NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 Lamaran Mendadak

"Apa ini maksudnya Malik?" tanya Mila terlihat khawatir.

"Maaf Tante, seperti apa yang sudah saya katakan bahwa saya tidak setuju untuk melanjutkan proses taaruf karena Refisha merupakan wanita yang sudah digilir dan ditolak banyak orang," lanjut Malik.

"Malik tolong jaga kalimat kamu!" tegas Mila sebagai ibu sudah pasti tersinggung dengan perkataan Malik di luar batas.

"Tunggu dulu Malik, kamu boleh menolak perjodohan ini, tetapi kamu tidak harus mengetakan putri saya seperti itu, sebagai laki-laki gentlemen seharusnya kamu bisa memberikan alasan yang masuk akal," tegas Toni.

Refisha sejak tadi hanya diam saja, penolakan itu sudah pasti membuat hati Refisha terluka.

"Baiklah kalau begitu saya jelaskan sekali lagi bahwa saya tidak ingin dijodohkan dengan Refisha, dia tidak cocok untuk saya, saya ingin memiliki keturunan dan sudah pasti wanita berumur tidak akan bisa memberikan hal itu, jadi saya minta maaf perjodohan ini saya batalkan,"

"Tetapi ada sesuatu hal yang harus saya katakan kepada kalian semua yang ada di sini, awalnya saya berpikir bahwa yang dijodohkan dengan saya adalah Laudya dan ternyata bukan dia, sejujurnya saya akan melanjutkan perjodohan jika itu dengan Laudya dan bukan wanita yang sudah tua," lanjut Malik.

Air mata Refisha masih tertahan di bola matanya, sungguh penghinaan yang paling besar dia terima adalah saat ini, biasanya laki-laki yang membatalkan perjodohan dengannya hanya membatalkan dan tidak perlu menyakiti hatinya, tetapi kali ini dia benar-benar disakiti dan dipermalukan dan Laudya sudah pasti tersenyum, hal yang biasa baginya jika dipilih oleh laki-laki yang akan dijodohkan oleh kakaknya.

Mata Ezra sejak tadi melihat ke arah Refisha yang sampai saat ini hanya diam tanpa berkomentar atau mencoba untuk membela diri. Mungkin bagi Refisha sudah tidak ada hal yang harus dibela lagi karena memang semua perkataan Malik ada benarnya.

"Maaf. Mbak, saya juga tidak tahu jika seperti ini akhirnya, tetapi yang menikah adalah putra saya dan saya hanya menyerahkan kepada beliau," sahut Nia.

"Refisha permisi dulu!" ucapnya menundukkan kepala.

Kemudian langsung pergi meninggalkan ruang tamu karena sudah tidak tahan dengan perkataan Malik yang sesuka hatinya berbicara.

"Hah!" Malik mendengus kasar, dia benar-benar puas membalas Refisha di depan banyak orang.

"Sudah kuduga, perjodohan ini hanya akan membuang-buang waktu," batin Laudya.

*******

Refisha saat ini berada di taman rumahnya yang cukup luas, terlihat berdiri di atas titi sekitar panjang beberapa meter dengan posisi melengkung, di bawah titi itu terdapat kolam ikan yang cukup luas yaitu peliharaan sang ayah.

Refisha tampak begitu sedih dengan apa yang terjadi, tamu di rumahnya itu belum pulang dan kemungkinan saja mereka membicarakan tentang lanjutan perjodohan dengan adiknya karena dirinya sudah ditolak.

"Mati bukan tenggelam melainkan kepala terkena batu dan berdarah," Refisha cukup kaget dan membuatnya membalikkan tubuh.

Ezra ternyata berdiri di belakangnya dengan kedua tangan berada di saku celananya.

"Kamu ngapain disini?" tanya Refisha.

"Menyaksikan kamu mengakhiri hidup," jawab Ezra.

Refisha mengerutkan dahi mendengar pernyataan Ezra.

"Siapa yang ingin mengakhiri hidup?" tanyanya.

"Bukankah baru saja ditolak dan dikata-katai, memang masih punya harapan untuk hidup setelah apa yang didengar?" tanya Ezra.

Refisha justru tersenyum menanggapi perkataan Ezra, membuat Ezra mengurutkan dahi.

"Ini bukan kali pertama saya mendapatkan hal itu, ini sudah sangat biasa, Jika setiap kali sakit hati karena perkataan orang lain dan harus mengakhiri hidup, maka itu adalah kekonyolan, lagi pula mana masuk akal berada di atas titi dangkal seperti ini dan melompat ke bawah tidak akan bisa mati," ucap Refisha.

"Apa dia sangat pintar bersandiwara, memang tidak terlihat bahwa dia sakit hati dengan perkataan Malik, mungkin saja dia memang pintar menyembunyikan ekspresinya agar tidak dikasihani," batin Ezra.

"Lalu kenapa kamu pergi? Bukankah seharusnya kamu tetap berada di sana sampai tamu kamu pulang?" tanya Ezra.

"Karena yang menjadi tokohnya bukan saya lagi," jawab Refisha.

"Saya permisi!" Refisha menundukkan kepala dan kemudian langsung pergi.

******

Refisha ternyata diminta untuk kembali ke ruang tamu, Refisha tadinya sudah menolak, tetapi untuk menghargai tamu yang diundang oleh kedua orang tuanya dengan sangat baik dan seharusnya tamu itu juga dijamu sampai selesai.

Refisha saat ini kembali duduk diantara kedua orang tuanya.

"Kami memohon maaf sekali lagi atas permasalahan perjodohan ini, kami sangat berterima kasih jika dijamu dengan sangat baik dan mungkin silaturahmi akan kita lanjutkan ketika putra saya Malik berubah pikiran," sahut Angga. Ayah Malik.

"Benar, mungkin saya harus sampai rumah dulu dan menenangkan pikiran, siapa tahu saja saya berubah pikiran untuk melanjutkan proses taaruf bersama Laudya, tetapi bukan dengan Refisha," sahut Malik dengan kesombongannya.

"Kamu tidak perlu berpikir apapun lagi Malik, ini sudah menjadi jawaban yang kami ambil, putri saya bukan giliran yang harus menunggu jawaban kamu dan jika kamu tidak menyukai putri pertama saya dan kemudian kamu mempertimbangkan untuk putri ke dua saya, saya juga sebagai ayah akan menolak kamu jika meminang putri saya," sahut Tio memberi paham Malik agar bersikap sopan dan jangan terlalu sombong.

"Hah!" sahut Malik mendengus

"Kalian begitu marah karena putra saya menolak perjodohan ini, tetapi kenyataannya kalian sebagai orang tua tidak bisa memaksakan putra saya untuk menikah dengan wanita yang sudah berumur dan mungkin saja tidak akan ada laki-laki yang mau lagi bersamanya," Nia tampak begitu tersinggung dan semakin menghina Refisha.

"Mbak, tolong jaga bicaranya," sahut Mila.

"Itu adalah kenyataan, jika memang ada yang menyukai Refisha, sudah pasti dia tidak akan melakukan beberapa kali perjodohan," sahut Nia.

"Jika adanya pembatalan perjodohan putri saya dengan beberapa pria dan artinya adanya ketidakcocokan, tolong jangan menghina putri saya seperti itu, saya yakin putri saya pasti akan mendapat pasangan yang jauh lebih baik daripada putra Anda!" tegas Tio memberi penekanan pada tamunya itu.

"Kalau begitu saya akan meminang Refisha," tiba-tiba saja lontaran kalimat itu keluar dari mulut Ezra membuat semua orang melihat ke arah Ezra.

Dellon sang ayah juga kaget dan melihat serius ke arah putranya yang tiba-tiba saja ingin meminang seseorang di waktu yang sangat berdekatan dengan sepupunya yang meminang calon istrinya namun tidak jadi.

"Ezra!" tegur Dellon sudah tahu pasti putranya itu hanya bercanda karena memang hidupnya tidak pernah serius.

"Pa, bukankah terus memintaku untuk menikah dan aku akan membawa calon istri pulang ke rumah," ucap Ezra dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Ezra, apa yang barusan kamu katakan? Kamu ingin meminang Refisha, kamu bahkan tahu alasan Malik tidak menerimanya, usianya sudah memasuki kepala tiga dan sudah pasti sangat sulit untuk mendapat keturunan dan sementara kamu juga masih muda, usia kamu bahkan lebih mudah dibandingkan Malik," sahut Nia.

"Tetapi saya tertarik padannya, untuk masalah lainnya tidak perlu saya pertimbangkan, selanjutnya ini menjadi urusan saya dengan Refisha," sahut Ezra benar-benar santai.

Refisha sampai tidak bisa berkata-kata, tetapi dia bisa melihat bahwa laki-laki yang saat ini meminangnya itu memang hanyalah menganggap semuanya sebagai lelucon.

"Jadi bagaimana Tuan Tio, apakah menerima pinangan saya?" tanyanya benar-benar membutuhkan jawaban yang pasti.

Bersambung....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!