Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.
Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.
Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 — Gulungan Kuno yang Tidak Dipahami
Seluruh ruangan pelelangan menjadi sunyi.
Kalimat Xu Ming terdengar sangat jelas.
"Sepertinya tulisan itu salah."
Semua orang langsung menoleh ke arahnya.
Beberapa kultivator terlihat bingung.
Beberapa lainnya mengerutkan dahi.
Karena selama puluhan tahun, gulungan kuno itu sudah diteliti oleh banyak ahli.
Tidak ada yang menemukan masalah.
Namun seorang pemuda yang baru melihat sekilas...
Mengatakan tulisan itu salah.
Pembawa acara di atas panggung juga terkejut.
Ia mengenal siapa yang duduk di ruangan khusus itu.
Senior Xu.
Sosok yang sedang menjadi perbincangan seluruh Kota Qingyun.
Ia tidak berani membantah.
Dengan hormat ia bertanya,
"Senior Xu."
"Apakah ada sesuatu yang salah dengan gulungan ini?"
Xu Ming terdiam.
Ia melihat ke arah gulungan tersebut.
"Hmm..."
"Aku tidak yakin apakah itu disebut salah."
"Mungkin lebih tepatnya..."
"Orang yang menulisnya belum memahami apa yang ingin dia sampaikan."
Suasana kembali menjadi hening.
Di antara para tamu.
Seorang lelaki tua tiba-tiba berdiri.
Wajahnya terlihat serius.
"Senior."
"Bolehkah aku bertanya?"
"Apakah Senior memahami bahasa kuno pada gulungan itu?"
Xu Ming menggeleng.
"Tidak."
"Aku tidak tahu bahasa kuno."
Semua orang terdiam.
Tidak tahu bahasa kuno?
Lalu bagaimana dia tahu tulisan itu salah?
Xu Ming menunjuk gulungan itu.
"Karena cara menulisnya."
"Setiap tulisan memiliki aliran."
"Jika tangan yang menulis ragu, hasilnya akan berbeda."
"Ini seperti melukis."
"Jika hati pelukis tidak tenang, garisnya juga akan kehilangan makna."
Kalimat itu sederhana.
Namun bagi para ahli yang mendengarnya...
Seperti petir.
Tetua Agung Wen yang berada di samping Xu Ming langsung terkejut.
Sebagai ahli kaligrafi, ia paling memahami maksud perkataan itu.
Tulisan bukan hanya bentuk.
Tulisan adalah cerminan hati.
Dan Xu Ming...
Hanya dengan melihat tulisan asing dari kejauhan...
Mampu melihat kondisi hati penulisnya.
Ini bukan sekadar kemampuan membaca.
Ini adalah tingkat pemahaman yang sangat tinggi.
Lelaki tua yang bertanya tadi perlahan duduk kembali.
Matanya penuh keterkejutan.
"Aku..."
"Aku salah menilai."
Bertahun-tahun ia mencoba memahami gulungan itu.
Namun ia hanya melihat permukaan.
Sedangkan Xu Ming melihat sesuatu yang lebih dalam.
Xu Ming sendiri tidak mengerti kenapa semua orang diam.
Ia hanya merasa suasana menjadi aneh.
"Apa aku salah bicara?"
bisiknya.
Tetua Liu yang mendengar hampir tersenyum.
Bagi mereka...
Tidak ada yang salah dari perkataan Xu Ming.
Masalahnya...
Perkataan biasa dari mulutnya selalu memiliki makna yang luar biasa.
Pembawa acara akhirnya mengambil gulungan itu kembali.
"Karena Senior Xu telah memberikan pendapat..."
"Kami akan meminta ahli untuk memeriksanya kembali."
Pelelangan dilanjutkan.
Namun perhatian banyak orang sudah tidak lagi berada pada barang-barang yang dijual.
Mereka lebih memperhatikan Xu Ming.
Di ruangan lain.
Beberapa tokoh besar sedang melihat melalui cermin pengamatan.
"Dia bahkan mampu melihat kekurangan gulungan kuno?"
"Sebelumnya kaligrafi."
"Lalu pedang."
"Sekarang tulisan kuno."
Seorang pria berjubah hitam menghela napas.
"Berapa banyak hal yang sebenarnya dia kuasai?"
Tidak ada yang bisa menjawab.
Sementara itu...
Xu Ming mengambil salah satu patung kayu kecil dari kotaknya.
Ia mulai memperbaiki bagian kecil yang menurutnya kurang rapi.
"Aku harus memperbaiki ini."
"Kalau tidak, nanti tidak enak dilihat."
Orang-orang di sekitar melihatnya.
Dan kembali terdiam.
Karena mereka menyadari sesuatu.
Seseorang yang baru saja menunjukkan pemahaman mendalam terhadap tulisan kuno...
Sekarang sedang sibuk memperbaiki patung kecil.
Seolah hal yang terjadi tadi bukan apa-apa.
Beberapa saat kemudian...
Pembawa acara berkata,
"Selanjutnya..."
"Adalah barang terakhir dari pelelangan hari ini."
"Namun sebelum itu..."
"Kami memiliki satu tambahan khusus."
"Beberapa karya seni akan ditampilkan."
Xu Ming tidak terlalu memperhatikan.
Sampai pembawa acara melanjutkan.
"Dan salah satu karya tersebut..."
"Adalah milik seorang tamu istimewa."
Xu Ming menoleh.
"Hm?"
"Tamu istimewa?"
Lalu matanya membesar sedikit.
Karena barang yang dibawa ke panggung...
Adalah salah satu patung kayu dari kotaknya.
Bersambung...