NovelToon NovelToon
I AM The Mirecle Itself

I AM The Mirecle Itself

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad wahyu

I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Eksekusi Tanpa Kompromi

​Lembah Kelabu adalah celah sempit yang mengapit jalur utama menuju wilayah dalam Kekaisaran. Dinding tebing kapur setinggi seratus meter berdiri tegak di kiri dan kanan, menyisa satu lorong berbatu sepanjang dua kilometer yang sangat berbahaya bagi siapa pun yang mencoba menerobos.

​Di sepanjang lorong itu, Kekaisaran telah mengubah arena pertempuran sesuai perintah Jenderal Kaelen.

​Tidak ada pendar Qi. Tidak ada formasi sihir pelindung. Ratusan barikade kayu jati berlapis plat besi tebal disusun berselang-seling. Di atas tebing, puluhan meriam batu mekanis bermuatan beban gravitasi disiagakan. Ratusan prajurit panah berarmor medium berdiri di balik celah barikade dengan busur silang bertekanan pegas tinggi.

​"Ingat instruksi Jenderal Kaelen!" teriak Komandan Torin, perwira kasta Master yang ditunjuk memimpin barisan terdepan Lembah Kelabu. "Jangan matikan insting fisik kalian, tapi matikan aliran Qi pencahayaan dan deteksi sihir! Target tidak menggunakan energi, jadi kita tidak butuh radar energi. Gunakan mata, telinga, dan jebakan mekanis!"

​Di balik celah tebing tinggi, Ren Vaelen berdiri di atas tonjolan batu yang licin.

​Mata hitamnya menatap hamparan jebakan fisik di bawahnya. Melalui Mata Persepsi Kosmik, penglihatannya mengurai seluruh lorong Lembah Kelabu menjadi jaring-jaring beban mekanis: titik tumpu pasak kayu, tingkat regangan tali baja meriam, beban geser pada pemicu jebakan batu, hingga frekuensi kedipan mata para pemanah yang kelelahan.

​【Evaluasi Medan: Pertahanan Mekanis Murni】

【Anomali Terdeteksi: Kekaisaran Menghilangkan Efek Khusus Energi】

【Progresivitas Kemampuan: Level 3 — Executioner (Aktif)】

【Modus Operasi: Eksploitasi Struktur & Rantai Efek Domina】

​Ren tidak menarik taring rakitannya. Ia hanya mengambil sebutir kerikil berdiameter dua sentimeter dari pijakannya.

​"Mereka mengira mekanika tanpa energi adalah wilayah aman mereka," bisik Ren pelan. "Padahal, energi masih memiliki sifat acak... sementara hukum fisika murni sangat patuh pada kepastian."

​Ren memutar pergelangan tangannya, melemparkan kerikil itu dengan sudut elevasi 32 derajat ke arah atas tebing sebelah kiri.

​KLINK.

​Kerikil kecil itu menghantam sudut pasak penahan pada katrol meriam batu nomor tiga di tebing kiri. Pasak kayu yang sudah mengalami kerapuhan internal akibat tekanan beban ratusan kilogram itu patah secara tiba-tiba.

​KRAK!

​Patahnya pasak membuat roda katrol berputar liar secara mendadak. Tali baja penyangga beban meriam batu terlepas, melempar batu seberat dua ton ke arah tebing sebelahnya, bukan ke lorong.

​BOOM!

​Batu raksasa itu menghantam pasak penyangga barikade tebing kanan. Longsoran batu kapur runtuh seketika, menimpa dua belas pemanah Kekaisaran yang berdiri di bawahnya. Kepanikan pecah dalam hitungan detik—bukan karena serangan musuh, melainkan karena kegagalan struktur mekanis mereka sendiri.

​"Ada apa di tebing kiri?!" teriak Torin panik. "Apakah ada sabotase?! Periksa pemicu meriam!"

​Di tengah kepulauan debu kapur yang membumbung tinggi, Ren menjatuhkan dirinya dari tebing.

​Ia mendarat di balik barikade kayu pertama tanpa menimbulkan gema suara langkah. Dua prajurit pemanah yang sibuk menengadah ke arah longsoran tebing bahkan tidak menyadari hadirnya sosok berselimut jubah perak di antara mereka.

​SRETT.

​Ren merampas anak panah dari tabung di punggung pemanah pertama, lalu menggunakan batang anak panah yang berujung besi itu untuk menusuk celah pelindung leher pemanah kedua dari belakang. Sebelum jasad pemanah kedua ambruk, Ren memutar tubuh pemanah pertama dan mengunci lehernya dengan busur silang milik ksatria itu sendiri.

​KRAK.

​Sendi leher prajurit itu patah seketika.

​Seluruh gerakan itu berlangsung dalam rentang waktu 1,2 detik. Tanpa Qi, tanpa aura, dan tanpa teriakan.

​Ren melangkah keluar dari balik debu kapur, memegang busur silang mekanis rampasan. Di hadapannya, Komandan Torin bersama dua puluh prajurit berarmor tebal berbalik arah dengan pedang terhunus.

​"Di sana dia!" jerit Torin, menunjuk Ren yang berdiri tenang di tengah lorong sempit. "Bentuk formasi perisai kaku! Jangan beri dia ruang bergerak! Dorong dia ke dinding tebing!"

​Dua puluh prajurit itu merapat, merapatkan perisai besi mereka menjadi dinding baja berjalan sejauh tiga meter. Mereka merangsek maju dengan ritme langkah yang seragam—sebuah formasi pembendung murni yang dirancang khusus untuk menutup seluruh ruang gerak.

​Ren tidak mundur. Ia berjalan menyongsong dinding perisai itu dengan kecepatan konstan.

​Melalui Mata Persepsi Kosmik, Ren membaca tumpuan berat badan para prajurit di balik perisai.

Prajurit nomor 3 di sisi kiri memiliki perbedaan tumpuan beban sebesar 12% pada kaki kirinya karena memegang perisai yang lebih berat.

​Saat dinding perisai berjarak setengah meter dari tubuhnya, Ren menendang bagian bawah perisai prajurit nomor 3 tepat pada momen kaki kiri prajurit itu terangkat untuk melangkah.

​THUD!

​Keseimbangan prajurit nomor 3 hancur seketika. Tubuhnya yang oleng terdorong ke belakang, menciptakan celah sempit berdiameter empat puluh sentimeter di dalam formasi rapat tersebut.

​Ren menyelinap menembus celah sempit itu seperti bayangan.

​Di balik dinding perisai yang terbuka, para prajurit Kekaisaran mendadak kehilangan target. Sebelum mereka sempat memutar barisan perisai mereka yang berat, Ren bergerak di antara ruang sempit di balik punggung mereka.

​STAB! STAB! STAB!

​Taring raksasa rakitan di tangan Ren berkecepatan tinggi menusuk titik-titik lemah di balik armor mereka: persendian ketiak, celah pelindung paha, dan sambungan rantai leher. Setiap tusukan Ren dilepaskan bersamaan dengan tumpuan beban prajurit saat mereka berusaha memutar tubuh, membuat armor tebal mereka justru menjadi perangkap yang mengunci gerakan mereka sendiri.

​Satu per satu prajurit berarmor tebal itu roboh bergantian. Senjata mereka tak pernah sempat menyentuh pakaian Ren.

​"Tidak mungkin... Ini tidak masuk akal!" Torin mundur dengan wajah pucat pasi. Ia menyaksikan dua puluh prajurit terbaiknya dibantai di dalam formasi pertahanan yang paling mustahil ditembus secara fisik. "Bagaimana kau bisa melihat celah di balik perisai yang tertutup rapat?!"

​Ren berdiri di atas jasad para prajurit yang membujur kaku. Jubah perak Zeon yang dikenakannya berjelak tipis oleh percikan darah segar.

​"Kalian membuat barikade kaku karena takut pada kecepatan," ucap Ren datar sambil melangkah mendekati Torin. "Tapi semakin kaku struktur yang kalian bangun... semakin sedikit variabel yang perlu dikalkulasi untuk menghancurkannya."

​"Mati kau!" Torin meraung gila. Ia melempar pedangnya dan melepaskan pegas jebakan batu gantung di atas kepala Ren menggunakan tuas di tangannya.

​Sebuah beban besi berduri seberat lima ratus kilogram jatuh meluncur tepat ke posisi Ren berdiri.

​Ren tidak melompat menghindari beban jatuh itu. Ia memprediksi kecepatan jatuh bebas akibat gravitasi (9,8 m/s²), lalu cukup melangkah satu sudut ke kiri saat beban itu menyapu udara milimeter di samping bahunya.

​BANG!

​Beban besi berduri itu menghantam tanah keras, menciptakan gelombang debu dan getaran hebat.

​Sebelum debu sempat mereda, Ren menyelinap melewati sisi beban besi yang masih bergetar dan muncul tepat di hadapan Torin. Taring raksasa di tangan Ren meluncur lurus, menembus celah dagu Torin hingga menembus bagian atas tengkoraknya.

​Matanya terbeliak lebar. Torin ambruk berlutut, memegangi taring yang menancap di kepalanya sebelum akhirnya terkulai tak bernyawa di tanah Lembah Kelabu.

​Kesunyian total kembali menguasai celah benteng tersebut.

​Dari seratus prajurit dan puluhan jebakan mekanis yang disiapkan Kekaisaran di Jalur Lembah Kelabu, tidak ada satu pun yang tersisa untuk memberikan perlawanan. Seluruh garis pertahanan fisik murni milik Kekaisaran hancur bukan oleh ledakan daya hancur, melainkan oleh rantai kalkulasi presisi yang mengeksploitasi setiap hukum fisika di tempat tersebut.

​Ren mencabut taring rakitannya dari jasad Torin, mengusap darahnya hingga bersih pada kain jubahnya.

​【Level 3: Executioner — Berhasil Diaplikasikan】

【Target Pertahanan Lembah Kelabu: Lumpuh Total】

【Jalur Wilayah Dalam Kekaisaran: Terbuka】

​Ren menatap lurus ke depan. Di ujung lorong Lembah Kelabu yang kini terbuka lebar, menara-menara megah milik wilayah dalam Kekaisaran Aethelgard mulai terlihat di garis cakrawala.

​Tanpa ragu sedikit pun, Sang Anomali dalam wujud Ren Vaelen melangkah maju menembus celah benteng yang telah menjadi kuburan massal prajurit Kekaisaran.

1
indah Mayaddah f
Kerja berat tiap hari, di panggil si nol terus di hina tapi Ren diam aja. Sabar sekali dia 😔
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬
Saya biasanya lihat kultivasi, hari ini belajar sihir🤣
Myz Pena
waoow meskioun makhluk itu sebesar bukit kecil namun kekuatannya tidak kaleng - kaleng.. sungguh dahsyat
CNNTAYY
haha rahasia valeria aja sampai ketahuan mana ukuran sepatu dan rambut lagi🤭
iorlif
siapakah sosok tanpa tubuh pasti itu?
Siti Aisyah
Hebat sekali valeria bisa mengalahkan seekor calamity wolf itu👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
mampir auhtor. mau tanya mau ikut masuk grup aku gak. saling berbagai ceritaa dan support
Muhammad Wahyu: gimana kak?
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!