NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22 : Hadiah belati dan selir yang gigit jari

Rombongan Kekaisaran akhirnya tiba di gerbang utama istana tepat saat matahari senja menyisakan semburat warna merah darah di cakrawala. Kabar tentang Permaisuri yang diserang lima pembunuh bayaran dan justru berhasil meringkus mereka sendirian ternyata sudah menyebar lebih cepat daripada angin.

Begitu kereta kuda dan barisan prajurit memasuki pelataran luar, para pelayan dan kasim langsung berlutut massal dengan kepala menempel ke tanah. Di barisan penjemput istana belakang, Selir Agung Li berdiri dengan tubuh kaku. Wajahnya yang dilapisi bedak tebal tampak memutih seperti tembok runtuh ketika melihat kelima pembunuh berbaju hitam digiring dalam kondisi babak belur dan dirantai besi.

Ara melompat turun dari kudanya dengan lincah. Alih-alih langsung kembali ke Paviliun Teratai Biru untuk beristirahat, dia sengaja berjalan melenggang santai melewati Selir Agung Li.

Ara berhenti tepat di samping selir baju pink itu, lalu mencondongkan badannya sedikit. "Yo, Mbak Li. Gimana kabarnya sore ini? Sehat? Kok mukanya pucat amat, kayak belum sarapan sebulan? Oh iya, sori banget ya, oleh-oleh kelinci hutan yang lu harapin kagak ada. Adanya cuma lima ekor tikus got bertato nih di belakang. Mau lu piara?" sindir Ara ceplas-ceplos dengan volume suara yang sengaja dikeraskan.

Selir Agung Li meremas saputangan sutranya hingga nyaris robek. Bibirnya bergetar hebat menahan malu dan syok. "P-Permaisuri... hamba tidak mengerti apa maksud Anda..."

"Halah, kagak usah akting bingung. Ntar malem lu tanya aja sama paman lu si Pejabat Wang, dia pasti paham maksud gua," sahut Ara remeh, lalu melengos pergi begitu saja menuju aula paviliun utama bersama Yuan-er yang menatap sinis ke arah Selir Li.

Malam harinya, Paviliun Teratai Biru mendadak kedatangan tamu kehormatan. Kasim Gao datang membawa sebuah kotak kayu panjang berlapis kain beledu hitam yang terlihat sangat mewah. Di belakangnya, Kaisar Yan melangkah masuk dengan jubah santai berwarna biru tua, tanpa pengawalan ketat seperti biasanya.

Ara yang saat itu sedang duduk bersila di atas lantai marmer sambil asyik mengasah pisau dapur kecil langsung mendongak. "Waduh, Mas Bro. Malem-malem ke sini, mau nagih janji kerja sama kita ya?"

Kaisar Yan mengisyaratkan Kasim Gao untuk meletakkan kotak tersebut di atas meja kayu di depan Ara. Pria penguasa itu kemudian duduk di kursi terdekat, memperhatikan Ara dengan senyuman miring andalannya.

"Aku adalah pria yang selalu menepati janji, Xia Ruo. Ini adalah bagian pertama dari kesepakatan kita," ucap Kaisar Yan, suaranya berat dan tenang.

"Buka saja."

Ara meletakkan pisau dapurnya, lalu membuka tutup kotak kayu itu tanpa ragu. Begitu kain beledu dibuka, sepasang mata bulat Ara langsung berbinar terang. Di dalam kotak itu terbaring sebuah belati ganda dengan bilah baja hitam legam yang memantulkan cahaya lilin dengan sangat tajam. Gagangnya terbuat dari tulang naga yang diukir halus dengan lilitan benang perak kualitas nomor satu.

"Wih... gila! Ini baru namanya barang antik berkelas!" seru Ara heboh. Dia langsung menyambar kedua belati tersebut, memutarnya di sela-sela jarinya dengan kecepatan kilat, lalu melakukan beberapa gerakan tebasan cepat ke udara. Angin yang dihasilkan dari tebasan belati itu bahkan terdengar berdesing nyaring. "Keseimbangannya dapet banget, material bajanya juga top markotop. Pas banget di tangan gua!"

Kaisar Yan tertegun menyaksikan kelihaian Ara dalam memainkan senjata tajam. Di Kekaisaran Han, tidak ada satu pun wanita bangsawan, bahkan putri jenderal sekalipun yang bisa memutar belati militer dengan keahlian se-fleksibel dan se-alamiah itu.

"Belati itu bernama Bilah Bayangan Hitam, dibuat oleh ahli tempa legendaris kekaisaran dari pecahan meteorit puluhan tahun lalu," jelas Kaisar Yan, matanya berkilat penuh kekaguman yang tersembunyi. "Kulihat kau sangat terbiasa dengan senjata pendek. Dari mana kau mempelajari teknik bertarung aneh seperti itu, Xia Ruo? Jangan bilang itu efek samping dari racun lagi."

Ara menghentikan gerakan belatinya, lalu menyeringai sangar ke arah Kaisar Yan. Dia menyelipkan kedua belati baru itu ke ikat pinggang kulitnya dengan gerakan super keren.

"Kepo amat lu, Mas Bro! Rahasia dapur dong, kagak boleh dibocorin," sahut Ara santai tanpa beban, membuat Kaisar Yan hanya bisa menggelengkan kepala pasrah.

Ara kemudian mencondongkan badannya ke depan meja, menatap mata elang sang Kaisar dengan serius.

 "Yang jelas, umpan gua di istana belakang udah mulai kemakan. Tadi pas di gerbang, mukanya si uler pink udah kayak jeli melempem. Sekarang tinggal giliran lu, Mas Bro. Kapan lu mulai beresin menteri korup itu di pengadilan luar?"

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!