NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Perjalanan menuju Reverse Mountain memakan waktu hampir dua minggu penuh, melewati beberapa pulau kecil di sepanjang jalur yang jarang dilalui kapal dagang biasa. Ryden memanfaatkan waktu perjalanan itu untuk berlatih lebih intensif, sementara Elira mulai belajar dasar-dasar navigasi dan perawatan kapal dari buku-buku panduan yang mereka beli di Tarma.

"Kau benar-benar cepat belajar," puji Ryden suatu sore, mengamati Elira yang berhasil membaca peta bintang sederhana untuk menentukan arah tanpa bantuannya.

"Aku dulu cukup pintar di sekolah," Elira tersenyum bangga, meski ada nada rindu tersembunyi dalam suaranya saat menyebut kehidupan lamanya. "Meski pelajaran navigasi bintang jelas bukan bagian dari kurikulum di duniaku."

Ketika akhirnya mereka mendekati Reverse Mountain, pemandangan yang tersaji membuat keduanya terpana. Sebuah gunung raksasa menjulang tinggi di tengah lautan, dengan empat aliran air dari empat penjuru berbeda—East Blue, West Blue, North Blue, dan South Blue—yang secara ajaib mengalir naik ke puncak gunung sebelum bertemu dan mengalir turun bersama menuju Grand Line.

"Ini... luar biasa," bisik Elira, matanya membelalak kagum menyaksikan fenomena alam yang mustahil secara logika normal namun nyata di hadapan mereka.

"Ini gerbang menuju petualangan sesungguhnya," ucap Ryden, suaranya penuh antisipasi yang telah lama ia pendam. Meski memiliki ingatan tentang dunia ini dari kehidupan sebelumnya, menyaksikan Reverse Mountain secara langsung tetap memberikan sensasi yang berbeda—nyata, megah, dan sedikit menakutkan.

Mereka mengarahkan kapal kecil mereka mengikuti arus yang mulai menguat, merasakan dorongan aneh yang perlahan menyeret kapal mereka naik menembus aliran air yang menentang gravitasi. Elira berpegangan erat pada sisi kapal, wajahnya pucat namun matanya berbinar excited menghadapi pengalaman baru yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Pegangan erat!" seru Ryden, mengarahkan kapal dengan hati-hati mengikuti jalur arus yang semakin deras.

Perjalanan menaiki Reverse Mountain memakan waktu hampir satu jam penuh, kapal mereka terombang-ambing hebat namun tetap stabil berkat kemampuan navigasi yang mulai dikuasai Elira dan kekuatan fisik Ryden yang membantu menstabilkan kemudi di momen-momen kritis. Ketika akhirnya mereka mencapai puncak, pemandangan yang tersaji membuat keduanya terdiam kagum—empat aliran sungai bertemu dalam satu titik, menciptakan pertunjukan alam yang tak akan pernah bisa mereka lupakan seumur hidup.

Namun momen kekaguman itu tidak berlangsung lama. Dari kejauhan, di dekat mercusuar tua yang berdiri di puncak gunung, Ryden merasakan sesuatu—sebuah kehadiran yang familier meski samar, membuat jantungnya berdegup kencang karena mengenali sesuatu dari ingatannya tentang dunia ini.

Mercusuar penjaga Reverse Mountain... jika ingatanku benar, seharusnya ada seseorang yang tinggal di sana, pikir Ryden, matanya menyipit mengamati struktur tua yang berdiri kokoh di tengah pertemuan empat aliran sungai itu.

"Ryden, lihat itu!" Elira menunjuk ke arah mercusuar, di mana sesosok bayangan tampak berdiri mengamati mereka dari kejauhan.

Sebelum Ryden sempat menjawab, arus deras tiba-tiba menyeret kapal mereka turun menuju Grand Line dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari yang mereka duga, memaksa perhatian mereka teralihkan sepenuhnya untuk mempertahankan kendali kapal di tengah gejolak air yang ganas.

"Pegangan kuat-kuat!" teriak Ryden, mengerahkan sedikit kekuatan Rift Rift no Mi untuk menstabilkan kapal mereka dengan menciptakan retakan kecil sebagai penyeimbang tambahan di bawah lambung kapal—sebuah improvisasi yang belum pernah ia coba sebelumnya, namun cukup efektif untuk menjaga mereka tetap berada di jalur yang benar.

Ketika akhirnya kapal mereka mendarat dengan guncangan keras di perairan Grand Line, keduanya terengah-engah namun selamat, disambut pemandangan laut yang terasa berbeda—lebih tenang di permukaan, namun menyimpan aura misterius dan berbahaya yang bisa dirasakan bahkan oleh Elira yang tidak memiliki kemampuan khusus sekalipun.

"Kita berhasil," gumam Ryden, menghela napas lega sambil menatap sekeliling dengan waspada. "Selamat datang di Grand Line, Elira."

Elira menatap sekelilingnya dengan campuran rasa takjub dan sedikit ketakutan, menyadari bahwa perjalanan yang mereka mulai kini benar-benar memasuki babak yang jauh lebih besar dan tak terduga dari apa pun yang pernah mereka bayangkan sebelumnya.

"Grand Line," bisiknya pelan, mengulangi nama lautan legendaris itu seolah mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini semua nyata. "Baiklah. Mari kita hadapi bersama, apa pun yang menanti di depan."

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!