Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerobos
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
☘️Kamar Dave ☘️
Malam telah menunjukkan pukul 23.00 WIB, nampak Dave yang sedang sibuk mondar-mandir didalam kamarnya sembari sesekali melirik kearah pintu kamar yang tertutup rapat.
"Kenapa sampai sekarang dia tidak masuk kedalam kamar?" Gumamnya dalam hati
"Apa aku meminta Sumi untuk memanggilnya?"
"Aaah tidak tidak, ini sudah sangat larut malam pasti dia sudah beristirahat."
"Biar aku saja yang menyusul ke kamarnya." Putus Dave
Dave memutuskan untuk menyusul Raina yang sedang berada dilantai bawah, tepatnya di kamarnya sendiri, meskipun semenjak masuk kedalam mansion ini Raina tidak pernah nampak menempati kamarnya sendiri melainkan menempati kamar tuannya, tentu saja siapa lagi kalau bukan tuan muda Dave.
Sesampainya didepan kamar Raina, Dave nampak menempelkan daun telinganya ke pintu kamar dan mencoba mendengarkan apa yang sedang terjadi didalam kamar Raina.
"Dave?" Panggil seseorang
Dave tetap tidak bergeming dan tetap fokus dengan apa yang ingin dia dengarkan.
"Dave?" Panggilnya kembali
Dave tetap pada tempatnya.
"Dave!" Leo menepuk bahu Dave
"Astaga, Lo ngagetin banget." Maki Dave
"Lo dari tadi gua panggil-panggil ngga nyaut ngapain sih Lo?" Tanya Leo penasaran
"Gua, gua ngga ngapa-ngapain." Dave Gugup
"Lo mau nguping ya?" Goda Leo
"Ngapain nguping, kurang kerjaan aja." Alasan Dave
"Udah deh, jangan ngeles langsung masuk aja kali ngapain pakai nguping segala." Goda Leo
"Bukan begitu, kalo dia masih marah bagaimana?"
"Kenapa Lo takut Raina marah, ancam balik kayak yang Lo lakuin biasanya aja beres."
"Oh iya, kenapa gua jadi lupa ya." Pikirnya
"Yaudah deh gua masuk dulu, bye!" Pamit Dave
"Yoi bro." Leo Berlalu
Dave membuka gagang pintu kamar Raina dengan perlahan, setelah pintu terbuka Dave masuk mengendap dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar.
Pandangan Dave kini tertuju pada sosok wanita yang telah berbaring diatas kasur dengan tubuh yang terlentang dan menghampirinya.
"Apa kau ingin menggodaku, gadis kecil?" Lirih Dave
"Kenapa setiap kali kau tidur, selalu nampak menggemaskan."
Dave menggusur tubuh mungil Raina agar menyisakan sedikit tempat tidur untuknya.
Setelah mendapatkan cukup tempat, Dave merebahkan tubuhnya dan memposisikan tubuhnya dengan nyaman lalu menghadap kearah tubuh Raina.
"Kenapa aku tidak bisa berjauhan denganmu gadis kecil?" Dave mengusap lembut pipi Raina
Plak!
Tangan Raina mendarat dengan keras diwajah Dave
"Aduh, gadis kecil kau sungguh-sungguh menyebalkan ya." Maki Dave
Bug!
Tangan Raina yang satunya memeluk tubuh Dave layaknya guling.
"Gadis kec -- !" Ucap Dave terputus
Bug kembali!
Kaki Raina kini menindih kedua kaki Dave dan memeluknya dengan sangat erat lalu menggesekkan pipinya ke pipi Dave dengan cekikikan.
Mungkin saja sekarang dirinya sedang bermimpi didalam dunianya dan tidak menyadari dengan apa yang terjadi didunia nyatanya.
"Gadis kecil, kau sungguh-sungguh sangat menyebalkan." Rutuk Dave
"Tapi aku sangat suka, dengan begini aku akan tidur dengan nyaman dan pasti akan terlelap." Bangganya
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Dave segera memeluk tubuh Raina dengan sangat erat dan tak lupa ia juga menggesek-gesekkan hidung mancungnya ke hidung mancung Raina lalu sesekali mengecup bibir mungil Raina dan menyesapnya layaknya permen.
"Bibirnya sangat manis." Lirih Dave tersenyum
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa