aryan adiwilaga adalah anak semata wayang penerus perusahaan keluarganya,aryan mempunyai istri yang cantik tapi tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga tersebut
kakek meminta arya untuk berpoligami,
dan menikahi seorang gadis cantik bernama anya,tapi saat melahirkan anya meninggal dunia karena pendarahan
setelah beberapa tahun naura istri pertama aryan pergi meninggalkan rumah,mereka kembali bersama karena kegigihan aryan mengejar cintanya kembali
tapi naura tidak mau tinggal bersama keluarga aryan,naura lebih memilih hidup sederhana di sebuah kontrakan yang jauh dari rumah keluarga aryan
maura memberikan syarat,jika aeyan kembali padanya mereka tidak akan kembali ke rumah keluarga aryan,naura mau membuktikan uang bukan lah segalanya
apakah mereka bisa melalui kehidupan yang serba kekurangan?
apakah aryan akan setia kepada naura setelah sebelumnya melakukan poligami?
apakah kisah cinta naura dan aryan akan kembali di usik orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sapu ijuak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kerumah naura
aku menggendong rindu pulang ke mobil,dan mengantar nya pulang terlebih dahulu,karena alamat yang di berikan wanita editor tadi lumayan jauh dari sini
"sayang beberapa hari ayah tidak di rumah,kamu sama oma ya"
"ayah mau kemana?"
"ayah ada kerjaan di luar kota,dan mengharuskan ayah untuk menginap di sana,rindu jangan nakal ya sama oma"
"iya ayah"
aku melajukan mobil ku sedikit lebih cepat,jika aku berangkat dengan mobil sore ini maka aku akan tiba di rumah naura besok subuh,karena perjalanan ke alamat itu kurang lebih menempuh jarak sekitar 10 jam
aku akan pulang terlebih dahulu menggambil persiapan dan surat dari anya,aku tidak boleh melupakan surat itu,hanya surat itu satu satu nya amanah dari anya
"assalamualaikum ma"
"waalaikumsalam eh cucu oma sudah pulang,gimana tadi sama nenek?
"nenek itu baik kok oma, tindu di kasih boneka kayu lo"kata rindu memperagakan boneka kayu yang di bawa di rumah bunda tadi
rindu duduk di sofa bermain boneka kayu dan yang kami beli tadi
"ma aku titip rindu beberapa hari ini ya ma,aku sudah menemukan alamat naura,somoga saja aku bisa bertemu dengan nya"
"kamu dapat dari siapa alamat naura? pergi lah nak kejar lah cinta mu,mama akan selalu mendukung keputusan mu"
aku tersenyum memeluk mama dan pergi ke kamar mengemasi beberapa baju dan keperluan lain nya,tak lupa aku mengambil surat anya yang masih rapi di dalam tas,meski warna nya sudah sedikit usang dan ke kuning kungingan
semua sudah siap aku segera ke bawah untuk berpamitan pada mama,tapi di sana ada papa dan kakek juga,aku memberi kode pada mama agar tak memberi tahu kemana aku akan pergi,aku tidak mau perjalanan ku terhalang karena pertanyaan kepo mereka
"ma,pa aku pergi sebentar aku titip rindu ya" aku menaikkan alis ku memberi kode pada mama dan mengarahkan bola mata ku ke kakek dan papa,ternyata mama paham maksud ku
"ya sudah semoga apa yang kamu cari secepatnya akan kamu temui,hati hati ya nak mama selalu berdoa untuk mu"
"mau kemana aryan?" papa yang sedang asik nonton tv menegur ku sedangkan kakek tidak peduli karena telinga nya kadang susah untuk mendengar,kakek sedang bermain boneka dengan rindu
"mau mencari permata yang hilang pa" kata ku senyum dan berlalu meninggalkan ruang keluarga
ku nyalakan mobil dan berangkat menuju alamat naura
***
aku sudah sampai di alamat tersebut,tapi aku belum tahu pasti alamat rumah naura karena masih jam lima subuh,aku akan istirahat sebentar dalam mobil,karena semalaman aku tidak tidur,lagian mau tanya sama siapa alamat naura jam segini masih sepi
ku parkirkan mobil ke pinggiran jalan,suasana masih sangat sepi udara begitu dingin,tak butuh waktu lama untuk ku tertidur,hanya memejamkan mata sebentar aku sudah tak ingat apa apa lagi,aku sudah hanyut dalam mimpi indah
tiiit tiiiiiiit
aku terbangun mendengar klason dari mobil belakang mobil ku,aku melongokan kepala di kaca jendela
"maaf pak saya ketiduran"kata ku sambil stater mobil dan melaju ke jalan yang lebih lebar
ku lihat jam di gawai ku sudah menunjukan jam tujuh pagi,aku turun dari mobil dan bertanya ke mobil pick up di belakang
"maaf mas apakah bapak tahu alamat ini? kata ku menyodorkan sebuah kertas
dia membaca tulisan di kertas itu dan menoleh padaku
"di sana mas,paling puncak rumah yang paling besar mas" kata laki laki sebaya dengan ku menunjuk ke puncak
"terimakasi mas" aku kembali ke mobil dan melajukan mobil sesuai petunjuk dari laki laki itu
tidak lama mengemudi aku sampai di sebuah rumah yang cukup besar,bisa di bilang villa lah karena letaknya sangat stategis rumah itu berada di paling puncak disini sepi,nyaman bikin tenang dari halaman kita bisa melihat rumah rumah di kota dan mobil berlalu lalang,dan di sini juga terlihat jelas pemandangan danau di bawah sana,sempurna itu kata yang pas untuk tempat seperti ini
aku menghela nafas setelah melihat pemandangan yang membuat sejuk dimata,aku berbalik melihat bangunan ber cat putih,rumah yang sangat rapi dan bersih,tapi seperti tidak ada orang di dalam sana
aku coba mendekat ke daun pintu,dan menekan bel tapi masih tidak ada yang membukakan pintu,aku berbalik ke mobil mencari sebuah makanan perut ku sudah lapar,karena dari semalam aku belum makan
aku mengambil sepotong kue dan memakannya sambil bersandar ke mobil,saat aku makan aku menoleh ke lantai dua,di sana ada naura yang merentangkan tangannya di teras menghirup udara segar pagi hari
wajah nya begitu cantik terpapar sinar matahari pagi,aku melongo melihat pemandangan di depan mata ku,dia memakai baju tidur sexi yang ada luaran nya
aku membiarkan dia menikmati hangat dan segarnya pagi ini,sampai dia masuk kembali aku masih ragu untuk menemuinya,tapi aku harus siap dan berjuang mendapatkan dia dan cinta nya kembali
aku bergegas mengambil surat dari anya dan pergi ke depan pintu,aku kembali menekan bel beberapa kali,dan akhirnya ada sahutan dari dalam
"iya sebentar" kata naura dari dalam rumah, aku menghela nafas menguatkan mental ku untuk bertemu dengan nya
saat pintu di buka aku hanya diam berdiri dan dia sekidit kaget melihat aku ada di sini
"mmm mas kamu kenapa di sini" kata nya kikuk
"bolehkan aku masuk,kita bicara di dalam saja" jawab ku dengan ragu dan di sertai jantung berdebar debar
"i i iya mas, silahkan masuk dulu, aku akan ke belakang dulu mengambil minum" katanya dengan penuh tanda tanya
aku sekarang berada di rumah bernuansa alam,rumah yang sangat bersih dan rapi barang barang di tata dengan rapi,dan banyak bunga hidup untuk mengiasi rumah yang di tata naura
aku duduk di sofa dari sini aku bisa melihat naura menyiapkan minuman untuk ku,karena antara dapur dan ruang tamu tida ada tembok penghalang walau masih agak jauh tapi masih bisa melihat keadaan di dapur
setelah siap ku lihat naura membawa secangkir kopi,dia sepertinya masih binggung,entah apa maksud ku kemari,dia duduk di sofa tepat di depan ku
"minum dulu mas,dan langsung aja mas ada perlu apa menemui aku setelah sekian lama"
aku meneguk kopi buatan naura,rasanya masih sama seperti beberapa tahun yang lalu
"aku sudah lama mencari mu, semenjak malam itu kamu pergi dari rumah ,aku tidak pernah berhenti mencari mu kemana mana,tapi hasilnya nihil tidak ada yang tahu tentang keberadaan mu"aku menghela nafas
"lantas apa yang membuatmu datang kemari,bukan kah sudah ada pengganti diriku yang bisa memberikan ke turunan untuk kakek mu"
aku hanya diam dan menyodorkan surat dari anya,aku hanya bisa menunduk dan diam tanpa kata,naura mengambil surat itu dia melihat ku sekilas dan membuka surat yang sudah ada di pegangnya
mohon maaf thor kalau memang gak di lanjut saya agak menyesal bacanya karena saya masih terngiang ngiang dengan kisahnya naura.setiap hari saya cek sudah beberapa bulan tapi up terbarunya gak pernah muncul
Dimohon thor untuk kelanjutan novelnya pliss🙏