NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Novia Maharani itu paket lengkap masalah: ratu bolos, langganan BK, dan hobi bikin rusuh di sekolah. Tapi hidupnya berbalik 180 derajat saat dijodohkan paksa dengan Reyhan Aldebaran, Ketua OSIS paling dingin, perfeksionis, dan kaku se-antara jagat.

Tinggal seatap dengan musuh bebuyutan itu neraka. Reyhan benci kekacauan, sedangkan Novia adalah kekacauan itu sendiri. Namun, di balik sikap pemberontak Novia, ada luka masa lalu yang ia sembunyikan dengan tawa. Dan di balik wajah datar Reyhan, ada rahasia yang membuatnya enggan menyentuh cinta.

Saat tembok pertahanan mereka mulai runtuh oleh perhatian kecil yang bikin baper, rahasia keluarga dan ego remaja mengancam segalanya. Bisakah si pembuat onar dan si Ketua OSIS belajar dewasa bersama, atau pernikahan ini justru menghancurkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekal Terjatuh 15.

Sinar matahari pagi menembus celah gorden apartemen dengan malas, membawa sisa hawa dingin dari hujan semalam.

Di dapur, suasana mendadak sunyi—jenis sunyi yang membuat bunyi gesekan spatula dan teflon terdengar tiga kali lebih nyaring.

Novia berdiri kaku di depan konter dapur, menatap sebuah kotak makan plastik berwarna biru langit yang baru saja diletakkan di depannya.

Di dalamnya ada nasi goreng dengan telur mata sapi yang bentuknya terlampau sempurna untuk ukuran buatan anak SMA.

"Buat gue?" tanya Novia, matanya berkedip tidak percaya. Dia melirik cowok di sebelahnya yang sudah rapi dengan seragam OSIS lengkap, wangi parfum wood-mint yang semalam memabukkannya kembali tercium.

Reyhan memalingkan wajah, sibuk mengancingkan pergelangan kemejanya yang tidak terluka. Tangan kanannya yang terbungkus perban putih bersih—hasil kerja keras Novia pukul dua pagi tadi—sengaja dia sembunyikan di saku celana.

"Jangan kegeeran. Bokap lo nelpon nyokap gue semalam, nanya lo makan teratur apa nggak di sini. Gue males dituduh nelantarin anak orang," jawab Reyhan datar, suaranya sedingin es balok, kembali ke mode Ketua OSIS tanpa celah.

Novia menahan senyum geli. Sifat gengsi akut cowok ini kambuh lagi. Dia sengaja mendekatkan wajahnya, menatap Reyhan dari bawah dengan kerlingan menggoda. "Oh ya? Tapi kok telurnya dibikin bentuk hati gini? Lo sengaja ya, Ketos?"

Rahang Reyhan mengeras. Ada rona tipis yang samar di tulang pipinya sebelum dia merebut kotak bekal itu dengan gusar dan memasukkannya paksa ke dalam tas sekolah Novia. "Mata lo silinder. Itu bulat biasa."

"Masa? Jelas-jelas itu meliuk di atasnya, Reyhan!" ledek Novia, tertawa renyah melihat wajah frustrasi suaminya. "Ternyata selain kaku kayak robot, lo bisa manja dan perhatian juga, ya."

"Novia, diam atau bekalnya gue buang ke tempat sampah," ancam Reyhan, menatapnya tajam. Namun alih-alih takut, Novia justru semakin terpingkal. Interaksi kasual seperti ini terasa jauh lebih sehat dibanding ketegangan hebat yang hampir menghancurkan mereka kemarin.

Ketegangan kecil kembali muncul saat mereka turun ke basement apartemen.

Reyhan menekan remote kunci mobil Honda Civic hitamnya, sementara matanya melirik kunci motor Scoopy putih milik Novia yang digenggam cewek itu.

"Lo naik mobil sama gue," titah Reyhan mutlak.

"Enggak. Gue belajar dari pengalaman sebelum nya, lu nanti turunin gue jauh dari gerbang," tolak Novia keras kepala. "Gue naik motor aja. Lagian cuacanya udah cerah."

Reyhan menatap pergelangan tangannya yang diperban, lalu menatap Novia dengan pandangan tak terbantahkan. "Tangan gue luka, Novia. Lo mau tanggung jawab kalau gue hilang kendali di jalan?"

"Gak mau, nanti ujung-ujungnya gue dihukum lagi seperti kemarin, gue naik motor sendiri, Reyhan!" Kekeh Novia.

"Nggak ada bantahan," potong Reyhan, merebut kunci motor Novia dan memasukkannya ke kantong celana. "Lo setir mobil gue. Gue yang duduk di sebelah."

Novia melotot. "Gue belum punya SIM A, ya!"

"Gue yang tanggung jawab kalau ada apa-apa. Naik, atau gue gendong paksa kayak semalam?"

Ancaman itu sukses membuat wajah Novia memanas mengingat dekapan erat di sofa beberapa jam lalu.

Tanpa sepatah kata lagi, dia menghentakkan kakinya kesal dan masuk ke kursi kemudi, meninggalkan Reyhan yang tersenyum tipis—sangat tipis hingga hampir tak terlihat—sebelum memutari mobil.

**

Suasana kantin SMA Pelita Bangsa saat jam istirahat pertama selalu seperti pasar tumpah. Bising, penuh sesak, dan gerah.

Di pojok dekat stan jus buah, Novia duduk bersama Caca, sahabat dekatnya yang terkenal bertelinga tipis dan bermulut ember.

"Demi apa lo bawa bekal?!" pekik Caca heboh, matanya hampir keluar saat Novia mengeluarkan kotak makan biru langit dari tasnya. "Sejak kapan seorang Novia, sang ratu delivery order yang telurnya aja selalu gosong, tiba-tiba insaf dan bawa ginian?"

"Sshh! Berisik, Ca!" Novia panik, langsung membekap mulut Caca. "Ini... ini bokap gue yang ngirim tadi pagi ke apart—maksud gue ke kosan!"

"Bohong banget. Tante Renata kan lagi di Surabaya dari minggu lalu," selidik Caca curiga, matanya menyipit menatap nasi goreng di dalam kotak. "Lagian, rapi banget ini tataannya. Kayak buatan..."

Sebelum Caca menyelesaikan kalimatnya, sebuah bayangan tinggi menutupi meja mereka.

Laura berdiri di sana. Rambutnya yang dicat ash-brown terurai sempurna, lengkap dengan wangi parfum mahal yang langsung menusuk hidung.

Di belakangnya, dua orang anteknya melipat tangan di dada dengan tatapan meremehkan.

"Minggir, gue mau duduk di sini. Meja lain penuh," ucap Laura ketus, matanya menatap bangku kosong di sebelah Novia.

"Kantin ini luas, Laura ku sayang. Cari tempat lain bisa, kan?" sahut Novia malas, tidak ingin merusak suasana hatinya yang sedang bagus.

Laura tidak peduli. Dia sengaja menggeser kursinya dengan kasar.

Sialnya, gerakan mendadak itu menyenggol sudut kotak bekal Novia yang posisinya agak di ujung meja.

Prak!

Kotak makan biru itu jatuh menghantam lantai semen kantin. Tutupnya terbuka, membuat nasi goreng buatan Reyhan berserakan di lantai, mengotori sepatu putih bersih milik Laura.

"Aduh! Sori, nggak sengaja," ucap Laura dengan nada yang sama sekali tidak terdengar menyesal. Dia justru mengernyit jijik melihat nasi yang mengotori sepatunya. "Lagian naruhnya sembarangan banget sih."

Darah Novia mendadak berdesir panas. Rasa bersalah semalam, lelahnya mengobati luka Reyhan, dan fakta bahwa cowok itu bersusah payah memasak untuknya dengan tangan terluka, mendadak berputar di kepalanya. Itu bukan sekadar nasi goreng. Itu adalah bentuk damai yang mereka bangun dengan susah payah.

"Lo..." Novia berdiri, tangannya mengepal kuat di sisi tubuh.

"Apa? Mau marah? Kan gue udah bilang nggak senga—"

"Laura, lo keterlaluan ya!" Caca ikut berdiri membela Novia. "Itu bekal pertama yang dibawa Novia semenjak kita sahabatan! Lo sengaja kan karena sirik?"

Kalimat Caca yang meledak-ledak itu membuat Laura menghentikan langkahnya yang hendak membersihkan sepatu.

Kening Laura berkerut dalam. Manik matanya menatap tajam ke arah nasi goreng yang berserakan, lalu beralih menatap wajah Novia yang tampak teramat terpukul—sebuah ekspresi yang terlalu berlebihan hanya untuk sepiring makanan kantin.

'Pertama kali bawa bekal?' Batin Laura curiga.

Otak Laura langsung memutar memori beberapa hari terakhir. Sikap Reyhan yang mendadak aneh, pin OSIS Reyhan yang tertinggal di tas Novia yang sempat dia lihat di ruang guru, dan fakta bahwa Reyhan datang terlambat pagi ini dengan tangan kanan diperban penuh.

Laura melangkah mendekat, menatap Novia lurus-lurus dengan tatapan mengintimidasi. "Kenapa lo kelihatan sedih banget, Nov? Kayak kehilangan sesuatu yang berharga. Jangan bilang... bekal ini bukan dari bokap lo."

Novia membeku, menyadari bahwa emosinya baru saja memicu kecurigaan sang saingan.

Di tengah riuh kantin, tatapan mata Laura perlahan turun, menyadari sesuatu yang janggal pada kotak makan yang kini terbalik di lantai. Ada inisial kecil berlogo permanen di pojok bawah kotak tersebut.

Inisial 'R'. Kotak makan yang sama dengan yang sering dibawa Reyhan saat latihan OSIS hingga larut malam.

......................

...****************...

Tbc,

1
Shabrina Darsih
laura laura naksir Rehyan samoe segitu nya sm Novia
Gege Mas
otor berusaha untuk mulai mematik apa yang bisa di sulut...naees...🤣
Gege Mas
Dan terjadi lagi...Nov..Nov...ck..ck..ck
Gege Mas
Dan ondolomon pun muncul ditengah kegelapan...🤣
Gege Mas
lanjuut Thor..belom berasa ini....10k kata gasss luncurkan
Gege Mas
yuklaah gass kasih intrik intrik kekinian yang membakar cemburu Dan bikin senyum senyum sendiri...semangaat..luncurkan 10k kata Thor...💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!