NovelToon NovelToon
Terikat Takdir

Terikat Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Menikahi tentara / Perjodohan
Popularitas:158.9k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.

Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.

Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.

Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.

Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.

Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Ikat Rambut

Seketika Alea membalikkan tubuhnya, lalu menatap wajah Prabu dengan pandangan yang cukup heran.

Kini keduanya saling berpandangan dalam satu garis lurus yang sama.

"Kenapa Mas Prabu tanya itu?"

"Iseng saja,"

"Iseng?"

"Aku sepertinya pernah melihat wanita yang wajahnya hampir serupa denganmu,"

"Hah, di mana? Kapan itu?"

"Aku juga udah lupa. Lumayan lama," jawab Prabu berkilah.

"Aku gak punya saudara kandung perempuan. Cuma Bang Langit saudara kembarku,"

"Mungkin hanya mirip. Kamu pasti ingat mitos kalau kita ini di dunia konon katanya punya tujuh kembaran yang tidak seda_rah," ujar Prabu.

"Tapi aku gak mau Mas Prabu ada kl0ningannya di dunia ini. Cuma ada satu Mayor Prabu Rasyid Wicaksono yakni suamiku,"

Detik selanjutnya, Prabu memeluk tubuh Alea. Begitu erat.

"Love you," bisik Prabu mesra di telinga Alea.

Sontak Alea terkejut sekaligus terharu mendengarnya. Lalu, ia melepaskan sejenak pelukan dari Prabu dan menatap wajah sang suami.

"Coba Mas katakan sekali lagi,"

"Aku cinta kamu. Alea-istriku,"

Alea terdiam.

Tak berselang lama, ada tetesan air mata yang perlahan jatuh di wajah Alea.

"Hei, kenapa kamu menangis?" tegur Prabu seraya jari-jemarinya otomatis menyeka air mata di wajah Alea.

"Ini air mata bahagia, Mas."

"Kamu bahagia?"

Alea pun dengan cepat menganggukkan kepalanya kecil di depan Prabu.

"Aku benar-benar bahagia dan beruntung banget jadi istri Mas Prabu,"

"Aku yang lebih beruntung berjodoh denganmu, Alea."

"Aku juga cinta Mas Prabu," ucap Alea seraya memeluk tubuh Prabu.

"Jangan pernah berubah," lanjutnya.

"Hem," balas Prabu.

"Kalau aku salah, Mas Prabu bilang. Aku akan perbaiki,"

"Iya,"

"Tapi jangan pernah curangi aku,"

Deg...

Entah mengapa hati Prabu justru mendadak takut mendengar ucapan Alea barusan. Walaupun ia belum menemukan korelasi yang sesungguhnya antara Amelia dengan Alea, istrinya.

Prabu semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Alea.

"Semoga hanya perasaanku yang salah. Aku berharap kamu dan Amelia adalah orang yang berbeda dan kalian tak ada hubungan keluarga," batin Prabu.

☘️☘️

Tiga hari kemudian.

Prabu hari ini sebenarnya sedang libur. Hanya saja ia terpaksa berbohong pada Alea.

Prabu mengatakan ada tugas dadakan dari atasan untuk gantian berjaga di sebuah rumah mewah yang diduga milik pejabat dan ditemukan emas batangan seberat 74 kilogram di sana.

Alea pun percaya.

Hari ini Prabu pergi ke kamar pribadinya yang ada di kediaman orang tuanya. Bunda Citra sedang tidak ada di rumah.

Prabu perlahan melangkah ke sudut kamarnya. Ada sebuah lemari jati dengan ukiran aksen kuno di sana.

Prabu mengambil kunci lemari tersebut yang diletakkan di salah satu vas bunga hias di atas meja kamarnya.

Kriett...

Pintu lemari perlahan dibuka oleh Prabu. Ia memejamkan kedua matanya sejenak sembari menghela nafas beratnya kala pandangannya menatap seragam miliknya yang menjadi saksi bisu bahwa dirinya telah mengambil kesucian seorang wanita tujuh tahun silam secara paksa bernama Amelia.

Semua itu dilakukannya tanpa sengaja karena ia sedang di bawah pengaruh zat afrodisiak alias obat perang_sang dengan dosis cukup tinggi. Sampai detik ini pun Prabu benar-benar mengutuk orang yang melakukan hal kotor itu padanya.

Entah dirinya hanya salah sasaran yang tak sengaja meminum itu atau memang sengaja ada orang yang ingin menjebaknya.

Prabu sudah berusaha mencari pelakunya. Namun, hasilnya nihil.

Tangan Prabu mengambil seragam yang satu-satunya ada di dalam lemari kuno tersebut. Ia menciumnya sejenak, seakan aroma dari tubuh wanita itu masih melekat erat di sana.

Entah kenapa aroma itu sama persis dengan aroma tubuh dari Alea, istrinya saat ini.

Lalu, Prabu mero_goh salah satu kantong yang ada di seragamnya tersebut. Prabu ingin mengeluarkan sesuatu yang penting dari sana. Sesuatu yang sejak lama tersimpan rapi dan tidak diketahui oleh siapapun termasuk sang ayah.

Bagaimana benda itu ada di dalam kantong seragamnya ?

Siapa yang memasukkan ?

Prabu sendiri pun tak tau dan masih tak menemukan jawabannya.

Benda ini biasa dipakai oleh wanita. Ikat rambut.

Ya, di dalam saku seragam Prabu ada sebuah ikat rambut berwarna pink dengan tulisan huruf 'A'.

Prabu memiliki keyakinan kuat bahwa pemilik ikat rambut tersebut adalah wanita yang diper_kosa nya malam itu. Artinya, wanita itu punya huruf depan 'A' sebagai inisial namanya.

Ada beberapa helai rambut yang melingkar di sana. Prabu mengambil dua helai, lalu ia masukkan ke dalam sebuah plastik obat.

Bergegas Prabu memasukkan seragam miliknya kembali ke tempat semula. Lalu, ia menutup kembali lemari tersebut.

Prabu segera meninggalkan kediaman orang tuanya itu dengan mengendarai sendiri mobilnya menuju suatu tempat.

Langkah kaki Prabu masuk ke sebuah klinik dokter hewan di Jakarta. Di klinik itu ada 2 karyawan yang bekerja di sana untuk membantu sang dokter bernama Gunawan.

Klinik tersebut terbilang baru berdiri karena baru setahun ini beroperasi. Namun pemiliknya bukanlah dokter Gunawan, melainkan Bunda Citra.

Berawal dari pecinta kucing, Bunda Citra akhirnya memutuskan untuk membuka sebuah klinik hewan yang bernama 'Suka Kucing'. Bunda Citra membuka lowongan untuk menjadi dokter hewan di kliniknya tersebut.

Lalu, Dokter Gunawan (35 tahun) melamar pekerjaan di sana. Gaji yang ia terima di Jogja selama ini terbilang rendah. Akhirnya dokter Gunawan memutuskan untuk pergi merantau ke Jakarta saat ada lowongan tersebut. Sebab, gaji yang ditawarkan dua kali lipat dari gaji yang biasa ia terima sebagai dokter hewan di Jogja.

Di usianya yang menginjak 35 tahun, Dokter Gunawan masih belum menikah. Kini ia juga berstatus sebagai anak yatim-piatu. Ayahnya telah meninggal sejak kecil dan ibunya meninggal lima tahun yang lalu.

Ceklek...

Derit pintu ruangan dokter Gunawan dibuka oleh Prabu tanpa permisi. Sebab, Prabu sudah tau jika pagi ini sedang tidak ada pasien atau tamu. Karyawan yang berjaga di depan sudah mengatakan hal itu saat Prabu datang.

"Komandan," sapa Dokter Gunawan cukup terkejut melihat kedatangan Prabu.

"Aku sedang tak ingin basa-basi. Aku butuh bantuanmu," ucap Prabu seraya mendaratkan bo_kong nya di salah satu kursi yang ada di sana.

"Bantuan?"

"Hem,"

"Bantuan apa?"

"Jangan bilang hal ini pada siapapun termasuk pada bunda. Ini rahasia. Hanya aku dan kamu yang tau. Kalau sampai bocor, berarti kamu siap pindah alam!" tegas Prabu dengan nada penuh ancaman.

Dokter Gunawan menelan salivanya dalam-dalam mendengar perintah bernada ancaman tersebut. Namun, ia masih terlihat santai sambil memeluk anabul yang baru saja dapat sun_tikan vaksin darinya.

"Apa yang harus aku lakukan?"

Prabu mero_goh saku nya dan mengeluarkan dua bungkus plastik obat di mana dua-duanya terdapat beberapa helai rambut warna hitam. Lalu, ia memberikannya pada dokter Gunawan.

"Lakukan tes DNA pada rambut manusia di dua plastik berbeda itu. Apakah ada kesamaan DNA atau tidak?" titah Prabu.

Dokter Gunawan begitu terkejut mendengar perintah Prabu barusan.

"Komandan tak lupa kan kalau aku cuma dokter hewan. Pasien saya hewan, bukan manusia. Apalagi periksa DNA seperti ini,"

"Aku tau,"

"Nah, itu komandan tau. Kenapa memberi perintah seperti ini padaku?"

"Aku gak mau tau kesusahanmu. Kamu pasti punya kenalan dokter yang biasa memeriksa hal seperti ini. Selesaikan perintahku dengan baik. Jangan pernah sekali-kali bawa namaku atau keluarga Wicaksono pada mereka. Mengerti?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘢𝘭𝘦𝘢 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘳𝘢𝘣𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘨 𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘢𝘭𝘰𝘯 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢
Patrick Khan
hemmmz kan hamil lea
Patrick Khan
alea marah bawah an orok nya prabu😁😁
Tuti Tyastuti
𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘢𝘫𝘫 𝘱𝘳𝘢𝘣𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶 𝘢𝘭𝘦𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘸𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga Saja Alea bahagia dengar berita kehamilannya 🤲
kalau masih marah sama Prabu mending pulang tempat ortu mu aja Alea 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
akankah terjadi perang 🤔
Ruwi Yah
semoga dengan kehamilannya membuat alea berpikir dia kali untuk pergi
Ruwi Yah
mending jujur aja mas Prabu sebelum alea benar2 kecewa dan memilih pulang ke malang
dyah EkaPratiwi
semoga Alea bisa menerima
Maharani Rani
lanjutt🥲🥲🥲🥲
Maharani Rani
lanjutttt
Lia Sakking
semoga cepat sembuh
Ariany Sudjana
selalu senang membaca novel kehidupan anggota TNI, karena almarhum papi saya juga anggota TNI, jadi banyak memori sewaktu masih tinggal di asrama dulu 😄🙏
Sugiharti Rusli
dan kalo pada akhirnya Alea dinikahi oleh Prabu, itu bisa jadi mereka sudah ditakdir kan berjodoh yah, apalagi yang pertama kali mengambil kehormatan Alea yah Prabu yang sekarang jadi suaminya dan bukan para preman,,,
Sugiharti Rusli
mungkin saat itu Prabu salah sudah menodainya, tapi dia juga kan dalam kondisi tidak sadar karena obat, dan setelah nya sang ayahlah yang berperan dan membohonginya selama ini,,,
mariammarife
Alhamdulillah Alea hamil mngkn si debay bisa meredakan kemarahan Alea
Sugiharti Rusli
bisa jadi emosi yang keluar karena hormon kehamilan si Alea sih yah, jadi dia ga berpikir dengan jernih sih,,,
Sugiharti Rusli
cuma sepertinya sekarang Alea sedang sangat sensi dengan kehamilan yang belum dia sadari sih, jadi bisa memicu pertengkaran kalo Prabu salah ucap,,,
Sugiharti Rusli
apalagi Alea juga hanya mendengar separuh dari percakapan Prabu dan ayahnya dan semua masih belum utuh
Sugiharti Rusli
mau bagaimanapun kondisi mereka sekarang, mereka haris duduk bersama sih yah,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!