Angelica, seorang gadis yang cantik.dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang direktur perusahaan di perusahaan ayahnya yang belum pernah ia temui.ia pun pergi menuju ke Singapura untuk memenuhi janji ayahnya meskipun hatinya tidak rela.
di perjalanan, tuan muda max berpapasan dengan pesawat yang ditumpangi Angelica, langsung terpukau dengan kecantikan Angelica dan memutuskan untuk menahannya untuk melayaninya.meskipun semua itu max lakukan dengan penuh kelembutan.tetap saja perlakuan itu membuat Angelica sangat membenci max
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
"Angelica..... maafkan aku.aaaku menyesal karena melakukan hal itu padamu.angelica....kau tahu sudah cukup sekali aku kehilangan orang yang aku cintai dan aku tidak ingin kau juga meninggalkanku.
Angelica..... tolong maafkan perbuatanku....aaku tidak bisa mengontrol emosiku....aku melakukan hal itu karena aku tidak mau kalau kamu meninggalkanku...." ucap max dengan berurai air mata dan sambil mencium tangan Angelica
berhari hari max tinggalkan rapatnya hanya untuk merawat kesehatan angelica.mulai dari memakaikan pakaiannya,menyuapi obat Angelica hingga mengompres tubuhnya yang demam dengan handuk basah.semua itu max lakukan sebagai bentuk penebusan dosa besar yang ia buat kepada Angelica.
melihat max yang penuh dengan perhatiannya merawat Angelica membuat Chiko yakin bahwa max yang sekarang ini bukanlah max yang dulu ia kenal.
karena menurut chiko,max tidak pernah sekalipun peduli dan lembut kepada seorang wanita selain angelica.chiko senang karena max perlahan lahan bisa melupakan masa lalunya dan bisa mengubah sifatnya itu.
sementara itu di kamar Angelica,masih terlihat max yang tengah sibuk mengompres tubuh Angelica.saat dirinya tengah sibuk mengompres tubuh Angelica....tiba tiba Angelica mengigau tentang max dan merasa ketakutan dengan max.
"jangan.....jangan lakukan hal itu padaku max....jangan....jangan sentuh aku max...." igau Angelica
mendengar hal itu max merasa sangat bersalah karena perbuatannya itu membuat Angelica sampai mengalami depresi dalam tidurnya.
"maafkan aku Angelica..... mulai sekarang aku bersumpah..... bahwa aku tidak akan pernah menemuimu lagi dan menyentuhmu lagi..... karena sekarang aku sudah sadar akan yang aku perbuat padamu....." ucap max
keesokan paginya..... seperti janji yang max buat.....max tidak pernah lagi menemui Angelica ataupun merawatnya.ia sudah mengalihkan tugas merawat Angelica kepada neneknya angelica.meskipun tidak pernah sekalipun menemui Angelica,tapi max tetap menunjukkan rasa pedulinya dengan membuatkan obat dan keperluan Angelica selama sakit.
saat nenek Angelica tengah merawat Angelica,tiba tiba Angelica mulai membuka penglihatannya dan sadar dari pingsannya.melihat hal itu nenek Angelica pun langsung merasa sangat senang karena Angelica sudah sadar.
"ummmm nenek....aku ada dimana????" tanya Angelica
"kamu ada di kamar nak....kamu sudah seminggu tidak sadar setelah apa yang max lakukan padamu....." ucap neneknya
"iya aku ingat sekarang nenek....dan sekarang dimana pria iblis itu nenek...????" tanya Angelica
"dia ada di ruang kerjanya.... Angelica meskipun apa yang max lakukan padamu itu sangat salah....tapi kau harus berterima kasih kepadanya.....karena jika bukan karena max yang selama seminggu merawatmu dan membatalkan rapatnya,kamu pasti sekarang belum sadar nak....." ucap neneknya
"apa???? pria iblis itu yang merawatku.....aku tidak percaya nenek....buat apa dia repot repot merawatku..... supaya dia bisa menyiksa dan merenggut kembali kesucianku????" tanya Angelica pada neneknya
"tidak Angelica.....bahkan nenek lihat dengan mata kepala nenek sendiri.....max benar benar peduli dan khawatir dengan keadaanmu.apalagi saat dia mendengar igauanmu yang takut akan dirinya menyentuh mu angelica.....hal itu membuat max bersumpah untuk tidak menemuimu dan menyentuhmu....." ucap neneknya
"apakah benar yang nenek ucapkan itu???? ahhh Angelica masih tidak percaya dengan hal itu." ucap Angelica
"terserah kamu mau percaya apa tidak Angelica....kelak kau akan tahu bahwa yang nenek katakan ini memang benar...." ucap neneknya.
banyak sekali novel yang sudah kau tulis.../Ok/
hormat untuk suhu/Determined/