NovelToon NovelToon
Cerita Cinta Naina

Cerita Cinta Naina

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Warning!!! 🚫 Bagi yang tidak suka adegan kekejaman dan penyiksaan, sebaiknya TIDAK USAH DIBACA!!! OK?! 🚫

Agar tidak meninggalkan komentar jelek diawal ❌❌❌

Cerita HAPPY ENDING 😍 jadi usahakan apabila ingin membaca, jangan dikasih komentar jelek sebelumnya!!! 🚫🚫🚫

Cerita penderitaan seorang gadis yang bernama Naina. Yang setiap hari disiksa oleh seorang Tuan Muda kejam (Arjuna Wijaya Kusuma).

Saran Author: Cukup baca season 1 & 2 saja.

Terimakasih 😍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HAMIL

Bodyguard menuntun Dokter Romi menuju kamar Naina, " Siapa yang sakit? " Dokter Romi bertanya

Namun tak ada jawaban yang keluar dari mulut sang bodyguard yang menakutkan itu. Ia membukakan pintu dan mempersilahkan Dokter itu masuk.

Dokter itu terkejut melihat seorang wanita yang terbaring di atas kasur lusuh. Seluruh tubuhnya penuh luka memar dan goresan termasuk wajahnya yang manis itu.

" Apa yang terjadi pada nya?" bertanya pada bodyguard yang berdiri didepan pintu

" Bukan urusan anda tuan, lakukan saja tugas anda dengan baik! Tuan Muda tidak suka ada yang ikut campur urusannya. " wajahnya terlihat datar

Dokter Romi hanya menghela nafas panjang, Ia tau ini semua ada kaitannya dengan Tuan Muda, Ia pun tak berani bertanya lagi.

Dengan hati hati dokter itu memeriksanya, ia sedikit terkejut dengan hasil pemeriksaan nya walau ia tidak terlalu yakin. Kemudian ia menuliskan sebuah resep untuk wanita itu.

Sebelum pergi dari tempat itu, ia sempat memperhatikan wanita itu, ya... wajahnya cantik dan manis walaupun luka itu mengganggu penglihatannya tapi aura nya tetap terpancar. Dari ujung rambut sampai ujung kaki ia lihat secara detail tak ada yang luput dari pandangannya.

Kulitnya kuning langsat, tubuhnya mungil, bahkan bibir itu terlihat sangat seksi. Entah kenapa timbul rasa ingin memiliki wanita itu. dadanya berdegub kencang saat ia memeriksa detak jantung wanita itu dan tak sengaja ia melihat dada mulus nya.

" Bodoh... apa yang telah aku pikirkan!!! " Dokter Romi

Dengan cepat ia berdiri dan berjalan keluar, ia tidak ingin pikiran kotornya memenuhi otaknya.

" Ini resepnya segera tebus..." menyerahkan resep yang ia tulis tadi.

" Aku harus bicara pada Juna... " pikirnya

Dokter itu pulang dengan perasaan yang campur aduk. Didalam mobil ia terus memikirkan wanita itu.

" Kenapa dia jadi seperti itu, siapa yang menyiksanya, apa kesalahannya, kenapa dia diperlakukan sedemikian rupa, kamarnya pun tidak layak ditempati, tanpa listrik dan pengap "

Dikantor Tuan Muda

" Tuan semuanya sudah beres, pemakaman nya sudah selesai. Gadis itupun sudah sadar dan keadaannya sudah mulai membaik setelah tadi Dokter Romi memeriksa dan memberinya obat " Gabriel

" Bagus..." kemudian handphone nya berbunyi tanda sebuah pesan masuk

Juna mengambil ponselnya dan membaca pesan didalamnya kemudian ia terlihat mengetik sesuatu, mungkin membalas pesan itu.

" Aku ingin ke cafe XX, ada yang menungguku disana. Aku akan makan siang disana " seraya berjalan keluar dari kantornya.

Juna masuk kedalam mobil, Gabriel segera melajukan mobil itu menuju cafe XX

Gabriel membukakan pintu untuknya, Juna mengedarkan pandangannya, ia menemukan apa yang ia cari. Orang itu sudah duduk di sebuah kursi menunggunya.

Juna kemudian duduk, ia menatap orang yang sedang tersenyum padanya.

" Apa yang ingin kau bicarakan dokter, apakah begitu pentingnya hingga kau mengajakku bertemu disini. " saraya meminum minuman yang sudah tersedia dimeja itu.

Ya dia adalah Dokter Romi Anggara. Sahabat masa kecilnya sekaligus menjadi Dokter pribadinya.

" Ada yang ingin ku bicarakan ini tentang... " kalimatnya terputus matanya melirik sekretaris Gabriel yang sedari tadi berdiri dibelakang tuannya.

" Jangan hiraukan dia, anggap dia tak ada disini "

" Baiklah... tapi sebaiknya anda duduk Tuan " mempersilahkan gabriel untuk duduk

" Duduklah... " Juna menyabung, gabriel kemudian duduk disebelah Tuannya.

" Juna... Aku ingin membicarakan tentang gadis itu... gadis yang kau suruh aku memeriksanya. "

Ekspresi Juna terlihat berubah ia nampak tidak senang. " Ada apa dengan nya? "

" Sebaiknya kau panggil dokter ahli kandungan untuk memeriksa nya "

" kenapa? " tanya Juna heran

" Sepertinya ia sedang hamil... tapi aku belum yakin karena aku bukan ahlinya dalam bidang itu... " Dokter Romi

Mata Juna terbelalak mendengar pertanyaan dokter muda itu, Jantungnya berdegub kencang " apa aku tak salah dengar!!! Hamil kau bilang? " seolah tak yakin

" Ya itu sih menurut hasil pemeriksaan ku saja untuk memastikan nya lebih baik kau bawa dia ketempat dokter Marisa. Dia ahlinya tentang ini. " menyedot jus orange kesukaannya

" Dokter Marisa? teman kita semasa SMA dulu kan? "

Dokter itu mengangguk sambil terus menyedot minumannya.

" Gabriel hubungi Dokter itu sekarang, suruh bawa peralatan lengkap untuk memeriksa wanita itu. " perintahnya

Gabriel mengangguk dan segara berjalan keluar, disana ia terlihat sedang menelpon seseorang.

" Siapa gadis itu Juna..." Dokter Romi mulai serius

" Bukan urusan mu..." dengan wajah acuhnya meminum minumannya.

" Tapi bagaimana bisa dia mengalami kekerasan fisik seperti itu disaat ia sedang hamil? " wajahnya makin serius, ingin mengorek informasi tentang perempuan itu.

" ROMI CUKUP!!! Itu urusan ku dan aku tak mau kau atau siapapun ikut campur dalam urusan ku ini " mendengus kesal

" Kau memang sahabat ku tapi kau tak perlu ikut campur masalah ku lebih jauh. Lagipula wanita itu milikku hanya miliku kau tahu itu..." berdiri dan meninggalkan Romi yang terdiam seribu bahasa.

Hari ini Juna melewatkan makan siangnya, ia begitu kesal dengan pertanyaan dokter muda itu.

" Tuan, Dokter Marisa sedang di perjalanan menuju rumah anda. " membukakan pintu mobil

" Bagus..." sambil masuk kedalam mobil kemudian duduk menyenderkan kepalanya.

Mobilnya melaju memecah jalan raya. sesekali Gabriel memperhatikan Tuannya dari kaca spion. Terlihat wajahnya nampak bingung dan ia memijit mijit keningnya.

" DIA HAMIL "

Dokter Marisa sudah tiba di rumah besar para bodyguard menuntun Dokter cantik itu menuju kamar tamu.

Naina dibawa kekamar itu sesuai perintah si sekretaris. Ia tidak mau dokter itu melihat keadaan Naina yang sebenarnya.

Dokter cantik itu nampak terkejut, sama seperti dokter Romi yang juga terkejut saat melihat keadaan wanita yang tergolek lemah tak berdaya itu.

Wanita itu sempat tersenyum melihat dokter cantik dihadapan nya.

" Begitu kuatnya dirimu " batin dokter itu.

" Baik Nona kita periksa dulu ya..." Dokter Marisa tersenyum sambil meraba perut kecil Naina, Kemudian dokter itu mengeluarkan beberapa alat dibantu oleh asistennya yang sengaja ia ajak bersamanya.

Dokter itu memeriksa dengan teliti layar monitor sambil menggerak gerakan alat ditangannya menyusuri perut Naina.

Dokter itu tersenyum, sedangkan Naina kebingungan dengan sejuta tanya dibenaknya.

" Ada apa dengan saya dokter, apakah saya sakit? " Naina kebingungan

" Anda tidak sakit nona hanya saja sekarang ini anda harus lebih hati hati dan jangan terlalu capek. Seharusnya anda berbahagia sekarang karena anda sedang HAMIL... selamat ya Nona... kandungan anda sudah memasuki minggu ke 5 " tersenyum sembari menjabat tangan Naina.

" Baiklah Nona ini obatnya diminum secara teratur ya biar dedenya sehat... Jangan lupa untuk selalu periksa kehamilannya. saya mau permisi dulu, selamat siang... " Dokter itu tersenyum lagi dan Ia pun pulang.

Tinggal lah Naina sendirian, ia bingung apakah harus bahagia atau bersedih. Bahagia karena ia tak sendiri lagi di dunia ini, akan ada seorang anak yang akan senantiasa menemaninya. Bersedih karena ia akan memiliki seorang bayi tapi status nya kini masih seorang gadis.

" Apa yang harus aku lakukan sekarang, cobaan apalagi ini??? " Naina berjalan sambil memegang perutnya.

...****************...

1
Wahtu Saliga
buat yang ikhlas dan ridho di poligami ☺️ insyaallah jaminannya surga


kalau ikhlas
EndRu
setan
EndRu
cepet banget hamilnya..
perasaan baru beberapakali hari Lo
EndRu
mengerikan
EndRu
kejamnya melebihi hewan tuh Juna
EndRu
piring gelas kotor sebanyak itu siapa yang Makai. padahal Arjuna sendirian Lo. apa piring gelas oara pelayan yaa
EndRu
ya Tuhan.. sakitnya...
Lilis Rikawati
masa naina segitu cetek nya Thor rasa cinta nya SM romi.cepat banget dia luluh SM juna.kalau d lihat dr cinta nya naina ke Romi rasa" aneh dia SDH dapat menerima orang lain apalagi orang itu orang yg paling kejam.mesti nya naina bisa berjuang buat anak" nya tanpa juna.biar kan Juna menyesali perbuatan nya & menemukan wanita lain
Lilis Rikawati
ya ampun Thor ini mah ator halus nya yg jahat terlalu sadis.semoga d akhir cerita naina TDK bersatu dng arjuna.buat Arjuna menderita lahir & bathin
Nur Lizza
kapn bhgia nya naina.br mau bahagia dh ada aja penggangguny
Nur Lizza
sabar y naina sebentar lg amanda akn kenak karma ny
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
rsakn kamu junA
Nur Lizza
mantp
Nur Lizza
seru seru
Nur Lizza
bkn ny uda nikahy kok pulng
Nur Lizza
pasti juna.
ohy juna uda lht ankny blm y thor
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
juna2 nunjuki rasa cintany sm naina dgn cr menyiksany aneh
Nur Lizza
kapn si juna sdr uds di tinggal sm naina pn gk sdr jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!