, semenjak dekat dengan Scarlet, sifat David menjadi popossessive. Dia menoleh kepada Scarlet yang sibuk memainkan ponselnya daripada meladeninya bicara.

Mobil berhenti di depan Toko Bunga Scarlet mau turun dari mobil. David cepat menahannya.

"Kamu acuh sekali." kata David kesal.

Scarlet memang sengaja chattingan dengan teman-teman kampusnya daripada mendengar ocehan David yang selalu memaksanya.

"Tidak ada kiss, sayank...."

"Tidak ada...humm.." bibir David cepat berlabuh. Scarlet menolak dada David, tapi David lebih kencang memeluknya.

"Uh..aku jadi berantakan." ucap Scarlet geram.

David tersenyum, dia mengedipkan sebelah matanya ketika Scarlet turun dari mobil. Matanya tidak lepas dari sosok Scarlet. Setelah Scarlet masuk ke Toko baru David pergi ke Bar. Dia akan mengikat Scarlet dengan cara memberikannya sebuah Toko atau sebuah perusahan atau apa saja.

David memacu mobilnya dengan cepat, dia harus berbicara dengan Iwan. Sampai di Bar David langsung menemui Iwan.

"Aku ingin berbicara denganmu." kata David menuju office. Iwan mengikuti bosnya dengan cepat.

"Bos mau minum?"

"Tidak, aku ingin cepat pulang."

"Ada apa?" tanya Iwan memandang David yang tingkahnya seperti galau.

"Scarlet, lagi memilih calon pacar, dari sekian kandidatnya ada yang menawari main film. Aku tidak mau kalau dia menjadi artis."

"Terus...mau bos apa? dia juga perlu kehidupan yang lebih meningkat. Sebentar lagi dia Sarjana, tentu dia akan bekerja di sebuah instansi."

"Aku tidak ingin itu terjadi, aku ingin dia menjadi milikku seutuhnya."

"Tidak bisa begitu bos, Scarlet punya pendirian, dia tidak mau tergantung kepadamu. Biarkanlah dia mencari kehidupannya sendiri, aku kasihan dengannya. Dia tidak seperti wanita lainnya, dia begitu elegan dan sangat berharga."

"Aku kesini mencari solusi, bukan untuk mendengar nasehatmu. Kalau kamu ingin terus digaji, jangan berani mulutmu memuja Scarlet, aku tidak segan-segan menyingkirkanmu."

"Kenapa harus Scarlet, bukankah bos punya banyak wanita yang bisa di- tiduri, dia anak yatim piatu, hidupnya sudah pahit dari kecil."

"Iwan, tutup mulutmu atau aku pecat. Kamu harus mencuri ponselnya dan beliin yang baru."

"Maaf bos. Apa lagi idenya, semenjak bos kenal dengan Scarlet, banyak sekali ide konyol yang bos ciptakan. Membayar utang Guci, membayar lunas kuliahnya, membayar kost, membelikannya baju, sekarang membelikannya ponsel. Semua itu bos lakukan dengan sembunyi dan seolah itu keberuntungan Scarlet. Kenapa harus bohong,?"

"Sudah aku katakan Scarlet tidak matre dan dia akan menolak apapun yang aku berikan."

"Lebih baik bos membelikannya sebuah Villa untuk di kelolanya atau apa sajalah, aku jadi bingung."

"Aku tahu apa yang harus aku berikan padanya yang tidak terlalu bersentuhan dengan cowok."

"Apa?" tanya Iwan ingin tahu. Kepalanya ikut pusing memikirkan ide bosnya yang semakin konyol.

"Kamu kirimin dia SMS, katakan dia dapat hadiah, transfer uangnya, nanti aku akan menyuruhnya membeli mobil untuk di sewakan. Jadi dia akan punya pendapatan dari sana."

"Penipuan itu sering terjadi, jadi tidak mungkin Scarlet percaya."

"Buat dia percaya." perintah David.

"Oke bos, aku akan menyuruh anak buahku." jawab Iwan.

David merasa sudah agak lega. Dia akan ikut berperan di dalam rencana ini. Dia lalu keluar dari Bar sekalian menyuruh Iwan mengontrol sebuah Bar yang baru di bangun diatas Bukit.

David memindahkan pakaiannya yang ada di Apartemen ke rumahnya. Dia akan kembali tinggal di rumah bersama Scarlet. Kalau disini Scarlet ada yang menjaganya dan mengurus makanannya.

Dari dulu David bekerja dari rumah karena di rumah ini ada ruang kerja dan sangat lengkap. Kalau Scarlet ada disini David bisa mengontrolnya. Yang terpenting dia bebas bercinta dengan Scarlet.

David mengangguk ketika semua pelayan menyambutnya dengan hormat. Rumah terlihat sangat rapi elegan dan artistik. Dia sengaja mengubah interior menggantikannya dengan yang lembut, sesuai kepribadian Scarlet yang lembut dan elegan. David langsung ke ruang kerja, dia menghempaskan tubuhnya di balik meja kerjanya.

Pukul 16.15 menit, Scarlet sudah sampai di tempat kostnya, dia akan ke Kampus dan tadi sengaja minta pulang duluan. Hari ini Tokonya tidak begitu ramai, bosnya juga kundangan jadi Toko agak awal tutupnya.

"Hallo cantik...tumben pulang cepat, mana sopirnya? biasanya pak sopir mepet terus seperti lem tikus." sapa si Udin dengan senyum genitnya. Scarlet tersenyum, kalau tahu David dikatakan sopir, badan krempeng si Udin bisa melayang bebas kena tendangan pinalti dari David.

"Aku mau ke Kampus makanya pulang cepat." jawab Scarlet datar.

"Neng, sekali-kali abang yang anter bolehkan, kalau tidak mau mulutku susah ngerem kalau ngegosip."

"Jaga mulut abang, belum pernah kena bakiak ya. Pengawalku lebih galak dari abang, badan sekrempeng abang gampang dia lipat."

"Hahaha...badan mah boleh gede neng, tapi kalau otaknya koplo, abang jamin tuh laki bisa diporotin."

"Apa maksud abang, ngomong kagak ada juntrungnya." sahut Scarlet masuk ke kamarnya. Dasar si Udin pengangguran abadi, manusia langka, seenaknya saja ngebacot. gerutu Scarlet kesal.

Pukul.17.15 David bengong di depan Toko Bunga, dia melirik kembali jam tangannya biasanya Scarlet belum pulang, tapi ini semua sudah gelap. Toko tutup.

David membuka ponselnya dan menghubungi Scarlet. Tapi karena Scarlet berada di Kampus dia sengaja mematikan ponselnya. Dia tidak ingin David menjemputnya.

David mulai panik, dia ketakutan kalau Scarlet sedang berduaan dengan seorang pria. Dia memacu mobilnya ke tempat kost Scarlet. Dia berdoa dalam hati supaya Scarlet berada di tempat kost.

Udin yang melihat pacar Scarlet datang langsung pasang badan, dia memang sengaja menunggunya dari tadi. Udin tahu orang ini pastilah klas kakap yang bisa di porotin.

"Mat malam bos, apa bisa di bantu? kerongkongan kering dari tadi, malas bicara."

"Bang ada istriku?" tanya David sambil mengibarkan uang merah. Mata Udin langsung melotot. Kapan kunyuk ini menikah. bathin Udin cemburu.

"Sepertinya dia buru-buru, ada yang ngajak nge-date." sahut Udin datar. Tidak lupa dia serobot uang merah itu dan cepat masuk ke kantongnya.

"Kamu tahu dari mana dia mau nge-date?" tanya David dengan mata berkilat, tangannya mengepal.

"Dari bibir ranum Scarletlah....." sahut Udin. David menuju ke mobilnya. Dia kembali menghubungi Scarlet, tapi gadis itu mematikan ponselnya.

David dengan kemarahan yang besar memacu mobilnya menuju Kampus. Udin tersenyum melihat orang kaya yang kena tipu..hahaha...dia terus tertawa, membayangkan akan ada gencatan senjata.

Scarlet baru keluar dari Kampus, besok akan ada gladi resik untuk wisuda. Dia lega bisa menyelesaikan kuliahnya. Hanya satu keinginannya yaitu bertrimakasih kepada orang yang membayar kuliahnya. Ntah siapa orang mulia itu. Seandainya orang itu muncul di depannya Scarlet berjanji akan menjadi pelayannya.

*****

1
like
Kecewa
like
Buruk
Fay
Luar biasa
Fay
Lumayan
delete account
gara-gara kamu jadinya/Grievance/
delete account
daripada senyam-senyum Mulu trs sudah dimasukkan obat ke dalam minuman
delete account
cie tetap di waspadai tapi kira-kira apakah Iwan bisa atasi/Doubt/
delete account
jadi gimana tu apakah ada yang menolong?
delete account
dimasukkan ke dalam obat /Doubt/
delete account
🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
delete account
diancam kepolisian karena sifat buruk
delete account
benar tu pelan-pelan saja tidak perlu buru-buru
delete account
Kok pengen nya cepat banget
delete account
seharusnya lebih hati-hati
delete account
Wahaha kasihan baru dapat kerja sudah dimaki-maki
delete account
hadir
delete account
banyak sekali pesanan buat apa
🎎 Lestari Handayani 🌹
semangat terus. lanjut ceritanya
Arya suryadi🐞
🥰🥰🥰👌👌👌
ayumi: 🍬🍭🍬🍭🍭🍬
total 1 replies
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
TOP LABEL⭐⭐⭐⭐⭐

SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA

GOOD JOB👍👍👍
ayumi: tq kk udh mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!