Hana Permata Sari, adalah gadis yang pintar, ceria dan lembut,
Hana biasa gadis itu di panggil memiliki kehidupan yang bisa di bilang sempurna, tumbuh dalam keluarga kaya, orang tuanya yang sangat menyayanginya, dan kakak angkat yang selalu menjaganya mempunyai
sahabat sahabat yang begitu care padanya.
Namun di balik kesempurnaan hidupnya tak selaras dengan kehidupan percintaannya.
Kegagalan cinta berkali kali membuat Hana takut untuk membuka hatinya kembali, walaupun Robin sudah membujuknya untuk membuka hati kembali namun tak di hiraukan oleh Hana.
Hingga tiba suatu hari kebekuan hati Hana bisa tercairkan oleh seorang cowok.
Siapakah yang berhasil mencairkan kebekuan hati Hana?
Baca ceritanya ya!
Dan jangan lupa
Like
Comment
Saran dan kritiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA SURYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngumpul
Setelah beberapa saat papa Jonathan menenangkan mama Jonathan. mereka masuk ke ruang Jonathan di rawat.
"Om... tante... istirahat aja! biar Robin sama Steve yang jaga.!?"
Papa menepuk bahu kak Robin, "Makasih nak... baiklah kami istirahat dulu." papa dan mama.Jonathan menuju ruangan sebelah untuk beristirahat.
Tak beeselang lama Jonathan terbangun, "Kak..." lirih Jonathan memanggil, dan kak Robin beranjak dari duduknya mendekati ke Jonathan.
"Kak... tolong lepasin alat ini!" Jonathan memegang lemah selang oksigennya, dan kak Jonathan melepaskan alat itu.
"Gimana dengan nafasmu apa udah enakan?" Jonathan menganggukkan kepalanya pelan.
"Kak... besok sebelum Hana datang, aku pengen ketemu trio bocil kak..!?" (trio bocil: Rangga, Leo dan Lina)
"Kakak usahain... istirahatlah... biar besok kamu kelihatanlebih fresh saat beetemu mereka."
"Aku gak bisa tidur kak... badanku sakit semua." Jonathan menitikkan air matanya.
Kak Robin mengusap air mata Jonathan, "Kamu cowok yang kuat, jangan terpuruk ... jika memang kamu harus pergi, pergilah dengan tenang dan tinggalkan senyummu untuk kami!" ujar kak Robin serak, menahan air matanya tumpah.
"Makasih kak..."
"Cobalah untuk tidur, jangan takut kakak akan menemanimu." Kak Robin menggenggam tangan Jonathan.
Jonathanpun berlahan mulai memejamkan matanya, dan kak Robin tertidur masih tetap memegang tangan Jonathan dan duduk di kursi sebelah ranjang Jonathan.
Ke esokan harinya
Kak Robin sudah dari subuh sudah menghubungi trio bocil, agar datang ke Rumah Sakit secepatnya. dan menghubungi Hana untuk menunggu Kak Robin menjemput.
Mama sama Papa Jonathan juga sudah bebersih. lalu mendekati ranjang Jonathan.
"Pagi sayany... " mama mengecup kening Jonathan. di balas senyuman olehnya.
tok... tok... tok...
Masuklah trio bocil bersamaan, mereka langsung menyalami mama papa Jonathan bergantian, lalu mendekat pada Jonathan.
"Kak Nathan gimana kabarnya, Rangga kangen main basket lagi sama kak Nathan." ucap Rangga.
"Kakak juga kangen... dan kakak juga kangen sama celotehan kalian bertiga."
"Kakak cepet sembuh ya?" ucap lina dan leo, bersamaan..
"Kakak mau minta tolong sama kalian, tolong nanti hibur Hana ya?! bila dah saatnya aku harus pergi."
Kami bertiga mengganggukkan kepala, dan kemudian datanglah kak Panji dan Dion. Mereka menyalami mama papa Jonathan lalu mendekati Jonathan dan trio bocil memberikan tempatnya untuk kak Panji dan kak Dion.
"Hai... brow..."ucap mereka bersamaan.
"Hai juga... gimana kabar sekolah? dan kalian?"
"Fine... everything is good nothing bad." ucap kak Dion.
"Pan... yon... gue mo minta tolong sama kalian, tolong bantu jagain Hana dan hibur Hana ya!?"
"Kamu tenang aja brow di tangan kita kita, Hana pasti bahagia, don't worry about that."
"Makasih... untuk Kebaikan kalian."
"Kita kawan men... don't hesitate to us, just relax."
"Thanks you are my best friend."
"Relax brow..." kak panji menepuk bahu Jonathan.
"Btw... Hana mana? kok gak kelihatan?"
"Belum di jemput, sengaja biar kalian ke sini lebih dulu, dari Hana."
"She's a strong girl so you don't have to worry too much about her." ucap kak Dion.
"She looks strong, but she's actually a frail and whiny girl."
"Trust me she will be a tough girl once you go."
" I hope..." lirih Jonathan.
"Kalian udahan dulu ya ngobrolnya! biar Nathan sarapan dulu." ucap mama Jonathan.
"Baik ma..." ucap kak Panji dan kak Dion bersamaan.
"Believe me everything will be fine." ucap kak Panji menepuk bahu Jonathan dan beranjak berlalu dari sana dan bergabung dengan yang lainnya.
"Gue jemput Hana dulu..."kata kak Robin.
"Ok... " jawab yang Lainnya pelan.
...xxxxxxxxxxx...
Di rumah Hana
Hana keluar masuk rumah, resah menunggu kak Robin yang gak datang datang, tiba tiba ada suara klakson, Hana langsung berlari keluar rumah.
Terlihat mobil Kak Robin memasuki halaman rumahku. dan aku lalu menghampirinya.
"Kak... Hana jamuran nungguin kakak." Hana langsung masuk ke dalam mobil kak Robin.
Kak Robin terkekeh, "ini juga masih pagi neng."
"Hana keburu pengen ketemu Jonathan."
"Kamu udah sarapan?"
"udah dikit..." kak Robin mengernyit melihatku, "Kenapa dikit?"
"Takut kelamaan..."
"kita mampir dulu beli nasi uduk langganan kita."
"Langsung aja kak...!?" rengek Hana.
"Kakak mau beliin juga buat yang lainnya, karena mereka juga belum sarapan."
"mereka..? siapa kak?"
"Biasa geng kita pada ngumpul."
"Gue telat dong kak...?"
"udah jangan di pikirin." kak Robin mengusap pucuk kepalaku pelan.
Sebelum ke rumah sakit, kami mampir dulu untuk beli nasi uduk, air mineral dan camilan, baru melanjutkan lagi perjalanan kami ke Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit, kami segera menuju ke ruangan Jonathan. Anak anak yang lain ternyata ngumpul di luar ruangan Nathan.
Ku percepat langkahku menuju ke arah mereka, aku langsung berhambur ke arah Lina, dan memeluknya dan bertos ria dengan yang lainnya.
Setelah memberikan bawaan kami untuk mereka, aku masuk ke dalam ruangan Jonathan.
Kusalami mama papa Jonathan, " kapan nyampe Han?" tanya mama Jonathan.
"Barusan ma, di jemput kak Robin." lalu aku berjalan mendekati Jonathan yang sedang tertidur. Aku menggenggam tangannya, aku merasa miris melihat keadaan Jonathan saat ini dengan badan yang kurus dan pucat.
Aku beranjak dari tempatku menuju sofa bergabung bersama mama Papa Jonathan.
Ceklek
Pintu terbuka dan masuklah kak Robin membawa tiga bungkus nasi uduk dan air mineral.
"Om..tante... makan dulu, ini ada nasi uduk! kamu juga Han... makanlah!"
"Makasih nak" mama Jonathan menerima nasi bungkus yang di berikan kak Robin, dan kami bertiga mulai memakan sarapan kami.
Selesai sarapan mama papa Jonathan berpamitan pulang sebentar, karena ada keperluan yang harus di tangani.
Aku menyandarkan tubuhku di sofa dan ku ambil hpku, aku memasang earphoneku dan memutar musik, lagu yang sering aku dan Jonathan nyanyikan.
...If I had to live my life without you near me...
...(Jika aku harus menjalani hidup tanpa dirimu di sisiku)...
...The days would all be empty...
...(Hari-hari akan terasa hampa)...
...The nights would seem so long, with you I see forever...
...(Malam-malam akan terasa begitu lama, dan terus kulihat dirimu)...
...Oh, so clearly, I might have been in love before...
...(Oh, begitu jelas, mungkin memang aku tlah jatuh cinta)...
...But it never felt this strong...
...(Namun perasaan ini tak pernah sekuat ini)...
...Our dreams are young and we both know...
...(Mimpi-mimpi kita masih belia dan kita berdua tahu)...
...They'll take us where we want to go...
...(Semua itu 'kan membawa kita pada harapan)...
...Hold me now...
...(Dekap aku)...
...Touch me now...
...(Sentuh aku)...
...I don't want to live without you...
...(Aku tak mau hidup tanpamu)...
...Nothing's gonna change my love for you...
...(Tak ada yang bisa mengubah rasa cintaku padamu)...
...You ought to know by now how much I love you...
...(Kau harus tahu betapa besar cintaku padamu)...
...One thing you can be sure of...
...(Satu hal yang harus kau yakini)...
...I'll never ask for more than your love...
...(Aku takkan meminta selain cintamu)...
...Nothing's gonna change my love for you...
...(Tak ada yang bisa mengubah rasa cintaku padamu)...
...You ought to know by now how much I love you...
...(Kau harus tahu betapa besar cintaku padamu)...
...The world may change my whole life through but...
...(Dunia mungkin mengubah seluruh hidupku namun)...
...Nothing's gonna change my love for you...
...(Takkan ada yang bisa mengubah rasa cintaku padamu)...
bikin iri tau nggak. jangan gitu lah🤭🤭