NovelToon NovelToon
Game Pernikahan Mafia

Game Pernikahan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:376.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Aku tidak menyangka jika pernikahanku ternyata membuatku harus memilih antara tetap hidup dengan seorang pembunuh Ayahku atau aku harus membalaskan dendam atas kepergian Ayahku.

Sebuah cerita perjuangan hidup seorang wanita yang besar dengan bertahan hidup di jalanan karena sejak usia sepuluh tahun kedua orangtuanya harus meninggal dengan keadaan tenggelam di laut bersama mobil yang mereka kendarai. Beruntung saat itu ia tidak ikut dengan kedua orangtuanya untuk makan malam dengan kliennya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14. Menginginkan Mantan Kembali

Kharisa geram melihat kedekatan keduanya itu. Ia melangkah menuju arah suaminya yang sedang bersamaan dengan Reynka.

"Kembali ke depan dan jaga nama baik keluarga. Kalau kau ingin menghabiskan waktu dengan wanita seperti ini setidaknya selesaikan dulu acara kita." ucap Kharisa dengan berbisik pada Gara hingga terdengar di telinga Reynka.

Gara hanya mengikuti langkah Kharisa dengan tangannya yang sudah tergenggam erat. Terlihat waja Kharisa yang begitu marah tanpa perduli tatapan para tamu undangan.

Setelah acara berlangsung dengan baik hingga malam pun tiba, para tamu satu persatu menghilang meninggalkan tempat acara.

Nyonya Harina yang berdiri di samping Kharisa tampak tersenyum bahagia melihat putranya sudah memiliki status baru.

Tanpa ia tahu kejadian sebelum saat dia pergi mengantarkan sang suami ke kamar.

Kini Kharisa dan Gara menuju kamar yang telah di tata rapi. Kelopak bunga mawar merah terlihat bertebaran dengan bentuk simbol cinta di atas tempat tidur mereka.

"Kau tidur di sebelah sini, dan aku memberinya batas yah." tutur Kharisa dengan canggung namun tetap berusaha mencairkan suasana.

"Kau jangan berfikir aku akan sudi tidur satu kamar denganmu." Gara yang segera pergi dengan kasarnya menghempas pintu kamarnya.

"Astaghfirullah." ucap Kharisa mengusap pelan dadanya berusaha tetap sabar.

"Aku kuat, aku tidak akan lemah."

Vino dan Vano yang ingin masuk ke kamarnya terkejut melihat Gara yang melangkah pergi dan melajukan mobilnya.

"Ada apa dengan suami Kak Risa?" tanya Vino begitu cemas.

"Mungkin dia ada pekerjaan penting." jawab Vano.

Keduanya tidak berani mendatangi kakaknya di kamar. Karena walau mereka keluarga tapi saat ini mereka tinggal dalam satu rumah yang tidak bisa seenaknya mereka datangi.

Tuan Tedy sudah meminta mereka untuk ikut tinggal di rumah itu. Dan setidaknya dengan begitu Kharisa merasa tenang juga ketika dekat dengan adik kembarnya.

Kini setelah kepergian Gara dari kamar itu, Kharisa segera mengganti pakaian pengantin dan membersihkan tubuhnya.

"Sebagai wanita tidak perlu berlarut dalam kesedihan, apalagi untuk pria sepertinya." ucap Kharisa yang meraih laltop kerjanya dan segera membukanya.

Wajahnya tampak serius mengerjakan semua pekerjaan tanpa bantuan Gara maupun Khard. Karena sesuai kesepakatan Gara dengan Tuan Tedy jika ia akan menikah dengan Kharisa tetapi tidak untuk mengelola perusahaan itu.

Mau tidak mau Tuan Tedy menggantungkan harapannya pada Kharisa berharap suatu hari nanti putranya bisa tergerak sendiri keinginannya.

Kharisa terlihat serius dengan laptopnya hingga lama kelamaan matanya mulai terasa berat karena lelah.

"Astaga, aku mengapa tidak ingat untuk hal yang ini lagi? padahal Khard sudah menjelaskannya." ucap Kharisa yang sadar akan pekerjaannya yang ia lupa.

Tangannya segera meraih ponsel di atas meja itu. "Khard, boleh aku melakukan panggilan video?" tanya Kharisa melalui pesan singkatnya.

Di seberang sana, wajah Khard yang tengah membaca pesan itu sangat terkejut. "Kharisa mengirim pesan padaku dan ingin melakukan panggilan video? apa suaminya tidak marah padanya?" gumam Khard sangat terkejut.

Dengan cepat pria itu segera membalas pesan singkat itu. "Silahkan Kharisa." jawabnya melalui pesan.

Tak lama setelahnya ponsel Khard pun berdering menandakan Kharisa sedang menelponnya.

"Maaf yah Khard aku mengganggumu, aku bingung dengan yang ini. Bolehkah aku meminta bantuan mu?" tanya Kharisa dengan wajah tersenyum malunya.

Khard masih terlihat mengamati wajah Kharisa yang tampak tidak ada kesedihan di sana. Jauh dalam lubuk hatinya, ia penasaran apa yang terjadi pada pernikahan Kharisa.

Wajah polos tanpa make up sungguh sangat cantik dan mempesona. "Khard? Khard, apa kau mendengarku?" tanya Kharisa membuyarkan lamunan Khard seketika.

"Cantik." Kharisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendengar Khard mengatakan hal itu dengan wajah yang masih melamun.

"Iya aku memang cantik, terimakasih sudah memujiku. Tapi bisakah kita kembali fokus ke topik pembicaraan?" tanya Kharisa yang membuat wajah Khard tersadar dari lamunannya dan merasa sangat malu.

"I-ya maaf Kharisa." ucap Khard dengan menundukkan wajahnya.

Khard masih terus memandang wajah Kharisa seraya mendengar apa yang Kharisa bicarakan tentang pekerjaannya itu.

"Andai aku bisa lebih dulu bertemu denganmu, hatiku benar-benar baru merasakan jatuh cinta sedalam ini. Aku begitu menginginkan mu Kharisa. Kau wanita idolaku, aku yakin suamimu sepertinya tidak menyukaimu. Bahkan kalian berdua sama-sama tidak saling suka." guman Khard terus menatap dalam pada wanita di layar ponsel miliknya.

***

Sementara Gara yang sudah berada di sebuah club malam di sambut meriah dengan pemilik tempat itu.

Ia tentu tahu dan kenal baik dengan Gara, namun Gara masih seperti biasa selalu acuh dengan orang yang menurutnya tidak penting dan tidak berguna.

Hanya Katroy satu-satunya pria yang bisa dekat dengan Gara. Sahabat yang sangat ia percaya dan paling bisa meredam amarah Gara.

Sayang persahabatan mereka tidak bisa bertahan lama, pria itu melenyapkan nyawa sahabatnya karena kemarahan yang tak bisa lagi ia kontrol.

Dengan cepat pemilik tempat itu menyodorkan beberapa botol minuman di meja tempat Gara duduk saat ini.

Sudah dua botol ia menghabiskan minuman itu, namun matanya masih tampak segar. Gara sangat kuat karena ia memang terbiasa dengan minuman alkohol seperti itu.

"Sayang, apakah tubuhmu merasa panas?" Suara wanita tiba-tiba terdengar di belakang kursi Gara sembari meraba dada bidang Gara di balut jas pernikahan miliknya yang belum sempat ia ganti.

"Reyn, berhenti menyentuhku!" pekik Gara tanpa mau menatap wajah wanita yang sudah mendekat di lehernya dari arah belakang itu.

"Gara, kau masih mengingat jelas suaraku. Ternyata kau masih menyimpan rasa yang begitu dalam padaku, iya kan?" tanya Reynka kembali berbicara di telinga Gara untuk memberikan suasana yang semakin menggairahkan.

"Reyn, aku bilang hentikan," pintah Gara pelan kemudian menarik nafasnya pelan berusaha mendengalikan emosinya.

"Tidak Gara, aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku sangat menginginkan dirimu sayang. Aku merindukan mu," gumam Kharisa yang terus penasaran dengan Gara.

Sebenarnya Reynka tidak berniat untuk selingkuh dari kekasihnya itu. Namun karena Gara selalu menjauh darinya dan lebih sering menghabiskan waktu di luar negeri, Reynka sangat merasa kesepian.

Terlebih lagi tanpa Gara tahu, jika Reynka adalah wanita yang sudah tidak suci lagi dan karena itulah ia selalu menginginkan belaian dari Gara.

Sayang semua tidak sejalan dengan keinginannya, kesetiaan Reynka ternyata terkalahkan oleh nafsu yang sejak lama ia pendam.

Katroy yang datang di saat gairah Reynka tak mampu lagi untuk ia bendung, mereka pun melampiaskan hasrat itu bersama. Gara bukan tidak mau melakukannya, tetapi ia sangat tidak ingin merusak wanita yang ia cintai. Karena itulah Gara selalu menghindar dari Reynka.

"Lepaskan tanganmu!" teriak Gara yang segera berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Reynka seorang diri.

"Gara, tunggu!" teriak Reynka yang segera mengejarnya dan melingkarkan kedua tangannya di tubuh sang mantan itu.

"Gara, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku sangat merindukanmu. Tetaplah bersamaku, aku mohoh tebuslah waktu yang selama ini kau sia-siakan untukku." tutur Reynka dengan suara isak tangis yang tidak dapat lagi ia tahan.

1
nobita
ooh begono ceritanya
Muhammad Ibrahim
Luar biasa
Rini Shop
bagus
ImNick
ahhhh BAGUS ANETTTTTT, thankyou thor..
Lova Yoongi
bener kata orang istri org tu lebih menggoda .....
khard pgen sutik mati ..
Lova Yoongi
itu cara allah buat gara biar tergantung sama istri, biar tau kharisa itu tanggu gar...m
Lova Yoongi
gara tar nyesel lho, byk lho yg naksir istrimu.... kyk gk ada org lain lgi, brg bekas madi di jumput lgi gk sdr dgn kata" sampah
🐬
bgus
Rahmi Ami
thor teganya dirimu....
kalo bisa di ubah aja alurnya...
😁😁😁😁
pas detik2 kard mau menodai kharisa bara datang dan belum sempat melakukan tindakannya....

kasian kharisa, 🥺
Eva Susanti
mantap👍👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤❤❤
Elizabeth
👍👍
mamah destya
tsrima kasih thour ku tunggu cerita yg lain ny
ig: monalisa_n28: Terimakaish juga kak 🥰🥰
total 1 replies
Ikhe Parlina
temksh thor. ..
sy suka bngat ceritanya..😍😍
adakah season ke2 nye😊
ig: monalisa_n28: Maafyah kak 🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Rahmi Miraie
thank thor utk cerita yg sgt mnghibur ini,aku tunggu karya lainnya
ga nyangka uda end
Rahmi Miraie: iya sama sama
total 2 replies
Tuti Ranu
alhamdulilah mksih Thor ditunggu cerita yg baru..👍👍
ig: monalisa_n28: Terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Asna Deli
terima kasih author cerita mu keren..ada kah seanson ke2nya??
ig: monalisa_n28: Hehe Terimakasih kembali kak asna sudah setia sampai di sini🙏 tidak ada season dua yah kak🤗🤗
total 1 replies
verawati.com
lanjut thor
Asna Deli
lanjut thor..
Rahmi Miraie
permisi tuan gara...iklan lewat
hhhe
tn tedy tepat waktu bgt sii dtg nya
Elizabeth
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!