menceritakan tentang gadis kaya mencintai bodyguard nya,namun sang bodyguard punya rahasia yang tidak di ketahui keluarga sang gadis,mari sama-sama kita ikuti alur cerita nya sampai ending.
bila ada salah kata dalam penulisan,penyusunan kata,tolong kasih saran ya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA PANJI SUDAH BERHASIL
Beberapa hari ini Panji jarang berada di rumah Agnes,dia sering berada di rumah nya dan masih sibuk dengan rencana-rencana Panji berikut nya.ialah menghancurkan perusaan-perusaaan peninggalan papa Agnes.
Itu rencana terakhir Panji,dia bertekad untuk melihat Agnes hancur,sehacur-hancur nya,sampai tidak ada satupun orang yang akan menolong nya.
Sebenar Panji sedikit merasa bersalah,karena sudah menghancur kan masa depan Agnes.tapi karena sudah di tutupi oleh dendam membuat rasa ibah nya tidak terlalu dalam.
Panji merasa Agnes Pantas mendapat kan itu,karena itu hasil dari perbuatan sang ayah.
Malam itu di rumah mewah Panji dia membuka kembali rekaman dan surat tentang pembunuhan keluarga nya beberapa tahun yang lalu itu.
Yang di simpannya erat untuk selalu mengingat kejadian tragis terhadap keluarganya,sehingga dia harus menjalani hidup yang begitu pahit.
"MAHESA kau akan menangis di atas sana melihat putri satu-satu mu akan menderita seperti ku dulu,
Ha ha ha...."ucap Panji di kamar luas dan mewah rumah nya.sambil tertawa dan menggepal kan tangan nya.
Malam itu,Panji mengutus orang-orang hebat nya untuk memulai rencana yang terakhir yang telah di susun dengan baik.
Panji hanya menunggu hasil dan bekerja dari rumah nya,sambil memantau cara kerja orang-orang yang dia utus.
Orang-orang yang di utus Panji pun bukan orang-orang sembarangan,mereka sudah sering melakukan pekerjaan itu dan hasil nya pun belum pernah mengecewakan.
Sebulan berlalu Panji sudah melihat kabar,bahwa saham-saham kepunyaan MAHESA menurun drastis dan orang kepercayaan MAHESA pun mulai panik dan berusaha mempertahan kan saham yang masih ada tapi seperti nya sudah tidak bisa lagi.karyawan dan orang-orang petinggi pun sudah berkurang dan di pecat,dan perusaan lain pun sudah banyak memutus kan kerja sama dan perusaan MAHESA harus ganti rugi atas kelalaian terhadap pelanggan-pelanggan besar mereka.
Panji cukup puas dengan berita itu,dan ingin segera melihat penderitaan Agnes.
Berita tersebut sudah terdengar jelas ke telinga Agnes,membuat nya semakin hancur,apa lagi dalam beberapa hari ini kesehatan Agnes sedikit memburuk.dia sering merasakan pusing dan muntah-muntah.
Tapi menurut Agnes itu cuma kecapean dan kurang nya istirahat karena sejak kejadian itu Agnes banyak pikiran dan membuat nya kurang tidur.dan Agnes hanya cukup dengan minum vitamin dan berusaha istrahat saja tanpa harus ke dokter.
mendengar berita itu Agnes semakin banyak pikiran,dan bingung harus bagaimana,orang-orang kepercayaan orang tua nya,satu persatu sudah mulai mengundurkan diri,begitu juga dengan Art nya.
Dan hari itu,tibalah Panji kerumah Agnes,dan membuat Agnes mulai mengeluarkan emosi nya.
"Panji..!!!ada urusan apa kamu tiba-tiba datang kerumah ku,???"ucap Agnes dengan muka merah padam dan menunjuk muka Panji.
"huuhhh....Aku hanyak ingin menyaksikan awal dari penderitaan mu Agnes"Ucap Panji dengan beberapa pengawal di belakang nya.Panji juga tidak mengunakan pakain seperti biasa nya yang serba hitam,kali ini Panji datang dengan pakian kantor nya.
"Apa maksud perkataan mu itu Panji,??,dan ada apa dengan pakaian yang kamu gunakan,"
"Anak manja seperti kamu memang tidak akan mengerti,karena kamu hanya bersantai sambil menikmati hidup di atas penderitaan orang lain"jawab Panji sambil duduk santai di sofa rumah Agnes.
Lalu Panji meminta sesuatu dari pengawal nya dan mereka pun memberikan sebuah map yang berisikan kertas yang tidak di ketahui oleh Agnes apa isinya.
Laluu Panji memberikan kepada Agnes.
"Bukak dan bacalah"ucap panji sambil sedikit melempar ke hadapan Agnes.
Agnes yang terpaku dengan sikap sedikit kasar Panji pun mengambil kertas tersebut dan membuka nya.
lalu dia mulai membaca isi kertas itu.Agnes sedikit gemetaran dan bekaca-kaca membaca isi kertas itu.
"Tidak...tidak mungk..in.. Ini rumah peninggalan orang tua ku,tidak mungkin akan di sita.
Panji..!!kamu pasti berbohong kan,aku tau perusaan orang tua sudah bangkrut tapi tidak mungkin rumah ini juga ikut di sita" ucap Agnes yang mulai menangis.
Panji tidak sedikit pun iba dengan apa yang terjadi kepada Agnes,dan dia hanya tersenyum.
"Panji,tolong aku..tolong pertahan kan rumah orang tua ku,semua nya sudah tak ada lagi,cuma rumah ini yang ku punya,"ucap Agnes dengan tangis nya.
""Aku bukan dewa penolong mu,sejak orang tua mu m*t*,aku sudah tidak bekerja dengan mu lagi,tapi karena kamu yang selalu memaksa kan untuk tetap tinggal"jawab Panji tanpa kasihan akan kondisi Agnes yang terlihat sedikit kurus dan pucat.
Tiba-tiba Agnes merasakan mual dan kepala nya sedikit pusing,dia berlari sedikit ke arah wastafel dan memuntahkan isi perut nya.dan membuat Panji sedikit kaget dan ada setitik rasa iba di hati nya.
Panji pun mendatang Agnes"Apa kau sakit" tanya Panji yang melihat muka Agnes pucat.
"Aku tidak apa-apa,dan tidak usah sok peduli terhadap ku,"ucap Agnes sambil menatap Panji sekilas.
"Apa kamu merasa aku peduli terhadap mu??!
huhhhh...mungkin kamu terlalu tinggi hati,aku hanya takut kau sakit dan tidak bisa keluar dengan cepat dari rumah ini"ucap Panji sambil melipat kedua tangan nya di depan dada bidang.
"Dan ingat untuk keluar dari rumah ini secepat nya,karena perusaan ku tidak akan mentoleran orang yang bertele-tele"
"Jadi selama ini kamu hanya musuh dalam selimut Panji??"Ucap Agnes dengan kondisi lemah nya
"Teruslah mengoceh sampai kamu puas Agnes,sebelum kamu benar-benar angkat kaki dari rumah ini,dan satu hal lagi,aku memang musuh dalam selimut Agnes,dan kamu tidak bisa merbuat apa-apa lagi,karena kamu tidak punya apapun untuk di pertahan kan,termasuk harga d*r* mu" Ucap panji sambil keluar dari rumah itu tanpa menoleh sedikit pun kepada Agnes.
Agnes yang belum beranjak dari wastafel tersebut menangis menahan sakit yang teramat sakit karena ucapan terakhir Panji yang membuat nya hancur.
Agnes pun duduk di lantai karena kondisi nya yang lemah.
Dengan kondisi nya yang lemah dan pusing akhir nya Agnes Pingsan,dan untung saja masih ada Art yang yang bertahan di rumah Agnes,melihat Agnes yang sudah tergelatak di lantai tersebut.dan berusaha menolong Agnes lalu memanggil kan dokter.
Panji pun sudah berada di rumah nya sambil duduk di sofa,Dia harus nya bangga dan merasa senang,karena apa yang di rencanakan semua nya sudah berjalan dengan lancar.tapi saat dia mengingat kondisi Agnes yang lemah tadi hati nya merasa tidak tega dengan kondisi gadis cantik itu.
Tapi Panji berusaha mengilangkan pikiran nya dan tetap menjalankan rencana nya itu,dan melawan kata hati nya sendiri.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
tpi bcanya nyicil ya..
semangat💪💪🤗