NovelToon NovelToon
Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"

"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"

Deg

Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?

"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"

Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"

'Tega kamu mas' batin Kinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pak Yusuf membuka pintu utama, mempersilahkan Kinan untuk masuk ke rumah tua. Rumah, dimana kata nenek Ningsih, Kinan selalu bisa pulang kapan saja.

Pak Yusuf berjalan di depan Kinan, menunjukkan jalan kemana dia harus menuju.

Mereka pun sampai di ruang istirahat, tempat nenek Ningsih biasa beristirahat.

Tok tok tok

Pak Yusuf mengetuk pintu ruangan itu. Seseorang dari dalam membuka pintu, itu adalah bibi Wulan. Kepala pelayan yang mengurus segala keperluan nenek Ningsih.

"Selamat malam nyonya muda" sapa bibi Wulan dengan sangat ramah pada Kinan.

"Selamat malam, Bi" balas Kinan.

"Kinan, kamu sudah datang? kemari lah nak!"

Nenek Ningsih menepuk sisi sofa di sebelahnya yang kosong.

"Selamat malam nek, nenek apa kabar?" tanya Kinan.

Suaranya lembut, dan sikapnya sopan. Dia memang punya masalah dengan Bima, tapi dia tidak punya masalah dengan nenek Ningsih. Bahkan Kinan merasa sangat yakin, kalau nenek Ningsih bahkan sama sekali tidak tahu tentang kebohongan yang dilakukan oleh Bima.

"Nenek baik, nak. Kamu sendiri bagaimana?" tanya nenek Ningsih.

"Aku baik-baik saja nenek!" jawab Kinan singkat.

Kinan juga berusaha untuk tersenyum lembut di depan nenek Ningsih. Dia tidak mau membuat nenek Ningsih berpikir macam-macam. Usianya sudah 70 tahun, sudah tidak bisa dibuat khawatir.

Tapi kemudian nenek Ningsih menepuk punggung tangan Kinan dan membawa ke pangkuannya.

"Kinan, apa semua baik-baik saja? apa yang sebenarnya terjadi dengan pernikahan mu dan Bima? nenek tidak bisa menghubungi Bima. Apa kalian bertengkar?" tanya nenek Ningsih dengan suara yang terdengar sedih.

Kinan tersenyum, dia berusaha untuk mempertahankan senyumnya itu.

"Tidak nenek..."

"Kamu menggugat cerai, Bima?" sela nenek Ningsih yang membuat Kinan segera menutup rapat mulutnya.

Dia memang tidak bisa menyembunyikannya lagi dari nenek Ningsih. Mungkin pengacara keluarga ini yang tahu lebih dulu. Karena pengacara keluarga ini memang sering bolak-balik ke pengadilan.

Kinan pada akhirnya menghela nafas panjang. Tadinya, dia sama sekali tidak ingin memberitahu nenek Ningsih. Tapi, karena nenek Ningsih sudah tahu, bukankah dia harus menjelaskan semuanya.

"Nenek, masalah perceraian itu memang benar. Aku menggugat Bima untuk bercerai. Nenek ingat Agnes?" tanya Kinan.

Wajah nenek Ningsih segera terlihat bingung.

"Agnes? bukannya dia dipenjara?"

Sudah Kinan duga, kalau nenek Ningsih bahkan tidak mengetahui hal ini. Karena Bima menyembunyikan semuanya dengan sangat baik. Kinan pun kalau tidak kebetulan saat itu dia begitu ingin menyampaikan kabar kehamilannya pada Bima. Dia juga tidak akan pernah berpikir untuk pergi ke perusahaan tanpa memberi kabar dulu pada Bima. Dan dia tidak akan pernah mendengar semua kebenaran yang selama tiga tahun di tutup dengan sangat baik oleh Bima itu.

"Nenek, Agnes sama sekali tidak dipenjara. Dia berada di Dubai. Bima yang memalsukan surat kuasa atas nama keluarga korban, keluargaku. Untuk memberikan kebebasan pada Agnes dari hukuman penjara. Bima membawanya ke Dubai. Bima membiayai nya di sana, dia hidup sangat nyaman..."

Air mata Kinan mengalir begitu saja. Setiap dia mengingat hal itu, dia tidak bisa mengendalikan air matanya untuk tidak mengalir.

Nenek Ningsih terkejut sekali, matanya merah. Tangannya yang tadinya menggenggam tangan Kinan, perlahan terlihat bergetar. Nenek Ningsih sungguh tak menyangka, kalau Bima akan melakukan tindakan bodohh seperti itu.

Nenek Ningsih melihat ke arah Kinan. Wanita yang bahkan tidak bisa mendapat keadilan untuk kematian ibunya. Dan dibohongi selama ini oleh cucunya. Nenek Ningsih merasa gagal mendidik Bima.

"Maaf nak..." lirih nenek Ningsih yang membuat Kinan segera menyeka air matanya.

"Bukan salah nenek, aku tahu nenek juga pasti tidak menyangka nya. Hanya dia yang tahu nek, hanya Bima yang tahu tentang semua ini!"

Mata nenek Ningsih sudah berkaca-kaca. Dia tidak tahu harus bicara apa pada Kinan. Dia sungguh tak menduganya, tak menyangka sama sekali Bima akan berbuah sepicik itu. Pantas saja tiga tahun yang lalu, dia bersikeras menikah dengan Kinan saat kasus itu tengah berjalan. Rupanya, Bima punya tujuan yang pada akhirnya membuatnya sangat malu pada Kinan.

"Nenek minta maaf, Kinan. Nenek sungguh tidak tahu"

Kinan memeluk nenek Ningsih. Semua ini bukan salah nenek Ningsih. Selama tiga tahun ini, Kinan juga bisa tahu, bisa merasakan kalau kasih sayang nenek Ningsih padanya sangat tulus.

"Nenek, makanannya sudah siap..." Galih yang datang ingin memberitahu nenek Ningsih dan Kinan menjeda ucapannya, "ada apa ini?" tanya Galih.

Nenek Ningsih menarik dirinya dari Kinan. Dengan air mata yang berusaha dia seka. Wajahnya berubah menjadi sangat tegas.

"Galih, hubungi Bima. Kalau tidak bisa, hubungi sekertaris nya atau Leo. Dia harus kesini sekarang juga!" tegas nenek Ningsih.

Nenek Ningsih sungguh merasa cucunya itu begitu bodohh dan tidak punya hati.

"Kinan, ada apa ini?" tanya Galih pada Kinan.

Masalahnya, neneknya terlihat sangat marah. Sedangkan dia tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.

"Kinan..."

"Galih, dengar nenek tidak?" pekik nenek Ningsih.

"Ba... baik nek, Galih telepon Bima sekarang!"

Galih segera keluar dan mencoba menghubungi Bima. Sedangkan mendengar nenek Ningsih berteriak, Viona dan Damar pun bergegas ke ruangan istirahat nenek Ningsih itu.

"Ada apa, Bu?" tanya Damar.

"Kenapa? ya ampun Kinan. Pasti kamu ya, yang bikin nenek kaget. Lagian ngapain kamu gugat cerai Bima sih? suami kamu itu sudah kasih uang jajan 500 juta sebulan. Barang-barang mewah, hidup kamu itu terjamin. Kenapa malah mau pisah? kamu mau hidup susah kayak dulu lagi?" tanya Viona terus menyindir.

Kinan hanya diam, dia mencoba menyeka wajahnya supaya tidak terlihat seperti habis menangis.

"Kamu tahu apa?" pekik Nenek Ningsih pada Viona.

"Ibu, sebenarnya ada apa?" tanya Damar bingung.

"Anak kamu itu! dia itu benar-benar brengsekk! dia menipu Kinan. Agnes, wanita yang membunuhh ibu Kinan itu. Dia tidak pernah di penjara. Bima membawanya keluar negeri, ke Dubai. Bahkan selama tiga tahun membiayai wanita tidak tahu malu itu. Hahh, benar-benar!"

Nenek Ningsih begitu emosional. Dia merasa sangat malu pada Kinan. Dia juga merasa telah gagal mendidik seorang cucu menjadi manusia. Bagaimana bisa Bima melakukan tindakan serendah itu?

Viona sampai membuka lebar mulutnya. Dia benar-benar terkejut. Tapi ada satu kalimat Viona yang membuat Kinan sadar, kalau keputusannya menggugat Bima sudah benar. Setiap pengeluaran di atas 100 juta memang akan dicatat di pembukuan perusahaan. Uang bulanan untuk Viona juga. Dan ternyata, jumlah sebenarnya uang bulanan untuk Kinan adalah 500 juta. Sayangnya, 200 jutanya bukan untuknya. Tapi untuk wanita yang sangat dibencinya. Sungguh ironis.

***

Bersambung...

1
J
knpa lama2 skali updatenya, jadi gk seru bacanya
falea sezi
bosen thor muter doank😓
Adinda
seret juga bima kepenjara sekalian biar tau rasa
Nurlaila Hidayah
percepat napa thor sidang cerai sama sidang kasus pmbunuhan'a biar ga bertele2 jga, lma2 bisa pda bosan baca'a krna msih jln di t4
mimief
dia yg berhutang nyawa,kenapa aku yg harus membayar. laki laki sialan..kalau lu yg punya utang nyawa...nyawa lu aja yg di tarohin,jgn orang lain
mimief
ternyata bawa dia ada gunanya 🫣🤣🤣. orang ga tau malu mesti ketemu orang yg ga bisa nahan mulut nya 🤣🤣. biar berasa malunya
yula
💪💪💪💪💪thor
gaby
Sumpah lama2 bosen bacanya, padahal jalan ceritanya seru. Tp muter2 doang, dah bab 38 tp msh jalan di tempat. Mana upnya jarang2. Kalo mau bikin crita yg muter2, minimal upnya 2× sehari. Kalo kaya gini yg ada bikin yg mbaca bosen, lalu nabung bab. Ujung2nya pada lupa kalo lg nabung bab. Aq pamit thor, nanti aja bacanya kalo dah tamat
Dokkan Battle: asli cerita Klise
total 1 replies
Siti Zaid
Author lanjut..ditunggu terus lanjutan cerita nya...🤭
Allea
ahh kesel lah bacanya tgu tamat dulu
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tinggal lihat aja nek apa yang akan terjadi pada Bima 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ada² Viona 🤣
falea sezi
males klo balik🤣🤣najis kali bekas jalang
Siti Zaid
Bima ternyata bukan hanya buta hati..tapi matanya juga buta kali ya...Agnes si wanita ular pura2 baik hanya didepan Bima..hatinya sangat jahat😠
merry
nek jgn dbyrr usir ajj trs laporin ke polisi ud ada bukti,, knp hrs byr itu duit cucu bodoh mu tak nafkah cucu mantu mu di mkn sm ular busuk itu ud gk tau brp M M,, tu rumh miliar blm lg barang yg lain,, klo aku jdi nenek aku usir lngsng tnp bw baju aksesoris sedikit pun nek,,, cm bju yg nempel di bdn y ajj,,, tuntut kasus pembunuhan dan pemerasan nek,, trs viralkan biar cwo lain gk kena mangsa ya lgh 🤭🤭🤭setelah lahir Kinan kbur aj nan bw ank mu jgn peduliin nenek y Bima
merry
gk ush byr x nek justru pelakor itu hrs balikin uang gak Kinan dan usir dr aptermn yg dibeliin bima
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kok aq gedek ya sama nenek, kayak sebelas dua belas sama Bima dia😡
Moreno
Hahahah pantesan Bima egois dan bodoh, ternyata keluarganya juga sama. Kirain Nenek Ningsih agak waras 😅
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenapa mesti bayar Agnes agar mau dipenjara, mending miskinkan aja Bima atau penjara kan saja Bima nek 🙄
Dokkan Battle
bunuh si tua bangka Ningsih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!