NovelToon NovelToon
SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.


Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Pagi hari di The Crown Penthouse menyuguhkan pemandangan ibu kota provinsi yang membentang luas.

Sinar matahari menembus dinding kaca raksasa dan menyinari lantai ruangan yang bersih berkilau.

Bayu duduk di kursi kerjanya sambil menyesap secangkir kopi hitam hangat.

Wajahnya tampak tenang menikmati ketenangan setelah badai besar di kota ini reda sepenuhnya.

Tiba-tiba, suara dengungan pelan berputar di dalam saraf otaknya.

[Misi Nasional diaktifkan: Menembus pusat bisnis dan kekuasaan tertinggi di ibu kota negara.]

Bayu membaca layar transparan sistem yang melayang di hadapannya dengan sisipan senyuman tipis.

"Ibu kota, ya?" gumam Bayu pelan di dalam ruangan yang sunyi.

Pintu ruang kerja tiba-tiba diketuk dari luar dengan ketukan yang tegas.

Tok tok.

"Masuk," ucap Bayu dengan suara berat.

Ceklek.

Pintu terbuka perlahan, dan Kirana melangkah masuk dengan setelan blazer hitam profesionalnya.

Kirana memegang sebuah amplop berukuran besar dengan lambang keemasan tercetak mewah di bagian depannya.

"Selamat pagi, Tuan Bayu," sapa Kirana dengan senyum tipis.

"Pagi, Kirana," balas Bayu menatap sekretaris pribadinya.

"Ada berita apa pagi ini?"

Kirana berjalan mendekati meja kerja lalu meletakkan amplop mewah itu di hadapan Bayu.

"Surat ini baru saja dikirimkan khusus melalui kurir ekspres pagi ini," lapor Kirana serius.

Alis Bayu sedikit terangkat melihat amplop berdesain eksklusif tersebut.

"Surat dari siapa?" tanya Bayu penasaran.

"Dari Asosiasi Pengusaha Nasional yang berpusat di Jakarta," jawab Kirana menjelaskan.

Bayu mengambil amplop itu lalu merobek bagian ujungnya dengan tenang.

Ia mengeluarkan selembar kertas undangan bertekstur tebal dengan tinta emas asli.

"Undangan jamuan makan malam eksklusif para elite bisnis nasional," baca Bayu isi surat tersebut.

Kirana menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil merapikan letak kacamatanya.

"Mereka mengundang Anda untuk hadir langsung di gedung pertemuan utama di ibu kota minggu depan," tambah Kirana.

Bayu meletakkan kembali surat undangan itu ke atas meja marmer.

"Tampaknya berita tentang pengambilalihan beberapa perusahaan besar kita di kota ini sudah terdengar sampai ke sana," ujar Bayu santai.

"Tentu saja, Tuan," balas Kirana mengangguk cepat.

"Para konglomerat lama di ibu kota pasti merasa terancam dengan kehadiran pemain baru seperti kita."

Bayu mendengus pelan mendengar ucapan sekretarisnya.

"Terancam atau sekadar ingin melihat seberapa kuat posisi kita?" tanya Bayu dengan nada menyindir.

"Bisa jadi keduanya, Tuan," jawab Kirana jujur.

"Banyak pengusaha di sana yang memandang rendah pengusaha dari daerah."

Bayu bersandar di kursi kerjanya, menatap lurus ke arah Kirana dengan pandangan tajam.

"Menurutmu, apakah kita harus memenuhi undangan itu?" tanya Bayu meminta pendapat.

"Kita wajib hadir, Tuan," jawab Kirana tanpa ragu sedikit pun.

"Jika kita mengabaikannya, mereka akan menganggap kita takut dan lemah."

Bayu tersenyum lebar mendengar jawaban tegas dari sekretaris setianya itu.

"Jawaban yang sangat bagus, Kirana," puji Bayu tulus.

Kirana menundukkan kepalanya sedikit membalas pujian tersebut.

"Lalu, apa saja yang harus saya siapkan untuk keberangkatan kita ke ibu kota?" tanya Kirana siap mencatat.

"Siapkan pesawat pribadi, jadwal penerbangan, dan seluruh dokumen keuangan tingkat lanjut," instruksi Bayu jelas.

"Baik, Tuan! Saya akan langsung mengurus semuanya hari ini juga," jawab Kirana sigap.

Bzzzt... bzzzt...

Ponsel Kirana bergetar singkat di dalam saku blazernya.

Kirana mengeluarkan ponsel itu lalu melirik layar kecilnya sekilas.

"Maaf, Tuan, ada panggilan darurat dari divisi logistik hotel," ujar Kirana meminta izin.

"Silakan angkat," jawab Bayu mempersilakan.

Kirana menempelkan ponsel ke telinganya dan berbicara dengan nada profesional.

"Halo, dengan Kirana... Ya, jelaskan masalahnya secara singkat..."

Bayu mendengarkan percakapan singkat itu sambil mengetukkan jari telunjuknya di atas meja.

[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Membuka fitur akses jaringan logistik nasional untuk host.]

[Mendapatkan bonus poin pengaruh awal di ibu kota +20.]

Notifikasi sistem itu semakin meyakinkan Bayu bahwa langkah selanjutnya tidak akan mudah.

Ibu kota adalah sarang para singa tua yang sudah lama menguasai roda perekonomian negara.

Mereka tentu tidak akan membiarkan seorang pemuda daerah merebut singgasana kekuasaan begitu saja.

Kirana mengakhiri panggilan teleponnya lalu memasukkan kembali ponsel ke saku.

"Ada masalah di hotel?" tanya Bayu melirik Kirana.

"Tidak ada masalah besar, Tuan," jawab Kirana cepat.

"Hanya penyesuaian jadwal pengiriman logistik bulanan."

"Baguslah kalau begitu," ujar Bayu berdiri dari kursi kerjanya.

Bayu berjalan pelan menuju jendela kaca raksasa yang memperlihatkan pemandangan kota di bawah sana.

"Kirana," panggil Bayu tanpa menoleh.

"Iya, Tuan Bayu?" jawab Kirana mendekati posisi atasannya.

"Apakah kamu siap menghadapi para konglomerat sombong di ibu kota bersama-ku?" tanya Bayu menoleh menatap tajam mata sekretarisnya.

Kirana tersenyum tipis penuh keyakinan tanpa ada keraguan sedikit pun di wajahnya.

"Kemana pun Anda melangkah untuk memperluas kekaisaran bisnis ini, saya akan selalu setia mendampingi di belakang Anda, Tuan," janji Kirana tegas.

Bayu mengangguk puas mendengar kesetiaan mutlak dari wanita cerdas di depannya.

Langkah kaki mereka menuju panggung nasional akan segera dimulai dalam hitungan hari.

Dan tidak ada satu pun orang di ibu kota yang mampu menghentikan laju kekuasaan baru tersebut.

1
Cherlly
trimakasih banyak kaka sudah suport saya😘😍
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Bagonk
semangat up Thor
Cherlly: trimakasih banyak kak kasih saya semangat untuk up novel😍😘😘😘

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Bagonk
Ceritanya cukup menarik, baik dari alurnya serta karakter orang-orang dalam cerita ini
Cherlly: trimakasih kaka atas bintang 5 nya😘😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!