Edi Sudrajat takpercaya ketika, Erico Atmaja melamar putrinya menjadi istrinya
Syakila gadis 20 tahun yang memilih mengabdikan ilmunya di pesantren, dengan yakin menerima lamaran lelaki 31 tahun menjadi pendamping hidupnya.
Lelaki yang di kenal dingin dan kaku itu, ternyata begitu lemah lembut memperlakukan kila sebagai istrinya, tentu saja itu membawa kebahagiaan pada rumah tangga mereka.
Di depan Kila Rico adalah sosok lemah lembut penuh cinta, sifat itu berbanding terbalik saat dengan anak buahnya dia terkenal dingin dan tanpa ampun, tapi itu dulu..
Mengenal Kila membuat perubahan pada Rico,sedikit demi sedikit, isteri yang penuh kelembutan itu berhasil melunakkan kekerasan hatinya.
Konflik mulai datang, ketika orang di masa lalu Erico mulai muncul satu persatu, membongkar perbuatan sadisnya di masa lalu, hal itu memaksa Erico melakukan banyak pengorbanan, bahkan dia nyaris kehilangan orang yang begitu berharga di dalam hidupnya.
Hal itu malah merubah jalan hidupnya seratus delapan puluh derajat.
Silahkan menikmati kelanjutannya happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15
Hari ini Kila akan mengikuti pengajian di rumah Umi Rukayah , sesuai janji Rico dia menginginkan Kila ikut pengajian asalkan orang nya di diperbolehkan ikut, tentu saja kila dengan senang hati mengajaknya.
"Pakailah mbak Nana .." ujar Kila seraya memasangkan hijab ke kepala Nana.
"Tapi nyonya..."ujar Nana berusaha menolak memakai hijab.
"Ini tiket masuk pengajian mbak, kalau gak ada ini mbak Nana gak boleh masuk " ujar Kila seraya memasangkan hijab pada Nana.
Nana terlihat pasrah dengan baju longgar juga hijab yang menutupi tubuh dan rambut hitamnya.
" Yang di suruh ikut siapa saja mbak, sama mas.." tanya Kila seraya memasangkan hijab di kepalanya sendiri.
" Yang wanita cuma saya nyonya, yang selebihnya laki laki " ujar Nana.
"Oo bilangin sama mereka ,mereka hanya bisa mengantar sampai di depan pagar, karena pengajiannya di dalam Asrama putri " jelas Kila.
"Baik nyonya nanti saya beri tahu tuan" ujar Nana.
"Kok tuan sih mbak" tanya Kila.
"Iya sebab tuan suruh kita semua ikut pengajiannya nyonya" Ujar Nana.
Kila menghela nafas panjang, tapi biarlah dari pada tidak boleh pergi ke pengajian, lebih baik menuruti keinginan Rico.
"Ayo mbak kita pergi ,nanti ketinggalan pengajian" ujar Kila beranjak pergi meninggalkan kamarnya yang di ikuti oleh Nana.
Nana keluar rumah dengan baju Syar'i melekat di tubuhnya, tentu saja membuat seisi rumah tercengang, wanita berwajah kaku itu kini terlihat begitu religi penampilannya, Nana hanya bisa menghela nafas dalam mendapat tatapan heran oleh para penghuni rumah
Sesampainya di tempat pengajian, hanya Kila dan Nana saja yang masuk sementara yang lainnya menunggu di luar pagar.
"Assalamualaikum Umi " sapa Kila pada umi pelukan hangat Kila dapatkan dari Umi Rukayah.
"Wa'waalaikumsalam sayang apa kabar mu" jawab umi seraya melepas pelukannya.
"Alhamdulillah baik Umi.."
"Syukurlah, Ini siapa Kila.." Tanya Umi Rukayah, seraya menatap Nana dengan seksama.
"Oo ya , ini mbak Nana umi yang saya ceritakan tadi malam sama Umi.."
"Ooo Nana selamat bergabung ya, semoga pengajian nanti membawa berkah dan hidayah buat Nana.." ujarnya seraya memberi pelukan hangat.
Nana yang tak biasa mendapat perlakuan seperti itu , merasa seperti ada rasa yang berbeda di sudut hatinya, kehidupannya yang kaku tak memberikan rasa sepertinyang dia rasakan saat ini.
"Aamiin" ujar Nana santun.
"Ayo masuk acara segera di mulai" ujar Umi Rukayah.
Kila dan Nana masuk kedalam ruangan yang lebih mirip dengan Aula itu ternyata sudah penuh oleh ibu ibu pengajian.
Tiba saat yang dinanti yaitu ceramah dari Ustazah yang ternyata masih sebaya dengan Nana .
Karena peserta pengajian semuanya perempuan tentu saja pembahasannya berkaitan dengan perempuan.
Pembahasan pertama tentang bersuci , seumur hidup Nana baru kali ini dia tau bahwa tidak bersuci dengan benar bisa menimbulkan dosa besar.
Ketika tiba pembahasan hubungan suami isteri, Nana hanya bisa tertunduk malu, sebab pembahasan yang begitu terperinci di bahas disini, posisi apa saja yang bagus dan mana yang di larang dalam berhubungan badan.
Ada juga pertanyaannya dari peserta pengajian yang mengundang tawa, sungguh perngalaman pertama dalam seumur hidupnya.
Kila terlihat begitu bersemangat, bahkan dia terlihat mencatat beberapa point point penting
terutama tentang adab adab suami istri apa saja yang dilarang dan mana saja yang halal dilakukan.
Gak terasa pengajian sudah di penghujung acara, ibu ibu pengajian saling memberikan pelukan seraya mendo'akan untuk kebaikan bersama tak kecuali Nana yang juga mendapat perlakuan yang sama.
Kila dan Nana berpamitan dengan Umi Rukayah,
Umi Rukayah yang sudah menganggap dirinya sebagai anak sendiri, memeluk penuh kasih sayang.
"Bagaimana rumah tangga mu Kila.." tanya Umi seraya menatap Kila dalam.
"Baik mi, do'akan suamiku di beri hidayah ya mi.." ujar Kila seraya membalas tatapan Umi dengan tatapan kasih sayang
"Tentu sayang, kamu juga jangan lelah bermunajat kepada allah, tidak ada do'a yang tidak di kabulkan oleh nya , walau kita tidak tahu kapan waktunya" Ujar Umi rukayah.
"tentu Umi, aku selalu berprasangka baik kepada allah swt, atas segala yang telah terjadi dan akan terjadi, semua pasti ada hikmahnya. Terimakasih Umi atas bimbingan umi selama ini."
"Ya, sudah kami pamit dulu umi"
"iya, hati hati sayang" Umi Rukayah kembali memeluk Kila
Kila dan Nana meninggalkan Asrama putri, di depan pagar Asrama orang suruhan Rico masih setia menunggu Kila
"ayoo..." ujar Nana pada mereka, seraya masuk ke dalam mobil , di ikuti Oleh Kila.
Kila tiba di rumah, terlihat Rico juga sudah berada di rumah sedang menunggunya di ruang tamu.
Rico menatap Nana dengan manautkan kedua alisnya , Nana memakai Syar'i...
"Kau memang suka merubah orang Kila" gumam Rico
"Udah dari tadi mas..." sapa Kila
"Tidak baru sepuluh menit.."jelasnya
"Nana ,kau cocok dengan pakaian itu" ujar Sakha dengan nada serius
Nana tersenyum tipis sembari mengganguk kecil
kemudian berlalu meninggal Kila dan Rico .
Rico menngandeng lengan istrinya menuju lift
"Bagai mana pengajian mu sayang "
"Berjalan lancar mas "
"Mas , sudah makan siang..,?"
"Sudah, kata Nana kalian makan siang di pengajian, jadi aku terima ajakan makan siang rekan bisnis ku "
"Rekan bisnis mas, laki-laki atau wanita.." tanya Kila
Rico tak menjawab dia menekan tombol lift lalu membawa Kila masuk
"Mas..." rengek Kila
"Hhmmm"
"Kok gak di jawab.."
"Wanita..." ujar Rico.
Kila diam sambil mengangguk mengikuti langkah suaminya menuju kamar, tiba di kamar Kila membuka astribut yang dia pakai pengajian, sarung tangan dan kaus kaki, sementara Rico melepas jas nya.
Rico mendekati Kila , yang sedang duduk di tepi ranjang
"Lepas ini juga" ujarnya seraya melepas hijab di kepala Kila
Kila merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena hijabnya .Rico menyentuh kancing baju Syar'i Kila melepas nya perlahan
"Mas , apa gak lagi sibuk di kantor..,?" tanya Kila sedikit gugup
Rico menggeleng, sambil terus membuka kancing baju Kila hingga terbuka semua.
"Sayang" bisik Rico
"Hmmm " jantung kila berdetak lebih cepat dari semestinya
"Aku menginginkannya " bisiknya dengan suara bergetar penuh gairah
Kila tak menjawab dia hanya memejamkan matanya saat ciuman hangat mendarat di bibir merahnya.
Melihat restu dari istrinya Rico mulai menunaikan keinginannya, mencumbu istrinya yang selalu membuatnya tak mampu menahan gairahnya
Kila menikmati sentuhan lembut suaminya, Kila membalas sentuhan suaminya dengan penuh gairah dia hanya mengikuti nalurinya , hasratnya menuntunnya melakukan sentuhan -sentuhan yang membuat Rico mendesah berulang kali,
dia tak menduga Kila belajar secepat itu , mengimbanginya dalam permainan penuh gairah.
Tubuh lunglai bermandi keringat, deru nafas pun masih terdengar dari sisa sisa permainan panas mereka.
"Mandi lah sayang.."
"Mas gak mandi"
"Mandi , sayang aja mandi dulu " ujar Rico
"Iya mas." Kila beranjak menuju kamar mandi, Rico ingin mandi dengan Kila tapi dia takut tak mampu menahan gairahnya disana, dia tau Kila tak mau melakukan di tempat itu .
Rico menganti jas nya dengan yang baru setelah mandi , lalu menghampiri Kila yang sedang mengeringkan rambut hitamnya .
"Kemari .." ujar Rico seraya meraih Hair dryer , lalu mulai mengeringkan rambut Kila.
"Sayang minggu depan aku ke Paris..."ujar Rico terdengar hati-hati.
"Berapa lama..?" tanya Kila.
"Sepuluh hari " Ujar Rico.
Sepuluh hari , setengah hari saja dia sudah mersa rindu bagai mana dengan sepuluh, tiba tiba Kila merasa sedih, padahal Rico belum pergi diamasih di sini
"Boleh sayang..?" tanya Rico, seraya menghentikan aktivitasnya
Kila mengangguk pelan , tapi raut tak rela terpampang jelas di wajahnya
"Hanya sepuluh hari sayang.." bujuk Rico yang bisa membaca raut wajah istrinya.
Kila kembali mengangguk, dia tau suaminya siapa tidak mungkin dia melarangnya
"Kita bisa melakukan panggilan video tiap hari " tutur Rico menghibur Kila
"Aku ingin mewakilkannya dengan orangku tapi tidak bisa sayang.." ujarnya lagi
"Tidak apa mas , pergilah, cuma sepuluh hari kan..?" ujar Kila seraya menatap suaminya dengan senyum , ada kilatan kesedihan terpancar di bola matanya.
Rico menghela nafas panjang, dia mengangguk pelan, di belainya rambut Kila penuh kasih sayang, dia sendiri tak rela meninggalkan isterinya begitu lama, tapi bagai mana lagi bisnisnya disana membutuhkan kehadirannya
dia sudah berupaya bernegosiasi dengan rekan bisnisnya, agar orang kepercayaanya yang pergi kesana mewakili dirinya tapi mereka menolak.
"Aku pergi dulu sayang " pamit Rico seraya mencium kening Kila
"Iya mas hati-hati.." ujar Kila
"Sudah istrahatlah tidak perlu mengantarku " cegah Rico saat Kila hendak mengantarnya
Kila menatap tubuh Rico yang menghilang di balik pintu ,dia teringat kembali perkataan Rico yang akan pergi selama sepuluh hari
"Andai aku boleh ikut.." gumamnya pelan penuh harap....
.
.
Happy reading 🥰
jangan lupa dukung karya ini ya🙏🙏🙏
dengan beri like and vote sebanyak banyak nya. ngareep....🤣☺🥰🥰
apa kurang gelap ya malam hari 🤣🤣🤣