NovelToon NovelToon
SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JUJURMU MEMBUATKU MUNTAH

Hueeeeek!!!

Langsung saja Gina mengeluarkan isi perutnya hingga mengenai baju Abraham yang memeganginya dari depan saat akan jatuh.

"Kamu gapapa? Kita kerumah sakit" ucap Abraham.

Jesica dan Pedro pun berlari menghampiri Gina.

Pedro mendorong Abraham dan memukulnya.

Bugh!!

"APA YANG KAMU LAKUKAN PADANYA HAH?" teriak Pedro.

Jesica memegangi Gina.

Ben yang melihat bosnya dihajar oleh pria lain, langsung keluar mobil dan berlari.

Bugh!

Ben memukul Pedro agar melepaskan Abraham.

Gina yang melihat perkelahian didepannya semakin pusing lalu akhirnya pingsan.

"GINA PINGSAN!" teriak Jesica.

Lalu Abraham langsung berdiri dengan wajah yang cukup babak belur.

"Berikan istriku. Biar aku yang membawanya ke rumah sakit" ucapnya.

"Mau naik apa kamu hah? Kamu hanya bisa menyakiti Gina" balas Jesica.

"Bosku tidak ada niatan menyakiti istrinya. Kamu jangan ikut campur wanita liar" timpal Ben membela bosnya.

"EH!! KAMU SIAPA BERANI BERANINYA MEMANGGILKU WANITA LIAR?!! KURANG AJAR!" balas Jesica.

Abraham memaksa menggendong Gina.

"Ben ambil tas istriku dan bawa ke mobil" suruhnya.

Pedro berusaha berdiri setelah terkapar di bawah.

"Kalian pergilah. Urusan istriku akan aku selesaikan" ucap Abraham.

Jesica dan Pedro tidak bisa melawan pria ini lagi karena Gina dalam keadaan genting harus segera dibawa ke rumah sakit.

Tapi keduanya mengikuti mobil Abraham hingga sampai rumah sakit.

Sesampainya dirumah sakit, Gina langsung ditindak oleh dokter dan perawat.

"Apa maksudmu memperlakukan Gina seburuk ini?" serang Jesica kepada Abraham.

"Seburuk ini? Apa yang buruk dari perlakuan ku kepada Gina? Kamu hanya temannya yang sudah lama tidak bertemu, bagaimana bisa kamu menjudge aku yang tidak kamu kenal?" balas Abraham.

"Dan kamu juga, jangan sok jadi pahlawan kemalaman. Jika kamu ingin melindungi wanita, istri atau pacarmu saja yang kau lindungi, jangan istri orang" lanjutnya kepada Pedro.

"Sialan! Kamu gak tau siapa aku hah?" balas Pedro.

"Aku gak perlu tau siapa kamu" sahut Abraham.

"Selamat malam, siapa anggota keluarga pasien?" tanya dokter yang muncul setelah memeriksa Gina.

"Saya, Dok. Saya suaminya" jawab Abraham.

Jesica dan Pedro tidak bisa melawan status Abraham sebagai suami Gina.

"Oke, Pak. Istri anda sedang hamil muda? Anda tau kan hal ini?" tanya sang dokter dan Abraham mengangguk.

"Sepertinya istri anda terlalu stress dan kekurangan gizi. Tubuhnya kekurangan cairan dan membuatnya tidak bertenaga sehingga bisa sewaktu waktu pingsan seperti ini" jelas dokter.

"Tapi syukurlah keadaan janinnya baik baik saja mali ini. Perlu diperhatikan lagi kondisi emosi wanita hamil" lanjutnya.

"Baik, Dok" sahut Abraham.

"Setelah pasien siuman, boleh dibawa pulang" ujar sang dokter.

Abraham mengangguk.

Dokter dan perawat pun meninggalkan bilik pemeriksaan Gina.

"Kalian pulanglah. Aku akan mengurus istriku" usir Abraham.

"Tidak, aku akan menunggu disini dan kita dengar dari Gina, mau sama siapa dia pergi" ucap Jesica.

Abraham diam.

Semakin ia membela diri pasti semakin terpandang buruk dirinya didepan kedua orang ini.

"Terserah" ucap Abraham lalu masuk ruang pemeriksaan sang istri.

Ben menjaga didepan bilik dan melatang Jesica serta Pedro untuk masuk.

"Jangan macam macam. Kalian hanya butiran debu dimata bosku" ucap Ben.

"Sialan! Pria brengsek!" umpat Jesica yang tidak bisa melawan karena dirumah sakit.

Tringgg..:

Ponsel Pedro berbunyi.

Sepertinya ia dicari seseorang di club.

"Maafkan aku, Jesica. Aku harus kembali ke club. Bos memanggil ku" ujarnya.

"Pergilah, aku akan menunggu Gina disini" sahut Jesica.

"Kamu pergi juga sana, Nyonya tidak memerlukan kehadiranmu" sahut Ben selalu ingin melawan.

"Diam saja kau pria gak jelas! Ikut campur urusan orang!" omel Jesica dan Ben memutar mata jengah.

Pedro pun pamit terlebih dahulu.

Tinggal Ben dan Jesica yang bertatap muka dengan pandangan tajam dan sengit saling serang dalam diam.

Beberapa menit kemudian, Gina mulai sadar.

Dengan berlahan ia mulai membuka mata.

Menatap langit langit ruangan dengan aroma khas rumah sakit membuat Gina sadar dimana ia berada.

"Kamu udah sadar sayang" ucap Abraham lega.

Mendengar suara pria yang begitu ia kenali, membuat Gina langsung memalingkan wajahnya kesamping dimana suaminya berada.

"Kamu masih disini saja hah! Pembohong! Pergi sana Abraham!" ucap Gina dengan suara lemahnya tapi tetap terdengar marah.

Abraham memegang tangan sang istri.

"Dengarkan penjelasan ku, aku mohon, Gina. Dengarkan dulu ya" sahutnya.

Gina tidak bisa membendung air matanya lagi. Dirinya benar benar merasa tertipu dan membuatnya semakin down.

"Aku tidak tau jika aku menyakitimu sedalam ini" ucap Abraham.

"Aku merasa aku sangat mencintaimu meskipun memang sikapku tidak sesuai apa yang kamu harapkan. Tapi Gina aku benar benar mencintaimu" lanjutnya.

"Tapi cintamu membuatku gila, Abraham" balas Gina.

"Cintamu membuatku takut untuk menolakmu. Cintamu semakin mencekik ku" lanjutnya.

"Maafkan aku" lirih Abraham.

Gina menghela nafas panjang. Permintaan maaf suaminya benar benar membuat rasa bersalahnya semakin dalam. Untuk bisa melepaskan rasa bersalah ini, memang Gina harus mengatakan apa yang sudah ia alami.

Apapun sikap Abraham akan ia terima dan ia tetap siap untuk bercerai.

"Aku akan mengatakan apa yang aku alami jika memang kamu sudah menebak ada yang aneh dariku sejak sebulan lalu" ucap Gina.

"Kamu tau? Malam dimana aku tiba tiba menginap dirumah ibu sebulan lalu dan keesokan harinya kamu datang marah marah kepadaku karena tidak ada dirumah ibu pagi pagi?" pancingnya.

"Aku tau" jawab Abraham.

Kening Gina mengerut, keheranan.

"Bagaimana bisa kamu tau apa yang kualami sebulan lalu dan hanya diam saja?" tebak Gina dengan suara bergetar.

"Aku tau karena aku..aku adalah pria asing itu.. pria yang membeli mu dari ayahmu demi 1 juta dollar" ungkap Abraham.

Deg!

Jantung Gina seakan akan berhenti seperkian detik.

Selama ini dia benar benar ditipu habis habisan oleh suaminya. Rasa bersalah karena telah berselingkuh dari Abraham sebulan ini sudah berhasil membuatnya hampir gila.

"Apa..apa yang kamu katakan? Apakah kamu telah membohongiku lagi?" tanya Gina dengan suara yang sudah bergetar dan menyakitkan untuk ia ucapkan.

Abraham mengangguk.

"Aku akan membuka semuanya padamu, Gina. Aku memang bersalah untuk malam itu. Aku menjadikanmu sebagai pelampiasan kemarahan serta kekecewaan ku karena kamu meminum obat pecegah kehamilan. Padahal kamu tau aku sangat menginginkan anak dari cinta kita kan" jelasnya.

Lagi lagi Gina tidak percaya dengan apa yang dikatakan sang suami.

"Lalu, ayahmu sudah sangat keterlaluan. Setiap hari main judi dan aku sudah tidak tahan setiap kali dia meminta uang kepadamu. Dengan statusku sebagai supir, aku tidak bisa membantumu, jadi aku menjadi diriku sendiri untuk menghentikan tingkah ayah" ungkap Abraham semakin jelas namun semakin menyayat hati Gina.

"Diri sendiri? Memang siapa kamu yang sebenarnya? Pria kaya bermata biru itu hah? Serius Abraham, apa yang kamu katakan saat ini sungguh tidak masuk akal tapi juga menyakitiku" sahut sang istri.

"Mata biru itu adalah mata lensa. Mata asliku tetap hazel kecoklatan seperti Abraham yang kamu kenal. Aku adalah putra kedua dari keluarga Alexander di London. Aku.." belum juga selesai menjelaskan lagi, Gina sudah menghentikannya.

"Stop! Jangan berbicara lagi, aku sangat mual!" ucap Gina.

Perutnya benar benar bergejolak. Jantungnya berdebar kencang.

Kepalanya pusing seperti sedang diperas.

Tak lama kemudian, Gina muntah lagi.

Howeeeek!

Ben dan Jesica yang mendengarnya langsung berebut memanggil perawat sebelum Abraham memerintahkan.

"Sayang.." panggil Abraham sambil menompang memegangi tubuh istrinya.

Huweeeek!!

Gina muntah lagi dan lagi lagi sampai mengenai baju Abraham yang tadi sudah sempat diganti.

Namun Abraham tidak melepaskan wanita itu.

1
Yesi Yesi
ah suka ma cerita nya♥️♥️
lanjut thor
SariRani: Terima kasih banyaaaaak mbak yesi 🥹 agak pesimis karena dikit banget yg suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!